TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Meningat kembali masalalu.


__ADS_3

"Jangan, jangan buang saya..."Teriak Rina ketakutan.


"Haii, apa kau gila? jika kau terus berterik kau akan terjatuh. "Ujar Radit kesal, karna mendengar Rina berteriak terus-menerus..


BYUURRRR


Rita terjatuh dari Jat Ski yg di tumpanginya.


"Astaga apa yg dia lakukan.." Ucap Radit terkejut melihat Rina terjatuh dari Jat Ski yg dibawanya. dengan cepat Radit ikut melompat menolong Rina, Radit pun menloncat ke laut menolong Rina yg sudah tenggelam, setelah mendapatkan Rina, Radit membawa Rina ke sisi pantai.. Radit menekan dada Rina berkali-kali, sampai hal terakhir Radit lakukan memberi nafas buataan untuk Rina, namun Rina tak kunjung sadar.


"Astaga, dia sudah tidak bernafas, tuhan apa yg harus aku lakukan? bagaimana aku akan menjelaskan pada yg Diana dan yg lain.."gumam Radit


"Hai wanita bodoh, wanita tidak tau terima kasih, wanita pembawa masalah bangun, jangan membuat aku menjadi pembunuh, Ok aku minta maaf jika ucapanku selalu menyakiti perasaan mu, tapi bangunlah, Setelah kau bangun, aku berjanji aku tidak akan berkata ketus lagi terhadapmu, tapi aku mohon bangunlah, "Racu Radit dengan mengguncang-guncang tubuh Rina yg tak kunjung sadar..Radit menepuk-nepuk pipi Rina, berharap Rina tersadar.


"Ohok-Ohok-ohok.


Rita terbatuk mengeluarkan banyak air dari mulutnya..


"Hai..Kau bangun? syukurlah kau bangun "Ujar Radit memeluk Rina, setelah melihat Rina terbatuk mengeluarkan air dari mulutnya..


Lama mencari bantuan tak kunjung menemukan siapapun,


Radit pun memberhentikan kendaraan yg melewatinya agar dapat mengantarkan dirinya dan Rina ke villa.


.


.


.


.


.


...........Villa.........


Setelah sampai Villa Radit menyuruh penjaga Villa untuk memanggil dokter


"Bagaimana Dok, keadaannya? "Tanya Radit pada dokter, setelah dokter memeriksanya.


"Kondosinya kurang baik Tuan, sepertinya Nona ini memiliki trauma, sebaiknya Tuan membawa Nona ini kerumah sakit, "Jawab dokter yg memeriksa Rina..


"Trauma? trauma seperti apa, dokter ? "tanya Radit penasaran.


"Saya tidak tau trauma apa yg membuat Nona ini menjadi seperti ini, namun anda bisa membawanya ke psikiater, "


"Dulu waktu dia tak sadarkan diri, dokter keluarga juga mengatakan hal yg sama, ada apa dengan wanita ini? trauma apa yg di alaminya? "Gumam Radit memandang Rina.

__ADS_1


.


.


"Sepertinya Rina dan Radit sudah kembali, "ujar Diana setelah sampai di halaman Villa..


"Loh kok ada dokter? "Ujar Rita saat melihat dokter keluar dari Villa yg mereka sewa..


"Dokter, apa yg anda lakukan disini? "tanya Diana.


"Saya habis memeriksa korban tenggelam di laut barusan.."jawab sang dokter..


"Apa? korban tenggelam? siapa dok? "Ucap Diana dan Rita berbarengan.


"Seorang wanita ko-"


Belum dokter tersebut selesai bicara Diana dan Rita berlari meninggalkan dokter dan yg lainnya..


"Sayang, jangan berlari seperti itu , "Ujar Davin ikut berlari mengejar Diana,


"BRAKK.


Diana dan Rita membuka kasar pintu kamar Rina, Radit yg berada di dalam langsung menoleh kearah suara pintu..


"Radit apa yg terjadi pada Rina? "tanya Diana menangis sambil meluk Rina yg pucat belum sadarkan diri.


"I-itu...itu, aku tidak tau kenapa, tiba-tiba dia berteriak-teriak, yg membuat tubuhnya tak seimbang dan terjatuh, "Jelas Radit..


"Rin, maafkan aku yg egos, Maaf karna tak memikirkan ini semua, "ujar Diana terisak.


"Sayang tenanglah, "Ujar Davin menenangkan Diana..


"Dav, aku melupakan trauma Rina. Rina sangat takut laut, atau pun danau, Rina memiliki trauma di danau, aku melupakannya Rina pasti sangat ketakutaan saat dia berada di tengah-tengah laut, aku salah Dav, aku salah "Ujar Diana menangis menyalahkan dirinya sendiri, di pelukan Davin..


"Tidak, sayang, ini bukan kesalahan mu, ini hanya kecelakaan, kamu tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri seperti ini, "jawab Davin menenangkan Diana kembali..


