
Setelah melewatkan waktu yang panjang penuh drama,Diana dan Davin,akhirnya tertidur.
.
.
.
.
Diana terbangun pada pukul lima pagi ..tidak ada malam pertama,tidak ada canda tawa,tidak ada canda gurau,dari pasangan suami istri baru tersebut, yang ada hanya perdebatan..
"Mah..Davin berangkat ya..."Davin berpamitan kepada kedua orang tuanya, karena Hari ini Diana dan Davin akan melakukan perjalanan menuju Bali,
Setelah berpamitan Diana dan Davin langsung masuk ke dalam mobil yg sudah di siap kan oleh mang maman, yang akan mengantar mereka ke Bandara..
Walau pun ini kali pertama untuk Diana menaiki pesawat, Diana tetap tenang walau jantungnya berdetak kerasa, karna merasa takut, namun rasa takut itu Diana sembunyikan karna Diana tau, jika Davin tau Diana takut, Davin akan mencibirnya lagi, diam itulah cara terbaik untuk Diana. saat pesawat akan lepas landas jantung Diana seketika terasa akan keluar karena dari tempatnya karena kaget ,
"Astaga..Diana memegang dadanya "Ya tuhan aku sangat takut, "batin Diana..
.........**Bali**.........
Setelah melakukan perjalanan,1jam:50 menit" Diana dan Davin sampai di..Bandar udara internasional ngurah Rai Bali.
Davin dan Diana langsung menaiki mobil yang sudah di persiapkan oleh Nyonya Jasmine untuk mengantar anak, dan menantunya, ketempat tujuan, mereka melanjutkan perjalanan menuju Hotel..setelah sampai mereka masuk ke dalam Hotel, hening tanpa ada percakapan, satu sama lain, saat ini Diana tidak ingin terkejut lagi dengan fasilitas yang Nyonya Jasmine berikan padanya, karna sedikit demi sedikit Diana sudah mulai terbiasa dengan fasilitas_fasilitas mewah yg di berikan mertuanya tersebut..
"Istirahat lah dulu, nanti sore kita akan pergi ke suatu tempat,,tidurlah di atas kasur itu jangan di sofa,aku tidak ingin mamah ku mendengar aduan mu, nanti dengan perlakuan ku.."ucap Davin dengan suara serendah mungkin, lalu pergi begitu saja meninggalkan Diana,
"Ada apa dengan dewa iblis itu? tiba-tiba menjadi baik begitu?aku curiga kepadanya,jangan-jangan,?..tidak mungkin kan Tuan Davin akan mengirim ku kepada dewa kematian secepat ini,,apa yang harus aku lakukan.. apa tadi dia bicara, dia bicara sangat lembut, tidak biasanya Tuan Davin bicara seperti itu."Batin Diana..setelah berdebat dengan batinnya Diana pun tertidur,
Sore pun tiba Davin dan Diana sudah berada di tempat yang di tuju. Davin memilih tempat yang memperlihatkan keindahan sunset. Davin memilih,pura luhur uluwatu Bali. sebagai objek wisata pertama yg di tuju, yang memiliki pemandangan indah laut hindia.sunset sudah mulai menghiasi keindahan sore ini..
Diana langsung berlari kesana kemari seperti anak kecil, Diana begitu bahagia bisa berlibur di tempat indah seperti ini..
Tak sadar Davin menyunggingkan senyumnya,
"kenapa dia seperti anak kecil yang senang seperti akan mendapatkan permen...
tak lama D**iana mendekat ..Davin langsung memasang wajah dinginnya kembali..
Diana menghampiri Davin, lalu bertanya.."Apa Tuan sering ketempat ini? tempat ini sangat indah dan bagus,ini kali pertamaku berlibur dan berpergian jauh..dulu waktu sebelum menikah dengan Tuan,waktu ku habis untuk berkerja,dan tidak pernah ada waktu untuk berpergian,ternyata berlibur itu menyenangkan, "Diana bercerita sambil memamerkan senyumannya,
"apa. kali pertama?yang benar saja wanita ini tidak pernah berlibur,,apa dia semiskin itu.?sampai untuk libur pun tak bisa, watunya habis untuk mencari uang siang malam..ahh..kenapa aku jadi memikirkannya.."gumam Davin...
