
"Apa dia, resepsonis yg mengusirmu? "Tunjuk Davin pada gisel setelah sampai di depan meja resepsonis,
"Eh.."Diana bingung harus menjawab apa..
"Apa kau yg mengusir istriku? "Tanya Davin penuh emosi, "pada gisel
"Apa benar kau mengusir istriku? "bentaknya. kembali bertanyaa..
"Dav, tenanglah.."Diana menggenggam jemari Davin untuk menenangkannya..namun Davin tak mengindahkannya..
"Sekarang kemasi barang_barangmu, Ambil gajih terakhir mu, karna kamu sudah tak di butuhkan lagi disini .."Ujar Davin dingin..
"Vin...apa maksudmu? kamu memecatku? "Tanya gisel terkejut..
"Iya, aku memecatmu. sekarang keluar dari kantorku, "Usir Davin..
"Vin. -Vin aku minta maaf jika aku memiliki salah, tapi aku mohon jangan pecat aku, aku tidak tau jika wanita ini adalah istrimu, "Ujar gisel penuh dengan permohonan..
"Bersikaplah lebih sopan pada istriku, Sekarang kau boleh meninggalkan kantor ku, "Usirnya kembali..
"Tidak, Vin...aku sangat butuh pekerjaan ini, aku mohon jangan memecatku, "ujar gisel memelas..lalu menatap Diana penuh kebencian,
Diana yg melihat gisel merasa iba, "Dav, jangan memecatnya..
"Vin, bahkan aku tidak tau jika kau memiliki istri. Aku mohon, jangan memecatku, "gisel kembali memohon.. gisel kembali memandang Diana, namun kali ini bukan dengan pandangan kebencian melainkan dengan memelas..
"Buang harga diri sekarang, jika aku kehilangan pekerjaan sekarang, maka semua rencanaku juga akan ikut hilang, kesempataan ku untuk mendapatkan Davin tidak ada lagi jika aku benar_benar di keluarkan dari sini, "batin gisel..
"Nona maafkan saya,? Saya salah, saya mohon jangan pecat saya, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, jika saya tidak bekerja lagi, ayah saya tidak dapat melanjutkan pengobataannya, saya mohon, "Gisel memohon mengatas namakan ayahnya, hingga membuat Diana merasa tak tega..
"Dav, sudah lupakan, aku juga tidak apa_apa, kasihan Nona ini, dia membutuhkan pekerjaan ini.."Ujar Diana meminta Davin untuk mengurungkan niatnya..
"Tidak....aku akan tetap memecatnya, selain dia tidak tau sopan satun, dia juga tidak dapat bekerja dengan baik, aku tidak suka pekerja malas_malasan dan tidak tau batasaan.."Ucapnya tak ingin di bantah..
"Vin, aku janji akan bekerja lebih baik lagi, aku berjanji tidak akan mengecewakan mu, aku berjanji, tolong beri aku kesempatan satu kali lagi, aku mohon "seraya meneteskan air mata gisel bicara..
"Dav..Nona ini sudah memohon padamu, beri dia satu kesempatan lagi, jika dia melakukan kesalahan yg sama pada siapa pun, aku tidak akan melarang, tapi untuk kali ini beri dia kesempatan, aku mohon."Tutur Diana memohon pada Davin, karna merasa kasihan kepada gisel yg bekerja untuk ayahnya, bagaimana tidak, posisi gisel saat ini pernah Diana alami, Diana dapat merasaakan sakitnya di pecat saat membutuhkan uang untuk biaya sang ayah..
"Huh...
Davin menghembuskan nafasnya dengan kasar..." Baiklah satu kesempatan, jika kau tak dapat bekerja dengan baik, jangan pernah berpikir untuk memohon lagi pada ku, dan kali ini aku memberi mu kesempatan itu karna istri ku, jika bukan karna istriku, aku tidak akan pernah memberi kesempatan pada mu, "Ujarnya merangkul Diana lalu pergi meninggalkan gisel..
"Sialan..gara_gara wanita kampungan itu, aku jadi tontonan seperti ini, tunggu pembalasan ku wanita rendahaan, aku akan membals mu, aku akan membuat kau merasakan hal yg sama hal yg memalukan bahkan tidak akan kau lupakan seumur hidupmu, "Umat gisel sesaat Davin dan Diana pergi..
.
.
.
.
.
.....Kota B.....
Setelah sampai di kota B, Bobby langsung menuju anak perusahaan yg saat ini sedang mengalami kekacawaan karna ulah salah satu kariawannya, Bobby langsung menangani semuanya, hingga pukul tujuh malam, barulah semuanya beres, setelah merasakan lelah karna pekerjaan dan perjalanan yg cukup jauh, Bobby memutuskan kembali ke hotel, yg sudah di pesannya setelah sampai tadi siang di kota B..
