TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Tidak ada piknik tidak ada pergi-pergi


__ADS_3

Hari ini tepat hari sabtu. hari yg di nanti Diana dan kedua sahabatnya Rita dan Rina. karna hari ini mereka semua akan pergi berlibur untuk piknik, sebagai suami Davin pun menuruti keinginan Istrinya, walau pun dengan terpaksa, sehari sebelum akan berangkat Davin dan Diana berdebat, karna Davin tak mengizinkannya, namun karna rengekan Diana yg tak henti-henti membuat Davin mengalah..


"Dav, apa kamu sudah membeli semua keperluan yg aku katakan kemaren? "tanya Diana kepada suaminya..


"Hmm.."Gumam Davin


"Dav..jangan lupa Vitamin mu.


"Hmm..


"Peralatan mandi, kamu juga sudah masukan, Dav? "


"Hmm..."jawab Davin kembali menjawab dengan gumaman.


"Taruh kembali semua barang itu, "Ujar Diana kesal saat mendengar Davin menjawab pertanyaannya hanya di balas dengan gumaman..


"Kamu tidak ikhlas? kamu terpaksa? kamu marah sama aku? katakan, jangan Ham-ham terus menjawab pertanyaan aku, dari tadi aku perhatikan kamu, kamu terlihat begitu kesal, jika kamu tidak mau menemani aku piknik. bilang saja, tidak usah berpura-pura. "Ujar Diana kesal. lalu menghempaskan barang yg di tangannya hingga berserakan di lantai..


"Aish dia ngambek lagi. jika jawabannya semudah yg kamu katakan tadi, tentu saja aku tidak akan mau mengizinkan mu pergi untuk acara yg tidak jelas ini, "gumam Davin lalu mengejar Diana, yg sudah terlihat kesal terhadapnya..


"Sayang..Ayo kita berangkat ini sudah pukul delapa pagi, apa kamu ingin membuat sahabat-sahabatmu menunggu? Ayo jangan ngambek begitu, aku minta maaf jika menyinggu mu, "Ujar Davin memintamaaf.


"Aku akan pergi bersama teman-teman ku, kamu tidak perlu ikut, aku tidak mau pergi bersama orang yg terpaksa, aku juga tidak mau mood ku hilang gara-gara melihat wajah kamu, aku pergi untuk berlibur, bersenang-senang, bukan untuk kesal melihat wajah kamu yg ngeselin, "jelas Diana kesal..


"Sayang aku suami kamu. kenapa kamu selalu kesal terhadapku? Ok aku minta maaf jika sudah membuat kamu kesal dan membuat mood mu hilang, tapi aku tidak setuju jika kamu hanya pergi bersama teman-teman mu, aku akan tetap ikut..


"Baiklah jika begitu kita batalkan saja piknik kali ini, mood ku sudah hilang, aku akan pulang kerumah ibu saja, aku tidak ingin melihat wajahmu, "Ujar Diana berlalu pergi meninggalkan Davin..


"Apa pulang kerumah ibu? tidak, tidak. tidak jika pulang kerumah ibu, Diana pasti tidak akan memperbolehkan aku ikut dengannya. jika begitu aku tidak bisa melihatnya seharian, atau dua hari atau juga bisa saja empat hari bahkan satu minggu, ah tidak-tidak, jika satu rumah saja dia bisa mendiamkan aku selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, bagaimana di rumah ibu dia pasti akan lebih lama mendiamkan aku, ini tidak boleh terjadi, "Gumam Davin lalu mengejar Diana.


"Sayang jangan kerumah ibu ya, Ok kamu mau piknik ayo pergi piknik, kita berangkat sekarang, apa kamu mau membohongi teman-teman kamu dengan tidak jadi pergi, kasihan teman-teman mu sudah menyiapkan hari ini, tapi kamu menggagalkannya, Mereka pasti akan sangat kecewa padamu, "Ujar Davin mencari alasan..


"Tapi aku tidak ingin mengajakmu, aku tidak ingin melihat wajahmu, karna setiap aku melihat wajahmu, mood aku akan hilang, "Ujar Diana tak berdosa..


"Bagaimana mungkin sayang, aku ini suamimu, aku yg membuat junior di perut kamu, jika kamu benci sama aku, apa kamu tidak kasihan dengan junior jika dia kangen sama aku, dia mencari aku di tengah malam bagaiman,? di tempat yg akan kamu kunjungi sangat dingin, biasanya jika dingin kamu mencari aku untuk di peluk, apa kamu bisa tanpa peluk aku di tengah kedinginan.." jawab Davin disertai kata-kata konyol.


"Bisa, kenapa tidak, aku akan bersenang-senang dengan sahabatku, aku akan melupakan tidur malam ku, aku akan bergadang semalaman "Jawab Diana asal yg langsung dapat tatapan tajam dari suaminya.


