
Setelah mendapatkan perawatan selama dua hari, Diana sudah di perbolehkan pulang, karna Diana tidak betah berlama_lama tinggal di rumah sakit, dan selama dua hari itu pun Davin setia menemani Diana,
"Nona Diana, Anda boleh pulang hari ini, namun anda harus ingat untuk melakukan Chek up ya, kembali tiga hari lagi untuk melakukan chek up.. "ujar Dokter yg menangani Diana,
"Baik dok saya akan kembali nanti, " Jawab Diana,
Setelah dokter pergi, " Diana ingin mengganti pakaiannya, dan Bik sum membereskan barang_barang milik Diana,
Saat Diana hendak turun dari hospital bed, dengan sigap Davin membantu Diana,
"Aku bisa sendiri Dav, " ujar Diana
"Biar aku membantu mu, " Davin membantu Diana menuju kamar mandi,
"Dav, sudah aku bisa sendiri,
"Biar ku bantu mengganti baju mu, "ujar Davin masih kekeh ingin membantu,
"Tidak..tidak- tidak perlu aku bisa sendiri "ucap Diana cepat.
"Ada apa dengan mu, aku hanya ingin membantu mu, "ujar Davin masih terlihat santai.
"Tapi aku bisa sendiri, keluar lah,
"Hay..kau masih lemas aku akan membantu mu untuk mengganti pakaian mu, apa ada yg salah dengan bantuan ku, "ujarnya yg sudah memegang baju Diana,
"Dav Apa yg kau lakukan, pintu kamar mandi tidak kau tutup, dan disana ada Bik Sum..
Davin tersenyum saat melihat pipi Diana yg terlihat memerah, "Khem Davin berdehem menetral kan suaranya, "apa kau berpikir mesum, "bisiknya tepat di telinga Diana,
"A..aku -aku, Apa yg kau katakan, aku hanya tidak ingin kau membantu ku, aku bisa sendiri, lagian yg sakit kepala ku, bukan tangan ku, bila hanya memakai baju aku juga masih bisa, "ujar Diana yg sudah merasa malu..
"Keluar lah, aku ingin mengganti pakaian ku, "Diana mendorong pelan tubuh Davin untuk keluar,
"Kamu serius tidak butuh bantuan, "tanya Davin yg masih kekeh ingin membantu Diana,
"Iya aku yakin, udah sana, "dorong Diana, setelah Davin keluar, Diana langsung menutup pintunya, Kenapa dengan jantungku seperti ini lagi, "ucap Diana pelan sambil memegang dadanya,
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Diana dan Davin sampai kediaman Anggara,
Davin langsung mengajak Diana menaiki tangga menuju kamar, saat Diana akan berbelok ke kiri, ke arah kamarnya Davin, langsung menarik pergelangan Diana,
"Ikut dengan ku ke kamar ku, Davin menarik pegelangan tangan Diana, lalu mengajaknya masuk ke dalam, " tidur lah istirahat, kau perlu banyak istirahat, "ucap Davin.
"Tapi Aku...Dav aku istirahat di kamar tamu saja, aku takut mengganggu mu disini, kamu juga butuh istirahat bukan..!, dua hari ini kamu menjaga ku di rumah sakit, "ujar Diana, yg hendak turun dari atas tempat tidur.
Davin yg melihat Diana hendak bangun langsung menghampirinya dan merlutut Di hadapannya.
"Maafkan aku, maaf atas semua yg telah ku lakukan, Aku egois, tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, Aku berjanji akan menjadi suami yg lebih baik lagi, maafkan karna tak mempercayai mu, maaf kan aku yg telah meragukan mu, maaf kan aku, "ucapnya sungguh_sungguh,
"Dav..bangun apa yg kau lakukan, "Diana memegang pundak Davin dan membantunya untuk bangun,
"Apa kau mau memaaf kan aku ? "Davin masih berlutut nggan bangun sebelum mendapatkan maaf dari Diana
"Bangunlah, jangan seperti ini, Iya aku memaafkan mu, bangunlah, kamu tidak seharusnya seperti ini, Yg seharusnya meminta maaf adalah aku, aku yg membuat semuanya ini terjadi, "Diana sangat bersyukur Karena Davin sudah mau berbicara lagi dengannya,
Davin pun bangun dan langsung memeluk Diana, Davin memeluk Diana dengan erat, ini yg Davin rindukan selama ini, namun karna egonya, membuat mereka menjauh satu sama lain.
"Kita akan mulai dari awal lagi. aku berjanji akan menjadi suami yg lebih baik lagi, aku janji..
