
Pagi harinya Davin akan berangkat ke kantor, namun Diana membuat sedikit kegaduhan karna keinginan konyolnya, bagaimana tidak, disaat pagi Davin akan berangkat ke kantor Diana merengkek seperti balita yg menginginkan permen..
"Kamu pergi dengan Mang Maman nanti, aku pagi ini ada meeting penting, Bobby sudah menjemputku, aku janji akan pulang lebih Awal, karna Bobby sudah mulai masuk kerja lagi aku tidak akan terlalu sibuk lagi sekarang, ..sekarang aku harus berangkat klien ku pasti sudah menunggu.."Ujar Davin memberi pengertian pada istrinya yg sejak tadi minta di temani membeli roti bakar, menurut Davin itu hal yg sangat konyol, jika Diana benar - benar menginginkan roti bakar kenapa tidak minta di buatkan saja pada maid dirumah, bukan merengek seperti balita..
"Tapi Dav, aku ingin memakan roti bakar ditempatnya, dan aku ingin kamu menemani aku, "Ucapnya kembali merengek meminta Davin untuk menemaninya..
"Sayang aku sudah terlambat, jika kau hanya ingin makan roti bakar, Bik Sum atau yg lain bisa membuatkannya untuk mu, jangan mencari alasan untuk membuatku tidak berangkat bekerja, hari ini aku benar - benar ada janji bersama klien, karna ini klien sangat penting aku tidak boleh terlambat,
"Makan - makanan yg ada di rumah saja, jangan mencari yg tak ada, jika kau tetap memaksa ingin makan Roti bakar Di luar aku akan menyuruh penjaga untuk menemani mu saat di luar. "Ucap Davin lalu pergi tanpa berpamitan ataupun mencium Diana yg sering Davin lakukan jika akan berangkat kantor..
Diana yg merasa di abaykan meneteskan air matanya, "Kau sangat kejam, kau tidak perduli pada ku, aku hanya meminta mu menemani aku makan roti bakar, tapi kau tak ada waktu, kau memang tak pernah perduli pada ku, "Gumam Diana yg sudah berkaca_kaca..
Setelah beberapa menit Davin kembali lagi masuk kedalam rumahnya, karna sedikit emosi tadi Davin meninggalkan Diana begitu saja, Setelah masuk Davin masih mendapati Istrinya yg masih diam mematung di tempat tadi, Davin pun menghampiri Diana untuk memberi pelukan, Ketika Davin hendak memeluk Diana, Diana menepis tangan Davin dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan Davin pun bingung akan tingkah Diana akhir - akhir ini, Davin pun tak bisa membujuk istrinya sekarang, Davin lebih memilih meninggalkan kediamannya, karna memiliki janji penting pagi ini dengan klien..
.
.
"Bob apa kau sudah sehat? kenapa kau sudah kembali bekerja? "Tanya Davin saat mobil melaju keluar dari kediamannya..
"Sudah Tuan.."Jawab Bobby singkat...
"Terus kapan kau akan menikahi Nona Rita? "tanya Davin kembali..
"Secepatnya, Tuan,
"Dimana sekarang Nona Rita? apa kau bisa menyuruhnya untuk datang kerumah, suasana hati Diana sekarang sedang tidak baik, mungkin dengan Rita ke rumah dan menemani istriku, bisa membuat suasana hatinya kembali membaik, "pinta Davin..
"Saat ini Rita berada di apartemen Tuan, Saya akan menghubunginya Tuan saat kita sampai nanti , "Jawab Bobby sopan
"Baiklah. terimakasih Bob, "
.
.
.......Cafe XX......
Davin yg sedang melalukan meeting bersama kliennya terganggu dengan getaran hanphone disakunya, yg berulang_ulang bergetar..
"Ck, decaknya kesal, saat hanphonenya terus saja bergetar..
Bobby pun sama halnya dengan Davin yg mendapati hanphonenya yg terus bergetar dengan terpaksa Bobby melihat layar hanphonenya melihat siapa yg memanggil,
"Rita?
"Ada apa Rita menghubungi ku hingga belasan kali seperti ini? apa dia sedang berada dalam masalah,? "Gumam Bobby khawatir, yg membuat dirinya tak fokus dengan meetingnya.
Karna merasa penasaran Bobby pun mencoba membaca satu pesan yg di kirim oleh Rita, "
"Bob, apa kau sedang sibuk? katakan kepada Tuan Davin, Diana saat ini sedang di rumah sakit, tadi pas aku kerumahnya menemukan Diana sudah tak sadarkan diri di dalam kamar, " Isi pesan singkat dari Rita yg membuat Bobby seketika menoleh kearah Davin..
