TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Pulang terlambat


__ADS_3

"Apa Pingsan.? kamu kenapa Nak?


Bu Mina khawatir terhadap putri sulungnya tersebut,


"Bu nanti Dian ceritain di dalam ya,,


"O ya..Nak terima kasih sudah menolong dan mengantarkan putri saya,, mampir dulu yuk kedalam, "tawar Bu Mina pada Vino dan Radit.


"Terima kasih Tan, Tapi maaf, kami sedang terburu_buru, kami masih ada urusan, "jawab Vino sopan,


"Oh baiklah kalau begitu.. sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih ya, Nak.." ucap Bu Mina, pada Vino dan Radit.


"Sama_sama Tan..kalau begitu kami permisi dulu, "pamit Vino Pada Bu mina dan Diana,


"Iya Nak. hati_ hati di jalan nya, "Jawab Bu Mina,


Setelah ke pergian Vino dan Radit, Bu Mina langsung mengajak Diana masuk dan membawa Putrinya tersebut duduk di sofa ruang keluarga..


"Katakan pada Ibu, Ada apa sebenarnya Nak?


"terlihat jelas rawut wajah Bu Mina yg mengkhawatirkan keadaan putrinya yg tak terlihat baik tersebut..


"Bu.. Dian tidak apa_apa, Ibu tidak usah khawatir, Dian hanya sedang MAG saja, Kemaren Dian melakukan Diet, ternyata Dian tidak bisa, malah MAG Dian kumat, "jelasnya bohong..


"Apa Tuan Davin memperlakukan mu tidak baik Nak? "selidik Bu Mina..


"Apa yg Ibu katakan? Davin memperlakukan Dian dengan baik Bu, malah Dian selalu kesel pada Davin , karna Davin tidak memperboleh kan Dian untuk melakukan apa_apa. Dian kan jadi bosan di rumah tanpa melakukan apa_apa, "ujarnya manja..


"Kamu serius kan Nak? kamu tidak berbohong kan, sama Ibu? Davin beneran memperlakukan mu dengan baik?


Tentu saja Bu, mana mungkin Dian berbohong sama Ibu, Bu Eum itu, Dian sekarang kerja di sebuah restoran,


"Apa kerja? Kamu berkerja bagaimana mungkin Nak?, Davin memiliki banyak uang tapi dia membiarkan kamu berkerja begitu saja? Katakan sekarang dengan jelas, jika memang Davin memperlakukan mu dengan buruk, Ibu tidak akan diam, ibu akan mengambil mu kembali darinya, "ujar Bu Mina yg sudah mulai emosi,


"Kenapa Ibu marah_marah, Davin selalu memperlakukan Dian dengan baik, Dian kerja ini ke inginan Dian karna Dian bosan di rumah hanya tidur, makan, dan nonton, saja. "kilahnya meyakinkan Ibu.


"Tapi kamu lagi sakit Nak, kenapa harus kerja? "Ucap Bu Mina pelan yg merasa iba melihat tubuh anaknya yg terlihat sangat kurus tersebut,


"Belakangan ini MAG Dian sering kambuh Bu, jadi ya..gini deh males makan, "ujar Dian mengedikan bahu , meyakin kan kembali Ibunya tersebut,


"Bu, Dian ikut makan malam disini ya, Dian kangen masakan Ibu, "sambungnya lagi sambil tersenyum,


"Tentu saja Nak, kapan pun kamu ingin makan disini, pintu rumah ini selalu terbuka, "jawab Bu Mina mencoba tersenyum,


"Tidak Nak, kamu berbohong pada Ibu, kamu tidak baik_baik saja, Bu Mina menangis dalam diam, " apa Tuan Davin memperlakukan putri ku dengan buruk, sehingga Dian terlihat begitu kurus seperti ini, "gumam bu Mina.


"Bu Ayah pulang jam berapa? Diana membuyarkan lamunan Bu Mina,


"Itu..Ayah mu sebentar lagi pulang,,


"Lina kemana Bu? "sambungnya lagi


"Lina sedang mengerjakan tugas kelompok, nanti jam enam baru pulang katanya,


"Oh.. kalau gitu Dian ke kamar dulu ya Bu, Dian ingin mandi dan istirahat sebentar, "ujar Diana lalu pergi meninggal kan ibunya yg masih, memikirkan tentang anaknya tersebut..


Tepat pukul enam sore, Lina dan Ayah Diana pulang berbarengan,


"Loh Ayah, Lina, kok bisa barengan pulangnya? "tanya Bu Mina, pada suami dan putri bungsunya, yg baru sampai tersebut,

__ADS_1


"Iya Bu, kebetulan tadi ketemu di persimpang jalan, "jawab Pak Rasyid,pada istrinya tersebut.


