
Tak berapa lama Diana sampai di ruangan sang Ayah,dengan senyuman yang paksa Diana menghampiri keluarganya,tanpa sengaja matanya melihat sosok wanita yang saat ini ingin sekali ia hindari.
"Nyo-Nyonya, apa kabar? "Sapa Diana gugup
"Halo Diana..kabar saya baik,
"Saya datang kesini untuk menagih janji mu tempo hari, Apa kamu masih ingat? "Tanya Nyonya Jasmine, to the point"
Deg..
"I-itu..Sambil melirik ke arah Ayah dan Ibunya Diana berkata.."Eumm Nyonya apa kita bisa bicarakan ini di tempat lain,? kita bisa cari tempat yang nyaman. "Ajak Diana
"Ide bagus , Baiklah mari kita cari tempat yang nyaman. "jawab Nyonya Jasmine.
.
.
.
...........Caffe..........
Diana dan Nyonya Jasmine pun tiba di Caffe yg tak jauh dari rumah sakit tersebut.setelah duduk mereka pun langsung memesan minuman, Setelah memesan minuman Nyonya Jasmine langsung bertanya.."Apa keputusan mu Diana? "Tanya Nyonya Jasmine
Deg
Saat ini tangan kaki Diana gemetar dan berkeringat, Tiba-tiba lidahnya menjadi kelu.
"Ya tuhan yakinkan aku dalam segala hal, "Batin Diana.
"Nyonya..."Diana sejenak diam dan tak lama bersuara kembali, " maaf Nyonya, Apa yang tempo hari Nyonya katakan itu-?
belum selesai Diana bicara Nyonya Jasmine sudah menyelanya.
"Saya bukan pengingkar janji. "potong Nyonya Jasmine, "Saya akan pastikan Ayah mu akan mendapatkan perawatan yang terbaik, dan Adik mu akan mendapatkan pendidikan yang bagus, dan keluarga mu akan mendapat kelayakan hidup, saya pastikan itu," jawab nyonya jasmine serius.
"Ba-baiklah kalau begitu Nyonya, Saya bersedia menikah dengan Tuan Muda.. "tanpa pikir panjang lagi Diana menerimanya..
nyonya jasmine tersenyum "Ok, kamu sudah pikirkan semuanya dengan matang-matang bukan? jawabamu ada lah keputusamu "Nyonya Jasmine kembali mengulas senyum di bibirnya.
"Su-sudah, Saya sudah pikirkan ini matang- matang, nyonya. "jawab Diana
"Harus kamu tau, saya sangat menyayangi putra saya, dan saya mau kamu melayani dan menyayanginya dengan tulus, dan saya tidak mau mendengar kamu meninggalkan anak saya, apa pun alasannya, selain saya sendiri yang memintanya. kamu paham?
"Sayang cih.. jika sayang kenapa harus di jodohkan pada ku. kenapa tidak mencari wanita di luaran sana yang se kasta dengan keluarga kalian .dan tidak harus memaksa ku untuk menikahi anaknya yang mungkin saja aneh itu. dasar orang kaya.."gumam Diana
"Kamu tidak usah berpikir kalau saya tidak bisa mencarikan wanita yang lebih hebat atau lebih cantik dari durimu, saya punya penilaian sendiri terhadap orang lain, " Ujar Nyonya Jasmine yg dapat mengira jika saat ini Diana sedang berkelana memikirkan hal yg dapat nyonya jasmine tebak. dan itu mampu membunyarkan lamunan Diana
"A -Apa? apa Nyonya Jasmine memiliki mata batin? kenapa dia bisa menebak pikiran ku ? atau Nyonya Jasmine seorang peramal,? kenapa dia bisa tau apa yang aku pikirkan. ."Diana pun reflek menggidikan tubuhnya.
"Putra ku akan tiba satu minggu lagi, "lanjut Nyonya Jasmine yg membuat Diana menoleh seketika,
"Dan pernikahan kalian akan di langsukan sepuluh hari lagi, jadi bersiap-siap lah..
kita akan bahas ini lagi nanti, saat ini Saya harus pergi karena masih banyak yg harus saya urus. Ujar Nyonya Jasmine
"Baik Nyonya tarima kasih, hati-hati di jalan, "jawab Diana sopan.
Nyonya Jasmine pun pergi dari Caffe tersebut setelah menyelsaikan pembayaran di kasir,
Setelah kepergian Nyonya Jasmine, Diana juga beranjak pergi meninggalkan Caffe tersebut dan kembali ke Rumah sakit
"Nak, "Panggil bu mina
" Iya Bu..
"Apa yg kamu bicarakan Nak dengan Nyonya Jasmine ? "Tanya Bu Mina penasaran
__ADS_1
"Dian dan Nyonya Jasmine membahas yg tempo hari Bu, Bu, Diana memegang tangan Bu Mina, Bu Dian mau menikah dengan Tuan Muda, Dian rasa Tuan Muda orang yg baik, Dian meminta restu Ayah sama Ibu, "Ucap Diana tenang,
"Nak, Dengarkan Ibu..jangan mengambil keputusan dengan terburu-buru karena hal yang terburu-buru tidak lah baik, "Bu Mina memberi saran pada putrinya
"Bu, Dian yakin ini yg terbaik, Dian yakin tuhan mengirim Nyonya Jasmine untuk kita, untuk kebaikan kita, selama ini Nyonya Jasmine selalu membantu kita, Dian yakin Nyonya Jasmine orang yg di kirim tuhan untuk kita,Tadi Dian bicara dengan Nyonya Jasmine beliau berkata, sepuluh hari lagi Dian akan menikah dengan Tuan Muda,
"Apa, sepuluh hari? apa itu tidak terlalu terburu-buru Nak? apa kamu yakin dengan semua ini.? "Tanya Bu Mina ragu.
