TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Selalu berpikir yg macam_macam.


__ADS_3

"Ibu...Dian kangen pada Ibu, "Ujar Diana saat Bu Mina mendatangi ke diaman Anggara..


"Iya sayang ibu juga kangen sama kamu, bagaimana keadaanmu? "peluk Bu Mina..


"Dian sehat, Bu..Bagaimana keadaan ibu dan ayah ? "Tanya Diana..


"Ayah dan ibu sehat. Nak.."Jawab Bu Mina..


"Syukurlah, Ibu bawa Apa, itu? "tunjuk Diana pada paper bag yg di tengteng oleh Bu Mina..


"Ini, ibu bawakan Brownies kesukaanmu, dan beberapa Camilan untuk mu, ayo makanlah..


"Wahh, ini pasti enak_enak, "Ujar Diana senang.


Diana pun mengambil alih paper bag yg di pegang Bu Mina, lalu menyiapkannya di piring.."Ayo Bu, kita makan bersama "Ajak Diana pada ibunya..


"Makanlah Nak, ibu masih kenyang..Bu mina melihat Diana memakan_makanan yg di bawanya begitu lahap, "Apa nafsu makan mu sedang meningkat, Nak? "tanya Bu mina melihat pipi tembem Diana..


"Iya Bu, belakangan ini nafsu makan Diana sedang meningkat, ayo makan bu , Diana menyodorkan piring yg berisikan Camilan yg di bawakan oleh ibunya,


"Tidak, Nak. kamu habiskan saja, ibu bawakan itu untuk mu, "tolak Bu Mina..


"Baiklah Dian dengan senang hati akan menghabiskannya, "jawab Diana. kembali melahap makanannya..


.


.


.


.


.Tepat pukul lima sore Davin pun kembali dari kantor, "Haii Sayang...apa yg kau lakukan seharian ini? "tanya Davin merangkul dan mencium kening Diana..


"Seharian ini aku di temani ibu mengobrol, makan bersama, dan makan camilan yg ibu bawakan untuk ku, "Jawab Diana antusias


"Ibu ada disini?


Diana mengangguk,


Davin pun melihat ke arah sofa, benar saja ada mertuanya sedang berdiri melihat ke arahnya. "Eh, Bu..Apa kabar bu? "Sapa Davin kepada mertuanya, Davin melepaskan pelukannya dari Diana lalu menghampiri mertuanya..


"Baik, Nak...kamu sendiri bagaimana?


"Davin juga baik bu, Ibu ngobrol saja dulu dengan Diana.. Davin ke atas dulu ganti baju" ijin Davin..


"silahkan Nak, "Dian sana siapkan keperluan suamimu dulu sana.."Ujar Bu Mina mengingatkan Diana..


"Tidak perlu bu, Sayang kamu temani ibu saja, aku hanya ganti pakaian saja sebentar " ujar Davin lalu berlalu meninggalkan Diana dan ibunya..


"Sana urus suamimu, dia pasti lelah, siapkan pakaiannya sana "ujar bu Mina kembali mengingatkan..


"Ya sudah Dian susul Davin dulu ya..Diana pun pergi menyusul Davin ke kamar, meninggalkan Bu Mina di ruang tamu yg di temani Bik Sum..


.

__ADS_1


.Ceklek


Diana membuka Pintu kamarnya setelah sampai di atas.."Loh sayang kenapa kamu meninggalkan ibu? "tanya Davin setelah melihat istrinya membuka pintu..


"Ibu sedang mengobrol dengan Bik Sum.."jawab Diana lalu mendekat ke arah Davin lalu membantu membukakan kancing kemeja Davin,


Davin tersenyum saat Diana di hadapannya, "Jangan menggodaku, "Bisik Davin mencondongkan tubuhnya tepat di telinga kiri Diana..


"Kau yg selalu menggoda ku, aku hanya ingin membantu mu. kau selalu punya pikiran mesum, "jawab Diana mencibikan bibirnya kesal selalu saja suaminya menggodanya..


"Sayang... jelas_jelas kau yg menggoda ku, lihat kau membuka kancing ku, bukankah kau sedang mengggoda ku? "Ucapnya penuh dengan godaan..