"Apa kau bilang akan melupakan tidur malammu?kau akan menyiksa junior demi kesenangan mu sendiri, "Tanya Davin yg terpancing emosi..


"Ti -dak, a-aku-


"Masuk kedalam kamar, tidak ada piknik, tidak ada pergi-pergi. tidak ada bersenang- senang. kamu hanya akan tinggal di kamar seharian, "perintah Davin emosi..


"Bik.."teriak Davin


"Bereskan semua barang-barang ini, lalu buang semuanya, jangan sampai ada yg tertinggal, "perintah Davin, setelah Bik Sum selesai membereskan barang-barang tersebut Davin menutup pintu kamar dan menguncinya dari luar.


"Dav, apa yg kamu lakukan, kenapa kamu mengunci pintunya. "Teriak Diana dari Dalam kamar sambil menggedor-gedor pintu..


"Aku terlalu memanjakanmu selama ini, hingga kau lupa batas-batasan mu sebagai istri, "gumam Davin..


.


.

__ADS_1


.


.Di tempat lain..


"Bob, ini sudah siang kenapa Diana belum juga datang? coba kamu hubungi Tuan Davin, aku sudah coba hubungi Diana tapi dia tidak mengangkat panggilan telphone ku, aku takut terjadi apa-apa terhadap mereka, "Ujar Rita khawatir..


"Kamu jangan khawatir seperti itu, Tidak akan terjadi hal yg buruk kepada Tuan dan Nona muda, sekarang kamu duduk istirahat dulu sana dengan Nona Rina, "jawab Bobby, dan menyuruh istrinya untuk duduk agar istrinya bisa sedikit lebih tenang..


"Selamat siang Tuan, maaf mengganggu anda, Tuan apa anda mendapat kesulitan dalam perjalanan? kenapa hingga sekarang Tuan belum sampai? "tanya Bobby melalui sambungan telephone. sebenarnya Bobby juga khawatir dengan keberadaan Tuannya...


"Bob, katakan pada istri mu, dan Nona Rina, jika Diana tidak bisa datang kesana, tadi sebelum berangkat tiba-tiba dia tidak enak badan, "Jawab Davin bohong..


"Nona Muda sakit, Tuan? "Kalau begitu kami akan kembali pulang sekarang juga, "Ujar Bobby khawatir..


"Tidak perlu Bob, kamu lanjutkan saja berlibur nya jika kamu mengajak Istri beserta Nona Rina pulang Diana pasti akan merasa bersalah karna sudah mengacaukan liburan mereka. "Kilah Davin..


"Tapi Tuan-


"Jangan membantah..


"Baiklah Tuan, semoga Nona Muda lekas sembuh, "Jawab Bobby yg tidak dapat menolak keputusan Tuannya..lalu menutup sambungan telphonenya.


"Bob , Ada apa? apa terjadi sesuatu pada Diana, "Tanya Rita cemas.


"Iya Bobby, ada apa dengan Diana? "timpal Rina yg juga khawatir..


Bobby mengelus rambut Rita lembut, "Kamu tidak perlu sekhawatir itu, saat ini Nona Diana sedang tidak enak badan, Tuan Davin melarang Nona Diana untuk pergi kesini karna takut terjadi apa-apa pada kandungan Nona Diana, "Jawab Bobby menjelaskan..


"Diana sakit? kalau begitu kenapa kita masih disini, ayo kita pulang sekarang, "Ujar Rita panik.


"Tapi Bob-"


"Sudah nikmati saja waktu liburanmu dengan Nona Rina, kita tidak jadi berkemah kali ini, kita akan sewa villa saja, aku akan coba ke Villa itu mudah-mudahan Villa itu kosong, "Ucap Bobby,


"Bob, Kita kesana sama-sama saja, jika Villa itu kosong kita bisa langsung istirahat, sore nanti baru jalan-jalan.."Ujar Rita..


"Ya sudah, ayo, "Jawab Bobby merangkul pinggang Rita untuk berjalan ke arah Villa yg akan mereka sewa..


"Ayo Rin, "Ajak Rita pada Rina..


.


.


.


.........Kediaman Anggara........


Setelah perdebatan tadi pagi, Davin kembali kekamar untuk melihat keadaan istrinya, sekaligus membawa satu piring nasi dan segelas susu untuk makan siang istrinya..


Ceklek..


Davin membuka pintu kamarnya, mendapati istrinya yg sedang duduk di Sofa dengan pandangan kosong..


"Sayang makanlah, ini sudah siang kamu harus mengisi perutmu, kasihan junior belum makan. "Ujar Davin menyodorkan piring kehadapan Diana, Namun Diana tak bergeming, Diana masih betah dengan posisinya saat ini..

__ADS_1


"Diana makanlah, jika kau melewatkan makan mu, itu tidak baik untuk junior, jangan keras kepala, "Ujar Davin yg sudah meninggikan suaranya.


