TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Tuan berkaos biru..


__ADS_3

"Dit, No, thank untuk ini, Diana sangat menyukainya, " Davin berterimakasi pada Vino dan Radit, karna Radit dan Vino telah membawakan makanan keinginan Diana, yg langsung di belinya dari Bali oleh Radit dan Vino, setelah mengandung tingkat nafsu makan Diana meningkat, dan selalu meminta yg aneh - aneh membuat Davin kadang merasa frustasi..


"Kau harus bersyukur Vin, di kehamilan Diana ini tidak susah makan, karna yg aku tahu hamil itu sangat menyulitkan apalagi berberapa hari yg lalu aku melihat sinetron ntalah apa judulnya, Kau tau,? biasanya ibu hamil susah untuk makan, suka muntah - muntah, terus badannya kurus dan kau tau lebih parahnya lagi dia membenci suaminya, dia tidak ingin melihat suaminya, karna dia bilang jika melihat suaminya membuat dia menjadi mual dan pusing.."Ujar Radit jiwa gosipnya keluar setelah melihat sinetron yg dilihatnya bersama tantenya..


Vino mengerutkan dahinya merasa ilfil dengan yg di ceritakan sahabatnya tersebut bagaimana bisa Radit sang pembisnis bisa menceritakan periahal sinetron, "Sepertinya kau sangat menyukai sinetron ibu - ibu, hingga dengan fasih dan rinci menceritakanya, "Ejek Vino..


"Aku tak berkutik jika sedang di rumah, tante Amel selalu memaksa ku agar menemaninya untuk menonton sinetron "Jawab Radit mengingat kembali jika sedang menonton bersama tantenya begitu heboh..di saat adegan menyedihkan tantenya akan menangis hingga tersedu -sedu.,hingga menghabiskan banyak tisue disaat adegan jahat dirinya akan menjadi target tantenya untuk melampiaskan kekesalan karna adegan tersebut membuat dirinya kesal.. ..


"Apa Tante Amel selalu menjambak rambutmu jika sedang ada adegan kesal ? "Tanya Davin dengan senyuman mengejek


"Darimana kau tau?


"Heyy..kau baru saja menceritakan jika ada adegan kesal kau akan menjadi target kekesalan tante Amel, "pangkas Vino.


"Dit, apa yg kau ceritakan tadi itu benar? "tanya Davin yg tertarik mendengar cerita sinetron yg di ceritakan oleh sahabatnya barusan.


"Yg mana?


"yg istri tidak mau dekat - dekat dengan suaminya disaat hamil? karna kau tau Diana kadang - kadang juga mengusir ku dari kamar. dia mengatakan jika aku membuat moodnya hilang "jawab Davin serius..


"Apa sinetron itu menceritakan tentang penawar agar istri bisa sembuh dari ngidam seperti itu? "Tanya Davin serius..


"Eumm...Sepertinya ada, tapi aku tak melihat sampai selesai, karna pas adegan istrinya mengusir suaminya dari kamar, aku mendapat telphone waktu itu, "Jawab Radit mengingat -ngingat kembali cerita yg di tontonnya..


"Apa kau mengingat judul sinetron itu,? katakan pada ku apa judul dari sinetron itu? "Tanya Davin antusias.


"Ah soal judul aku tak mengingat, tapi kau bisa tanyakan pada tante Amel, karna dia selalu mengingat judul - judul sinetron kesukaannya.."


"Aku akan menemui tante Amel nanti di waktu senggang. "Jawab Davin senang,


"Jika aku tau penawar wanita ngidam yg tidak ingin di dekati suaminya, Diana tidak akan marah lagi terhadapku, belakangan ini dia selalu mengusirku dari kamar, "gumam Davin frustasi di buat Diana..


Vino yg sedari tadi mendengar kedua sahabatnya membicarakan periahal sinetron hanya bisa memijat keningnya bingung. "Vin sejak kapan kau percaya dengan cerita - cerita sinetron , "Tanya Vino yg sudah pusing mendengar cerita Radit perihal sinetron..


"Sejak sekarang..., aku akan menonton sinetron itu, karna di dalam cerita itu mengandung hal kemiripan dengan yg Diana alami, aku akan menontonnya mulai dari sekarng "Ujar Davin penuh dengan kepercayaan..


Vino hanya menggelengkan kepalnya mendengar ucapan Davin, Vino seperti tidak mengenal sosok Davin yg selama ini menjadi sahabatnya, bagaimana bisa pria dingin selalu angkuh, bisa memiliki sifat seperti ini,


"Diana benar - benar telah merubah sifat angkuh dan dinginnya menjadi lebih humoris aku memang tidak pernah salah pernah mencintai wanita seperti Diana, "Gumam Vino mengingat kembali persaannya dulu pada Diana..


"Selamat malam, "Sapa Rita dan Rina berbarengan..saat memasuki ruangan yg sedang di pakai berkumpul oleh Davin Radit dan Vino..


