
"Kendra, ada apa dengan mu? kenapa kau menjadi seperti ini, "Tanya Rina mendekati Kendra.
"Kau yg membuat aku seperti ini, kau selalu membayangi pikiran ku. kau membuat aku tidak fokus dalam hal apapun, kau telah menyakitiku, tapi bodohnya aku tidak pernah bisa membencimu, "Ujarnya manangis..
"Ken, aku minta maaf jika membuatmu terluka aku tidak pernah berpikir untuk menyakitimu,
"Jika kau tak berpikir untuk menyakitiku kenapa kau membenciku? kau berulang kali mengatakan membenciku, kau menjauhiku, kau tidak pernah perduli padaku,
"Aku benci padamu, saat kau menyakiti kakakku, kau tau kakak ku sekarang lumpuh, dia seperti mayat hidup, bahkan dia berulang kali ingin mengakhiri hidupnya, itu semua karena kau, kau membuat kakak lumpuh dan istrinya pun meninggalkannya, kau tau aku sangat menyayangi kakak ku, tapi kau membuatnya menjadi pria tak berdaya.
"Aku hanya ingin kau tau, bahwa yg kakak mu rasakan sekarang adalah yg aku rasakan juga. tadinya aku ingin melakukan itu padamu, tapi hati ku nggan bergerak untuk menyakitimu, sekarang kau pergi. sebelum ayah ku menemukanmu, pergilah..
Rina merasa iba dengan keadaan kendra saat ini, namun dia juga tidak bisa terus berada dekat dengan keluarga Burton, karna keluarga Burton adalah masalah bagi dirinya..
Rina mendekatkan dirinya pada kendra dan memeluknya, kendra yg mendapat pelukan dari Rina diam mematung.
"Maafkan aku jika membuatmu tersiksa, aku tidak pernah berniat untuk menyakitimu, hanya saja rasa kecewaku lebih besar saat ini padamu, dan aku tidak dapat menyangkalnya jika saat ini aku sangat membenci keluargamu, maafkan aku tidak bisa menjadi sahabat yg baik seperti yg kita janjikan dulu, lupakan aku, carilah wanita yg mencintaimu yg baik, yg terhormat. "Ujar Rina melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan kendra yg terlihat menyedihkan.
"tidak ada wanita yg lebih baik darimu. Na, aku akan selalu mencintaimu, dengan semua kekurangan mu, "batin Kendra, yg sudah tak mendapati Rina lagi.
"Flasback.
Empat tahun yg lalu.
Setelah mendengar Rina di rawat dan depresi Kendra menjadi frustasi, kendra selalu mengurung diri di kamar, dia nggan menemui ayah ibunya yg sudah membantu Carlos agar terbebas, setelah Rina sembuh Kendra merasakan sakit saat melihat pujaan hatinya telah di renggut kesuciannya oleh adiknya sendiri, kendra menjadi sosok yg berbeda dia menjadi pemarah..
Dan terakhir bertemu dengan Rina, kendra memperingatkan keluarga Rina untuk pergi dari kota yg saat itu di tempatinya, namun keluarga Rina melaporkan kendra dan Carlos kepolisi, disaat itu mental kendra yg terganggu, emosi secara langsung kendra menyuruh orang untuk membuat kakak Rina menderita, sebagai peringatan namun setelah melakukan itu kendra semaikin frustasi dan lama-kelaman menjadi depresi..
Setelah kepergian Rina yg ntah kemana Kendra terus mencarinya, setelah tiga tahun kendra baru bisa menemukannya kembali,, dan beberapa minggu ini kendra mengikuti Rina, setelah mamantapkan hatinya Kendra memberanikan diri untuk menyapanya.. Namun penolakan Rina membuat emosinya menjadi tak terkendali,
Feedback.
Rina berlari, terus berlari..Rina pun tidak tau dimana dia berada saat ini. Rina duduk di bangunan tua dia bersender di bangunan tua itu sambil menangis, setelah susah payah melupakan kehidupan masalalunya dulu, kenapa sekarang datang lagi..
"Kenapa mereka datang lagi, kenapa mereka berencana untuk melenyapkan aku lagi? aku tidak pernah mengganggu keluarga mereka, tapi kenapa mereka selalu menyakiti keluarga ku, aku harus pulang sekarang, keluarga ku dalam bahaya, iya aku harus menemui mama papa dan kakak, "Batain Rina..
