TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Salah paham.1


__ADS_3

Davin,Fiona,dan Bobby,makan Siang bersama, di sebuah restoran,


"Apa Tuan Davin selalu makan siang bersama dengan asisten anda? "tanya Fiona yg mulai tak nyaman dengan keberadaan Bobby, yg menurutnya mengganggu..


"Maksud anda? "tanya Davin bingung..balas bertanya.


"Ah tidak.. bukan apa_apa..lupakan, "jawab Fiona bingung harus menjelaskannya..


Setelah selesai makan dan membahas tentang pekerjaan di tambah obrolan tidak penting Davin pun pergi undur diri terlebih dahulu pada Fiona.. "Nona Fiona terimakasih atas waktu anda, "ucap Davin, yg ingin segera pergi dari wanita yg ada di hadapannya tersebut..


"Sama_sama Tuan Davin, saya sangat berterima kasih karna Tuan menyempatkan waktu untuk makan siang bersama saya.."jawab Fiona tersenyum


Setelah pertemuannya dengan Fiona, Davin kembali ke kantor, untuk melanjutkan pekerjaannya. waktu berjalan begitu cepat, "


Davin melihat ke arah pergelangan tangannya.. ternyata sudah waktunya pulang, Davin pun bangun dari duduknya,


"Bob kita pulang sekarang, "ajaknya pada Bobby..


Dengan sigap Bobby bangun.." Baik Tuan. "jawabnya.


"Vin... kamu sudah mau pulang? "tanya Gisel setelah mereka sudah berada di pintu utama.


Davin yg malas untuk menanggapi Gisel berlalu tanpa menjawab pertanyaan Gisel,


"kau keteralu Vin, Kau terlalu sombong ."grutu Gisel.


.


.


.


.


Setelah menempuh perjalana yg melelah kan, karna kemacetan, akhirnya Davin pun sampai.


Diana yg sudah menanti suaminya sejak dari tadi Menyambutnya dengan senyuman termanisnya "kamu sudah kembali Dav, "Sapa Diana menghampiri suaminya,


Davin membalas senyuman Diana, dan langsung memeluknya, dan tak lupa Davin pun mencium keningnya, "Apa yg kau lakukan seharian ini? "Tanya Davin.


"Aku tidak melakukan apa_apa,"


"Apa kau, bosan?


"Tidak...


"Mau mandi sekarang? "tanya Diana,


"Hemm..


"Aku siapkan air hangat untuk mu, "Diana dan Davin langsung menaiki anak tangga menuju kamar mereka. Setelah selesai mandi, Davin dan Diana menceritakan, aktivitas mereka masing_masing..


Tak terasa waktu makan malam pun tiba,


Diana dan Davin turun untuk makan malam, setelah selesai makan malam, mereka Naik kembali ke atas, Davin dan Diana kembali melanjutkan ceritanya yg belum selesai..setelah merasa mengantuk


mereka pun ter tidur..


.


.


.


Pagi hari..


Diana melayani Davin dengan telaten..


"Dav apa aku boleh menemui Rita di Caffe ? "ijin Diana


"Ada perlu apa kamu ingin menemuinya? Tanya Davin..


"Aku hanya ingin main, Rita pulang pukul 10 siang nanti, aku ingin mengajaknya ke taman untuk sekedar mencari angin..


"Teman mu pulang pukul 10? masuk kerja pukul berapa dia? kenapa pukul 10 sudah pulang?..."tanya Davin bingung.


"Rita shift malam..makanya pulang pukul 10 pagi "jawab Diana.

__ADS_1


"Baiklah, Hati_hati saat di luar..mang Maman akan mengatar mu.


"Terima kasih Dav..


"Baiklah aku berangkat dulu.."Davin mendekati Diana lalu mencium keningnya,


Diana tersenyum dan melambaikan tangan saat suaminya pergi meninggalkan pekarangan rumahnya..Diana lekas naik ke atas untuk rapih_rapih.setelah selesai, Diana kembali turun,


"Mang Maman kita berangkat, "Perintah Diana..


