
"Hoamm sambil merentankan tangan ke atas Diana menguap"
"Uh tubuh ku rasanya sakit semua, kaki ku serasa mau patah, aku malas sekali bangun, "Diana bergumam, tanpa sadar ada lakil-aki yang melingkarkan tangan di perutnya..
"Aaaaaa... "Diana berterik setelah sadar bahwa ada tangan yg melingkar di perutnya, Diana langsung menyingkirkan tangan Davin dengan kasar...
"Aw..Apa yg kau lakukan? Apa kau sudah gila berteriak-teriak di pagi hari, hahh?kau sudah mengganggu tidur ku dan waktu istirahat ku kau tau itu.."Bentak Davin..
"Ma -maafkan saya Tuan, saya hanya kaget bisa tidur bersama Tuan dan berbagi tempat tidur .. dan i- itu tangan Tuan ta -tadi memeluk saya, saya jadi reflek berteriak "Ujar Diana terbata-bata ..
"Apa kau bilang, memeluk?..hey kau ingin menuduhku telah melakukan hal di luar batasan ku, begitu? minggir jangan dekat-dekat dengan ku, "Davin mengibas-ngibaskan tangannya mengusir Diana dari tempat tidur..
"Apa dia sudah gila?, kenapa dia menyalahkan ku, jelas-jelas dia yang mendekati ku,,lihat saja tempat tidurku, di ambil alih olehnya..kenapa dia menyalahkan ku?,Seolah_olah aku yg mendekatinya, kau memang dewa iblis, kau pria menyebalkan yg pernah aku temui.."Dian menggerutu kesal
"Apaaaa pukul 8:30 pagi? "Diana kembali berteriak, Ya tuhan..ini sudah sangat terlambat untuk bangun.."ucap Diana langsung bangun, untuk ke kamar mandi,
"Aish, kau ini, kenapa harus berteriak-teriak terus sih?..kau benar-benar membuat aku kehilangan waktu istirahat ku saja.. "Davin bicara dengan penuh kekesalan.
"Maaf, Tuan, tapi ini sudah sangat siang..
Orang tua kita pasti sudah menunggu kita untuk sarapan, bukannya Mama Jasmine berpesan semalam jika pukul 7:30 kita berkumpul di resturan atas untuk sarapan bersama."ujar Diana mengingatkan.
"Ya ampun aku lupa, "ucap Davin..langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi,
"Ish kenapa dia yang duluan masuk, ke kamar mandi,aku kan yang duluan bangun, "Diana kesel..
Tak lama, pintu kamar mandi terbuka.
"Ceklek
Davin keluar dengan rambut masih basah dan handuk melingkar di perutnya,,
"Kenapa dia tidak pernah memakai pakaiannya di dalam kamar mandi sih,dia menodai mata suci ku saja..aku bisa- bisa gila jika harus melihat pemandanga seperti ini terus-terusan. "batin Diana.
"Apa kau memang di ciptakan menjadi wanita yang akan menyusakan ku terus-terusan, hah.. Apa kau akan diam saja disitu, kau tidak melihat jam yang bertengker disana,,
benar-benar selalu merepotkan..."ucap Davin kesel melihat Diana yang malah terbengong bukannya mandi..
"Ah iya tuan,maafkan saya, "Diana langsung lari ke dalam kamar mandi,tidak sampai sepulu menit Diana sudah selesai mandi dan rapi-rapi.."mari Tuan kita menyusul orang tua kita. "Ajak Diana,
Tanpa menjawab, Davin berjalan terlebih dahulu..sesampainya di tempat yang sudah di sediakan, Davin langsung menyapa Kedua orang tua, dan kedua mertuanya..
"Selamat pagi Semua, "Sapa Davin setelah sampai di meja yg telah di duduki oleh keluarganya
"Ya ampun, pengantin baru, , kesiangan ya? baru pada bangun, "Nyonya Jasmine menggoda pasangan baru tersebut,
"Maafkan kami mah, kami kesiangan "Ujar Davin tak enak, kepada orang tua, dan mertuanya tersebut, yang telah menunggunya dan Diana..
"Tidak apa-apa nak, kami mengerti, " kebetulan kami juga baru mulai untuk sarapan.."Jawab Bu Mina.
"Ya sudah, ayo kita makan,sebelum makanan ini menjadi lebih dingin lagi, " Tuan Gunawan mengajak besan menantu dan putranya untuk segera menyantap makanannya..
Tidak ada percakapan, diantara mereka saat ritual sarapan, hanya suara dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar..Setelah selesai sarapan, semuanya membicarakan tentang honeymoon..
"Vin, kamu mau ajak Diana honeymoon kemana, sayang? "Tanya Nyonya Jasmine kepada putranya.
"Apa honeymoon?..memangnya harus, ya mah? "jawab Davin malas.
"Kamu ini gimana sih Vin..pengantin baru ya harus lah.."jawab Nyonya Jasmine..
"Kamu pilih tempat yg ingin kamu kunjungi nanti mama yang akan mengurusnya..kamu juga Diana, mungkin kamu punya tempat yang ingin kamu kunjungi seperti
__ADS_1
Spanyol
Korea
Kanada
Paris
Jepang
"Atau negara mana saja yg ingin kamu kunjungi, kamu tinggal bilang sama Mama..
"Come on mom right now I don't want to go
abroad,, "jawab Davin malas
"Ishh kamu ini gimana sih Vin, "Nyonya Jasmine sedikit kesal kepada putranya, kasihan dong istri kamu jika tidak pergi honeymoon, semua wanita pasti mengingin kan honeymoon, dan pastinya ingin menghabiskan waktu berdua, kamu malah dengan gampangnya bilang males, gimana sih kamu.."Ujarnya kesal.