Rina pun bergegas bangun, untuk pergi menemui orang tua dan kakaknya, "Oh sial, aku tidak membawa uang atau pun hanphone bagaimana aku bisa sampai kesana,
Pukul sembilan malam Rina berjalan menelusuri jalanan yg tak tau arah,
"Vin, bukankah itu Nona Rina "Tunjuk Vino pada wanita yg sedang berjalan dengan keadaan tidak baik,
"Ia itu benar Nona Rina, Bob, hentikan mobilnya, aku akan menyebrang kesana, kamu putar balik mobilnya, "Perintah Davin..
"Aku ikut dengan mu, Vin. "Tutur Radit..
"Ayo cepat, nanti kita akan kehilangannya lagi..
"Siapa kalian? Apa yg kalian lakukan lepaskan aku, "Ujar Rina terkejut tiba-tiba ada dua pria yg membekapnya..
"Dit, ayo Dit, lihat ada orang yg ingin menyulik Nona Rina "Ujar Davin berlari menghampiri Rina dan kedua penculik yg akan menculik Rina..
"Lepaskan dia, "Ujar Radit marah,
"Bocah ingusan, siapa kalian berani menghalangi pekerjaan ku? "tanya si penculik.
Davin dan Radit pun melawan kedua penculik itu, tak lama Vino dan Bobby sampai disana yg melihat Rina jongkok dengan menutup kedua telinga dengan kedua telapak tangannya..
"Nona Rina tenanglah ini saya Bobby, mari ikut saya masuklah kedalam mobil, "Ajak Bobby
__ADS_1
"Bobby, kau Bobby suami Rita? Bob tolong aku mereka ingin membunuh ku, mereka-
"Nona-Nona Rina bangun, "panggil Bobby menepuk-nepuk bahu Rina yg sudah tak sadarkan diri..
"Bob ada apa dengan Nona Rina, "Tanya Radit khawatir setelah selesai memberi pelajaran pada pria yg hendak menculik Rina tadi..
"Ntahlah Tuan, tiba-tiba Nona Rina Pingsan, "jawab Bobby,
"Ayo kita bawa Nona Rina kerumah sakit, "ujar Radit lalu mengendong Rina masuk ke kedalam mobil..
.
.
.
.
..........Rumah Sakit........
Setelah beberapa menit merekapun sampai di rumah sakit..
"Dokter bagaimana keadaannya, dok? "tanya Radit saat Dokter tersebut keluar dari ruangan dimana Rina di rawat,
"Nona Rina saat ini mengalami depresi, tapi tenang saja kami akan menanganinya, hubungi keluarga atau teman yg selalu berada disampingnya untuk menghiburnya. dan jangan bicarakan priahal yg akan mengingatkannya pada kejadian-kejadian yg membuatnya seperti ini, "Jawab Sang Dokter sekaligus menjelaskan.
"Baik Dok terimakasih, "
"Dit aku dan Bobby akan pulang, besok mungkin baru kembali, besok aku akan membawa Diana dan Nona Rita agar bisa menghibur Nona Rina, apa kau tidak keberatan menemani Nona Rita malam ini,? "tanya Davin..
"Pergilah, Diana menunggumu di rumah, Nona Rina biar aku yg menjaganya, "jawab Radit.
"Baiklah aku titip Nona Rina, kabari aku bila ada sesuatu yg Urgent. "Ujar Davin lalu pergi meninggalkan Rumah sakit bersama Bobby.
"Bob, besok bawa istrimu kerumah sakit, tidak perlu menjemputku, aku akan datang kerumah sakit bersama sopir. kita akan bertemu di rumah sakit besok.setelah itu kita kekantor, "Perintah Davin..
"Baik Tuan.."jawab Bobby sopan..
Dua puluh menit Davin pun sampai di kediamannya..
"Dav, kau darimana? kenapa baru pulang selarut ini? kau terlihat berantakan, apa yg terjadi, kau baik-baik saja kan? "tanya Diana beruntun..setelah mendapati suaminya di rumah..
"Aku baik-baik saja, sayang. kenapa kamu belum tidur? ayo tidur ini sudah larut, "Ajak Davin menuntun istrinya menaiki tangga,
Setelah selesai mandi. Davin menghampiri istrinya yg masih setia membuka matanya, "Kenapa belum tidur? "tanya Davin menghampiri istrinya..
