TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Janji itu tertinggal di luar,


__ADS_3

"Diana...Suara pria memanggil namanya,


Diana berbalik melihat ke arah pintu masuk resto, setelah seseorang memanggilnya,


"Rio...Ada apa? "jawab Diana.


"Apa kau serius mengundurkan diri, "tanya Rio sedih..


"Benar yo, aku sudah mengundurkan diri,


"Lantas kemana kamu dua hari ini, tidak datang ke resto? "tanya Rio,


"Aku kemarin sakit Yo.. kemaren aku di rawat di rumah sakit, "


"Apa sakit? kenapa kamu tidak bilang Di? Aku khawatir Di, sama kamu,


"Yo..maaf ya aku buru_buru, lain kali kita ngobrol lagi, aku sedang di tunggu di rumah, Byee, "ujar Diana lalu pergi meninggalkan Rio yg masih mematung, Diana tidak ingin banyak bicara dengan laki_laki, yg akan menyebab kan salah paham lagi, antara dirinya dan Davin.


Diana masuk ke dalam mobil yg telah di bukakan pintunya oleh Mang Maman, itu tidak lepas dari pandangan Rio,


"Sebenarnya siapa Diana? kenapa dia pergi menggunakan mobil mewah, dan sepertinya sopir itu sangat segan terhadap Diana, "gumam Rio


Rio masih diam matung, tidak percaya dengan apa yg dia lihatnya , Diana yg selalu terlihat sederhana, mempunyai pribadi yg berbeda ketika di luar kerja, siapa sebenarnya Diana?, Rio bertanya pada dirinya sendiri,


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah sampai kediaman Anggara, Diana langsung masuk, dan menaiki tangga, menuju kamarnya, Diana langsung membersihkan diri, ketika hendak mengambil pakaiannya, Almarinya kosong,


"Kemana pakaian ku? kenapa lemari ku kosong, "ucapnya bertanya_tanya..


"Bik...Bibik "teriak Diana menyembulkan kepalanya di ambang pintu, agar mudah di dengar oleh Bik Sum, saat di panggil,


Davin yg mendengar teriakan Diana langsung keluar dari kamarnya, mendapati Diana yg hanya menggunakan handuk,,


"Apa yg kau lakukan? "tanya Davin,


Seketika Diana menutup pintunya setelah menyadari keberadaan Davin,


"Hai buka pintunya, "Davin mengetuk pintu setelah Diana menutupnya, "apa yg kau lakukan di kamar ini?.."tanya Davin tanpa merasa berdosa,


"Dav, kenapa pakaian ku tidak ada di dalam almari? kenapa Almari ku kosong? "tanyayanya di balik pintu,


"Sudah ku pindah kan semua, ke kamar ku, "jawabnya santai,


"Kenapa kau tidak bicara terlebih dahulu pada ku, bila pakaian ku akan kau pindah kan, "ujarnya berteriak di balik pintu,,


"Bukannya baru saja ku bilang pada mu, pakaian mu aku pindah kan, "jabnyanya tersenyum, memikirkan Diana sekarang sedang malu terhadapnya,


"Maksud ku, sebelum kau memindahkannya, bukan setelah memindahkannya, "ujar Diana kesal,


"Sekarang aku tidak menggunakan pakaian, tolong ambilkan aku pakaian ganti, "tuturnya yg masih kesal terhadap Davin,


"Kau bisa mengambilnya sendiri, bukalah pintunya, ayo ganti pakaian mu, di kamar ku,

__ADS_1


"Dav..Aku mohon tolong ambilkan pakaian ku, tidak mungkin aku keluar dengan hanya menggunakan handuk saja, "Diana memohon dan mulai merendahkan suaranya,


"Keluarlah, aku tidak akan melihat, aku akan menutup mataku, "tuturnya sambil tersenyum menyirangi


"Kau janji.."tanya Diana meyakinkan ucapan Davin.


"Iya aku janji, "jawab Davin meyakinkan Diana,


Ceklek


Suara pintu terbuka, Diana mengintip terlebih dulu, memastikan Davin menutup matanya, setelah melihat Davin menutupi matanya, dan melihat ke arah lain, seketika Diana berlari menuju kamar Davin,


Setelah Diana masuk, Davin menggelengkan kepalanya, kenapa kau begitu menggemaskan


"Benar_benar menggemaskan, dia takut terlihat saat menggunakan handuk, apa dia lupa, bahkan aku sudah melihat semua yg ada pada dirinya, "gumam Davin tersenyum lalu menyusul Diana,


"Ceklek


Davin membuka pintu kamarnya, melihat semua sudut kamarnya, tak ada Diana, lalu Davin, melangkah kan kakinya menuju ruang ganti, mendapati Diana yg sedang memakai baju,


"Daviiinn...kenapa kau masuk tidak mengetuk pintu terlebih dulu, "ujar Diana yg belum selesai memakai pakaiannya,


"Ini kamar ku, teserah aku ingin keluar atau masuk, tidak akan ada yg berani melarang ku di kamar ku sendiri, "jawabnya tanpa dosa.