Bobby mendekat pada Davin
"Tuan, Nona Diana sekarang sedang berada di rumah sakit, Rita sedang mengantarnya sekarang, Nona Diana di temukan sudah tak sadarkan diri di dalam kamar .."Bisik Bobby yg membuat Davin terkejut,
"Apa? tak sadarkan diri? "Ujar Davin terkejut..
"Tuan Davin, apa anda sedang ada masalah? "tanya klien yg sedang mengadakan meeting bersama Davin,
"Tuan Carlos, saya benar_benar minta maaf, meeting kali ini kita sudahi dulu, istri saya sedang di rumah sakit, saya harus menemuinya sekarang" Ujar Davin tak bisa melanjutkan meetingnya, Davin lebih memilih melihat keadaan istrinya, dan memilih meninggalkan meeting yg menjanjikan keuntungan besar untuk Anggara Group..
"Pergilah Tuan Davin, Saya dapat mengerti keadaan anda sekarang ."Jawab Klien
"Terimaksaih Tuan Carlos atas pengertiaannya, sekali lagi saya minta maaf, saya tidak menyangka jika meeting kita kali ini mempunyai hambatan, saya akan menghubungi anda kembali nanti," Ujar Davin berpamitaan..
"Baiklah Tuan Davin, semoga tidak terjadi hal yg buruk kepada istri anda, "Jawab Tuan Carlos lalu menjabat tangan Davin mempersilahkan Davin untuk pergi..
__ADS_1
.
.
.
.......**Rumah Sakit**.......
Setelah sampai di parkiran Rumah sakit Davin langsung berlari masuk kedalam tanpa menunggu Bobby, Davin langsung menanyakan ruangan yg di tempati Diana, setelah suster meberi tahu kamar Diana Davin segera pergi menuju kamar yg di tempati Diana..
"Ceklek...
"Sayang, apa yg terjadi? ada apa denganmu? apa kau terluka? apa ada orang yg menyakitimu? "Tanya Davin beruntun yg membuat Diana menghela nafasnya..
"Iya ada yg menyiksa ku, "Jawab Diana santai..
"Siapa? katakan pada ku siapa yg berani menyiksamu? "Tanya Davin yg sudah terlihat emosi..
"Kamu...Kamu dan anak mu yg sudah menyiksa ku.."Jawab Diana tersenyum..
"Tunggu_tunggu, apa maksudnya anak? apa kau...."Ucap Davin terhenti
Diana mengangguk, "Iya di dalam perutku ada anak mu, "Ujar Diana tersenyum..
"Kamu serius sayang,? kamu, kamu beneran hamil ? "Tanyanya senang hingga mengeluarkan air mata haru..
"Iya..Dav, dokter bilang aku positif hamil delapan minggu.." jawab Diana antusias..
"Terimakasih sayang, Ujar Davin lalu memeluk Diana bahagia.."Apa tadi pagi yg membuat kegaduhan kamu sayang, ujar Davin mengelus perut Diana yg masih rata. jangan merepotkan ibumu, Davin bicara tepat di perut Diana.lalu mencium perutnya..
Tak lama Dokterpun datang untuk memeriksa kembali keadaan Diana, "Selamat siang Nona Diana bagaimana perasaan anda sekarang? "Tanya Dokter yg menangani Diana,
"Perasaan saya saat ini sangat baik dok, "Jawab Diana..
"Baik Dok, terimakasih banyak ya, Dok, "jawab Diana,
"Apa Tuan suami dari Nona Diana? "tanya dokter kepada Davin..
"Iya dok, saya suaminya.."Jawab Davin..
"Bisa ikut saya sebentar keruangan saya, "Ajak dokter tersebut..
"Baik dokter.."Jawab Davin, Davin pun mengikuti dokter tersebut masuk kedalam ruangannya..
"Begini Tuan, Saat ini kandungan Nona Diana sangat lemah, jadi sebisa mungkin anda harus menjaganya, jangan membuatnya tertekan, disaat hamil seperti ini
"Baik Dok, terimakasih...saya akan ingat semua perkataan Dokter..jika tidak ada lagi saya permisi dulu.."Jawab Davin lalu pergi meninggalkan ruangan Dokter tersebut..
.
.
.
"Di.. aku seneng banget kamu hamil, sebentar lagi aku akan punya keponakan yg lucu, aku juga akan di panggil Aunty. Uhh itu pasti sangat menyenangkan "Ujar Rita ikut bahagia dengan kehamilan Diana..
