
" Dav, aku ingin mencoba naik jet Ski, aku tidak pernah naik itu sebelumnya, "Pinta Diana..
"Sayang kamu ini sedang hamil, mana boleh naik-naik yg begituan, kita bermain di pinggir pantai saja ya, di pinggir pantai banyak penjual-penjual makanan, aku akan membebaskanmu untuk membeli apa itu cilok, batagor, bakso, apa pun itu, kamu boleh membelinya tapi tidak dengan naik jet Ski.."Tolak Davin
Setelah Davin menolak keinginannya, Diana diam tak mengeluarkan sepatah kata pun, tidak seperti yg sudah-sudah selalu merengek jika Davin belum memberinya,
"Sayang...ada apa? "tanya Davin heran saat melihat istrinya diam tak membantah atau merengek.
"Aku ingin pulang.
"Loh kok pulang,? bukankah kamu ingin berlibur, katakan padaku apa yg kamu inginkan? jangan diam saja.
"Apa? semua yg aku inginkan selalu bertentangan dengan keinginanmu, "Jawab Diana kesal.
"Bukan begitu sayang, aku hanya-
"Hanya tidak ingin aku terluka, tidak ingin aku kenapa-napa, tidak ingin aku sakit, dan ingin selalu yg terbaik, begitukan? Dav, aku Diana, bukan dirimu kehidupanku berbeda denganmu, aku tidak pernah melarangmu, untuk makan ini makan itu, karna aku mengerti itu seleramu, aku tidak pernah melarang kau ingin berteman dengan siapa pun atau melakukan apa pun, karna aku percaya kau tau akan batas-batasanmu,
"Sedangkan aku, apa pun keinginanku, apa pun yg aku lakukan, apapun itu, semunya selalu menjadi kesalahan, yg kusukai kesalahan, yg ku inginkan kesalahan, tapi harus kau tau, apa yg ku mau, apa yg ku inginkan itu adalah kebiasaan ku sebelum masuk di kehidupanmu, aku juga tau batasan ku.."Ujar Diana mengungkapkan kegundahannya.
"Apa kau tertekan dengan semua yg ku lakukan? apa kau keberatan dengan semua itu "Tanya Davin setelah mendengar penuturan Diana..
"Ya, aku keberatan, aku selalu keberatan dan kamu tahu tentang itu, "Tutur Diana yg tersulut emosi.
Davin memandang wajah istrinya dengan seksama, ada guratan kecewa dengan apa yg di ucapkan istrinya, namun Davin akan berusaha untuk memakluminya, Davin tau Istrinya hanya emosi karna hormon saat hamil,
"Ok Dav, jangan terpancing emosi, didepanmu wanita hamil yg sedang mengandung anakmu, yg setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap waktu, akan selalu berubah-rubah sifatnya, jadi buat dirimu setenang mungkin untuk menghadapinya, jika kau ikut tersulut emosi, kau akan pulang sendiri dari pulau ini, Sabar...."Gumam Davin bicara dengan dirinya sendiri..
"Maafkan aku sayang, jika aku mengekangmu, aku tidak pernah ada maksud untuk mengekangmu, aku hanya ingin yg terbaik untukmu, "Jawab Davin mengalah..
Tok...Tok...Tok.
"Di...Bobby Tuan Vino dan Tuan Radit akan pergi menyewa jet Ski, apa Tuan Davin akan ikut? "Tanya Rita di depan pintu kamar Davin dan Diana..
Ceklek..
"Rit, Davin ti-
"Saya akan turun sebentar lagi, saya akan ikut mereka, "Sergah Davin memotong ucapan Diana.
"Oh..Baiklah Tuan jika begitu saya permisi,
"Di aku kebawah dulu ya, "pamit Rita.
"Jangan selalu menuruti keinginanku, jika kau tak ingin melakukannya, "Ujar Diana setelah kepergian Rita..
"Lantas aku harus menuruti keinginan siapa? tidak mungkin kan aku menuruti keinginan wanita lain,
"Dav..."Teriak Diana.
"Kita akan naik jet Ski..tapi apa kamu tidak takut laut? bukankah kau pernah bilang tidak pernah main ke pantai sebelumnya, dulu saat kita ke Bali, itu adalah liburan pertama mu di pantai, apa kau tidak takut jika kita menaiki jet Ski? "Tanya Davin meyakinkan keinginan istrinya kembali.
"Kamu tidak perlu menjawab, kita akan mencoba naik jet Ski, ke tempat-tempat dangkal dulu, jika kamu merasa tidak takut kita baru mengelilingi pantai sekitar dengan menaiki Jet Ski..yasudah ayo kita kebawah jangan biarkan sahabat-sahabatmu menunggu terlalu lama "Ujar Davin mengajak Diana untuk menemui sahabat-sahabatnya.
"Vin..Ayo kita pergi menyewa Jet Ski..para wanita ingin menaiki Jet Ski.."Ujar Vino saat Mendapati Davin berjalan ke arahnya..
__ADS_1
"Hmm..