Diana memandang Davin sekilas lalu beralih melihat kearah meja melihat sebuah piring yg sudah terisi lauk pauk yg tadi Davin bawakan untuknya, Diana tersenyum masam saat mengingat ucapan Davin jika dia harus makan karna junior.


"Kau tetaplah Davin yg dulu, yg tak pernah perduli terhadap ku, kau kasihan terhadapku karna di perutku ada benihmu kan, jika saja di perutku tidak ada benihmu, kau pasti sudah membuangku kan Dav, Baiklah demi anak mu aku akan menuruti kemaunmu, "Batin Diana miris, Semenjak hamil Diana sangatlah sensitiv akan ucapan-ucapan yg terlontar dari siapapun, Diana selalu berasumsi sendiri untuk semua kata yg di dapatnya.


Setelah berasumsi sendiri, Diana melahap makana tersebut dengan cepat hingga menarik perhatian Davin, "Diana apa yg kamu lakukan, "teriak Davin dengan menarik piring yg ada pada Diana,


"Makan, bukankah kau menyuruh ku untuk makan,? kau takut junior kelaparan dalam perutkukan? kemarikan aku akan menghabiskanya, "jawab Diana,sambil menteskan air matanya,


Davin melihat air mata Diana keluar tak tega, Davin merebut piring yg Diana pegang dan melemparnya,


Praaanggg


Davin mengacak rambutnya frustasi, dia sendiri pun bingung menghadapi Diana yg saat hamil seperti ini, Davin meraup wajah Diana melihatnya dengan seksama.


"Aku menyayaimu, aku menyayangi junior, aku seperti ini karna aku sangat menyayangi kalian berdua, jadi aku mohon, jangan menguji kesabaran ku berlebihan, "Ujar Davin memeluk Diana..


Setelah beberapa detik Davin mendorong pelan tubuh Diana agar dapat menjangkau wajah Diana, "Bukan kah kau bilang aku ini paranoid, tempramental, jika kau beramsumsi seperti itu kenapa kau selalu membuat kesabaran ku habis,


"Aku melakukan ini semua karna aku sangat menyayangi mu, aku tidak ingin terjadi apa-apa terhadapmu, ataupun junior, aku emosi saat mendengar kamu akan mengabaikan tidur malam mu hanya untuk bersenang- senang. Aku mengizinkan kamu pergi untuk berlibur dengan teman-teman mu, karna aku tidak ingin kamu bosan dan stres dirumah terus-terusan, bukan berarti di luar kamu bisa mengabaikan kesehatan kamu dan bayi kita. "Ujar Davin menjelaskan kemarahannya..


Diana melihat kearah mata Davin, kedua mata itu terkunci cukup lama, "Maafkan Aku Dav, yg ke kanak-kanakan "Ujar Diana berhambur memeluk Davin..


"Sudah jangan menangis lagi, tidurlah istirahat, kita akan berangkat menyusul teman-teman mu nanti sore "Ujar Davin..


"Benarkah? "Jawab Diana berbinar


"Iya sekarang minumlah susu itu, dan tidur, setelah kau istirahat kita akan berangkat, aku juga akan mengajak Vino dan Radit,


"O,ya..apa Nona Fiola juga akan ikut, "Tanya Diana antusias.


"Nanti aku akan menyuruh Vino untuk mengajaknya, "Jawab Davin


"Sekarang kamu tidur ya,


Diana meneguk Susu yg tadi di buatkan oleh Davin, setelah itu tertidur..


"Dasar wanita ini, mengatakan suaminya paranoid sendirnya saja selalu berasumsi sendiri, "Gumam Davin menggelengkan kepalanya tak mengerti jalan pikiran wanita.


"Dit, apa kau sibuk hari ini? "tanya Davin melalui sambungan telephone,


"Tidak, aku sedang minum kopi di caffe bersama Vino, "Jawab Radit di sebrang sana.


"Bagus kalau begitu. ikut dengan ku ke pantai kita BBQ nanti malam, istri ku ingin BBQ di pinggir pantai, "ajak Davin..


"Dan ya..katakan pada Vino ajak Nona Fiola juga, istriku ingin Fiola ikut juga,


"*Seriously? Vin ini moment yg sudah lama kita tinggalkan, Ok aku akan bersiap-s*iap..pukul berapa kita berangkat? Ucap Radit antusias.


"Pukul tiga sore kita berangkat.. jangan bawa minuman ber alkohol ingat.."Davin mengingatkan sahabatnya..


"Ish kau ini. aku baru saja akan berucap ingin membawa, kau malah mendahuluinya,


"Sudah aku tunggu kalian nanti sore.."Ucap Davin lalu menutup sambungannya tanpa mendengarkan lagi jawaban Radit..

__ADS_1


__ADS_2