
"Tok..Tok..Tok..
"Sayang...Diana apa kamu sudah bangun nak? "Teriak Nyonya jasmine dari balik pintu.
"Ceklek
"Sudah mah, ada apa mah pagi - pagi begini sudah panggil Dian? "Tanya Diana heran, karna saat ini masih sangat pagi, karna waktu baru menunjukan pukul lima tiga puluh pagi..
"Ayo ganti pakaian kamu, ikut Mama ke taman komplek depan, "Ujar Nyonya jasmine.
"Taman komplek? pagi - pagi seperti ini? untuk apa mah kita ketaman komplek di jam segini ? "jawab Diana yg masih bertanya - tanya.
"Mbun pagi di rumput bagus untuk kamu pijak, ayo ganti pakaianmu, kita akan ketaman sekarang, "ajak Nyonya jasmine.
"Tapi mah-"
"Ayo buruan tidak ada tapi - tapi..mama tunggu di bawah, Ok.."paksa Nyonya jasmine.
"Baik Mah, Dian ganti pakaian dulu, "Jawab Diana terpaksa..
"Ada apa sayang pagi - pagi mama panggil - panggil kamu? "Tanya Davin
"Mama mau ajak aku ke taman komplek katanya, "jawab Diana malas..
"Untuk apa pagi - pagi seperti ini ketaman? "tanya Davin
"Ntah lah, Mama bilang mau ajak aku menginjak mbun pagi, "jawa Diana
"Menginjak mbun pagi? untuk apa sayang? "tutur Davin tak mengerti..
"Aku juga tidak tau, aku sangat malas, "Ucap Diana tak bersemangat.
"Kalau kamu malas, kamu tinggal bilang sama mama, jika kamu malas, kenapa harus memaksakan diri? "ujar Davin.
"Aku tidak bisa menolak kemauan mama, "jawab Diana,
"Yasudah kalau begitu, aku akan menemani kamu, ayo jangan membuat mama menunggu terlalu lama, "Ajak Davin menarik Diana keruang ganti pakaian.
.
.
.
"Mah...Ayo.."Ajak Diana..
"Kamu sudah bangun juga Vin, "
"Iya mah, Davin mau ikut ketaman bersama Diana dan mama, "jawab Davin.
"Bagus kalau begitu. Ayo kita berangkat ajak Nyonya jasmine semangat..
.
.
.
.
...........Taman ...........
"Nah sekarang buka sandal kamu, injak rumput - rumput ini.."ujar Nyonya jasmine menyuruh Diana untuk membuka sandalnya..
"Mah, apa harus buka sandal segala? "Tanya Davin tak ingin melihat Diana telanjang kaki.
"Harus dong sayang, karna mbun pagi ini bagus untuk ibu yg sedang hamil, mbun ini harus mengenai telapak kaki istrimu, "jawab Nyonya jasmine.
"Ini sangat geli, "ujar Diana tersenyum geli merasakan telapak kakinya seperti ada yg menggelitiki.
"Tidak apa -apa sayang, lakukan ini minimal empat kali dalam seminggu ya, nanti jika mama kembali ke paris, kamu harus tetap melakukannya, Vin, temani nanti istrimu setiap pagi, "Ujar Nyonya jasmine..
"Siap mah, Dian akan melakukan ini setiap hari, "Jawab Diana memberi hormat..
Setelah dua puluh menit, Diana pun menyudahi menginjak rumputnya, "Dav, Aku lapar aku mau bubur itu, "tunjuk Diana pada gerobak yg ada di sekitar taman..
"Sayang, kita makan buburnya di rumah saja ya, bubur buatan Bik Sum lebih higienis, dan bergizi "Ujar Davin tak ingin memberi makanan sembarangan pada Diana.
"Tapi aku mau bubur itu Dav, itu terlihat sangat enak, "Rengek Diana.
"Kau ini Dav, selalu melarang Diana, untuk makan ini, makan itu, "tutur Nyonya jasmine tak suka..