"Eh...Rina terkejut saat melihat dua sahabat Davin yg ada di sebelahnya,


Radit mengerutkan dahinya takala mengingat wajah Rina yg pernah di tolongnya saat di Cafe tempo itu,


"Nona Rita, Nona Rina..selamat malam juga "Jawab Davin..


"Maaf mengganggu waktu anda Tuan, apa Diananya Ada Tuan? "tanya Rina namun matanya fokus pada Radit laki - laki yg pernah menolongnya,


"Dia pria yg dulu pernah menolongku, ah ia aku berhutang padanya, tuhan aku tahu kau maha baik, tapi tidakah kau biarkan aku sedikit lebih lama untuk memegang uang yg kudapat tadi siang. aku baru mendapatkannya tadi siang, bahkan aku belum puas untuk memegangnya, tapi kenapa harus bertemu dengan pria ini sekarang "Batin Rina menangis akan melepaskan sebagian gajihnya yg tadi siang di terimnya untuk membayar hutang pada pria yg sekarang ada di hadapanya..


"Ada sedang di ruang keluarga, kalian bisa menghampirinya disana, silahkan"Jawab Davin mempersilahkan kedua sahabat istrinya..


"Baik Tuan Terimakasih, "Jawab Rina dan Rita berbarengan..


"Selamat malam Tuan Muda, Tuan Radit dan Tuan Vino, "Ujar Bobby menyapa Davin dan kedua sahabatnya..


"Malam Bob, kau berada disini juga? "Tanya Davin sedikit bingung..


"Iya Tuan, Saya membawa berkas yg tadi belum anda periksa, dan sekalian mengantar Rita yg ingin menemui Nona Muda, "jawab Bobby..

__ADS_1


"Malam juga Bob, bagaimana keadaan mu? aku dengar baru - baru ini kau di rawat di rumah sakit? "Sapa balik Vino..


"Iya Tuan Vino, kemaren ada masalah sedikit hingga menyebabkan harus di rawat, "Jawab Bobby,


"Kemarilah Bob, ayo bergambung dengan kami, "Ajak Radit,


"Terimakasih Tuan, saya akan menunggu di depan saja, "Tolaknya sopan..


"Bob, bergabunglah disini, kita akan membicarakan periahal pekerjaan dengan kedua jomblo ini, "Ujar Davin disertai ejekan..


"Apa yg kau bilang? bukan hanya kami berdua namun asisten kakumu juga jomblo" jawab Vino percaya diri..


Davin tersenyum, "Siapa bilang Bobby jomblo, memang kau, ejek Davin "Bobby pria sejati, pria gentleman, tidak perlu pacaran dia langsung melamar, Satu minggu lagi Bobby akan menikah" Jawab Davin di iringi dengan cibiran untuk sahabatnya..


"Bob, apa kau serius akan menikah satu minggu lagi? "tanya Vino tak percaya


"Benar Tuan Vino, saya akan menikah satu minggu lagi, jika Tuan Vino dan Tuan Radit berkenan bisa hadir di pesta nanti, itu sewatu kehormatan untuk saya. "jawab Bobby


"Tentu saja Bob, kami pasti akan hadir, bicara soal pernikahan, siapa wanita yg akan menikah dengan mu? "tanya Vino penasaran,


"Teman Diana yg akan menikah dengannya, "Kini Davin yg menjawab.


"Wahh...Apa Dia cantik seperti Diana "Tanya Vino keceplosan..yg mendapat lirikan tajam dari Davin dan Radit..


"Ah maksudku, dia pasti wanita yg baik seperti Diana, "Ralat Vino mengerti akan tatapan kedua sahabatnya..


"Ha...ha....ha..


Suara tawa terdengar menggema di ruangan keluarga yg saat ini menjadi tempat berkumpul tiga sahabat Diana Rita dan Rina..


Suara heboh itu tedengar begitu keras ke ruang tamu yg sedang di tempati oleh Davin Vino Radit dan Bobby..


"Haii kenapa para wanita tidak bisa mengecilkan suaranya saat bersama "Ujar Radit terganggu..


"Iya aku menyukai dia seperti itu, dia akan terlihat manis dan menggemaskan jika sedang tertawa seperti itu "Puji Davin


"Cih..kau terlalu berlebihan."Cibir Radit..


"Kau akan tau rasanya seperti apa kebahagiaan kita, jika melihat pasangan kita tersenyum, jika kau mempunyai kekasih kau akan tau, maka carilah wanita dan menikalah nanti kau akan mengerti arti kebahagian "jawab Davin


Radit tersenyum masam, mendengar kata - kata Davin, "Aku tidak akan pernah menikah lagi, aku tak berniat untuk menikah "Jawab Radit tak perduli


Setelah menghabiskan dua jam untuk mengobrol Rita dan Rina pun berpamitan untuk pulang pada Diana. berbarengan dengan Vino dan Radit yg sama - sama berpamitan juga pada Davin..


