
Sore hari Davin, Diana dan teman-temannya pun sampai di pulau kecil yg terletak tidak begitu jauh dari ibu kota. Davin datang ke Villa yg sudah Bobby Sewa..
"Tuan, Nona Muda, silahkan masuk, "Sapa Bobby, saat Davin Diana dan teman-temannya sampai.
"Dian, bagaimana keadaan mu? kamu kenapa? apa junior berontak membuatmu kesakitan? "tanya Rita serius..
"Iya Di, aku khawatir banget sama kamu, saat denger bahwa kamu sakit, kenapa kamu maksain kesini jika sedang sakit .."timpal Rina.
"Kalian tenang aja, aku baik-baik aja kok.. lagian mana mungkin aku berdiam diri dirumah sedangkan teman-temanku bermain air pantai dan pasir, aku akan iri pada kali, aku juga pengen liat bule disini siapa tau saat hamil kayak gini liat bule anaku pas lahir kayak bule "Ucap Diana konyol
"Ish, kau ini, mana bisa begitu. yg nitip benih di perutmu itu, pria lokal ya junior keluar seperti Papanya lokal, "Tutur Rina
"Ya bisa aja kan, tiba-tiba aku pegan rambut bule anakku tertular rambutnya kayak bule juga "Tutur Diana masih pada topik konyol, tanpa disadari ketiga sahabat itu, jika para lelaki sudah menatapnya dari tadi..
"Apa hebatnya bule, "Ujar Davin ketus, tak suka topik yg di bicarakan Istrinya..
Diana melirik kedua sahabatnya,
"Ah iya mulutku memang seperti ini, tidakah aku simpan dulu percakapan konyol ini untuk nanti, ah Davin pasti kesal padaku, yg menginginkan kemiripan junior dengan pria lain, "gumam Diana.
"Tuan, Nona Muda, Mari saya antar Nona kedalam kamar anda, Tuan Radit, Tuan Vino mari, Oya untuk Nona Fiola saya mohon maaf kamar disini hanya ada empat kamar, apa Nona tidak keberatan berbagi kamar dengan Nona Rina,? "tanya Bobby, disaat Bobby mengatakan nama Rina, Radit langsung melihat kearah Rina.
"Ternyata wanita tidak tau terimakasih ini, ikut serta disini, lihat saja dia selalu berperilaku seperti wanita menawan, tapi hatinya penuh kepalsuan.."gumam Radit mengingat kembali saat dia menolongnya tempo dulu, bukannya meminta maaf, Rina malah menuduh Radit yg bukan-bukan, itu membuat Radit tak suka terhadapnya..
"Ish, kenapa Diana mengajak Tuan sombong itu sih kemari, ini kan acara aku Diana dan Rita, kenapa banyak segerombolan orang asing juga..dan apa tadi berbagi kamar dengan orang yg ku tak kenal? ish aku tidak mau, mana bisa aku berbagi tempat tidur dengan orang asing."Batin Rina kesal.
"Tidak masalah Tuan Bobby, saya sangat berterimakasih pada kalian semua, karna saya bisa ikut serta didalam acara kalian,
"Hai Nona, Perkenalkan nama saya Rita, saya Istri Bobby, "Sapa Rita memperkenalkan dirinya.
"Saya Fiola, Nona Rita bisa panggil saya Fiola saja, tidak perlu pake Nona, "Tutur Fiola tak nyaman..
"Hai Saya Fiola.."Ujar Fiola mengulurkan tangannya pada Rina..
"Saya Rina.."Kamu akan berbagi kamar dengan saya, Apa kamu tidak keberatan? "tanya Rina
"Tidak Nona, "Jawab Fiola..
"Et, Nama Saya bukan Nona ya, Nama saya Rina, "Ujar Rina disertai candaan..
"He he.
"Baiklah Rina, kita akan berbagi kamar bersama, "Jawab Fiola tersenyum
"Yasudah Di, kamu istirahat dulu sana, Biar Fiola ikut aku, nanti malam kita baru berpesta, "Ujar Rita senang..
"Siap..aku kekamar dulu ya, "pamit Diana
"Ayo Fiola ikut aku, "Ajak Rina..
.
.
.Tepat pukul delapan malam Davin Bobby dan yg lainnya memulai pesta BBQ,
"Dav, junior sudah berontak ingin makan, apa itu masih lama? "Ujar Diana yg sudah tak tahan ingin melahap makanan yg sedari tadi menggoda penciumannya..
"Sedikit lagi ya sayang, kamu diam duduk saja dulu, setelah matang aku akan langsung sajikan untuk mu, Eh bukan, maksud ku untuk junior, "Ralat Davin..