"Ayo Sayang, kita makan bubur itu, mama juga lapar, "Ajak Nyonya jasmine menggandeng lengan Diana berjalan kearah gerobak yg tadi Diana tunjuk..
"Ini sangat enak mah..."Dav, ini kamu harus mencobanya bubur ini sangat enak, "Tawar Diana menyodorkan sendok kearah mulut Davin,
"Tidak sayang, kamu makan saja, aku belum lapar, "Tolak Davin yg memang tidak terbiasa makan -makanan sembarangan. setelah menghabiskan buburnya Diana Davin dan mamanya pun pulang..
.
.
.
........Kediaman Anggara.......
"Apa kau lelah sayang? "tanya Davin setelah sampai rumah mengelus rambut Diana..
"Sedikit, Ayo kekamar kamu harus mandi dan rapi - rapi untuk berangkat ke kantor, "tutur Diana..
"Hari ini aku tidak berangkat sayang, "Jawab Davin.
"Loh, terus bagaimana dengan kantor?
__ADS_1
"Bobby hari ini sudah masuk kantor, "jawab Davin..
"Oya, berarti Rita sudah kembali dari bulan madu? "tanya Diana antusias..
"Sudah, mana mungkin Bobby meninggalkan istrinya disana, "Jawab Davin..
"Aku ingin menemuinya Dav, aku ingin tanya apakah dia sudah hamil apa belum, "Ucap Diana tak sabar..
"Yg bener saja sayang, Bobby dan Rina baru saja menikah sepuluh hari yg lalu, masa sudah hamil, "Jawab Davin menggelengkan kepalanya,
"Ya bisa sajakan, banyak yg menikah dan langsung hamil, "Ujar Diana asal.
"Memang ada, kau tau kenapa mereka bisa hamil satu minggu setelah menikah?
"Kenapa? "tanya Diana polos
"Karna mereka membuat dulu, baru menikah bisik Davin,
Diana mengerutkan dahinya saat mendengar penuturan Davin. "
"Sudah jangan di pikirkan, ayo kita mandi, aku ingin mandi bersama dengan mu, "Bisiknya lagi.
.
.
.
.
.
........Revorma Hotel.........
"Ish kenapa aku jadi sering sekali bertemu Tuan sombong ini, "gumam Rina saat tak sengaja berpapasan denan Radit di depan Hotel Revorma.
Rita tersenyum paksa saat berpapasan dengan Radit, namun tidak dengan Radit yg terlihat acuh tak acuh terhadapnya,
"Cih aku sangat menyesal sudah tersenyum padanya, "Grutu Rina
Hari ini Revorma Hotel milik Radit, sedang mengadakan acara keberhasilan Radit dalam membangun Revorma Hotel. Radit mengadakan acara tersebut karna rasa syukurnya yg selama ini di beri kesuksesan tanpa ada hambatan kali ini Radit mengadakan acara tersebut di Revorma hotel, dengan menyewa Catering dari Caffe Cemara.
Terlihat jelas tamu undangan yg tiba bukanlah orang - orang biasa, tamun - tamu undangan yg hadir semua dari kalangan atas,
"Haii Broo..Selamat ya, semoga kedepannya Hotel - hotel milik mu bisa lebih berkembang lagi.."Ujar Vino memberi selamat pada Radit
"Selamat ya Tuan Radit, semoga kedepannya lebih sukses lagi, "Tutur Fiola ikut mengucapkan selamat pada Radit setelah Vino..
"Than'k No, Nona Fiola. kalian sudah mau hadir, No ajak Nona Fiola untuk mencicipi hidangan "Ujar Radit..
"Ok..
"Yuk..kita cari makanan kesukaan mu kesana "Ajak Vino pada Fiola.
"Dav ini Hotel milik Radit "Tanya Diana setelah Davin mengajaknya masuk kedalam Aula Hotel Revorma.
"Iya sayang,
"Dia terlihat santai dalam bekerja, namun ternyata dia begitu sukses dalam hal bisnis, "Ujar Diana,
"Dav. sepertinya aku mengenal menu Catering ini, "
"Oya..
