TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Tapi kau menghindari ku..


__ADS_3

Pagi harinya Davin terbangun langsung masuk kedalam kamar mandi, setelah mandi langsung mengganti pakaiannya tanpa membangunkan Diana yg masih terlelap tidur. setelah rapi Davin, mendekati istrinya lalu mencium kening Diana, Davin pun berangkat meninggalkan kediamannya tanpa melakukan sarapan terlebih dulu, namun sebelum berangkat Davin berpesan pada Bik Sum, agar mengantarkan sarapan untuk istrinya ke kamar..


.


.


.


.


 


.......Anggara Group........


 


Setelah sampai di kantor Davin duduk dan menyandarkan tubuhnya di kursi yg setiap hari di dudukinya tersebut..


"Jika Diana hamil sekarang itu pasti sangat menyenangkan, tapi kenapa sampai saat ini Diana belum juga hamil, apa aku harus mengajak Diana memeriksa kesehatanya, apa itu tidak akan menyinggung perasaannya?." Gumam Davin sambil memijat kepalanya yg terasa pusing, karna kurangnya tidur, dan memikirkan periahal anak, sebelumnya Davin biasa saja, tidak ingin memaksakan untuk cepat_cepat memiliki anak, namun kejadian semalam membuatnya berpikir ulang ingin segera memilikinya...


.


.


.


 


......Kediaman Anggara......


 


Diana terbangun dari tidurnya tepat pukul sembilan pagi, Diana merentankan kedua tangan, Diana pun melihat kesebelah kirinya sudah tak mendapati Davin disisinya.."Kemana Davin? Astaga pukul sembilan Ucapnya kaget melihat jam dinding di kamarnya.."Davin pasti sudah berangkat kerja..."ucapnya lalu bangkit dari tempat tidurnya..


Diana langsung turun kebawah untuk mencari Davin, "Bik Sum..."panggil Diana..


" Iya Non, Non Dian sudah bangun, "jawab Bik Sum..


"Iya Bik, Bik apa Bibik melihat Davin.?"tanya Diana..


"Tuan sudah berangkat satu jam yg lalu Non,


"Apa Davin tidak bicara apa_apa,?


"Tuan hanya berpesan pada saya agar saya membawakan sarapan untuk Non Dian kedalam kamar, "jawab Bik Sum..


"Oh...ya sudah kalau begitu, Aku ke kamar lagi kalau begitu.."Ujar Diana lalu menaiki anak tangga yg menghubungkan pada kamarnya..


"Davin pasti sangat kesal pada ku soal semalam, aku pun tidak mengerti dengan diriku yg sekarang sepertinya ada yg berbeda dengan diriku sendiri, "Gumam Diana..


.


.


.


 


.......Apertemen Bobby........


 


"Ayo, aku akan mengajakmu melihat apertemen untuk kau tinggali sementara waktu, "Ajak Bobby pada Rita saat setelah selesai sarapan..


"Bob, aku akan tinggal bersama Rina saja, kau tak perlu repot_repot seperti ini "Ujar Rita sungkan..


"Jangan banyak membantah, aku tidak tenang jika kau tinggal di kosan itu, aku takut penagih hutang ayah mu mendatangi mu lagi.."Ujar Bobby tak ingin mendengar bantahan..


"Tapi aku tidak terbiasa sendiri, "Jawab Rita yg memang takut jika harus tinggal sendiri, jika ada pilihan tingggal sendiri atau di pukul ayahnya. Rita akan lebih memilih di pukul ayahnya di bandingkan tidur sendiri..

__ADS_1


"Jika begitu tiggalah bersamaku disini, toh kita juga sebentar lagi akan menikah, "Jawabnya santai..


"Tidak, itu pilihan tidak baik, aku akan tinggal di tempat yg akan kau sediakan saja ."Ujar Rita penuh waspada..


"Ha_ha_ha..


Tawa Bobby memenuhi isi apertemennya,


"Hayy...apa yg membuat mu tertawa seperti itu, "Tanya Rita bingung, ini pertama kalinya untuk Rita melihat Bobby tertawa lepas seperti itu..


"Aku menertawakan mu, aku saat ini seperti penjahat yg akan menelanjangi mu, kau terlihat begitu takut pada ku, apa aku semenakutkan itu? "Tanya Bobby masih dengan senyumannya..


"Apa salahnya dengan waspada..aku akan selalu waspada pada setiap pria, termasuk dirimu, "Jawab Rita


"Rita aku ini calon suamimu, sebentar lagi kau akan menjadi istriku, kenapa kau harus setakut itu,? "Ujar Bobby memberi pengertian pada Rita..