"Aku sering berpergian ke tempat-tempat wisata ke luar, dan dalam negeri, jawab Davin.. di saat cuti aku akan menghabiskan waktu ku untuk berlibur.."tanpa di sadari mereka bertukar cerita satu sama lain..
Setelah sore berganti malam, Davin pun memutuskan untuk kembali ke hotel.namun di perjalanan Davin merasa perutnya sangat lapar karna Davin, dan Diana melewatkan makan siangnya tadi, akhirnya Davin memilih mampir terlebih dulu di restoran khas Bali, Davin memilih makanan..Davin memesan beberapa menu
Ikan asap sambal matah bali
Sate lilit bali
Ayam betutu bali
__ADS_1
Serombotan bali
Bebek betutu
dan rujak buleleng bali
Diana bingung melihat makanan yang sudah tersedia di depan meja makan tersebut, makanan itu terasa aneh di mata Diana,walaupun masih ada kemiripan dengan masakan jakarta yang suka Diana makan..
"Apa makanan ini enak? "Tanya Diana pada Davin.
Davin yang sudah mulai mengunyah makanannya, langsung mendongkakan kepalanya..menatap Diana, dan keduanya beradau tatap satu sama lain, Davin merasa ada yang aneh pada dirinya, setiap bertatap muka dengan Diana, Davin merasa jantungnya tak berjalan normal..tidak berapa lama Davin kembali memasang wajah dinginnya..
"Kenapa kau tidak mencobanya ! nanti kau akan tau rasanya, "Ujar Davin ketus..
"Maaf Tuan..."setelah meminta maaf Diana diam
"Kenapa ! apa kau tidak suka dengan makanan ini? "tanya Davin yang melihat Diana hanya diam tanpa menyentuh makanannya..
"Ah tidak, Tuan..maksud saya, saya suka Tuan..saya akan memakannya."ujar Diana.langsung memasukan makanan ke mulutnya.
"Jika kau tidak suka makanan ini, kau bisa mencari makanan lain, jangan memaksa kan hal yang tidak kau inginkan,
"Tidak Tuan, ini sudah cukup, "jawab Diana.
"Mungkin karna saya tidak pernah, makanan_makanan ini jadi terasa asing, ..
"Apa maksudnya.! aku tidak usah memaksakan hal yang tidak aku ingin kan..sedangkan keluarganya selalu mekasa..Apa aku bisa menolak jika Nyonya Jasmine dan Tuan Davin memaksa..huhh sepertinya itu khayalan saja "gumam Diana.
"Ini makanan khas bali. kamu bisa mencobanya, rasanya enak, "Ntah kenapa mulut Davin tiba-tiba menjelaskan tentang makanan yg ada di hadapan mereka begitu saja.
Setelah mendapat penjelasan dari Davin.
Diana memasukan makanan tersebut kedalam mulutnya,, "wahh ini sangat enak Tuan "ucap Diana , antusias..Diana pun mulai memakan_ makanan tersebut sampai tandas tanpa sisa, Diana memakan lauk pauk tersebut dengan begitu lahap,.
"Aku sangat kenyang sekali, makanan ini benar-benar enak, "sambungnya ..
