TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Diana terharu..


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Setelah ungkapan yg di katakan oleh Rita pada Bobby. Bobby menjadi gelisah dan selalu memikirkan Rita, apalagi dengan keadaannya saat pergi penuh luka memar di wajahnya,


"Aku harus mencarinya, dia pasti sedang kesulitan saat ini "gumam Bobby


"Bob, kita sekarang ke gudang, aku ingin memberi sedikit pelajaran pada pria berengsek yg membuat mu tertidur lama, "Ajak Davin..


"Baik Tuan..


"Jod, Kau disini, urus semua yg belum selesai, sebelum kau kembali ke balikpapan." Perintah Davin pada Jody.


"Baik Tuan..


.


.


.


.


...........Gudang..........


"Bagaimana, apa luka mu sudah sembuh? "Tanya Davin pada pria yg hampir membuatnya terluka, dan membuat Bobby tak sadarkan diri hingga beberapa minggu, Saat mereka sampai di gudang yg memang di khususkan untuk para penghianat..


"Tuan..Ampuni saya, Saya terpaksa melakukan itu, Saya sangat membutuh uang waktu itu, "Ujar pria suruhan Felix..


"Kau pikir yg membutuhkan uang hanya dirimu di dunia ini hah? "Bentak Davin..


"Kau hampir melenyapkan nyawa sahabat ku, kau membuatnya tak sadarkan diri selama dua minggu, Seandainya aku datang di waktu keadaan ku marah, sudah ku pastikan kau akan membusuk di didalam tanah saat ini, "Bentak Davin marah..


Bobby yg mendengar penuturan Davin merasa tersentuh, orang yg selama ini selalu membantunya, memberikan kehidupan yg layak untuknya, dan yg selalu di segan dalam hidupnya, memperlakukannya dirinya bukan sebagai bawahan, melainkan sebagai sahabat, Bobby begitu terharu, mendengar penuturan Tuannya tersebut.


Setelah Davin selesai bicara pada pria yg telah melukainya tersebut, Bobby Langsung menendang dan mengijak wajah pria suruhan Felix tersebut, "Kau berani mengusik Tuan Muda ku.. Kau harus menerima konsekuensinya..Lalu Bobby menendang kaki sebelah kanannya hingga terlihat tak berguna membuat pria tersebut menjerit merasakan kesakitan...


"Kau ingin berjalan menggunakan hanya dengan satu kaki,? atau kau ingin tidur di rumah tak bisa berjalan sama sekali,? Sebenarnya aku ingin mengirimu ke neraka, Tapi..Tuan ku terlalu baik hingga dia memberimu satu kesempatan, "Tanya Bobby di tengah jeritan sakit yg di alami pria suruhan Felix,


"Tuan tolong ampuni saya, Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi, saya mohon ampuni saya, "Ucap pria tersrebut memohon.


"Hentikan Bob.."Ucap Davin, lebih pada perintah,


"Bawa istri dan putrinya kesini, "perintah Davin pada salah satu penjaga.


Baik Tuan, "jawab penjaga..


Tak membutuhkan waktu lama, penjaga membawa istri dan putri pria tersebut, "Tuan ini istri dan putri pria itu, "Ujar penjaga.


"Ayah..panggil balita usia tiga tahun itu memanggil ayahnya saat melihat ayahnya terkulai lemas di lantai, sedang menahan rasa sakit di kakinya..


"Nak.."ujarnya pelan..


"Bawa suamimu, pergi sejauh mungkin dari kota ini. aku tidak ingin melihatnya lagi, jika aku melihatnya dan dia melakukan hal seperti ini lagi, maka jangan salahkan aku jika aku menghabisinya di waktu yg sama, "Ujar Davin Dingin..


"Terimakasih Tuan atas kebaikan anda yg telah memberi kesempatan hidup untuk suami saya, saya berjanji, Saya akan membawanya pergi sejauh mungkin, "Ucap istri suruhan Felix..


"Terimakasih Tuan, terimakasih.."Ucap pria tersebut bersimpuh di kaki Davin, dengan menyeret tubuhnya mendekati Davin..


"Jika aku tak melihat putrimu, sudah kupastikan saat ini kau sudah mati membusuk , "Ucup Davin lalu pergi menginggalkan gudang bersama Bobby.


"Bob, Diana menanyakan keadaan Rita, Apa dia baik_baik saja,? istri ku berkata tidak bisa menghubunginya beberapa hari, apa kau tau keberadaannya? "Tanya Davin mengejutkan Bobby di tengah_tengah keheningan


Seketika Bobby menginjak pedal rem mobilnya hingga berhenti seketika, karna terkejut dengan pertanyaan Tuannya..


"Maaf Tuan membuat anda kaget, dan itu masalah Nona Rita, saya tidak bertemu dengannya sudah empat hari Tuan, "Ujar Bobby yg terlihat cemas..