"Iya..
"Dian.."Panggil Rina yg tak sengaja melihat sahabatnya sedang mengobrol dengan suaminya..
"Rina. Hai....pantas saja aku mengenal menu ini ternyata benar ini Menu Caffe Cemara.
"Sayang kita temui Radit dulu ya, setelah itu kamu lanjutin lagi nanti ngobrol dengan Nona Rina, "Ajak Davin
"Tapi-
"Sudah sana, aku juga sedang bekerja, jika pengawas lihat aku ngobrol dengan mu, nanti aku kena teguran, "Ujar Rina
"Baiklah setelah ini aku akan minta izin Radit untuk kita mengobrol, Aku tinggal dulu ya..
"Selamat malam Tuan Radit, " sapa Bobby dan Rita,
"Malam Bobb,
"Selamat atas kesuksesan anda Tuan, "Ucap Bobby memberi selamat.
"Terimakasih Bob, Nona Rita sudah menyempatkan waktunya. "Jawab Radit.
"Saya dan istri sangat berterimakasih telah mendapat undangan penting seperti ini..
"Ah kau berlebihan Bob, kita sahabat jangan pernah sungkan terhadap ku, "Tutur Radit.
"Hai Dit, "Sapa Davin setelah bertemu dengan pemilik pesta.
"Hai Vin, "Radit menjawab sapaan Davin..
"Rita..
"Diana..
"Kamu datang ke acara Radit juga, kenapa gak bilang - bilang,? "tanya Diana
"Bagaimana aku mau bilang kamu, Bobby mengajakku mendadak, Oya bagaimana keadaan ponakan ku?
"Baik, junior sangat baik, dia juga sangat sehat, "Ujar Diana sambil mengelus perutnya yg sudah mulai terlihat buncit..
"Kamu bagaimana, apa kamu sudah isi? "tanya Diana memegang perut Rita.
"Ish kau ini, mana mungkin secepat itu, aku menikah belum genap dua minggu, masa sudah mau isi aja, "Jawab Rita memukul punggung tangan Diana pelan..
"Ya siapa tau kan, jadi aku ada temannya hamil, "Ujar Diana
"Sayang, apa kamu tidak menyapa Radit, "Ujar Davin mengingatkan istrinya, Diana akan lupa dengan apapun jika sudah bertemu dengan sahabat - sahabatnya.
__ADS_1
"Ah, iya..Maaf.. "Hai Dit, selamat untuk kesuksesan mu, semoga kedepannya lebih sukses lagi, "Ujar Diana memberi selamat.
"Terimakasih Diana, "Jawab Radit,
Setelah mengucapkan selamat pada Radit Diana kembali menghampiri Rita yg berdiri sendirian, "Loh Rit kemana Bobby? "tanya Diana mendapati sahabatnya sendirian..
"Tuh.."tunjuk Rita pada Bobby yg sedang mengobrol dengan Klien Davin,
"Oh..para pria akan sibuk dengan urusan mereka masing - masing. mending kita samperin Rina yuk. "Ajak Diana..
"Rina? Rina disini juga? pria mana yg mengajaknya? seperti apa pria yg menjadi pasangan Rina? "Tanya Rita antusias..
"Ish kau ini, sejak kapan Rina suka pria, Rina disini sedang bekerja. Rina sedang kerja disini, Catering disini menu Cemara, "Jawab Diana..
"Oh...aku pikir hehe..yuk kita samperin dia, "ujar Rita menarik tangan Diana..
"Eh, tunggu sebentar ya, aku bilang Davin dulu, nanti Davin mencari ku jika tidak izin dulu. "Ujar Diana.
"Dav, Aku mau samperin Rina ya, "Izin Diana
"Sayang Bukankah teman mu sedang bekerja?