"Aku tau, "Ucapnya pelan..


"Ya Sudah, ayo kita berangkat, kita harus melihat dan harus membeli kebutuhan mu saat nanti tinggal disana "Ajak Bobby ...mereka pun pergi meninggalkan apertemen Bobby, menuju apertemen baru yg akan di tempat Rita.


.


.


.


Tiga puluh menit Bobby dan Rita pun sampai di tempat tujuan mereka, apertemen yg tidak terlalu besar di pilih Bobby untuk tempat tinggal Rita sementara waktu,


"Nah ini apertemennya, "Ujar Bobby saat sampai di apertemen yg akan di tempati oleh Rita..


"Wah ini sangat nyaman dan rapi .."tutur Rita saat Bobby membuka pintu apertemennya...


"Apa kau suka? "tanya Bobby,


"Suka, sangat suka..ini benar_benar nyaman dan bagus, "jawab Rita antusias..


"Semoga kau betah disini, ingat selalu mengunci pintu, jika tengah malam kau merasa takut dan butuh teman aku siap datang untuk menemanimu tidur bersama, "Goda Bobby


"Setelah mengenalmu, Jawab Bobby memeluk Rita dari belakang, "Aku bahagia bisa mengenalmu, tetaplah disisiku seperti ini dulu aku pernah berpikir bahwa wanita hanya menyusahkan tapi ternyata aku salah, kau membuat hari_hari ku menjadi lebih berwarna. dan aku terjebak oleh ucapan ku sendiri.."Tutur Bobby lalu membalikan tubuh Rita agar menghadapnya,


"Aku memang bukan pria romantis, namun di depan mu aku berjanji akan menjadi pria yg selalu kau butuhkan, aku akan membuat dirimu bergantung pada ku, hingga kau tidak akan pernah berniat untuk pergi dari sisiku, "Ujar Bobby serius..


"Pfftt...


Rita tertawa mendengar penuturan Bobby, "Kau begitu kaku, tapi aku suka, maka belajarlah menjadi romantis, agar aku tak tergoda oleh pria romantis di luaran sana, "Goda Rita lalu memeluk Bobby..


Bobby menerima pelukan Rita dengan senang, "Aku akan berusaha, menjadi yg kau inginkan.."Jawab Bobby mengelus rambut Rita penuh dengan sayang..


.


.


.


.


. .......Kediaman Anggara........


Jam menunjukan pukul tujuh malam namun Davin belum juga kembali membuat kecemasan menghampiri Diana..."Apa Davin semarah itu pada ku,? tidak biasanya dia pulang terlambat seperti ini, bahkan hanphonenya juga tidak aktif, Dav kamu kemana aku khawatir pada mu, "Gumam Diana, Diana terus mondar mandir di ruang tengah menunggu Davin..


Tepat pukul sembilan malam Davin pun pulang dengan wajah letihnya masuk kedalam mendapati istrinya sedang duduk di sofa tak menyadari kehadirannya...


Diana yg menyadari kehadirannya, melihat Davin langsung berdiri dan berhambur memeluk suaminya.."Dav kenapa kau baru pulang? apa kau masih kesal terhadapku,? aku janji mulai dari sekarang tidak akan mengganggu waktu istirahatmu lagi, aku juga berjanji tidak akan merepotkan mu lagi.."Racu Diana yg tidak ingin dihindari oleh suaminya lagi..


"Apa yg kau katakan,? aku tidak marah padamu, aku tidak keberatan dengan permitaan_permintaan mu, hanya saja hari ini pekerjaan ku sangat banyak, "jawab Davin.


"Tapi kau menghindari ku, "Ucapnya mencibikan bibirnya..


"Aku tidak pernah menghindarimu, aku mana bisa menghindari mu, kenapa belum tidur? apa kau sudah makan? "tanya Davin..

__ADS_1


Diana menggelengkan kepalanya,


"Kenapa kau selalu melewatkan makan, ayo aku akan menemanimu makan, "Ajak Davin.. lelah tak membuatnya menjadi egois membiarkan istrinya makan sendiri..


Diana pun dengan senang hati mengikuti Davin, "Dav, makan ini, aku tadi yg memasaknya untuk mu "ujar Diana mengbilkan nasi serta lauk pauk kedalam piring Davin..


"Sayang cukup, aku tidak terlalu lapar jadi kurangi nasinya, "Ujar Davin..