"Bu ini tas siapa? " tanya Lina melihat tas yg asing tergeletak di sofa,


"Oh itu tas kakak mu,


"Kakak ? kakak sedang disini Bu? "tanya Lina antusias,


"Kakak mu sedang tidur, jangan di ganggu dulu ya, kasihan, kakak mu sedang sakit,


"Apa, Bu sakit? "Timpal Pak Rasyid khawatir


"Iya Yah, tadi Dian pingsan di jalan untung ada orang yg baik hati mau mengantar Dian ke Klinik, dan mengantar pulang kesini, "jelas Bu Mina,


"Sakit apa Bu Dian ? "tanya pak Rasyid khawatir lalu beranjak pergi ingin melihat sendiri kondisi putrinya tersebut, tanpa menunggu jawaban dari Bu Mina,


"Yah..Lina ikut, "Lina mengejar Ayahnya yg hendak melihat kakaknya tersebut,


Ceklek


Pak Rasyid membuka Pintu kamar putrinya tersebut, lalu mendekati putrinya yg sedang tertidur, Tes air mata pak Rasyid menetes tak tertahan melihat kondisi anaknya tersebut,


Pak Rasyid langsung memeluk putrinya yg sedang tertidur tersebut,, " Maafkan Ayah Nak, Maafkan Ayah, "ucapnya menangis,


Diana yg menerima pelukan dari Ayahnya kaget, " Yah..Ayah kenapa? tanya Diana bingung, melihat Ayahnya menangis.


"Maafkan Ayah..Maaf kan Ayah, hanya kata maaf yg keluar dari mulut sang Ayah.


"Yah.. udah_udah, sekarang katakan pada Dian Ayah kenapa,? Diana melepaskan pelukan Ayahnya dan memandangnya, mencari tahu untuk apa ayahnya meminta maaf.


"Maafkan Ayah, kamu seperti ini pasti gara_gara Ayah, kamu pasti tertekan menikah dengan Tuan Davin. "jelas ayah berurai air mata,


"Nak..jangan pernah berbohong pada Ayah.. kamu pasti menderita kan menikah dengan Tuan Davin? Ayah Minta maaf,


"Husst... Ayah ini, Davin laki_laki yg baik, dia pria yg bertanggung jawab, Sakit Dian ini tidak ada hubungannya gengan Davin, Davin malah selalu memperlakukan Dian dengan baik, bahkan Dian tidak boleh melakukan pekerjaan apapun, malah Dian yg suka kesel di Buat Davin, karna Dian bosan hanya tidur, makan, dan nonton saja, "jelaanya meyakinkan pak Rasyid,


.


.


.


.


Kediaman Anggara


***


Davin mondar mandir di halaman rumahnya menunggu kedatangan Diana yg sampai sekarang belum juga kembali,


"Huh kemana dia jam segini belum juga kembali, "gumam Davin yg terlihat khawatir


Davin pun masuk kembali ke dalam, saat Davin masuk, Davin mendapati Bik Sum berdiri di dekat jendela, yg sama mencemaskan keadaan Nona mudanya tersebut yg tak kunjung kembali.


"Bik..."panggil Davin mengagetkan Bik Sum, yg sedang memandang ke arah luar, menanti Nona mudanya kembali.


"Eh Tuan, "jawabnya kaget,


"Apa Diana sering pulang selarut ini, sewaktu saya berada di luar negeri? "tanya Davin penuh selidik dan serius

__ADS_1


"Tidak Tuan, ini kali pertama Non Diana pulang terlambat, "jawab Bik Sum cepat,


"Lantas kemana dia pergi nya sekarang? "ujarnya sudah mulai kesal menunggu Diana,


"Non Diana Tidak bicara apa_apa saat akan berangkat tadi pagi, "jawab Bik Sum khawatir.


Tap_tap_tap.. Suara langkah kaki terdengar begitu jelas dengan keadaan rumah yg sudah mulai sepi, karana semua penghuni sudah masuk kedalam kamar masing_masing untuk mengistirahat tubuhnya yg seharian melakukan aktivitas, terkecuali Davin dan Bik Sum, yg setia menunggu Diana kembali.


Davin melihat ke arah langkah kaki yg semakin mendekati nya..


"Bagus ya, kamu...jam segini baru pulang, "ujar Davin saat Diana sudah mendekatinya..


"Maaf kan saya, tadi saya mampir ke rumah Ibu setelah pulang kerja, saya lupa waktu karna mengobrol besama Lina, Ibu dan Ayah, "ujar Diana menunduk,


"Huh..Apa kamu tidak bisa menghubungi ke rumah agar yg di rumah tidak khawatir, "ucapnya sarkatis Davin yg tidak bisa lagi menyembunyikan kecemasannya,


Diana mendongkakan kepalanya melihat ke arah Davin, Diana dapat melihat ada sebuah kekhawatiran dari raut wajah Davin..


"Apa dia benar_benar mengkhawatir kan aku, "gumam Diana,


"Maafkan saya, sudah membuat kalian khawatir.."ucapnya merasa bersalah..


Davin yg sudah tidak bisa mengontrol, gundahnya pada Diana pergi meninggalkan Diana begitu saja, Davin tidak ingin terlihat mencemaskan Diana.


"Non..Bibik sangat khawatir sama Non, Non baik_baik saja kan?


Aku baik_baik saja Bik, Bibik tidak usah khawatir pada ku seperti itu, "ujar Diana.


"Ya sudah sana Non istirahat, Non pasti cape "ujar Bik Sum,


"Iya Bik, aku ke kamar dulu ya..Diana pun pergi meninggal kan Bik Sum,


"Aku harus bisa menahan diriku, untuk meminta maaf padanya, biarkan dia sendiri yg meminta maaf pada ku, semua ini kan salahnya, jika saja dia tidak memeluk mantan kekasihnya itu, semua ini tidak akan terjadi, "gumam Davin saat sudah sampai di dalam kamarnya..tetap pada pendiriannya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.***Bersambung


Beri aku semangat ya, tinggalkan like, tulis komen, dan kasih aku vote. terimakasih***.

__ADS_1


__ADS_2