"Iya aku tau, Dav sini, Dav izinkan Rina aku pinjam sebentar saja pada Radit aku ingin ngobrol dengan Rina aku kangen padanya, ya mau ya mau ya.."Bisak Diana
"Sayang kamu bisa ngobrol nanti di rumah, kamu bisa menyuruh Rina datang kerumah nanti kita, sekarang Teman mu sedang bekerja, "Jawab Davin.
"Tapi aku maunya sekarang,
"Tidak bisa begitu sayang..
"Dav, "Ujar Diana memelas.
"Huuh..
"Baiklah, Aku coba bicara dengan Radit, "jawab Davin mengalah.
Setelah Davin bicara dengan Radit, Radit pun menghampiri Rina yg sedang melayani tamu,
"Nona, tinggalkan pekerjaan itu, kamu temani istri sahabat saya untuk mengobrol, "Perintah Radit..
"Apa menemani ngobrol? Maaf Tuan tugas saya melayani tamu mengantar makan dan minum, bukan menemani ngobrol, "Jelas Rina.
"Mana manajar anda,? "tanya Radit malas berdebat.
"Tuan, ada yg bisa saya bantu, "Sapa Jimmy manajar Rina setelah mendengar obrolan Rina dan Radit pemilik Hotel.
" Kau manajar Catering ini,?
"Betul Tuan, saya Jimmy manajar Catering ini, ada yg bisa saya bantu?
"Tugaskan pelayan ini, untuk masuk ke ruang Vip untuk menemani istri sahabat saya didalam, "perintah Radit
"Baik Tuan.."Jawab Jimmy sopan.
Radit berlalu begitu saja saat manajar tersebut bicara,
"Dasar sombong, "grutu Diana.
Rita pun berjalan menuju Ruang Vip yg tadi di katakan oleh Radit,
Tok..tok..tok
"Permisi, "Ujar Rina mendorong pintu tersebut
"Rinaaa..."Teriak Diana dan Rita berbarengan saat pintu terbuka..
"Loh kok kalian berada disini? apa yg kalian lakukan disini? "tanya Rina terkejut
"Untuk ngobrol dengan mu, "Jawab Diana.
"Oh jadi yg pria sombong tadi bilang istri sahabatnya adalah kalian, ? "Ujar Rina.
"Pria sombong? "Ucap Diana dan Rita berbarengan.
"Iya, Pria yg aku ceritain dulu, yg pernah menolongku, "jelas Rina..
"Oh Radit, kamu tidak ketus kan pada dia? "tanya Diana..
"Kenapa? apa kamu berharap aku bicara baik - baik pada orang sombong seperti dia, "jawab Rina tak suka
"Hai, apa kau tidak tau, jika Radit Tuan pemilik pesta, "Ujar Diana mengejutkan Rina.
"A-apa? Tuan pemilik acara? kau serius Di? "tanya Rina terkejut..
"Ha .ha .ha
"Kamu pasti ketus terhadapnya, "jawab Diana dengan tawanya.
"Di aku sedang tidak bercanda, dia beneran pemilik Hotel ini? "Tanya Rina meyakinkan yg tadi di ucapkan sahabatnya..
"Sudah jangan takut seperti itu, lagian jadi wanita sedikit lembut apa salahnya sih, "Cibir Diana.
"Di, bagaimana jika dia mengadu pada pak Jimmy tentang ucapan ku tadi, "Ujar Rina takut.
"Sudah lupakan tentang kau dan Radit, mari kita bahas masalah piknik kita yg tertunda, "Ujar Diana..
"Iya kapan kira - kira? "timpal Rita.
"Bagaimana jika Sabtu besok, kebetulan sabtu besok aku ambil cuti, "jawab Rina
"Boleh - boleh, "Jawab Diana
"Tapi Di, apa suamimu memberi izin suami ku untuk libur? "tanya Rita.
"Masalah itu, nanti aku yg urus, sekarang udah ok ya sabtu besok kita pergi piknik, "Ujar Diana senang..
.
.
.
__ADS_1
.Bersambung
Jangan lupa beri aku semangat ya dengan like komen dan vote ya..Terimakasih🤗🤗