
Diana bangun lebih awal, Setelah seminggu kemarin tidak menyentuh dapur karna tidak ada Davin, hari ini Diana kembali berkutat di dapur. .Setelah selesai masak beberapa menu, Diana kembali ke kamar untuk mandi dan berangkat kerja..
"Huh kenapa kepala ku sangat pusing "keluhnya..setelah sampai kamarnya tersebut, " Apa aku harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksa tubuh ku,
Waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi, namun Diana belum melihat Davin turu untuk sarapan, "Kenapa Davin belum keluar dari kamarnya ya? Apa dia tidak pergi ke kantor, "gumam Diana,
.
.
.
.
.
Diana pun pergi berangkat berkerja..
Setelah sampai di tempatnya berkerja, Diana langsung merapihkan meja_ meja dan mengelapnya,
"Diana kamu sudah sampe,? pagi bener sih, "dapa Yusuf sahabatnya di Resto..
"Iya Suf, kebetulan aku tadi ingin membeli bubur dulu, bubur yg ada di simpang jalan itu loh, tau sendiri antri makanya aku berangkat pagi_pagi..
"Oh gitu, yaudah sana makan nanti keburu dingin loh buburnya, ini biar aku nanti yg lanjutin, "ujar Yusuf..
"Tanggung lah, kita beresin bersama aja, nanti makan bareng ya.."jawab Diana,
"Ya udah Ok lah kalau begitu, jawab Yusuf semangat..
"Di apa kamu udah nikah? "tanya Yusuf setelah menyelesaikan pekerjaannya, Yusuf penasaran tentang Diana yg ter tutup
Diana yg tengah mengunyah bubur langsung memberentikan kunyahannya lalu menatap Yusuf. "Ya..Aku sudah menikah, "jawabnya pelan
"Oh..Maaf ya aku hanya memastikan saja, Soalnya si Rio nanyain kamu mulu tuh..Sepertinya di suka sama kamu Di..
"Hust sembarangan kamu, mana ada dia suka sama aku, "ujar Diana sambil melempar kertas yg ada di sebelahnya kepada Yusuf..
"Ih kamu gak percaya sama aku, ? apa kamu tidak bisa melihat bila dia selalu perhatian sama kamu?, dia selalu membelikan makanan untuk mu, dan dia juga suka sekali masakin buat kamu. jelas Yusuf..
"Sudah ah, jangan membahas itu, aku ini perempuan bersuami, nanti kalau suami aku dengar gimana ,dia bisa cemburu tau. "ucap bergurau dengan Yusuf,
"Khem... Seru amat ngobrolnya, sampai aku datang aja di cuekin, "ujar Rio yg baru sampai
"Eh Yo, kamu uda sampe, "sapa Diana,
"Iya Diana ini aku baru sampe, "jawab Rio,
"kalian sudah makan? "tanya Rio pada Diana dan Yusuf,
"Kita baru selesai makan, "jawab Yusuf sambil mengangkat bekas bungkus makanan yg mereka makan..
"Oh tadinya aku mau, bikinin kalian makanan, "ujar Rio,
..
.
.
Jam makan siang tiba..
tamu mulai berdatangan siang ini tamu sangatlah ramai..
"Ya ampun ini kapan aku bisa istirahat bila tamu tak henti_henti. "gumam Diana yg sudah merasa lelah..
__ADS_1
Jam tiga resto pun sudah mulai sepi,
Diana kamu sudah boleh pulang sekarang ujar manager..
"Loh pak ini baru jam tiga?, "ucap Diana,
"Tidak masalah, kamu pasti lelah tadi tidak istirahat, "jawab pak Romy managarnya .
"Oh ..terima kasih pak, kalau begitu, "ucap Diana senang, mendapat kopensasi satu jam dari atasannya tersebut.
Diana pun pulang, namun di perjalanan tiba_tiba kepalanya merasakan pusing yg hebat, "Aw_aw Diana memegang kepalanya Diana pun menjambak rambutnya sendiri, untuk meredakan nyeri pada kepalanya,
Bruk
Diana terjatuh di pinggir jalan, ,
"Eh kenapa wanita itu tiduran disitu ?, ujar pria yg ingin melewati dimana Diana terjatuh pingsan, lalu pengemudi mobil itu menepikan mobilnya, untuk melihat keadaan Diana,
"Mana? tanya teman yg ada di sebelah bersamanya,
"Itu loh Dit, "Ucap Vino.