"Ok Vin, kita balik dulu, "Pamit Radit


"Ok siip, hati - hati.."jawab Davin..


"Tuan berkaos biru, "Teriak Rina pada Radit, yg hendak masuk kedalam mobilnya, seketika mendapat perhatian semua orang.


"He ..he


Rina tersenyum malu melihat semua orang memandangnya, "Tuan apa saya boleh meminta waktu anda sebentar "Tanya Rina.


"Ada apa? "jawab Radit dingin..


"Eum....Saya ingin mengembalikan Ini..."Rina menyodorkan satu buah amplop berwarna coklat kepada Radit,


Radit menaikan satu alisnya bingung.."Apa ini? "tanyanya bingung..


"Ini uang yg anda pinjamkan pada saya waktu itu, "jawab Rina

__ADS_1


"Tidak perlu, saya sudah katakan waktu itu, anda tidak perlu membayarnya,


"Tidak Tuan, saya tidak ingin memiliki hutang apapun pada siapa pun, " Ujar Rina


"Saya tidak menghutangkan pada siapa pun, jika itu terjadi pada orang lain saya pun akan melakukan hal yg sama.."Jawab Radit pergi meninggalkan Rina begitu saja, lalu masuk kedalam mobilnya


"Cih dia begitu sombong, "grutu Rina


"Rin. apa kau mengenal Radit? "tanya Diana saat mobil Radit terlihat bergerak akan keluar


"Tidak, hanya saja dia pernah menolongku sewaktu di cafe, "Jawa Rina


"Menolong? apa yg terjadi? apa ada orang yg ingin menyakitimu? "Tanya Diana cemas..


"Tidak, hanya seorang pria berengsek yg sengaja mencari keuntungan, "


"Itu apa yg kau ingin berikan pada Radit,? "tanya Diana melihat amplop yg di tolak Radit barusan..


"Ini uang yg di berikan pria sombong tadi pada pria brengsek yg menggangguku waktu itu, aku berniat mengembalikannya, namun dia terlihat begitu sombong.menolak uang ini, "jawab Rina kesal..


"Ooh..."Ujar Diana mengerti..


"Ya sudah kami pamit ya, selalu jaga kesehatan mu, nanti jika aku libur aku akan berkunjung lagi kesini, "Ujar Rina berpamitan.


"Tentu, dan ingat lusa kita akan mencari hadiah untuk Rita, "Bisik Diana pada Rina..


"Ok, Ok, "Jawab Rina mangguk - mangguk..


"Haii..apa yg kalian bisikan, " tanya Rita pada kedua sahabatnya.


"Tidak, Rina hanya membicarakan pria dingin tadi, Rina bilang pria tadi itu dingin tapi sangat tampan, "Jawab Diana Bobong yg membuat mata Rina membola seketika..


"Benarkah...Ucap Rita antusias, "Akhirnya kau bisa melihat dan membandingan pria tampan" Ucapnya mempercayai kata - kata Diana..


"Kau, Ucap Rina kesal.."Aku tak ingin berbisik lagi dengan mu, "Ujar Rina terlihat jelas kekesalannya pada Diana, namun Diana tak mempermasalahkannya Diana malah tersenyum melihat tingkah sahabatnya tersebut,


Setelah perdebatan kecil Rita dan Rina pun berpamitan Pada Diana dan Davin,


.


.


.


.Di tempat lain,


"Apa kau harus sedingin itu pada wanita tadi,? aku lihat dia cantik juga, apa kau tidak tertarik padanya? "tanya Vino menaikan bibir atasnya tersenyum menggoda Radit..


"Mengemudilah dengan baik, "Ujar Radit tak berniat untuk menjawab pertanyaan sahabatnya tersebut..


"Ah baiklah, Ok fix kau mememang tidak tertarik pada wanita, tapi jangan pernah perpikir untuk meliriku, aku sudah memiliki calon kekasih dan calon kekasih ku adalah seorang wanita cantik, "Ujar Vino menggoda kembali..


"Aku akan berpikir seribu kali untuk jatuh cinta pada pria sepertimu, jawab Radit kesal karna Vino menggodanya terus.


.


.


.


.Haiii semuanya.

__ADS_1


Terimakasih para Readers yg sudah menyempatkan waktunya untuk membaca dan menyukai cerita aku, jujur tulisannya masih berantakan banget, tapi harap di maklum ya, ini karya pertama aku, kedepannya insyallah akan aku perbaiki lagi..terimakasih juga pada sahabat - sahabat author yg selalu hadir memberi semangat untuk aku, krisan - krisan kalian begitu bemanfaat buat aku, terimakasih untuk semuanya, dengan like komen dan vote kalian membuat aku selalu semangat untuk menulis..TERIMAKASIH🤗🤗


__ADS_2