Setelah sampai di hotel, Bobby tak dapat mememejamkan matanya di liriknya jam dinding yg menempel di atas, sudah pukul delapan tiga puluh menit, namun rasa lelahnya tak membuat dirinya bisa memejamkan matanya, Bobby membereskan berkas_berkas yg tadi dia bawa dari kantor lalu memasukan pada tas kerjanya, setelah itu dia mengambil dompet dan kunci mobilnya hendak melakukan check out..
"Aku tidak bisa begini, aku harus segera menemui Nona Rita, " Gumam Bobby, yg sedari tadi teringat kata_kata tuannya yg mengatakan jika tidak menghentikan sekarang jangan pernah menyesalinya di kemudian hari, rasa takut kehilangan Rita terlihat jelas di guratan wajahnya..
.
.
.
.
.
Setelah melakukan perjalanan tiga jam lebih, tepatnya pukul dua belas malam Bobby sampai di kosan Rita, Bobby pun turun dari kendaraannya, lalu melangkahkan kaki setelah sampai di depan kamar Rita, Bobby mengetuk pintu beberapa kali, namun tak ada sahutan dari dalam sana..
"Mungkin Nona Rita sekarang sedang bekerja, aku akan menyusulnya kesana "gumam Bobby.. Bobby pun melajukan mobilnya ke Kafe tempat Rita bekerja. setelah sampai Bobby langsung mencarinya..
.
.
__ADS_1
.
.
.
. ......Caffe Cemara......
"Permisi Nona, Sapa Bobby setelah masuk kedalam Cafe.."Nona, saya mau tanya,apa Nona Rita sekarang sedang bekerja? "Tanya Bobby pada salah satu pramusaji..
"Rita?
"Iya Nona Rita, saya boleh minta tolong anda untuk memanggilnya, saya ingin bertemu dengannya, "Ujar Bobby
"Maaf Tuan, Rita sudah tak bekerja disini lagi, dua hari yg lalu hari terakhir dia bekerja, "Jawab Pelayan tersebut..
"Apa? sudah keluar? "Bobby terkejut dengan penuturan pelayan tersebut, hatinya mulai gelisa saat mengingat kembali bagaimana ayah Rita memperlakukannya,
"Apa yg terjadi pada Nona Rita,? apa ayahnya yg memaksa Nona Rita untuk keluar dari sini, atau..Tidak, tidak, aku tidak boleh berpikir terlalu pendek, O 'ya bukankah Nona Rina juga bekerja disini? aku akan coba mencari tau darinya,
"Nona, Apa Nona Rina juga sudah tak bekerja disini lagi? "tanya Bobby,
"Rina Ada di belakang, tunggu sebentar saya panggilkan dulu.."Jawab Pelayan lalu pergi ke belakang untuk memanggil Rina..
Rina menyeritkan keningnya takala mengenal tubuh Bobby dari belakang.."Tuan Bobby" panggil Rina. setelah menghampirinya
Bobby yg mendapat panggilan berbalik, "Selamat malam Nona Rina, maaf mengganggu waktu kerja anda, "Sapanya sopan..
"Ada perlu apa anda menemui saya? "tanya Rina bingung..
"Kedatangan saya kesini ingin mencari Nona Rita, Apa anda tau keberadaan Nona Rita? "tanya Bobby penuh pemohonan..
"Untuk apa? bukan kah anda tidak menyukai orang asing disekitar anda, kenapa tiba_tiba anda mencarinya? " jawab Rita, sekaligus meberi pertanyaan..
"Apa benar Nona Rita akan menikah minggu depan? "Tanya Bobby, tanpa menjawab pertanyaan Rina..
Rina mengangkat bibir atasnya tersenyum, "Sejak kapan anda mengingin taukan tentang Rita, apa anda mau mempermainkan sahabat saya?.."Tanya Rina penuh dengan tekanan.
"Saya ingin memastikan perasaan saya terhadap Nona Rita, "Ujar Bobby
"Memastikan? anda pikir sahabat saya bahan pencobaan, sehingga anda bisa sesuka hati mencoba, "Ujar Rina menaikan satu oktaf suaranya..
"Jika anda datang hanya untuk, mencari tau keberadaan Rita, saya tidak akan memberi tau, "Ujarnya kesal lalu pergi meninggalkan Bobby begitu saja..
"Rita tidak butuh rasa kasihan dari anda, lupakan saja, simpan rasa simpati anda untuk orang lain..ujar Rita yg hendak melangkah lagi..
"Tidak Nona, saya tidak berpikir seperti itu, saya benar_benar perduli padanya, "Ucap Bobby sungguh_sungguh..
Rina menaikan satu alisnya, menangkap sebuah kegelisahan pada wajah Bobby. ." Apa alasan anda memperdulikan sahabat saya" tanya Rita..
"Itu...karna saya mencintainya, "jawabnya cepat..
"Rita tersenyum saat mendengar kata cinta yg Bobby katakan untuk sahabatnya, Rina mendekat pada Bobby, "Apa anda benar_benar mencintai Rita? "Tanya Rina memastikan
"Iya saya mencinta Nona Rita, "
"Tapi anda terlambat, "ujarnya mengejutkan Bobby.