"Oh iya ayo Vin turun kita lihat,
mereka pun turun dari kendarannya,
"Dit dia pingsan. "ujar Vino panik yg terlebih dahulu menghampiri Diana,
"Beneran Vin dia cuman pingsan? "tanya Radit yg sedikit takut, " Vin kamu jangan pegang_pegang dia kalau dia mati, nanti kamu loh yg jadi tersangka , "ujar Radit yg masih takut,
"Ish kau ini, "Vino menendang kaki Radit yg masih berdiri nggan membantu, ayo bantu aku untuk mengangkatnya, kita bawa dia ke klinik, "Vino yg sudah kesal pada sahabatnya tersebut..
Setelah sampai klinik Diana langsung di periksa dokter, " keluarga pasien "ujar Dokter yg menangani Diana,
Radit dan Vino langsung saling pandang, "Dok sebenarnya kami tidak mengenal wanita itu, kami menemukannya di jalan sudah pingsan "jelas Vino..
"GERD.."ulang Vino, "Gerd itu penyakit apa dok? Tanya vino,
GERD Adalah penyakit asam lambung yg sudah parah, pasien sering mengalami pusing dan sesak nafas, asam lambung memang bukan penyakit mematikan namum jika di biarkan akan berakibat fatal, " Dokter menjelaskan.
"Lantas apa yg harus kami lakukan Dok? Tanya Vino..
"Untuk saat ini saya akan memberinya resep, kalian bisa menebusnya nanti di apotek.selebihnya nanti setelah pasien siuman saya akan menyaran kannya untuk di rawat di rumah sakit, "terang dokter tersebut.
Setelah kepergian Dokter, Vino mendekati Diana,, "Dit kamu pernah melihat wanita ini tidak kira_kira,? kok aku merasa pernah melihatnya ya, tapi dimana ya? "Vino berpikir atas Diana.
"Kamu benar Vin..! Aku juga merasa begitu, tapi aku lupa di mana pernah bertemu wanita ini ? "jawab Radit yg tidak terlalu perduli,
"Eum" Diana terbangun, " Saya ada dimana,?tanya Diana pada dua laki_laki yg tak Diana kenal sama sekali, Dua laki_laki yg saat ini ada di hadapan "
"Nona sudah sadar...
Saya Vino, Ini sahabat saya Radit, tadi kami menemukan Nona di pinggir jalan sudah tak sadarkan diri, "jelas Vino,
"Terima kasih Tuan, atas kebaikan anda, sudah mau menolong saya, "tutur Diana pada dua laki_laki di hadapannya tersebut,
"Tidak masalah, "jawab Vino tersenyum.
Eum, siapa Nama Nona ? "tanya Vino
"Ah iya" Nama saya Diana, Tuan, "
"Sebentar ya saya panggilkan Dokter dulu, "ucap Vino, lalu pergi meninggalkan Diana dan Radit, tak lama Vino kembali bersama Dokter yg tadi memeriksa Diana,,
"Selamat sore, Nona. "Sapa Dokter yg menangani Diana,
__ADS_1
"Sore Dok, "jawab Diana,
"Bagaimana, apa masih pusing atau sesak? "tanya Dokter tersebut,
"Sudah lebih baik dok, hanya pusing saja sedikit, "jawab Diana sambil memegang kepalanya,
"Itu memang akan sering Nona alami, Sebaiknya Nona ke rumah sakit yg memeliki peralatan yg lebih lengkap, kebetulan klinik kami minim dalam peralatan, Nona harus banyak melakukan tes kesehatan, "lanjut dokter menjelaskan,
Diana tersenyum mendengar penjelasan Dokter tersebut, " Saya baik_baik saja dok, biasanya setelah saya istirahat saya akan kembali sehat,
"Nona, Anda tidak boleh menyepelekan penyakit anda, Asam lambung yg anda alami saat ini sudah sangat serius, Anda harus memeriksakan kerumah sakit, dan anda harus melakukan beberapa pemeriksaan yg serius, "ujar Dokter .