"Mari Non. "mang Maman membukakan pintu kemudi untuk Nona Mudanya,


"Kita ke Caffe Cemara ya mang..


"Baik Non...


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit Diana pun sampai di Caffe Cemara..


"Selamat pag-


Suara Rita terhenti saat melihat yg datang adalah sahabatnya,"Di kamu beneran kesini, Aku pikir kamu cuman bercanda.."Ujar Rita langsung memeluk sahabatnya itu..


.


.


.


Di tempat lain..


"Rin tolong bantu aku untuk bertemu dengan Ana, aku hanya ingin bertemunya, sebelum aku berangkat lagi,


"Tapi Tam, aku takut Diana akan marah pada ku, bila aku membantu kamu untuk bertemu dengannya , kamu tuh harusnya move on Tam, sekarang Diana sudah menemukan pasangan yg baik dan sayang terhadapnya ..jangan mengganggu kebahagiaan dia lagi..


"Baiklah, Sebentar aku hubungi Rita dulu..


Tut_tut_tut


"Ada apa Rin? "tanya Rita disebrang sana


"Rit disini ada Tama, dia ingin bertemu dengan Diana, menurut mu aku harus bagai mana?


"Ajak saja ke taman yg kita janji kan, kita bertemu disana nanti, lagian mereka tidak berduaan ada kita disana jadi tidak akan ada fitnah kan..


"Baiklah aku akan mengajaknya, aku nyusul kalian sekarang, "ujar Rina.


"Ok... bye...panggilan pun terputus.


.


.


.


"Di suami mu tau kalau kita kesini? "tanya Rita pada Diana.


"Tau, aku tadi memberi tahunya.."jawab Diana.


"Haloo gaesss...Ucap Rina girang saat mendapati Diana yg sudah beberapa bulan ini tak berjumpa,


"Rina..Aku kangen sama kamu, "Diana langsung memeluk sahabatnya tersebut..


"Aku juga, Di...O ya..Di ada yg ingin bertemu dengan mu."


"Siapa? "jawab Diana,


Bola Mata Rina memberi isyarat, pada Diana bahwa orang yg ingin menemuinya ada di sebelah kirinya..


"Tama...


Diana melepas kan tangannya dari rangkulan tubuh sahabatnya tersebut.."Kenapa kamu ada disini?, tanya Diana kepada Tama..bukan nya kamu meneruskan pendidikan dan usaha papi mu di Kanada,?

__ADS_1


"Ia itu memang benar, aku kembali hanya beberapa hari, besok aku sudah akan kembali lagi kesana. maka dari itu aku ingin bertemu dengan mu sekarang,


"Untuk apa?


"Hanya ingin bertemu, dan mengobrol sedikit..


"Eum Di kamu ngobrol aja dulu ya sama Tama, kami tinggal sebentar ya. " Ujar Rita yg ingin memberi waktu untuk mereka berdua.


"Tapi jangan lama_lama ya..


Tama memulai percakapan, menghilangkan gugup di antara mereka ber dua.


Aku minta maaf, atas semua yg pernah orang tua aku laku kan pada mu, Aku tidak tau kalau mamih bisa melakukan itu pada mu.."Ucap Tama merasa bersalah..


"Sudah lah, Semua itu sudah berlalu..


aku tidak ingin membahasnya lagi, aku sudah memiliki kebahagian ku..Kamu juga harus bahagia, cari lah orang yg benar_ benar mencintai mu,


"Tidak ada yg lebih baik dari dirimu An.


Ana...Tama meraih tangan Diana, "Apa kau benar_benar bahagia dengan pernikahan mu? Tanya Tama...


"Tentu saja aku bahagia, "jawab Diana sambil melepaskan genggaman tangan Tama..


"Syukur lah kalau kamu bahagia, Aku ikut bahagia jika kamu bahagia..setelah selesai mengobrol Tama hendak berpamitan pada Diana.


"An..Aku masih ada urusan, aku pamit ya..


Eum An .. dengan ragu_ragu Tama berucap ,Apa Ku boleh memeluk mu untuk yg terakhir kalinya?.."ijin Tama


Diana diam sesaat, lalu mengangguk.