"Apa kau yg membuatnya menghilang?" selidik Davin.


"Tidak Tuan, saya tidak merasa ada masalah dengan Nona Rita, "Elak Bobby.


"Cari dia, Aku tak ingin membuat istriku menjadi banyak pikiran memikirkan keberadaan sahabatnya itu, "perintah Davin.


"Baik Tuan, "jawab Bobby


.


.

__ADS_1


.


.


. ............Kediaman Anggara............


"Kau tidak perlu kembali ke kantor, segera cari dan temukan Rita, karna aku yakin istriku akan selalu bertanya, jika dia belum mendapat jawaban yg memuaskan, "Ucap Davin memerintah Bobby setelah sampai di kediamannya lalu turun dari mobil tanpa mendengar jawaban dari Bobby.


"Dav kamu sudah kembali.. tumben jam segini udah kembali,? "Tanya Diana senang melihat Davin telah kembali..


"Pekerjaan ku selesai lebih cepat, apa kau sudah makan? "Tanya Davin merangkul Diana dan mencium keningnya.


"Sudah, tapi aku ingin makan lagi, aku ingin makan sesuatu?


"Apa yg kau inginkan,?Hem..Davin menarik Diana hingga mendekat..


"Aku ingin makan batagor, tapi aku ingin makan di tempatnya, dan yg menjualnya bapak_bapak yg ada di simpang arah ke tempat kerjaan ku dulu, boleh yaa.."Ucapnya memelas..


"Davin melihat wajah memelas Diana menjadi gemes, "Baiklah, aku akan mengantarmu, tapi ada syaratnya,?


"Syarat? Apa syaratnya?


"Cium pipi ku dulu, "Ujar Davin mengarahkan pipinya pada Diana, karna selama Davin dan Diana menikah, Diana tak pernah beinisiatf menciumnya terlebih dulu , dan itu menurut Davin syarat yg berat untuk Diana, karna Diana akan merasa malu..


Tanpa menunggu lama, Diana langsung mencium, seluruh wajah Davin, hingga pemilik wajah merasa terkejut...


"Sudah, "Ucap Diana santai setelah selesai menciumi wajah suaminya,


"Lakukan itu setiap hari, "Ujar Davin Pada Istrinya..


"Apa? setiap hari,? Aku gak mau, "Ucapnya memanyunkan bibirnya..


"Harus mau, "Ujar Davin lalu mencium tepat di bibir Diana yg sedang merajuk.


"Davin Malu, jika ada yg melihat bagaimana?


"Tadi sewaktu kau mencium ku, kau tidak mengatakan itu, kau malah menikmatinya, "Ujar Davin menggoda Diana,


"DAVIN..


"Iya...Sayang. Kenapa? mau lagi?


"Hemm..sini jika kau mau lagi, "Davin menarik tangan Diana hingga berada di pelukannya..


"Aku merindukanmu, selalu merindukanmu, tetaplah berada di sampingku, walau nanti aku ada di paling terendah sekali pun, aku ingin kau tetap disampingku, "Ungkapnya memeluk Diana


Diana yg mendengar ungkapan suaminya begitu terharu., "Aku tidak akan meninggalkan mu Dav, jika bukan kau yg memintanya.Aku akan tetap bertahan disisimu, sampai tuhan yg berkata cukup, "Ujar Diana, lalu berdiri tegak memandang suaminya, Diana mengalungkan tangannya pada leher Davin,


Cup


Diana mencium tepat di bibir Davin , Davin yg mendapatkan ciuman manis dari Diana tak melepaskan begitu saja, Davin langsung memegang tengkuk Diana dan memperdalam ciumannya, hingga membuat pasokan nafas mereka masing_masing habis, mereka pun mengakhiri ciumannya,


Davin tersenyum pada Diana, "I love you, bisik Davin di telinga Diana,


Diana yg mendapat ungkapan cinta dari Davin begitu terharu, bagaimana tidak, ini kali pertama Davin mengungkapkan langsung perasaan padanya dirinya..., belum hilang rasa malunya karna telah mencium Davin di ruang tamu, Diana pun mendapat ungkapan cinta dari Davin, Diana sudah tak bisa membayangkan wajahnya saat ini,


"Kenapa kenapa diam? mau kita lanjutkan lagi di kamar, " Bisik Davin kembali, menggoda istrinya, karna terlihat jelas jika Diana saat ini menahan rasa malu,


"Dav, hentikan.aku malu" Ucapnya kesal karna Davin menggodanya terus..


"Sini_sini, tidak perlu malu, kau istriku.kau berhak atas diriku, "Ucapnya lalu memeluk kembali istrinya,


"Ya sudah, aku bersih_bersih dulu, setelah itu kita pergi mencari makanan yg kau inginkan, "Ujar Davin lalu melepas pelukannya..


