TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Davin pulang


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yg cukup melelah kan, akhirnya Davin sampai di bandara, Mang Maman yg menjemputnya sudah berada di perantaran pintu keluar menunggu majikannya setelah menunggu 30 menit, akhirnya tiba..


"Tuan sudah sampai.."Sapa Mang Maman sopan. silahkan " mang maman mempersilahkan Tuannya untuk masuk ke dalam kendaran setelah membukakan pintu belakang kemudi,


Di dalam mobil.


"Apa Diana pergi berkerja? "tanya Davin tiba_tiba pada sopirnya tersebut..


"Iya Tuan, Nona Diana berangkat pagi pukul delapan tadi.."jawab Mang Maman sopan.


"Jam berapa dia kembali? "tanyanya lagi.


"Biasanya Nona Diana akan kembali pukul lima sore, atau kurang dari jam lima jika tidak macet..


"Berangkat menggunakan apa Diana?


"Nona berangkat dengan menaiki ojol, pulang menggunakan angkutan umum, Nona


Diana tidak ingin di antar atau di jemput oleh saya.."jelas mang maman


"Ck..Wanita itu selalu saja berbuat sesuka hati.


.


.


.


.


.


.


.Kediaman Anggara..


Setelah sampai Davin langsung masuk ke dalam, dan melanjut kan langkahnya menaiki anak tangga, lalu masuk ke dalam kamarnya, Davin langsung merebah kan tubuh di atas tempat tidur.. Davin memandang isi kamarnya, Davin mengingat hal_hal yg pernah di lakukannya dengan Diana,


"Huh..Apa aku harus meminta maaf pada nya? "gumam Davin merindukan Diana..


Setelah perperang dengan pikirannya Davin pun tertidur...


Tepat pukul 5 sore Diana sampai kediamannya, Diana duduk di sofa ruang tamu, tidak langsung naik ke atas Diana memilih menselonjor kan kakinya di atas sofa. "Aku sangat lelah hari ini, "ucapnya pelan, lalu merebah kan tubuh di atas sofa,


Diana langsung terlelap tidur..


Pukul 7 malam Davin turun ke bawah hendak makan malam, namun Davin melihat pemandangan yg satu minggu ini ia rindu kan.


"Apa dia baru kembali, "gumam Davin..


"Tuan mau makan sekarang, "tanya Bik Sum mengejutkan Davin dari lamunannya memandang Diana..


"Apa Diana baru kembali ? "tanya Davin


"Nona sudah kembali dari pukul 5 sore Tuan,


Davin menaikan satu alis sebelah kanannya, " Apa Dia tertidur dari semenjak tiba di rumah? tanyanya lagi..

__ADS_1


"Benar Tuan, sepertinya Nona Diana sangat kelelahan, "jawab Bik Sum..


"Bangunkan Dia, suruh menyusulku ke meja makan, Sebelum melanjutkan langkahnya Davin memandang Diana dari kejauhan,


"Ada yg berbeda dengannya, Dia terlihat kurus, Apa dia sakit selama ini? "gumam Davin.


"Non...Non Diana, Bik Sum menepuk punggung tangan Diana pelan agar Diana terbangun..


"Eh...Bik, Diana mengerjap_ngerjapkan matanya, terbangun, "Aku ketiduran "ucapnya pelan sambil memijat kepalanya, yg sedikit terasa pusing..


"Non.. Tuan Davin menunggu Non di meja makan, Ayo Non bangun, temui Tuan Davin, "ucap Bik Sum tersenyum..


"Apa,? Davin sudah kembali Bik? kapan?


"Tuan Davin kembali tadi siang Non, Sudah temui sana , Sepertinya Susana hati Tuan lagi baik Non..Ayo Non bangun.


"Bibik tidak lagi bercanda kan pada ku?


"Apa Bibik seberani itu mempermainkan Noon. "jawabnya tersenyum..


"Ya sudah aku temui Davin dulu,


Diana pun bangun dan berjalan menuju meja makan..


"Khem "Diana berdehem ketika sampai di ruang makan tersebut.


"Tu.eh .Dav Kamu sudah kembali. "Sapa Diana terbata..


Davin melihat ke arah Diana


"Heemm...Duduk "perintah Davin..


Davin yg melihat Diana duduk, terus memandang Diana, yg terlihat kurus dan pucat, ada rasa sakit di hati Davin melihat keadaan Diana saat ini.. "Apa kamu sedang sakit,? "tanya Davin khawatir namun tetap terlihat dingin..


"Tidak.. Saya baik_baik saja. "Jawabnya bohong dan sedikit tersenyum pada Davin..


"Huuh Davin membuang nafasnya pelan,, Davin tidak percaya dengan ucapan Diana.


"Kau terlihat jelas sedang tidak baik_baik saja, wajah mu terlihat pucat dan kurus.gumam Davin.


"Temani Aku makan, "Davin mengajak Diana untuk makan bersama.


Diana mendongkak kan kepalanya menghadap Davin..Diana belum begitu percaya akan ucapan Davin..


"Kenapa kau masih saja Diam, " Aku sudah sangat lapar, "ucapnya dingin..


"Ah iya.." Diana langsung melayani Davin, setelah melayani Davin," Diana kembali duduk.