"Iya makasih, ya..untung ada kamu, coba jika kamu tidak datang aku gak tau apa yg akan terjadi padaku, "jawab Diana berterimakasih
"Iya Sama - sama, O, ya...Rina pasti senang mendengar kabar ini, kita hubungi dia yuk, "Tutur Rita yg mendapat anggukan semangat dari Diana..
mereka pun melakukan Vidio call dengan Rina di sebrang sana, Rina yg mendengar kabar tersebut tak kalah hebohnya dengan Rita..Setelah di rasa cukup, Rita pun mengakhiri sambungannya..
Davin tersenyum saat masuk keruangan Diana, terlihat jelas kebahagian sedang memenuhi dirinya, "Sayang maafkan aku yg tadi pagi mengabaikan keinginan mu, aku benar - benar minta maaf, "Ujar Davin yg menyesali telah mengabaikan keinginan istrinya tadi pagi..
"Sudah tak apa, aku sudah melupakannya, sekarang apa aku sudah boleh pulang? "Tanya Diana..
"Sudah, ayo...mau aku gendong atau duduk di kursi roda? "tanya Davin, yg membuat Diana seketika diam..
__ADS_1
"Dav, Aku bukan pasien yg patah tulang, kenapa harus di gendong dan duduk di kursi roda. "jawab Diana mencibikan bibirnya kesal karna merasa di perlakukan seperti orang sakit cacat...
"Dokter tadi bilang pada ku, agar menjaga mu, dan tidak membuat mu lelah, "Ujar Davin memberi pengertian..
"Tapi tidak seperti ini juga Dav, aku masih bisa jalan, aku tidak mau duduk di kursi roda. "Tolak Diana..
"Jika kau tak mau duduk di kursi roda, berarti aku akan menggendongmu, "Ujar Davin memberi dua pilihan..
"Aku tidak mau, Ayo kita pulang aku sudah bosan disini "Ajak Diana
.
.
"Apa kau lelah? "Tanya Bobby pada Rita saat mereka berjalan menuju parkiran..
"Tidak, Maaf tadi aku pasti mengganggu waktu kerjamu."Jawab Rita..
"Tidak, kau sudah melakukan hal yg benar, Setelah mengantarkan Nona Muda dan Tuan Muda, aku akan mengantarkan mu pulang, "ujar Bobby..
"Tapi bagaimana dengan Diana? aku harus menemaninya, Dia akan kesepian dan jenuh jika di tinggal sendirian di rumah, "Jawab Rita..
Bobby menghentikan langkahnya, menangkup kedua pipi Rita. "Tuan muda tidak akan meninggalkan Nona Diana saat ini, Tuan tidak kembali ke kantor, Tuan Muda akan menemani Nona Muda, "Ujar Bobby
"Kalau begitu, antarkan aku ke Cafe Cemara saja, aku akan menemui Rina, setelah itu aku akan mengajak Rina untuk menginap, apa boleh Bob? "tanya Rita meminta izin Bobby..
"Kenapa Rina tak datang saja ke Apartemen mu, kenapa kau harus menjemputnya? "Aku khawatir jika kamu datang kesana akan ada orang yg ingin berbuat jahat lagi padamu, "Jawab Bobby khawatir..
"Sumber masalah ku sudah di penjara, jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu, "Jawab Rita
"Ya Sudah ayo, nanti kita bicarakan lagi, Tuan dan Nona Muda Sudah melangkah jauh, "Ujar Bobby yg melupakan Tuannya..
.
.
.
.
.....Kediaman Anggara......
"Byee Di, aku balik ya, jaga keponakan ku dengan benar, "Pamit Rita sesaat setelah sampai di kediaman Anggara..
"Tentu saja, "Jawab Diana
"Ayo Sayang masuk kedalam, Apa kamu masih menginginkan makanan tadi pagi? "tanya Davin
"Sudah tidak lagi..
"Baiklah, sekarang kamu ingin makan apa? aku akan mencarikannya untuk mu..
"Aku ingin makan ikan asam manis, tapi kamu yg membuatnya. " jawab Diana santai
"Apa? Ikan asam manis, aku yg membuatnya? Sayang apa kau serius? aku tak pandai memegan alat masak, "Jawab Davin jujur..
"Tapi ini keinginan junior.."Ujar Diana..
"Aish junior, apa kau sedang membalas papa sekarang? karna dulu papa sering menyakiti mama mu..."Gumam Davin frustasi dengan permintaan Diana,
.
.
.***Bersambung..
Semangatin aku dengan like komen dan Vote yaaaa***..
__ADS_1