"Tuan, biarkan saya saja yg menyewakan Jet Ski untuk Tuan, Tuan tunggu saja disini, "Ujar Bobby tak ingin Bossnya kelelahan..
"Bagaimana caranya,? apa kau akan membawa sekaligus dua jet Ski dari sana? "jawab Davin..
"Sudah ayo kita pergi bersama, "Ujar Davin tak ingin di bantah.
Davin dan para pria yg lain pun pergi untuk menyewa Jet Ski, sedangkan Diana dan teman-temannya menunggu di pesisir pantai sambil melakukan permainan, Rita dan Rina bermain voli, Fiola bermain bulu tangkis dengan para turis..sedangkan Diana hanya bermain pasir karna Diana sangat menyukai pasir pantai..
Setelah menunggu empat puluh menit, Para Pria pun sampai dengan Jet Skinya masing-masing..Semuanya berhamburan menghampiri pasangannya masing-masing namun tidak dengan Rina yg masih setia memegang bola.
"Rina Ayo, "Panggil Diana.
"Bersenang-senanglah. aku akan bermain voli disini. "Jawab Rina dengan senyuman.
"Dit, ajak Nona Rita bukankah kau juga sendiri "Ucap Vino pelan pada Radit,
"Kenapa harus aku? aku tidak mau, jika dia ingin menaiki ini, biarkan dia menyewanya sendiri. "Jawab Radit tak peduli..
"Apa kau tega meninggalkannya sendiri disini sedangkan kita akan bersenang-senang, "tutur Vino..
"Itu bukan urusanku.."Ujar Radit masih tak peduli.
"Dav, kenapa Radit diam saja, apa Radit tidak ingin mengajak Rina untuk menaiki Jet Skinya bersama? "Tanya Diana..
"Dit, apa kau tidak mengajak Nona Rina untuk menaiki Jet Ski mu bersama? "tanya Davin, pada Radit.
"Tidak..aku menyewa untuk diriku sendiri, "jawab Radit santai..
Davin dan Vino menarik nafas dan membuangnya secara berbarengan.."Baiklah jika begitu kau bawa Fiola aku akan bawa Nona Rina, "Usul Vino tak tega meninggalkan Rina.
"Kenapa? untuk apa aku membawa kekasihmu, tidak biarkan saja wanita itu disini sendirian, "Ujar Radit masih tak perduli..
"Sudah pergilah Di, bawa junior berkeliling pantai dia pasti Happy nanti, aku juga mau lanjut main Voli lagi..byee hati pegangan yg erat "Ujar Rina lalu pergi kearah keramaiyan
"Dav, pergilah bersama yg lain, aku akan disini . aku akan main pasir saja, tiba-tiba aku lapar aku akan membeli makanan. "Ujar Dian beralasan..
"Ok, baiklah kalian tidak perlu memandangku seperti itu, aku akan memberi tumpangan pada wanita itu, sekarang kalian pergi saja terlebih dulu, nanti aku akan menyusul dengan wanita itu, "Ujar Radit mengerti dengan tatapan semua orang terhadapnya..
"wanita itu adalah masalah, dia selalu mendatangkan masalah dimana saja saat berjumpa dengan ku, Jika bukan karna Diana hamil, aku tidak akan pernah sudi berbagi apapun dengan wanita tidak tau diri itu.."Gerutu Radit kesal..
"Kau ikut aku, "panggil Radit setelah menghampiri Rina. Namun Rina tak menanggapi ucapan Radit Rina memilih fokus dengan permainannya..
"Hai apa kau tuli,? aku memanggilmu. "Ucap Radit sarkatis
Rina hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar sindiraan yg di lontarkan pada dirinya.oleh Radit..
Radit mendekat lalu menarik tangan Rina agar mengikutinya..
"Hai lepaskan tanganku, kau menyakitiku, teriak Rina..
Radit melepaskan pegangannya, saat mendengar rintihan Rina. Radit pun tak menyadari bahwa dirinya menarik Rina begitu kuat, "Jika saja Diana tak memintakku untuk mengajakmu aku tidak akan sudi untuk memberi tumpangan ini kepadamu,
"Kenapa Kau mengiyakannya,? kau bisa menolaknya, kau mempunyai hak untuk menolak, dan siapa juga yg sudi menerima tawaranmu, "Jawab Rina tak kalah ketus..
__ADS_1
"Jika Diana tidak hamil, jika saja dia tidak mengancam Davin aku juga tidak akan mau, aku juga akan menolaknya, sekarang ikut dengan ku, aku tidak ingin merusak liburan mereka hanya gara-gara kau, "Ucap Radit yg terlihat emosi, Rina dapat melihat dengan jelas kekesalan Radit..
Dengan terpaksa Rina pun duduk di belakang Radit, setelah Rina duduk Radit pun menjalankan Jet Skinya lalu menyusul Teman-temannya..
Radit yg mengendarai Jet Skinya melihat kearah baju yg sedikit di pegang oleh Rina. "Jauhkan tanganmu dari pakaianku, "Ujar Radit tak suka di pegang Rina..