"Jika yg ku lakukan ini termasuk menggoda, dan membuat pikiran kotor mu semakin menumpuk, Ok mulai sekarang aku tidak akan membantu mu, agar pikiran mesum mu itu hilang..


"Apa yg kau katakan,? jika seperti itu aku akan mencari orang yg bisa melayani keseharian ku seperti membantu memakai dan membuka baju ku, "Goda Davin..


"Apa itu serius,? apa kau ingin mencari wanita lain,? Apa kau tidak puas dengan ku? kau mau mencari pengganti ku? selidik Diana dengan beberapa pertanyaan..dan itu membuat Davin merasa ada aura_aura tidak baik yg akan terjadi...


"Baiklah_baiklah aku mengalah, aku minta maaf, aku memang selalu tergoda oleh mu, setiap kali aku berdekatan dengan mu, aku tidak bisa mengendalikan diriku saat diriku berdekatan dengan mu, Ok aku yg selalu menggoda mu, , "Ujarnya mengalah lalu mendaratkan beberapa ciuman di wajah Diana..


"Dav..Cukup..ih kau ini, Diana memukul pelan dada Davin, memberhentikan aktivitas Davin dari menciumi wajahnya..


"Aku rindu sama kamu, sayang..seharian ini aku tak melihatmu, jika tidak ada ibu di bawah aku sudah membaringkan mu di ranjang." Ucapnya santai, yg mendapat cubitan di binggangnya


"Aww.."Rintih Davin memegang pinggangnya yg mendapat cubitan dari Diana..


"Rasakan itu, kau selalu saja mesum dimana pun berada, "ujar Diana kesal..


"Sakit yang....Sayang aku mesum pada istriku sendiri tidak ada yg salah dengan itu, "Ujar Davin kembali merapatkan diri pada Diana..


"Kau sangat lembek, hanya cubitan seperti itu sudah menampakan wajah memelas, seperti mendapat penganiyayan yg serius saja, "Cibir Diana. lalu melangkah mundur saat Davin mendekatkan tubuhnya kembali,


.


.


.


"Ya sudah ibu pulang ya, jaga dirimu baik_baik ya Nak, lalu Bu mina beralih berpamitan pada menantunya..."Nak Davin Ibu pulang dulu, titip putri ibu, maklumi semua tingkahnya, namu jika Dian melakukan kesalahan tegur dia dan ingatkan, "Pamit Bu Mina, sembari memberi sedikit nasehat pada menantunya..


"Tentu saja Bu, Davin akan selalu menjaga Diana, Davin akan menegur jika Diana melakukan kesalahan..Ibu hati_hati di jalannya ya.."jawab Davin..


.


.


Setelah kepergian Bu Mina, Davin dan Diana duduk di sofa untuk sekedar berbincang.."Sayang apa kau tau, Vino sekarang sedang berjuang untuk mendapatkan Nona Fiola? "Ujar Davin menceritakan yg dia ketahuinya tadi siang dari Radit, Radit sengaja datang ke kantor Davin hanya untuk membicarakan periahal perasan sahabatnya Vino kepada Fiola..


"Bagus dong Dav, menurutku Nona Fiola adalah wanita yg baik dan mandiri.."


"Aku hanya takut Sayang, Nona Fiola mempunyai niat buruk pada Vino, karna kau tau sendiri ayah dan kakaknya aku masukan kepenjara..aku hanya takut dia memiliki dendam pada ku. dan memanfaatkan Vino" Ujar Davin yg takut sahabatnya terkena masalah..


.


.

__ADS_1


.


. ......Apartemen Bobby......


Di tempat lain..


"Masuklah.."Ujar Bobby mengajak Rita untuk masuk kedalam apertemennya..Hari ini Bobby sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, Bobby pun kembali ke apertemennya dengan di antar oleh Rita..


"Bob..apa di apertemen mu tidak ada ART.


"selidik Rita setelah melihat kesemua juru aperteman Bobby yg sepi...


"Sekarang tidak ada, namun besok pagi ada, ART disini hanya pagi saja datangnya, setelah selesai mereka akan pulang, "jawab Bobby..Lalu menarik pelan pergelangan tangan Rita menuntunnya agar duduk..