Davin mengerutkan keningnya,,


"Apa kau hanya akan melihat ku makan, "ucap Davin yg melihat Diana, hanya duduk tanpa mengisi piringnya,


"Saya belum lapar, kamu makan saja, "jawabnya pelan.


Davin mendorong piringnya ke depan Diana,


"makanlah, kau terlihat kurus seperti tidak pernah makan, "ujarnya lalu mengambil piring kosong untuk mengisi nasi.

__ADS_1


"Tidak.. "tolak Diana mengembalikan piring berisi nasi dan lauk pauk tersebut, "Ini untuk mu, Saya akan mengambilnya sendiri,


Diana pun mengambil alih piring kosong yg di pegang oleh Davin, dan mengisi piringnya dengan sedikit nasi dan sayur..


"Apa itu.."ucap Davin melihat nasi yg berada dalam piring Diana, nasi dengan porsi sangat sedikit..


"Kebetulan saya lagi diet Dav, "tutur Diana bohong.


Davin menaikan satu alisnya." Diet kau sudah terlihat kurus masih melakukan Diet? ulanhnya tak percaya.


"Sudah makan lah tadi kau bilang sangat lapar bukan, "ujar Diana yg ingin mengakhiri pertanyaan_pertanyaan Davin..


Setelah selesai makan, Diana bangun hendak membereskan meja namun suara hanphone di saku celananya menghentikan aktivitasnya, Diana merogoh hanphonenya yg berada di saku celana jinsnya...


"Rita.. "gumam Diana. Diana beralih memandang Davin yg sedang melihat ke arahnya.


Diana pun mengangkat telephone tersebut,


"Halo Rit, Ada Apa? "tanya Diana setelah menerima sambungan dari sahabatnya tersebut.


"Di, gimana kabar kamu? setelah kejadian waktu itu kamu terlihat menjauhi ku dan Rina, apa suami mu masih marah pada mu? "tanya Rita di sebrang sana..


Diana melihat ke arah Davin sebelum menjawab pertanyaan Rita,,


Diana menutup Sepeker hanphonenya lalu melihat ke arah Davin..


"Dav saya permisi, saya mau mandi dulu "ucapnya lalu meninggalkan Davin.. tanpa menunggu jawaban darinya..


"Cih dia lebih mementingkan panggilan telephone ketimbang aku, Apa dia sudah benar_benar tidak perduli lagi dengan ku, "gumam Davin kesal.


"Rit.. ucap Diana setelah meninggalkan Davin.. "Rit Aku hanya sedang sibuk saja, sekarang aku berkerja di sebuah restouran menjadi pelayan, "ujar Diana..


"Apa pelayan? Di, apa aku tidak salah dengar? "tanya Rita terkejut dengan penuturan Diana


"Tidak Rit, aku bosan di rumah terus jadi aku berijin pada suami ku untuk berkerja lagi.


"Di, kamu tidak sedang berbohongkan pada ku? apa kamu masih berselisih paham dengan suami mu? apa suami mu sekarang tidak memberi mu uang? apa Dia tidak perduli lagi pada mu?, Rita membrondong pertanyaan untuk Diana


"Hey apa yg kau katakan, aku baik_baik saja, aku hanya bosan di rumah sebesar ini , hanya duduk, makan, tidur, dan menonton setiap hari makanya aku memutuskan untuk kerja lagi..


"Maafin Aku Di, aku hanya takut kamu masih berseselisih paham dengan suami mu..aku merasa menjadi teman yg kejam saat ini, telah membuat mu dan suami mu bertengkar, ujar Rita yg terdengar merasa bersalah,


"Sudah lah itu sudah berlalu, Aku akan jadikan itu pelajaran untuk ku.. Oiya gimana kabar mu dan Rina? maaf ya belakangan ini aku tak menghubungi kalian,


"Tidak masalah Di aku ngerti kok, kabar aku dan Rina baik, Di udah dulu ya aku mau melanjutkan pekerjaan ku lagi, aku masih kerja nih..


"Oh yaudah lanjut deh sana, Byeee


Setelah panggilan berakhir Diana duduk di tepi ranjang.. ya tuhan kenapa dada ku terasa sesak begini, Diana memegangi dadanya yg terasa sesak,


Diana mengambil obat yg telah di resepkan oleh dokter Rendy tempo hari lalu meminum nya..


Davin ter lihat mondar mandir di depan pintu kamar Diana, "Apa aku harus mengetuk pintunya, kenapa dia tidak keluar lagi , "gumam Davin


Davin pun masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.,Kreekk suara pintu. Davin nampak mengedarkan penglihatannya.. Davin melihat Diana meringkuk di atas tempat tidur tangan sebelah kiri masih memegang bagian dadanya, Davin mendekat ke arah Diana..


"Ya tuhan apa aku telah menyiksanya, kenapa dia terlihat sangat kurus? Apa dia sakit selama ini, ? "gumam Davin

__ADS_1


Lalu Davin membelai pelan rambut Diana, "Maaf kan kata_kata ku bila membuat mu terluka, Aku hanya tak ingin ada orang lain yg menyentuh mu selain aku, "ujarnya pelan,


Davin, menyelimuti tubuh istrinya yg sekarang jauh dari kata baik itu,, karna tubuhnya yg begitu kurus..Davin kembali membelai Rambut Diana, Cup Davin mencium kening Diana, "Tidur lah kau pasti lelah seharian berkerja "ujarnya pelan....


__ADS_2