"Baik Dok nanti saya akan ke Rumah sakit, untuk melakukan tes dan yg lainnya, tapi saat ini saya ingin pulang, pasti orang di rumah mengkhawatir kan saya, "ujar Diana,
"Baik, Nona boleh pulang, tapi ingat besok harus memeriksakan diri ke rumah sakit, dan harus melakukan beberapa tes kesehatan, "
"Baik Dok saya mengerti "jawab Diana.
Setelah melakukan adminitrasi ,vino membantu Diana, "Mari Nona saya antar kan Nona pulang, "ujar Vino..
"Tuan panggil saya Diana saja, tidak usah pakai embel_embel seperti itu, "pinta Diana tak nyaman,
Radit yg sedari tadi, hanya memperhatikan Vino sibuk kesana kemari, berdecak kesal, bagaimana bisa sahabatnya memberikan perhatian yg begitu banyak untuk wanita yg tidak tau siapa, yg baru di kenalnya beberapa saat tadi,
"Vin..Kita akan terlambat datang ke acaranya jika begini, "ujar Radit yg tak terlalu perduli pada perempuan yg sedang berada dekat dengan Vino..
"Dit,, kita anter Diana pulang dulu ya setelah itu kita pergi ke club, "ujar Vino,
"Tuan.. Tuan tidak usah mengantar saya pulang, saya bisa sendiri, terima kasih sudah mau menolong saya, "ujar Diana, memotong perdebatan antara dua pria hadapannya tersebut,
"Nah..kan Vin, Dia bilang bisa pulang sendiri, Seru Radit,
"Dit, punya perasan dong sedikit "bisik Vino pada Radit yg cuek akan Diana,
"Perasan yg gimana, ? kita sudah menolongnya, kita sudah membawanya ke klinik, lantas apa lagi,? dia juga sudah terlihat baik_baik saja, "jawab Radit pelan.
"Teserah kau saja, kalau kamu mau berangkat, berangkat saja duluan menggunakan taxi, aku akan mengantar dia terlebih dahulu, "Ujar Vino berbisik,
Diana yg melihat, dua pria berdebat itu tak enak, walau berbisik namun Diana masih dapat mendengar, " Tuan tidak usah repot_repot, saya bisa pulang sendiri, lagian saya sudah tidak apa_apa,
"Tidak, saya akan mengantar kan kamu, ayo "ajak Vino, lebih sedikit memaksa,
"Tapi Tuan, saya-
"Sudah ayo, "ulang Vino yg memaksa Diana, Diana pun pasarah dan mengikuti Vino, tak enak jika harus menolak, setelah kebaikan laki_laki tersebut telah membantunya,,
Tak membutuh kan waktu yg lama Diana pun sampai di kediaman Bu Mina, Diana memilih di antar ke Rumah Ibunya,, karna kediaman Ibunya lebih dekat dengan Klinik tersebut,
Setelah sampai di depan gerbang depan rumah Diana, Diana pun mengajak dua pria itu untuk mampir terlebih dahulu..
"Tuan..mari mampir dulu, "tawar Diana pada dua pria tersebut..
Vino melirik Radit, dan beralih melihat Diana."Lain waktu aja, kebetulan kami masih ada urusan,
Bu Mina yg melihat kendaraan terparkir di depan rumahnya menghampiri, Bu Mina mencoba melihat ke dalam, namun tak dapat melihat siapa yg ada di dalamnya.
Diana yg melihat Ibunya celingukan di luar bergegas keluar dari mobil tersebut,
"Ibu..Diana memanggil Ibunya setelah keluar dari mobil milik Vino,
"Dian..kamu sama siapa nak? Nak apa kamu sakit? kamu kurus sekali, kamu juga sangat pucat, terus siapa pria yg berada dalam kendaraan itu?
Vino tersenyum pada Bu Mina, yg masih setia duduk di kemudinya,
"Bu..Ini Tuan vino, dan itu Tuan Radit, tadi mereka menolong Dian waktu pingsan,
__ADS_1
"Apa Pingsang? ulang bu mina
Bersambung.