"Hai apa kau tidak bisa sedikit lebih lembut, bumbu itu mengenai pakaianku, "Ujar Radit kesal saat mendapati bumbu yg di pegang Rina mengenai pakaiannya..
"Tuan, jika kau tak ingin terkena noda, lebih baik kau diam saja duduk manis di bangku sana, jangan sok-sokan mau bantuin, "jawab Rina tak kalah ketus.
"Demi apa pun, kau adalah wanita yg paling menyebalkan di sepanjang kehidupanku, aku baru melihat wanita sepertimu, "Ujar Radit kesal.
__ADS_1
"Maka menjauhlah, "jawab Rina cepat
"Kau pikir aku suka dekat-dekat dengan wanita sepertimu, jangan bermimpi..
Rita mengangkat bibir atasnya tersenyum, "Bahkan walaupun hanya dalam mimpi sekalipun Saya juga tidak ingin. "Tutur Rina lalu bangkit dari tempat yg hanya menyisakan sedikit jarak saja dengan Radit.
"Dasar wanita sombong..wanita tak tau berterimakasih, "Umpat Radit kesal.
Setelah selesai BBQ mereka semua pun mengobrol, Davin mengobrol dengan Radit dan Bobby, sedangkan Vino pergi ntah kemana mengajak Fiola. tidak ketinggalan ketiga sahabat yg selalu heboh, seberapa banyak permasalahan yg Diana punya jika bersama sahabatnya Diana selalu tertawa bahagia bagaikan tak punya beban..
Di tempat yg tak jauh dari Davin dan teman-temannya Vino mengajak Fiola untuk berkeliling disekitar pantai yg tak terlalu terang oleh penerangan lampu. namun terang oleh penerangan bulan.
"Fiola, Vino menggenggam tangan Fiola, lalu memandang wajah Fiola dengan seksama. "Fiola aku tidak tau sejak kapan perasaan ini hadir, namun yg jelas perasaan ini nyata. mungkin aku bukan pria yg kau inginkan Tapi apa kau mau sedikit membuka hatimu untuk ku, Aku menyukaimu, "Ujar Vino mengeluarkan satu cincin berlian dan memberkanya pada Fiola.
"Vino, aku bukan wanita baik, aku juga wanita yg dulu pernah berniat menyakiti sahabatmu, kamu pria terhormat, dari keluarga terhormat, aku tidak pantas untukmu, apalagi status keluarga aku yg saat ini di dalam penjara, orang tua mu pasti tidak akan menyukaiku, karna statusku, "Jawab Fiola menunduk.
Vino mengangkat dagu Fiola agar bisa memandang wajahnya yg terlihat murung. "Kamu hanya perlu menjawab IYA. keluarga ku bukan pemilih pasangan. jika kau bilang YA. Aku akan segera melamarmu,
"Tapi Vi-
Vino tak membiarkan Fiola meneruskan ucapannya, Vino membenamkan bibirnya ke bibir Fiola yg membuat mata Fiola membola seketika karna terkejut.
Setelah kehabisan pasokan napas, Vino pun mengakhiri ciumannya. "Aku mencintaimu, mau kah kamu menerima aku, dan menjadi bagian dari masa depan ku.."Tanya Vino sesaat setelah melepas pangutannya.
Fiola mengangguk. sebagai jawaban bahwa dia menerima pernyataan Vino..
"Benarkah? "tanyanya tak percaya..
"Kau sudah mencuri ciuman dari ku. jadi kau harus bertanggung jawab, "jawab Fiola dengan senyuman..
"Terimakasih sudah mau menerimaku, "ujar Vino lalu memeluk Fiola,
"Vino a-
"Sayang.."Potong Vino..
"I-iya Sa-sayang. "Ujar Fiola terbata belum terbiasa,
"Sekarang kamu harus terbiasa dengan panggilan itu, Ayo kita kembali ke Villa ini sudah larut, "ajak Vino menggenggam jari jemari Fiola.
.
.
.Khem..
Deheman Radit membuat Fiola reflek melepaskan tangan Vino yg sedang menggenggamnya..
"Kamu tidak perlu malu, pada orang yg tidak tau malu, "Ujar Vino mengejek Radit.
"Siapa yg kau maksud tidak tau malu, hah, "Ucap Radit keras,
"Memang ada berapa orang yg tidak tau diri disini, "Jawab Vino enteng, kembali menggenggam tangan Fiola dan menariknya masuk kedalam Villa.
.
.
.