Bobby langsung melihat ke arah mata Rina ingin memastika kata_katanya barusan.."Apa maksud anda dengan terlambat "Tanya Bobby dengan rasa takutnya..
"Rita sudah kembali kekampung halamannya pernikahannya di percepat, empat hari lagi Rina akan melangsungkan pernikahaan.." Ujar Rina mengejutkan Bobby,
"Nona berikan alamat Nona Rina pada saya, Saya ingin menyusulnya saya mohon..
"Jangan mengacau, ayahnya tidak akan membiarkan anda hidup, jika anda membuatnya tersinggung, "
"Saya tidak perduli tentang itu, yg saya inginkan sekarang saya bisa menemui Nona Rina, "Paksanya..
Rina mengambil kertas dari saku apronnya mencatatkan alamat Rita.."Ini.... Rina menyodorkan kertas yg tadi di tulisnya.."Pastikan anda membawa sahabat saya dengan selamat, "Ujarnya penuh harapan..
"Tentu Nona, "Jawab Bobby, setelah mendapatkan alamat Rita Bobby pergi melanjutkan perjalanan ke kampung halaman Rita, rasa lelah tak mengurungkan niatnya untuk menemui Rita, hanya memakan waktu Dua jam Bobby sampai di kampung halaman Rita..
Setelah sampai tujuannya, Bobby langsung turun dari mobilnya melangkah menuju rumah Rita,
"Tok_tok_tok..
Bobby mengetuk Pintu rumah Rita setelah sampai di depan pintu..
"Ceklek...
__ADS_1
"Siapa ya? "Tanya perempuan parubaya setelah membuka pintu rumahnya..
"Selamat malam Bu, Apa ini ruma Nona Rita? "Tanya Bobby sopan..
"Betul, kamu siapa? dan ada keperluan apa? "tanya wanita parubaya tersebut.
"Saya Bobby, saya sahabat Nona Rita, "Jawab Bobby dengan senyuman..
"Tunggu sebentar saya bangunkan Rita dulu, Kamu duduk saja dulu, "Lalu wanita parubaya itupun pergi kekamar Rita, namun sebelum mengetuk pintu, wanita tersebut di gagetkan oleh suara sesorang..
"Siapa yg bertamu di pagi buta seperti ini, "Tanya ayah Rita.
"Tamu putri mu, dia datang dari jauh sepertinya,
"Siapa?
"Namanya Bobby..
Ayah Rita mengerutkan dahinya, "maksudmu dia seorang pria? "
"Iya pria, namanya Bobby, ya pria lah. "jawabnya ketus
Ayah Rita pun pergi keruang tamu menemui Bobby, "Siapa kamu? ada keperluan apa ingin bertemu dengan putri ku, "Tanyanya setelah menghampiri Bobby..
"Saya ingin menemui putri anda, saya ingin melamarnya, "Jawab Bobby tanpa ragu..
"Apa, melamar? siapa kau berani melamar putri ku, pergi dari rumahku, putriku sebentar lagi akan menikah, "Usir ayah Rita..
"Saya tidak akan pergi sebelum bertemu putri anda, "Jawab Bobby tanpa rasa takut..
"Beraninya kau..Ayah Rina mencengkram kerah kemeja Bobby, pergi jauhi putriku, jika kau berani menampakan wajah mu di hadapan ku, kau akan tau akibatnya, "ancam ayah Rita..
"Bobby, "ucap Rita saat melihat Bobby di cengkram oleh ayahnya.."Ayah apa yg ayah lakukan? lepas yah, "Ucap Rita sambil menarik tangan ayahnya agar menjauh dari Bobby.
"Dasar anak sialan, apa kau yg mengundang dia kesini? "tanya ayah Rita sambil mendorong Rita hingga terjatuh..
"Bobby yg melihat perlakuan ayah Rita begitu terkejut, dalam hatinya pantas saja dia rela menjual putrinya, perlakuannya saja sangat buruk terhadap Rita..
"Apa yg anda lakukan, "tanya Bobby, lalu melangkah untuk membantu Rita,
"Kau tidak perlu ikut campur urusan keluarga ku, lebih baik kau pergi dari rumahku, "Usir ayah Rita..
"Saya akan pergi, tapi dengan membawa Rita." ucap Bobby tanpa ragu,
"Siapa kau berani membawa putri ku? sekarang kau pergi, "ayah Rita menarik kerah baju Bobby hendak menyeretnya, namun tangan Bobby menghempaskannya,
"Saya bisa melaporkan anda, atas kekerasan pada putri anda, "ancam Bobby,
"Ha_ha_ha..
Ayah Rita tertawa mendengar ancaman Bobby.."Lakukan jika kau bisa..Jawabnya tanpa takut, "Sekarang kau pergi dari rumah ku, "Usirnya kembali
"Saya sudah katakan, Saya tidak akan pergi jika tak bersama putri anda.."jawabnya tanpa takut..
"Kurang ajar...
"Buukk. Sebuah pukulan mendarat di wajah Bobby..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Bersambung