"Kau istirahatlah, aku akan memberekan barang_barang mu ini, "Ujar Rita canggung. Rita pun bingung dengan kecanggungannya ini, bukankah dua minggu ini dirinya berdua saja dengan Bobby tidak ada kecanggungan pada dirinya, mengapa sekarang dia begitu gugup..


"Ada apa? "tanya Bobby saat melihat tingkah Rita yg berbeda seperti sebelumnya..


"Tidak ada apa_apa hanya saja aku pikir, tidaklah baik jika kita hanya berdua di dalam ruang bersama."Ujarnya hati_hati


Bobby tersenyum mendengar alasan Rita yg yg terlihat gugup di depannya.."Apa kau takut padaku? "Tanya Bobby mendekat..


"Tidak...hanya saja, eum ucap Rita ragu_ragu "Kau jangan terlalu dekat dengan ku, menjauhlah sedikit, disini kita hanya berdua. kau memang bicara tidak, tapi tidak menutup kemungkinan jika kita terlalu dekat. "Ujar Rita tak meneruskan perkataannya lagi..


"Apa? kenapa jika kita terlalu dekat, goda Bobby, bukan kah dua minggu ini kita terus bersama siang malam, kita berdua di ruang yg sama bersama, lantas apa yg salah dengan kita sekarang yg berada di dalam satu apertemen yg sama, "Ujar Bobby menggoda Rita dan mengingatkan kembali kebersamaan mereka selama beberapa minggu ini..


"Itu rumah sakit, disana banyak dokter dan suster bolak, balik, memeriksa mu, dan kau juga sakit, namun tidak dengan disini disini tidak ada siapa_siapa disini, kau juga terlihat sehat.."Jawabnya penuh dengan kewaspadaan, walau pun Rita tau Bobby adalah orang yg baik, namun Rita selalu waspada padanya, mendengar pengalaman Rina membuat Rita menjadi lebih berhati_hati jika sedang berdua saja dengan Bobby..


"Apa kau takut padaku? "tanya Bobby mendekat pada Rita..


"Tidak, tidak..bukan seperti itu "Ucapnya terbata_bata..


"Jangan pernah berpikir macam_macam, "Ujar Bobby menyentil dahi Rita, agar pikiran kotornya hilang,


"Aw...Rintih Rita..


"Itu untuk pikiran kotormu, kau pikir aku pria ******** seperti kebanyakan di luaran sana? dengar aku baik_baik, aku pria yg tau akan batasan, jadi buang semua pikiran kotormu itu, tapi nanti setelah aku menikahimu aku tak dapat berjanji akan melepaskan mu begitu saja, "Ucapnya di iringi dengan godaan..


"Maka mulai dari sekarang buang pikiran kotor mu itu, simpan untuk nanti setelah kita menikah. "Goda Bobby kembali lalu menciun dahi Rita..dan itu membuat guratan merah di pipinya terlihat jelas..Ada rasa lega di hati Rita saat Bobby berkata demikian, namun rasa takut tiba_tiba muncul saat mengingat kata_kata setelah menikah..


"Ish sejak kapan aku memiliki pemikiran_ pemikiran kotor seperti ini, aku sangat malu sekarang Bobby pasti berpikir yg tidak_tidak terhadapku, bodoh_bodoh.."Umpatnya dalam hati..


Masih dengan senyumnya Bobby terus tersenyum melihat kearah Rita, wanita yg biasa bertingkah heboh dan cerewet sekarang berubah menjadi pendiam,


"Sudah buang semua ketakutan mu itu, aku tidak akan melakukan hal di luar batasan ku, sekarang kamu juga istirahat, kamu juga pasti lelah telah merawatku selama ini, Besok aku akan mencarikan apertemen untukmu, sekarang kamu bermalam disini dulu, kamu mau tidur di kamar ku, atau di kamar sebelah,? "Tanya Bobby yg sudah ingin mengistirahatkan tubuhnya..


"Biar aku di kamar sebelah saja, yasudah kamu istirahat duluan sana, aku akan membereskan ini dulu, "jawab Rita menujuk barang_barang yg tadi di bawanya dari rumah sakit.


"Biarkan saja, biar ART ku yg akan membereskannya besok, "Ujar Bobby, lalu menarik Rita, agar segera beristirahat..


.


.


.

__ADS_1


.***Bersambung...


Jekaknyanya jangan lupa ya..terima kasih***..


__ADS_2