"Kamu belum bilang padaku, dari mana kamu dari sore hingga larut seperti ini baru kembali. "jawab Diana..
"Aku menepati janji ku pada mu, untuk mencari mantan kekasih Nona Rina.."ujar Davin.
"Apa kau sudah menemukannya? "tanya Diana serius.
"Sayang, dengarkan aku, saat ini Nona Rina sedang dirumah sakit, mantan kekasihnya tadi mendatanginya, "Tutur Davin..
"Apa? Carlos mendatangi Rina, Dav apa yg terjadi pada Rina? bagaimana keadaannya sekarang, "tanya Diana khawatir..
"Nona Rina baik-baik saja, sayang. dia hanya kaget..sekarang Nona Rina di rumah sakit sedang di rawat..
"Dav, ayo kita kerumah sakit sekarang, Rina pasti sedang menangis sekarang, Rina pasti sedang ketakutan sekarang. ayo Dav, Rina sangat takut dengan rumah sakit, Dia pasti sedang menangis sekarang di pojokan karna tidak ada yg menemaninya..ayo Dav, "Ajak Diana sambil nangis..
__ADS_1
"Sayang, tenanglah...Nona Rina baik-baik saja. Dia tidak kenapa-napa. disana ada Radit dan Vino yg menaninya.."Ujar Davin menenangkan Diana.
"Apa Dav, Radit dan Vino? Rina tidak dekat dengan mereka, Rina pasti ketakutan, mereka tidak mengenal Rina, Rina pasti akan histeris saat melihat orang asing disekitarnya.."tutur Diana.
"Sayang. Nona Rina sudah mengenal Radit dan Vino, beberapa hari ini kita bersama-sama Nona Rina tidak akan sungkan lagi pada mereka..
"Dav, kamu tidak tau bagaimana Rina, Dia akan-
"Cukup Diana, aku mengerti kamu mengkhawatirkan sahabatmu, tapi kamu juga harus mengkhawatirkan Anak kita..sekarang tidurlah, besok pagi kita akan menemuinya, "Bentak Davin emosi..
Diana yg melihat Davin emosi diam, dan menurut..."Maafkan Aku Rina, aku tidak bisa menemanimu disaat kamu sedang dalam keadaan seperti ini, "batin Diana.
"Maaf sudah membentak mu, aku lelah tolong mengertilah, "Ujar Davin membenamkan wajahnya ke pundak Diana yg membelakangi dirinya.
Diana berbalik, "Aku yg seharusnya minta maaf padamu, karna selalu egois, tidak pernah mengertikan dirimu "ujar Diana memeluk suaminya..
.
.
.
Pagi harinya..
"Sayang, dengarkan aku setelah sampai di rumah sakit, kamu tidak boleh melakukan apa-apa.kamu cukup menemani Nona Rina mengobrol, karena hari ini aku harus kekantor, "Ujar Davin memperingati istrinya..
"Memang apa yg akan aku lakukan, aku janji aku hanya akan menemani Rina mengobrol, "Jawab Diana.
.
.
.
..........Rumah Sakit.........
"Kenapa saya ada disini? ka-kalian sedang apa disini? "tanya Rina bingung melihat dua pria yg baru di kenalnya beberapa hari yg lalu.
Radit tersenyum saat mendapati Rina siuman.."Semalam kamu tidak sadarkan diri aku Davin Vino dan Bobby membawamu kesini, bagaimana keadaanmu? "Ujar Radit..
"Aku mau pulang, aku harus pulang Papa Mama dan Kakak ku sedang dalam bahaya, dia mau membunuhku, semalam dia tidak berhasil membunuhku, dia pasti akan mendatangi keluargaku, dia pasti akan menyakiti keluargaku lagi, "Tutur Rina hendak turun dari hospital bed yg di tempatinya..
"Tenanglah. Nona Rina harus mendapat perawatan, Nona tidak bisa pergi begitu saja, habiskan dulu cairan infusan yg ada, setelah itu saya akan bicara pada dokter untuk meminta izin untuk pulang..
"Saya tidak mau disini, saya baik-baik saja, saya bisa istirahat di kosan, saya ingin pulang sekarang "Ujar Rina memohon.
"Rinaa...kamu kenapa? "ujar Diana yg telah sampai diruangan rawat Rina...
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.