"Ini tidak banyak, ini pasti habis, bukan kah kau bilang hari ini sangat sibuk, kamu pasti mengabaikan makan mu, "jawab Diana..


"Baiklah kemarikan, "Ujar Davin meraih piring yg di berikan Diana, sebenarnya Davin sudah sangat kenyang karna setelah meeting tadi dengan kliennya, Davin makan malam bersama, Davin tadinya hendak menghubungi Diana agar Diana tak menunggunya untuk makan, dan menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu, namun saat melihat hanphonenya sudah mati karna lowbat..


Dengan susah payah Davin menghabiskan makanan di piringnya karna tak ingin mengecewakan istrinya yg sudah memasak untuknya..


Setelah selesai makan Davin dan Diana pun naik keatas menuju kamar mereka, "Mandilah dulu agar rasa lelahmu berkurang, "Ujar Diana


"Hmm..


Davin pun masuk kedalam kamar mandi yg sudah di siapkan air hangat didalam bathtub, setelah menyelesaikan mandinya Davin pun keluar lalu memakai baju yg sudah di siapkan oleh Diana, Davin langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yg sudah ada Diana meninggunya..


"Kenapa belum tidur? "tanya Davin pada Diana..


"Aku menunggumu, "Diana langsung memeluk Davin dengan erat, seakan takut Davin akan pergi..


"Sayang ada apa? "tanya Davin yg mengerti bahwa istrinya sedang gelisah..


Diana menggelengkan kepalanya,


Davin mendorong pelan tubuh Diana agar dapat melihat wajahnya, "Kenapa kau menangis,? tanya Davin terkejut melihat cairan bening di pipi Diana.."Apa kau menginginkan sesuatu? "tanya Davin kembali..


"Tidak, aku hanya merindukan mu saja, kau tau seharian ini aku sangat gelisah, kau tidak menghubungi ku seharian ini, bahkan kau tak berpamit saat berangkat kekantor, dan lebih parahnya kau pulang terlambat tak mengabari ku, aku berpikir kau masih marah padaku karna aku telah mengganggu waktu istirahatmu kemaren malam, "Racu Diana sambil terisak..


"Haii sejak kapan kau menjadi cengeng seperti ini, aku berpamitan padamu, aku mencium mu sebelum pergi, aku ingin membangunkan mu, tapi aku tak tega, kau tertidur begitu pulas, makanya aku tak membangunkanmu, . untuk menghubungi mu maafkan aku, aku benar_benar tidak ada waktu pekerjaan tadi sangat banyak, tadi pukul tujuh aku akan menghubungi mu, namun pas aku ingin menghubungi mu, hanphone ku mati, maaf membuat mu gelisah, dan khawatir, " jawab Davin merasa bersalah, sekaligus menjelaskan kepulangannya yg terlambat....


"Sudah sekarang pejamkan matamu, tidurlah, lihat ini sudah pukul sepuluh, kau harus tidur dan beristirahat, " ujar Davin lalu memeluk Diana , tak membutuhkan waktu yg lama Davin terlebih dulu terlelap, lelah membuatnya Davin cepat tertidur..


"Sebenarnya aku ingin sekali makan sate namun aku tak berani menyuruhnya, dia terlihat sangat lelah, lebih baik aku ikut memejamkan mata, mungkin dengan tertidur rasa ingin ku akan hilang, "Gumam Diana..


Diana pun mencoba memejamkan matanya, namun sampai pukul dua belas malam Diana belum juga bisa memejamkan matanya, rasa inginnya makan sate semakin besar,


"Aku akan menemui pak Asep aku akan menyuruhnya untuk membelikannya, "Gumam Diana lalu melangkah meninggalkan kamar mencari Pak Asep..


.


.


"Nona Muda? Apa yg Nona lakukan tengah malam di luar? "Tanya mang juki satpam di kediaman Anggara..


"Mang...Pak Asep kemana? saya mencari Pak Asep.."Jawab Diana..


"Oh Asep pulang Non, istrinya sedang sakit, jadi tidak menginap malam ini, "Ujar mang juki..


"Mang, apa saya boleh meminta tolong? Saya ingin sekali makan sate ayam, apa mang juki bisa membelikannya untuk saya, "Ucap Diana meminta tolong..


"Bisa Non, Sini biar Saya belika, "Jawab mang juki cepat..


"Terimakasih ya mang sebelumnya, "Ujar Diana Sopan..


"Sama_sama Non, ya Sudah saya pergi dulu, "Jawa Mang juki, lalu berpamitan setelah Diana memberi uang kepadanya..


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2