"Bukan begitu mah, masuk Davin.. hanya saja tidak bisa kah nanti saja, Davin masih cape jika harus keluar negeri sekarang..
"Betul mah yang di katakan Tuan Davin, kita pergi nanti saja, dan eumm jika boleh, dengan hati-hati Diana bicara ,eum jangan keluar negeri,sambil tertunduk karna takut salah bicara..
"Loh kenapa memangnya sayang? kamu tidak ingin keluar negeri? apa kamu punya tempat yang kamu ingin kunjungi? terus apa tadi Tuan?kamu itu istrinya Davin, panggil suami mu sayang, atau apalah yg romantis, jangan Tuan, "Nyonya Jasmine menggoda Diana..dan sederet pertanyaan.
"I-itu itu..Diana memandang wajah Davin,untuk meminta persetujuaan,namun yg di lirik nampak acuh tak peduli,
"Huh..
" Diana membuan nafas pelan, lalu bicara, "Mah, bolehkah seaandainya pergi honeymoonnya di dalam negeri saja? indonesia juga banyak tempat-tempat yang bagus,kenapa tidak ke Bali, atau Jogja, saja mah, "Ucap Diana hati_hati..
"*Bagaimana mungkin aku ikut ke luar negeri dengan dewa iblis, seperti dia, yang ada aku di buang, di hempaskan, dan lebih parahnya lagi aku nanti di kirim kepada dewa maut , Diana brigidik ngeri , membayangkan jika dia pergi hanya berdua saja dengan Davin...
"Jika aku masih di dalam negeri setidak nya aku bisa bertanya kepada orang-orang disana..tapi jika luar negeri aku bertanya pada siapa? bahkan aku tidak bisa berbicara bahasa asing Diana meringis saat membayangkan hal-hal yang ada di kepalanya*..
"Ok I'Ii follow it..jawab Davin pasarah
"Baiklah, kalian akan berangkat besok Mama akan mengurus semuanya..
"Besok,! Mah tidak harus besok juga,kan? kenapa tidak menunggu beberapa hari lagi, Davin masih cape mah..
"Davin..Ada apa sama kamu?kamu pergi kesana bukan untuk berkerja kamu kesana untuk holiday, have a good tame..apa susahnya sih tinggal pergi saja, "Nyonya Jasmine terlihat kesal dengan putranya, karna menolak secara halus saran dari dirinya..
"Ok mah Davin akan pergi, Mama jangan cemberut gitu dong nanti nggak cantik lagi loh, nanti papa cari mama baru buat Davin jika mama cemberut begitu, Mama terlihat jelek tau, "Davin memberi sedikit candaan kepada sang Mama ,karna Davin tau ibunya saat sedang kesal pada dirinyanya..
"Maaf ya besan, biasa anak muda jaman sekarang, susah untuk di beri tahu, "ucap nyonya jasmine tak enak,
"Tidak apa-apa Nyonya, namanya juga anak muda, masih labil "jawwb Bu Mina...
Setelah selesai sarapan,
keluarga Anggara, dan keluarga pak Rasyid, pun pulang ke rumah masing-masing..hanya Diana yang ikut bersama keluarga Anggara"
.
.
.
.
.
__ADS_1
..
.
.
"Welcome to yaur new home dear ..
"ujar Nyonya Jasmine, setelah sampai di kediamannya, lalu membawa Diana masuk kedalam rumahnya. setelah itu langsung mengajak Diana menuju kamar sang putra yang sudah di dekor oleh para ART di rumahnya..
"Nah sayang, ini kamar kamu sama Davin, "Nyonya jasmine mengantar Diana menuju kamar anaknya tersebut, "bagaimana kamu suka, dengan kamar ini? "tanya Nyonya Jasmine
"Suka mah...suka, kamar ini sangat indah, "jawab Diana merasa takjub dengan kamar milik Davin,
"Ya ampun kamar ini luas banget, udah gitu semua barang-barang disini tertata dengan rapi, dan apik. "gumam Diana
"Bagus.. jika kamu suka,, istirahatlah pasti kamu masih cape, kan. karna besok kamu harus berangkat untuk honeymoon...
"Baik mah Diana istirahat dulu,,
Setelah kepergian Nyonya Jasmine Diana duduk di tempat tidur yang memiliki ukuran Big size tersebut,
"Ya ampun ini kamar gede banget ..apa dewa iblis itu tidak takut memiliki kamar seluas ini? Ah aku lupa dia tidak akan takut toh dia juga dewa iblis, apa yang dia akan takutkan, dengan kaumnya "gumam Diana
Diana berdiri melihat miniatur yg terpajang rapi dan banyak di Almari pajang dekat tempat tidur Davin. lalu Diana memegang benda yang ada di atas meja itu, karena merasa sangat takjub melihatnya
"Ya ampun ini pasti barang-barang mahal,pasti ini harganya sangat mahal "Diana kembali menyentuh pajangan-pajangan tersebut.
"Ceklek
Pintu terbuka, "Apa yang kau lakukan dengan barang-barangku ? "dengan sorot mata dingin Davin mengagetkan Diana.
"Jangan pernah menyentuh barang-barang ku mengerti, "Sambungnya dingin..
"Maaf Tuan, saya hanya....Diana diam
setelah itu kembali bicara, "Ah itu tadi saya hanya ingin berdiri saja, iya berdiri, Diana menjawab sekenanya.
"Dia selalu marah-marah apa dia tidak takut darahnya tinggi..huhh akukan ,lama-lama jadi takut jika dia marah-marah terus begini".gumam Diana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***BESAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA
__ADS_1
TERIMA KASIH***