Dengan senyuman paksa Diana berkata, "Dian yakin Bu..Ibu tenang aja Dian sudah siap, lagi pula Dian udah pikirkan ini matang-matang, Ibu hanya harus menjaga kesehatan dan Do'a kan Dian agar selalu bahagia. ,
"Tapi Nak-
"Ibu percaya sama Dian ya. "potong Diana, lalu kemudian Diana pun menghambur ke pelukan sang Ibu untuk mencari kenyamanan dan meredakan rasa perih di ulu hatinya..
.
.
.
.
............Kediaman Anggara...........
Tutt- tut-tut
Nyonya Jasmine menghubungi putranya.
"Halo mah apa kabar?..."Sapa Davin di sebrang sana
"Halo sayang, kabar mama baik, kamu sendiri bagaimana?"Jawab Nyonya Jasmine pada putranya,
"Papa juga sehat sayang, Bahkan saat ini mama sama papa sedang bahagi, "Ujar Nyonya Jasmine.
"Vin kamu jadi kan pulang minggu depan? Mama sudah dapat calon istri untuk mu. "Dengan antusias Nyonya Jasmine berkata.
"Apa Calon istri? "ulangnya, "why mah? mah aku bisa cari sendiri, kenapa mama harus mencarikan aku calon istri segala? aku bisa mencarinya sendiri Mah, "Jawab Davin kesal.
"Apa kamu lupa sayang? kamu sendiri yang mengatakan, jika kamu tidak dapat membawa Calon mantu untuk mama dalam waktu satu bulan, mama yang akan mencarikannya untuk mu, .dan wanita seperti apapun kamu akan menerimanya..
.
.
.
.
.
.........*F**lashback*............
"Kapan kamu akan bawa mantu buat mama Vin? ingat Vin usia kamu sudah tidak muda lagi. mau menunggu sampai kapan lagi kamu? mama ingin cepat punya cucu mama juga ingin liat kamu bahagia, Mama gak mau ya kamu mengingat-ngingat wanita itu terus, "Ucap Nyonya Jasmine sedih,
"Mah, Davin sibuk. lagian juga Davin belum kepikiran kesana, Davin masih ingin sendiri."
"Kamu bohong kan, sama mama ? kamu masih mengharapkan wanita itu kan?
"Mama itu apaan sih, Davin sudah melupakannya mah bahkan saat ini Davin gak akan mau kenal lagi dengan dia, "jawabnya meyakinkan sang Mama.
"Tapi mama ingin cepat melihat kamu menikah Vin, mama udah tua, mama takut sebelum melihat kamu menikah mama sudah tiada, dengan wajah sedihnya Nyonya Jasmine Bicara.
"Mama ini bicara apa sih, jangan bicara seperti itu, itu membuat Davin takut,
__ADS_1
mama jangan sedih lagi, Davin janji akan segera mengenalkan Calon mantu buat mama. sekarang mama senyum, Mama jangan sedih lagi ya, Davin langsung memeluk sang Mama,
"Tapi kapan Vin?
"Satu bulan, jika Davin tidak bisa membawa wanita yang Davin inginkan dalam waktu satu bulan, maka mama yang akan mencarikannya untuk Davin "jawabnya tanpa ragu menyakinkan mamanya,
"Kamu seriuskan sayang? .wahh Mama bahagia sekali mendengarnya. Mama senang sebentar lagi mama punya mantu "dengan wajah bahagia Nyonya Jasmine tersenyum..
..............flashback end..............
"Oh shitt..kenapa aku melupakan itu...gumam Davin..
"Baiklah mah nanti kita bicarakan lagi saat Davin sampai indonesia. Davin tutup dulu ya, "tanpa menunggu jawaban dari sang mama Davin langsung memutuskan sambungan telephonenya..
.
.
.
.
.
..........Rumah Sakit.........
"Bu..Ada yang ingin Dian bicarakan dengan Ibu, mari kita bicara di luar. "Ajak Diana pada Bu Mina.
Setelah duduk di ruang tunggu Diana memulai percakapan ."Bu sebenarnya Dian sudah tidak bekerja lagi di Caffe.."Diana diam sejenak, kemudian kembali melanjutkan ucapannya. "Dian di pecat Bu,
"Apa, di pecat? kenapa Nak? apa yang kamu lakukan sampai kamu di pecat? kamu tidak melakukan hal-hal yang aneh-aneh kan, Nak? "Tanya Bu Mina cemas.
"Bu- Ibu tenang, Dian tidak melakukan hal-hal yang aneh-aneh kok Bu.. hanya saja di caffe ada penguranga kariawan "Ujar Diana berdusta.."Dian salah satu orang yang kena PHK, tapi Dian janji kok akan segera mendapatkan pekerjaan baru lagi,.dengan senyuman Diana meyakinka sang Ibu..
"Dan ini sisa gajih Dian, Ibu pegang ya buat menebus obat Ayah..
"Tidak Nak, kamu pegang saja uang ini, lagian semua pembayaran di rumah sakit sudah di bayarkan oleh Nyonya Jasmine,
Kamu pegang saja uang itu, Ibu masih punya, nanti jika ibu sudah tidak punya lagi, Ibu akan memintannya pada mu, "tolak Bu Mina.
"Dian ada bu, Dian sudah mengambil untuk pegangan Dian, Ibu pegang ini.."paksa Diana
.
.
.
.
.
**Bersambung
Tinggalkan like
Beri vote
Kasi komentar
Selamat membaca**..
terimakasih🤗🤗
__ADS_1