"Dav, seandainya aku tidak memaksamu untuk menyewa jat Ski, ini semua tidak akan terjadi, Rina pasti saat ini baik-baik saja "Ujar Diana masih menyalahkan dirinya sendiri..


Radit merasa semakin bersalah saat melihat Diana menangis menyalahkan dirinya sendiri,


"Bahkan sewaktu aku mengajaknya tadi dia menolak, tapi aku tetap memaksanya, dan lebih teganya aku menepis tangaannya saat dia memeluku karna ketakutan, walaupun aku mendengar racuan ketakutan dari mulutnya, tapi aku tidak membiarkan dia untuk sekedar menolong ketakutannya, Ya tuhan kenapa aku jadi pria ******** seperti ini, Maafkan aku Nona Rina, ntah kenapa aku bisa membencimu sedalam ini, "Gumam Radit melihat wajah Rina dengan seksama.


"Maafkan Aku Diana, karna tidak menjaga sahabatmu dengan baik, "Ujar Radit setelah sadar dari lamunannya,


"Tidak Dit, ini semua salahku, aku yg memaksa kalian semua, "Jawab Diana dengan pandangan kosong.


"Sudah sayang, jangan menyalahkan dirimu terus menerus, lebih baik kamu istirahat terlebih dahulu, kamu pasti lelah, "Ujar Davin.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa istirahat Dav, sedangkan sahabatku seperti ini, aku akan mememani Rina disini, "jawab Diana masih dengan tangisannya,


"Sayang dengarkan aku, di perutmu ada junior, kamu tidak boleh begini. jika kamu terus menangis seperti ini, ini tidak akan baik untuk junior, kamu juga harus memikirkan junior, sekarang kamu istirahat, setelah Rina siuman aku akan memberi tahu kamu,


"Tapi Dav, aku tidak mau meninggalkan Rina saat seperti ini, aku tidak akan menangis lagi aku janji, tapi biarkan aku disini menemani Rina, aku mohon "Ujar Diana memohon..


"Sayang,


"Huh...


" Baiklah, "Ujar Davin mengalah, "Tapi ingat jangan menyalahkan dirimu sendiri atas kejadiaan ini, sekarang istirahatlah kamu bisa tidur di sebelah Rina, "tutur Davin.


Diana mengangguk, saat suaminya memberi ijin untuk tinggal di kamar Rina..


"Apa kamu juga akan tetap disini,? "Tanya Bobby pada Rita istrinya.


Rita mengangguk, "Aku akan menemani Diana dan Rina disini, kamu pergi istirahat saja.."jawab Rita.


"Hmm. jawab Bobby lalu pergi meninggalkan kamar yg meninggalkan empat wanita didalamnya.


"Apa yg akan kita lakukan setelah ini,? "Tanya Davin pada sahabat-sahabatnya. setelah sampai di ruang tamu,


"Setelah Nona Rina Siuman, kita bawa dia kerumah sakit kota , untuk mendapatkan perawatan yg insentif, dokter yg tadi memeriksanya berkata, jika Nona Rina membutuhkan psikiater, "Jawab Radit menjelaskan penyataan dokter tadi..


"Vin, apa kau tau penyebab traumanya Nona Rina? Apa Diana pernah menceritakannya ? "tanya Radit penasaran..


"Tidak..Diana tidak pernah bercerita priahal pribadi masalah Nona Rina selain masalah Nona Rita dahulu, Diana tidak pernah bercerita apa pun lagi, "jawab Davin.


Di dalam kamar..


"Tolong jangan..tolong jangan sakiti aku, tolong jangan buang aku, "Racu Rina berteriak tersadar.


"Rina, tenang- tenang...ini aku Diana, disini juga ada Rita, ada Fiola juga, tenang Ok. "Ujar Diana memeluk sahabatnya


"Hik-hik-hik..


"Di pria berengsek itu datang lagi, dia kembali ingin membunuhku Di, "Ucap Rina di pelukan Diana.


Para pria yg mendengar teriakan Rina langsung berlarian mendatangi kamar Rina,


"Sayang bagaimana keadaannya, "Tanya Davin.


Rina melepaskan pelukannya dari Diana melihat kearah suara yg tadi bicara pada Diana..


Rina ketakutan saat melihat empat pria sedang memandangnya, Deruan nafas cepat terlihat jelas keringat sudah bercucuran membahasahi tubuhnya takala melihat empat pria memandang kearahnya,


"Apa yg kalian inginkan? pergi kalian biarkan aku hidup, jangan lukai aku, aku mohon lepaskan aku, "Racu Rina ketakutan mengingat kembali kejadian empat tahun yg lalu,

__ADS_1


"Rin..Rin..tenanglah, Itu adalah Davin suami aku, dan itu Bobby suami Rita, dan dua pria itu sahabat Davin, tidak ada orang jahat disini.kamu harus tenang, kamu aman disini, "Ucap Diana menenangkan Rina..


"Aku takut Di, "ujar Rina menangis memeluk Diana.


__ADS_2