Davin tersenyum kecil,melihat Diana menghabiskan makanannya, "bagaimana bisa kau tidak pernah mencoba makanan khas bali ? makana ini di jakarta bahkan sudah banyak yang jual dimana-mana
"Saya tidak pernah membelinya, "jawab Diana enteng. "lagian juga pasti makanan ini harganya sangat mahal .tapi karna Tuan sudah memberi saya, dan saya sudah mencoba makanan ini sangat lah lezat,saya akan membelinya sewaktu-waktu untuk Ayah,Ibu,dan lina. "Jawab Diana dengan senyuman
Davin hanya diam tak menjawab
Setelah selesai makan..Diana dan Davin langsung pulang,setelah sampai Hotel Diana dan Davin langsung mebersihkan diri,namun keduanya merasa canggung,karna harus berbagi tempat tidur.Diana langsung merebahkan tubuhnya dan membelakangi Davin, dan Davin pun melakukan hal yang sama, mereka nampak tidak bisa memejamkan mata satu sama lain.disaat Diana berbalik,Davin yang sama tidak bisa memejamkan matanya melakukan yang sama, dan mereka berbalik posisi mereka berhadapan satu sama lain,
*D**eg _deg _deg*,
Suara detak jantung Davin tidak beraturan.setelah pandangangan mereka beradau Davin menjadi salah tingkah,dan untuk menghilangkan canggungnya Davin mengeluarkan suara,
"Kenapa kau belum tidur?apa tempat ini tidak nyaman ..?"Tanya Davin
"Ti..tidak Tuan,tempat ini sangat nyaman hanya saja saya belum mengantuk "Diana pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Maaf Tuan apa Tuan tidak nyaman berbagi tempat tidur dengan saya..? "Diana merasa Davin tidak suka Diana dekat-dekat dengan nya. "jika Tuan tidak nyaman saya akan tidur di sofa saja, "Ujar Diana.setelah bicara Diana pun bergegas bangun untuk pindah,namun belum menurun kan kakinya Davin menghentikan Diana..
"Tidur lah di posisi mu sekarang, saya tidak keberatan,saya hanya belum mengantuk. "jawab Davin ..
"Ada apa dengan ku,,? kenapa aku begitu gugup berdekatan dengannya..lagi kenapa dengan jantungku? tidak seperti biasanya jantungku seperti ini..setelah kembali aku harus memeriksa nya, "gumam Davin..
__ADS_1
"Baik kalau begitu Tuan,Diana pun kembali merebahkan tubuhnya lalu membalikan tubuhnya membelakangi Davin..
Davin yang tidak kunjung mengantuk bergegas turun dari atas tempat tidur, Ia berjalan menuju balkon setelah meninggalkan kamar memilih pergi ke balkon.,Davin mengingat-ngingat ucapan orang tuanya sebelum berangkat kemarin ..
......**flasback**.....
"Vin ingat ya, jangan terlalu dingin terhadap Diana perlakukan dia dengan baik,Diana wanita yang baik,Diana sudah cukup menderita selama ini,dia sudah kehilangan masa remajanya hanya untuk menghidupi keluarganya, Ayahnya yang telah lama sakit-sakitan membuatnya membutuhkan banyak uang untuk berobat, sehingga dia yang harus banting tulang untuk keluarganya,
"Dulu mama melihat sendiri perjuangannya,mama bangga melihatnya yang selalu semangat, dia begitu menyayangi keluarganya apa lagi adiknya, dia juga membiyayai adiknya sekolah,,makanya mama menyukainya, kalau dia bisa sebegitu menyayangi keluarganya tidak menutup kemungkinan bisa menyayangi kamu dengan tuluskan.?.
"Tidak seperti wanita-wanita di luaran sana,yang hanya ingin menmanfaatkan keadadaan kamu saja..bahkan Diana rela menanggung semuanya seperti pernikahan ini,dia tidak mengenal mu dia tidak tau kamu buruk atau tidak,demi Ayahnya dia rela melepas masa depannya untuk kesembuhan Ayah ..mamah yakin nak dia wanita yang baik,dia wanita yang akan menemani masa tua mu kelak..bukalah sedikit hati mu untuk Diana,jangan terlalu dingin,dan lupakan masa lalu kamu itu yang tidak harus kamu ingat-ingat terus, "Petuah Nyonya Jasmine..
......**feedback**......
"Huhh...
Davin menghembuskan nafasnya.. lalu masuk kembali kedalam kamar, sudah melihat Diana terlelap, Davin langsung mendekat kan diri pada Diana dan lagi lagi, suara jantung Davin berdetak tak karuan ,
"Ada apa dengan jantung ku ? kenapa selalu seperti ini, aku benar-benar harus memeriksanya "Batin Davin..
Davin kembali memandang wajah Diana.
"Dia tidak teralalu buruk.." Davin kembali bergumam dengan menyunggingkan senyumannya..
.
.
.
.
.
.
.
.
***BESAMBUNG..
JANGAN LUPA DUKUNG AKU YA
DENGAN LIKE
SEMANGATIN AKU DENGAN KOMEN
JANGAN LUPA VOTE NYA***..
__ADS_1