Tama yg mendapat ijin langsung memeluk erat tubuh Diana..


"DIANA...


Suara yg begitu Diana kenanal tiba_tiba menggelegar di telinganya..Diana langsung melepas pelukannya dari Tama..


"DAVIN...


Bola mata Diana seketika membulat dan mungkin hampir keluar dari tempatnya, Diana terkejut mendapati Davin berada di tempat yg sama dengannya..


"Berengsek "Davin langsung memukul wajah Tama, "berani sekali kau memeluk istri ku, Davin melayangkan tinjuannya lagi pada Tama, yg membuat Tama tersungkur di tanah. Davin memukul Tama dengan membabi buta, Davin terus memukul Tama hingga tama terkulai lemas tak berdaya..


"Dav hentikan, Dav sudah kamu bisa membunuhnya, "ujar Diana sambil menangis. "hentikan Dav sudah Diana menarik tangan Davin namun di tepis oleh Davin, yg terus memukul Tama, Rita dan Rina yg melihat keramayan langsung melihatnya, "Ya Tuhan Tama.. "Ucap Rina dan Rita berbarengan,


"Tuan Davin hentikan, "Ucap Rita, "Saya mohon hentikan ini salah saya, saya minta maaf, saya mohon hentikan, "ucapnya menangis melihat Tama yg sudah berlumuran darah.


Davin pun terbangun saat Bobby membantunya untuk berdiri, "lepas "ucap Davin menepiskan tangan Bobby, mata Davin memerah memancarkan kemarahan pada Diana,


Davin langsung meraih tangan Diana dan menariknya kasar, "Dav lepas kau menyakiti ku, "ucap Diana yg merasakan sakit di pergelangan tangannya karna pegangan yg sangat kuat dari Davin..


Davin membuka pintu kendaraan dengan kasar, mendorong Diana masuk kedalam, Setelah kedua nya masuk Bobby melajukan mobilnya menuju kediaman Anggara..


Setelah sampai, Davin kembali menarik tangan Diana, tanpa mendengar rintihan Diana,


"Dav aku bisa jelasin, semua tidak seperti yg kau lihat, aku bersumpah aku tidak ada hubungan apa_apa dengan Tama, Tama menemui ku hanya untuk berpamitan pada ku tidak lebih, aku mohon percaya lah pada ku..


Diana terus bicara saat Davin menariknya menuju lantai atas,


"Dav aku mohon percayalah pada ku, "Diana terus memohon pada Davin, namun Davin sama sekali tak menanggapinya..


Setelah sampai kamar Davin lalu membawanya ke kamar mandi, Davin mendorong Diana dengan kasar hingga membuat Diana memekik sakit, "Aw ...."Diana merasakan sakit di bagian bokong dan kepalanya yg terbentur dinding...


Davin langsung menyalah kan shower untuk mengguyur tubuh Diana,


"Dav apa yg kau laku kan,? Dav aku mohon hentikan Dav, hentikan, "Diana terus memohon sambil menangis memohon agar Davin menghentikannya..


"Apa kau bilang hentikan,, Diana aku sudah mempercayai mu, bahkan aku sudah mulai menerima mu, Aku memperlaku kan mu dengan baik, tapi apa yg kau lakukan di belakang ku, kau menghianati ku, kau memang wanita tidak tau diri, "Davin kembali mendorong Diana, lalu meninggalkannya, yg masih di guyur air dari atas..


Diana menangis sesegukan, "hik_hik_hik.. Aku mohon Dav maaf kan aku, Aku minta maaf karna sudah berani memeluk laki_laki lain tapi demi tuhan aku tidak pernah menghianati mu maaf kan aku Dav, suara Diana lirih, kalah oleh suara air yg turun mengguyurnya.


Diana keluar dari kamar mandi namun tak menemukan suaminya..Diana bergegas memakai pakaiannya..Diana menuruni anak tangga, hendak mencari suaminya,"


"Bik, Apa Bibi melihat Davin, "Tanya Diana pada Bik Sum..


"Tuan muda tadi pergi Non..

__ADS_1


__ADS_2