"Hey..tadi kau berjanji pada ku, akan menutup mata mu, kenapa sekarang kau melihat ke arah ku, "bentak Diana.


"Aku berjanji tadi di luar kamar ku, setelah aku masuk, janji itu sudah hilang tertinggal di luar "jawabnya, menjengkel kan,


Diana kesal dengan ucapan Davin, dengan kasar Diana memakai pakaiannya di depan Davin, setelah selesai menggunakan pakaian nya, Diana hendak pergi meninggalkan Davin, namun dengan cepat Davin memeluk Diana dari belakang, yg membuat Diana diam mematung,


"Aku merindukan mu, "ucapnya lirih sambil mencium pucuk kepala Diana, lalu turun ke bahu Diana, Davin menciumi bagian bahu dan leher jenjang Diana, yg membuat Diana meremang,


Davin membalikan tubuh Diana, membuatnya berhadapan dengannya, Davin memandang Diana, wajah yg dulu terlihat Chubby , sekarang tidak ada lagi, hanya ada wajah yg terlihat pucat,


Davin memiringkan kepalanya lalu mencium Diana, Diana yg mendapatkan ciuman dari Davin seketika memejamkan matanya, tak ada penolakan, karna Diana pun sama hal nya dengan Davin, sama_sama saling merindukan,


.


.


.


.Setelah pergulatan di sore hari, Diana tertidur, dan terbangun pukul 18:30 "saat matanya terbuka, Ada pasang mata yg sedang memandangnya dan tersenyum padanya,


"Dav...


Davin tersenyum, Davin mendekatkan wajah nya pada Diana, Cup, Davin mencium kening Diana, " terima kasih, "ujarnya, lalu memeluk Diana,


"Dav ..Aku ingin membersihkan tubuh ku dulu "ujar Diana,


Tanpa ada drama_drama Davin pun melepas kan pelukannya dari Diana,


.


.


.


Setelah keduanya rapih Diana dan Davin turun bersama, untuk melakukan makan malam, mereka pun makan bersama,


"Tuhan...biar kan aku menikmati kebahagian ini, jangan ngkau mengambilnya lagi, "gumam Diana,


Diana terus tersenyum, saat ini Diana begitu bahagia, karna Davin sudah memaafkannya,


Setelah selesai makan, Diana dan Davin memutuskan untuk kembali ke kamar, namun baru tiga langkah kaki Diana melangkah tiba_tiba Diana lemas hampir terjatuh jika Davin tak menangkapnya..


"Diana.. kamu kenpa sayang? bangun sayang, Davin menepuk pipi Diana pelan, sayang bangun kamu kenapa? Davin mulai panik dan cemas,


Bik Sum yg melihat Diana pingsan langsung mengambil minyak angin untuk Nona muda nya,

__ADS_1


"Tuan coba beri minyak angin ini , "ucap Bik Sum memberi minyak angin kepada Davin, Davin pun mengambil alih botol yg di beri oleh Bik Sum, lalu mendekat kan botolnya pada hidung Diana agar Diana dapat menghirupnya namun tidak ada pergerakan dari Diana, yg membuat Davin semakin panik, dan cemas.


"Mang...teriak Davin,


Mang Maman yg di panggil Tuannya langsung menghampiri nya,


"Ya Tuhan. Nona muda, Ada apa dengan Nona, Tuan? "tanya Mang Maman panik melihat Diana tak sadarkan diri di pelukan Tuannya,


"Siapkan mobil, kita kerumah sakit, ucap Davin tanpa menjawab pertanyaan sang Sopir.


Davin menggendong Diana keluar, menuju mobil yg sudah di siapkan oleh Mang maman,


.


.


.


.


.


Setelah sampai Davin, melihat suster dan memanggilnya... "Sus.. suster tolong istri saya. "panggil Davin panik, suster pun langsung mengambil branker untuk Diana, Setelah membaringkan Diana suster pun mendorong sampai ruangan,


Dokter langsung memeriksa keadaan Diana, Setelah 10 menit dokter pun keluar,


"Tuan Davin, Suara dokter itu menyadarkan Davin dari pikiran_pikiran terburuk akan istrinya, Davin masih mengingat kata_kata Dokter dua hari yg lalu, bahwa penyakit Diana sudah sangat parah,


"Dok bagaimana keadaan istri saya? "tanya Davin pada dokter yg menangani Diana dua hari yg lalu,


"Seperti yg saya katakan dua hari yg lalu, Nona Diana memiliki asam lambung yg sudah parah, tubuhnya menolak semua yg akan di konsumsinya, sebaiknya kita melakukan oprasi, "ujar dokter tersebut,


"Apa tidak ada cara lain, selain oprasi dok?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Bersambung


.


.


.jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


__ADS_2