.Keesokan harinya..
"Dav bangun, "Ujar Diana mengguncangkan tubuh Davin agar cepat bangun.
"Sayang aku baru saja terlelap, kenapa kamu sudah membangunkan aku sepagi ini? "Ucap Davin masih setia terpejam..
__ADS_1
"Dav ini sudah pukul sembilan pagi. ayo bangun aku ingin jalan-jalan..
"In Five minutes ok.
"Tidak ada lima menit, tidak ada dua menit, sekarang bangun, kalau tidak ingin bangun juga aku- "
"Ok aku bangun.."potong Davin lalu duduk tegak namun tidak dengan kedua matanya yg masih setia terpejam.
"Kenapa masih duduk, ayo mandi jalan di pinggir pantai pagi hari akan terasa sejuk..
"Sayang, kalau kamu mencari kesejukan di atas tempat tidur ini juga sangat sejuk dan dingin. "Ujar Davin yg tak dapat membuka matanya.
"Ok, teruskan tidurmu, jika perlu tidurlah sampai waktunya nanti kita pulang, "Ujar Diana kesal.
Davin langsung membuka matanya paksa saat mendengar nada kesal yg keluar dari mulut istrinya.."Ok sayang aku sudah bangun aku akan mandi sekarang, "ujar Davin memeluknya dari belakang..
"Denarkan aku sayang, jangan ngambek ok, kita disini untuk berlibur untuk senang-senang. ujar Davin, lalu Davin menunduk menghadap perut Diana yg sudah terlihat sedikit membuncit, "Junior Papa yg manis yg baik, sekali ini saja kasihani Papa ok, dan jangan Merepotkan mama ya, "ujar Davin di depan perut Diana lalu mencium perutnya.
"Aku mandi dulu, jika kamu sudah lapar, kamu sarapan saja terlebih dulu jangan menungguku. "Ujar Davin mencium kening istrinya lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi.
Diana tersenyum saat Davin sudah tak terlihat lagi.."Aku begitu bersyukur memiliki suami sepertimu, kau begitu sabar dengan diriku yg seperti ini, maafkan aku yg selalu memaksa mu untuk melakukan yg tidak ingin kau lakukan, "gumam Diana.
"Di kamu sudah bangun, ayo sini sarapan dulu, Rina sudah masakin nasi goreng yg enak untuk kita sarapan, "Ujar Rita saat mendapati Diana berjalan kearahnya..
"Selamat pagi Nona, silahkan duduk, "Sapa Bobby sopan..
"Duduklah Bob, kau tak perlu sungkan padaku, Boss mu adalah Davin, aku ini teman istrimu, jadi jangan seperti ini padaku, aku kurang nyaman.."ujar Diana yg memang tak nyaman.
"Maafkan saya Nona, jika membuat anda tak nyaman, "Jawab Bobby merasa bersalah.
"Sudah kalian sarapan saja terlebih dulu, jangan menunggu Davin, Davin masih lama, Ujar Diana.
"Tidak kita akan sarapan bersama, dan setelah itu kita akan kepantai untuk bemain air dan pasir, "Ujar Rita senang..
"Iya aku sudah tak sabar, "Jawab Diana antusias
Fiola tersenyum saat melihat kekompakan ketiga sahabat yg ada di hadapannya itu,
"jika saja aku mengenal kalian lebih dulu, mungkin masalalu ku tak sepahit sekarang, walaupun aku baru mengenal kalian tapi aku merasa damai, kalian membawa kebahagiaan tersendiri buat aku, kebahagian yg sebelumnya tak pernah ku dapatkan dari keluargaku, "gumam Fiola.
"Fiola, apa yg kau sukai dari pantai, "tanya Diana di tengah lamunan Fiola.
"Aku suka semua permainan di pantai, aku suka naik banana boat, jetski dan banyak lagi..
"Yah...tapi sayang disini tidak ada banana boat atau jetski, di sini hanya ada perahu, "Jawab Rita tak bersemangat..
"Ada hanya saja tempat penyewaannya cukup jauh.."Jawab Fiola..
"Benarkah, "timpal Diana antusias.
"Ya, nanti coba kita bicara pada para pria, agar mereka mau menyewanya, "Tutur Fiola.
"Dav, kamu sudah rapi,
"Sudah, kemana yg lain,? "tanya Davin.
"Di depan, aku akan panggilkan mereka dulu, "ujar Diana hendak bangun.
"Di, kamu tunggu saja disitu, biar aku yg panggil mereka, "Cegah Rita,
"Ok..
.
.
__ADS_1
.
.Bersambung.