"Ayo, aku siapkan pakaian untukmu, "Diana merangkul tangan Davin berjalan menuju kamar mereka..


.


.


.


.


.

__ADS_1


."Dimana tempatnya Sayang,? "Tanya Davin setelah sampai di tempat yg Diana inginkan.


"Loh Dav, biasanya disitu,? tunjuk Diana pada tempat kosong yg biasa berada di depannya., Mang Dirman biasanya jualan disitu ? tapi kenapa sekarang grobaknya tidak ada ya? " Ucap Diana..


"Sayang...bukankah itu sahabatmu yak? "Tunjuk Davin pada Rita, Davin tak sengaja melihat sahabat istrinya tersebut di kejar_kejar oleh beberapa orang,


"Mana?


"Itu loh, Sayang..


"Davin iya itu Rita. Dav, ayo turun sepertinya Rita sedang di ganggu oleh orang jahat? " Ujar Diana cemas.


"Kamu tunggu disini, biar aku yg kesana, aku takut orang_orang itu melukaimu jika kau ikut kesana,


"Ya sudah buruan, aku takut mereka menyakiti Rita, "Ujar Diana semakin cemas


Davin pun turun dan menghampiri Rita. " Nona Rita ada apa? "Tanya Davin setelah mendekat.


"Tuan, Tuan tolong Saya, mereka ingin menyakitu saya, tolong saya Tuan" Ucap Rita menangis.


"Apa yg kalian lakukan? " Tanya Davin pada tiga pria yg mengejar Rita..


"Itu bukan urusanmu..pergi jangan ikut campur urusan kami, "ujar salah satu pria tersebut.


"Dia sahabat ku, jadi aku berhak ikut campur, "Jawab Davin.


"Ayahnya menjualnya pada kami, tapi wanita tidak tau diri ini, menolak untuk ikut bersama kami. "jawab si pria yg satunya lagi.


"Kau pikir dia barang? hingga dengan mudahnya kau bilang membelinya?


"Ah persetan dengan ucapan mu, "Ucap ketiga pria itu lalu menyerang Davin, tidak membutuhkan waktu yg lama untuk Davin mengalahkan ketiga pria itu, setelah beberapa saat Davin dapat dapat melumpuhkan ke tiga pria tersebut.


Diana yg melihat tiga pria sudah tak berdaya terkulai lemas di bahu jalanan, langsung berlari menghampiri sahabatnya " Rita kau tidak apa_apakan? " Tanya Diana cemas lalu memeluk sahabatnya..


Rita hanya mengangguk.


Setelah Davin mengalahkan tiga pria itu, Davin langsung menghubungi pihak kepolisian. Setelah polisi datang dan meringkus tiga pria itu, Davin mengajak Diana dan Rita masuk kedalam mobil, dan mengajak Rita ke kediamannya..


"Bob, jemput dokter Rendy sekarang, bawa dia cepat ke rumah ku, "Ujar Davin melalui sambungan telphonenya.


"Baik Tuan, "Jawab Bobby cepat..


"Ada apa lagi dengan Nona muda? Apa Nona Muda sakit lagi? gumam Bobby bertanya_tanya.


Setelah tiga puluh menit, Bobby pun samapai di kediaman Anggara bersama dokter Rendy,


"Permisi Tu....


Bobby berhenti berucap saat matanya melihat sosok wanita yg sedang di carinya saat ini..


"Nona Rita ? kenapa dengan dirinya? "Gumam Bobby terkejut..


"Ren, periksa Nona Rita, tubuhnya banyak luka lebab bekas pukulan, "Ujar Davin menyuruh Rendy untuk memeriksanya..


Bobby masih diam membeku, melihat wanita yg beberapa hari ini mengganggu pikirannya."


"Kau sangat lamban Bob.."Ucap Davin menyadarkan Bobby dari lamunannya..


"Maafkan saya Tuan, "


Setelah selesai memeriksa Dokter Rendy dan Davin keluar dari kamar yg di tempati oleh Rita, " Lukanya cukup serius, dan mentalnya sedikit terguncang, karna pukulan benda_benda keras yg menghantamnya..saat ini dia mengalami trauma , hibur dia terus agar melupakan kejadian_kejadian yg telah terjadi padanya, jauhkan dia dari orang_orang yg telah menyakitinya.. ini obat yg harus kau tebus Vin..Aku permisi dulu masih banyak pasien yg harus ku tangani di rumah sakit, "Ujar Dokter Rendy


"Biar saya yg menebus obat itu Tuan, sekalian mengantar Dokter Rendy, "Ujar Bobby menawarkan diri untuk menebus obat untuk Rita.


.


.


.


.


.


.***Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗🤗***


.


__ADS_2