Rina langsung melepaskan pegangannya saat mendapat peringatan dari Radit.Rina terpejam karna takut jatuh, karna sejujurnya Rina sangat takut melihat lautan yg luas..
"Sedikit lebih kencang dia membawa jet Ski ini. aku yakin aku akan jatuh dan mati terbawa ombak, "Gumam Rina..dengan terpaksa Rina memeluk Radit dengan erat karna takut..
"Hai apa kau gila, "Ujar Radit tak suka lalu menepis tangan Rina yg memeluk tubuhnya.
"Aku takut, apa kau bisa menepikan Jet Ski mu sebentar, turunkan aku dimana saja, asal kau menepikan jet Ski mu, "pinta Rina..
"Aku tidak mau, "jawab Radit tak peduli..
"Aku benar-benar takut aku mohon, "ujar Rina memohon karna tubuhnya juga saat ini sudah bergetar karna takut, keringat dingin membasahi tubuhnya. Rina teringat akan masa lalunya yg dulu pernah di buang kedanau setelah di lecehkan..
.
.
.
Flasback.
(masa lalu Rina)
Empat tahun yg lalu Rina dan kekasihnya pergi kesebuah Danau, Rina mengikutin keinginan kekasihnya tanpa ada rasa curiga sedikit pun, Rina mengikuti sang kekasih , danau itu terlihat sepi karna memang malam hari tidak ada yg berkunjung disana, hanya ada penerangan lampu dari kejauhan yg meberi samar-samar penerangan ke danau tersebut.
Tidak ada rasa takut didiri Rina karna Rina merasa kekasihnya adalah pelindungnya, namun iya salah, Rina terkejut dengan kedatangan dua sahabat kekasihnya menghampiri mereka, kekasih Rina dan dua sahabatnya itu menyeret Rina ke semak-semak dan melucuti pakaian Rina hingga tak meninggalkan sehelai benang pun memempel di tubuhnya, mereka bertiga memperlakukan Rina seperti binatang, mereka menggilir Rina, setelah puas menggilir Rina, Rina pun tak sadarkan diri, dengan kejam mereka membuang Rina begitu saja kedalam danau.
Diana yg dulu masih bekerja, pulang pukul dua belas malam, Diana pun memutuskan untuk menginap di kosan Rita dan Rina, saat Diana sampai tak mendapatkan Rina di kosannya, Diana pun menunggu hingga satu jam namun Rina tak kunjung pulang, Diana pun merasa curiga karna tak biasanya sahabatnya itu pulang selarut ini bila pergi dengan seorang pria, Diana pun pergi menyusul Rita kedanau, karna Rina tau Diana akan menginap Rina pun memberitahu Diana agar tak menunggunya karna dia akan pergi bersama kekasihnya kedanau,
Dengan langkah panjang Diana menyusuri Danau tersebut, namun tak ada tanda-tanda bahwa ada orang disana. Diana pun mulai merasa takut setelah menyadari kesendirannya disana, Diana mengeluarkan hanphonenya untuk menghubungi Rina, Diana terkejut mendengar deringan Hanphone yg tak jauh dari dirinya, Setelah mendapati hanphone Rina, Diana di kejutkan lagi dengan pakaian Rina yg berserakan dimana-mana..
Diana pun mulai panik, takut, Diana menghidupkan lampu hanphonenya agar mendapat penerangan agar dapat menemukan sahabatnya, dua puluh menit mencari Rina mengelilingi danau tersebut, Diana belum juga mendapatkan Rina, Diana duduk di bangku yg tersedia di danau tersebut. dengan mengarahkan penerangan kesana kemari Diana di kejutkan dengan tubuh yg mengapung di pinggiran danau, Mata Diana seakan keluar hingga terlepas saat Diana mendapati sahabatnya ada di danau dengan keadaan telanjang.
Diana langsung berlari menghampiri sahabatnya itu, dan menariknya ke atas dengan susah payah Diana pun berhasil membawa Rina ke atas permukaan, Diana memeriksa denyut nadi Rina, masih ada denyutnya, Diana langsung memakaikan baju yg tadi di temukannya berserakan,
Diana berlari mencari bantuan untuk mengangkat Rina, setelah mendapatkan perawatan Rina beberapa minggu di rumah sakit Rina tak kunjung sembuh, orang tua Rina pun membawa Rina pulang untuk merawatnya Rina depresi selama dua tahun,
Setelah dua tahun kemudian Rina kembali ke jakarta menemui kedua sahabatnya..dan inilah alasannya tidak ingin menjalin hubungan dengan semua pria, karna rasa traumanya akan datang kapan saja jika Riana ada di waktu dan tempat yg akan mengingatkannya pada kejadian itu..
Flasback and
"Tidak jangan....jangan buang aku tolong jangan buang aku, "teriak Rina di belakang Radit..
"Heii apa yg kau katakan, "Tutur Radit bingung dengan racuan Rina..
.
.
.
__ADS_1
.Bersambung.