"Dav kamu sudah menjadi suami yg baik, kamu lelaki yg sempurna, aku bersyukur memiliki suami sepertimu, untuk masalah yg kemarin kamu berhak marah pada ku, aku memang salah, aku minta maaf, "ujar Diana
"Sudah aku tidak ingin membahas masalah itu lagi, saat ini aku ingin menata masa depan kita, aku yakin kebahagian sedang menanti kita, "ujar Davin lalu mencium kening istrinya, aku merindukan mu. sangat_sangat merindukan mu, "bisiknya tepat di telinga Diana,
"Ya sudah, kamu tidur ya.. Aku ada pekerjaan, Bobby sedang menunggu ku di bawah, tidur lah, setelah pekerjaan ku selesai aku akan menyusul untuk tidur, "ujar Davin lalu meranjak pergi,
Diana terus memandang Davin yg berjalan untuk meninggalkan kamar hingga sampai tak terlihat
"Apa ini hanya bentuk rasa kasihannya terhadap ku yg saat ini sedang sakit? tidak mungkin tiba_tiba Davin meminta maaf pada ku, bila bukan karna kasihan, "gumam Diana,
.
.
.
.
"Bagaimana, apa semuanya sudah beres?"tanya Davin saat tiba di ruang kerjanya yg sudah ada Bobby sedang melakukan pekerjaan,
"Tuan...Semuanya sudah beres, hanya saja, FF Group tidak ingin melakukan pertemua jika buka Tuan sendiri yg menghadirinya, "jawab Bobby.
"Cih..Aku benci dua wanita itu, putuskan saja kerja sama kita dengan FF Group, aku sudah muak dengan ke dua putri Tuan Felix itu. "ujar Davin yg sudah muak dengan Fiona dan Fiola,
"Tapi Tuan, Kita akan mendapat kerugian besar jika memputuskan kerjasama secara sepihak dengan FF Group, kita sudah mengeluar kan uang banyak untuk membayar pekerja, untuk pembangunan pusat perbelanjaan di kota XX. "jelas Bobby,
__ADS_1
"Huh
Davin menghembus kan Nafas kasarnya, "Tapi aku sudah muak dengan kedua wanita itu, mereka sungguh sangat mengganggu dan merepotkan, "keluh Davin yg sudah tidak ingin berurusan dengan putri Tuan Felix tersebut,
"Maaf kan saya Tuan, tapi kerjasama ini tidak bisa di batalkan lagi, pembangunan sudah berjalan 40% jika Tuan membatalkannya, maka kerugiannya akan sangat besar, dan ini juga akan berdampak pada investor_investor yg telah menanam sahamnya pada Anggara Group, karna Tuan Felix sangat berpengaruh dalam hal ini, " Bobby kembali menjelaskan,
"Jika aku tau akan berurusan dengan wanita _wanita itu, aku pasti sudah menolaknya dari awal, "ujarnya yg sudah tidak bisa berkata apa_apa lagi,
"Apa saya perlu bicara dengan, Tuan Felix untuk hal ini Tuan..! "tanya Bobby yg selalu ingin melakukan yg terbaik untuk Tuannya,
"Tidak perlu, jika dua wanita itu terus mengganggu ku, aku akan melakukan tindakan, dan itu aku sendiri yg akan melakukannya, "jawabnya dingin,
"Baik Tuan, jika itu keinginan Tuan, "bagi Bobby kenyamanan Tuannya adalah prioritas yg utama,
"Besok aku belum bisa ke kantor, urus semua masalah di kantor, Aku akan di rumah, jika ada yg penting untuk aku tanda tangani datang lah kesini,
"Tapi Tuan, Nona Fiona setiap hari datang ke kantor menanyakan Tuan, dan Nona Fiona juga pernah datang kesini untuk mencari keberadaan Tuan, "ujar Bobby,
"Apa kau bilang, ke rumah ku? kesini? untuk apa wanita itu kesini, menyusahkan saja, "umpatnya kesal,
"Pastikan dia tidak akan datang ke rumah ku lagi, aku tidak ingin Diana berpikiran yg tidak_tidak, apalagi dengan keadaannya saat ini, itu akan berdampak buruk untuk kesehatannya "ujar Davin yg tidak ingin membuat Diana menjadi salah paham,
"Baik Tuan saya akan melakukan apa yg Tuan ingin kan, "jawab Bobby meyakinkan Tuannya,
.
...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***BERSAMBUNG.
jangan lupa tinggalkan jejak ya***...