TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Keterlaluan.


__ADS_3

Setelah selesai menonton Davin mengajak Diana untuk makan jung food, makanan yg Diana inginkan selama beberapa hari ini..bahkan karena makan junk food juga Diana sampai di culik...


"Makan lah, "Ujar Davin, membawa makanan yg Davin tadi janjikan..


"Wah..Dav, kapan kamu membelinya? ini sangat banyak, ini pasti enak_enak, "ucapnya antusias dan mengambil makanan tersebut lalu memasukannya kedalam mulutnya.."Mmm ini sangat enak Dav, kamu makan ini, Diana menyodorkan makanan tersebut hendak menyuapi Davin..namun Davin menolaknya..


"Tidak, kamu makanlah ini semua, aku membelikannya untukmu, "Tolak Davin,


"Kenapa apa kau tak menyukai junk food? "tanya Diana.


"Aku sedang tak ingin saja, sudah makanlah jangan banyak bicara jika sedang makan, "perintah Davin..


"Baiklah, Diana melahap makanan_makan tersebut hingga hanya tersisa sedikit.."Aku sangat kenyang "Ujarnya sambil mengelus perutnya, yg terasa penuh...


Davin menggelengkan kepalanya, melihat tingkah istrinya menurut Davin apapun yg di lakukan Diana itu adalah hal yg menggemaskan..


Dua minggu berlalu.


"Sayang.... Apa kamu ingin pergi keluar? "tanya Davin pada istrinya..


"Tidak, aku ingin di rumah saja..


"Apa kau tidak bosan di rumah terus?.


Diana menggeleng, lalu mendekatkan dirinya pada Davin, setelah itu bersandar di dada Davin mencari kenyamanan.."Dav, apa kau tau..


"Tidak.."Saut Davin cepat.


"Ish...kau ini, Aku belum selesai bicara.."Ucap Diana kesal lalu memukul dada Davin..


Davin tersenyum melihat Diana kesal. "Ok, Bicaralah..


"Apa Kau tau, Jika Rita akan menikah minggu depan?


"Tidak.."Ucapnya cuek


"Dav...


"Hmm..


"Dav..


"Apa Sayang? Davin membelai rambut Diana dengan lembut.."Ada apa? kamu ingin apa? tanya Davin ..


"Apa kau bisa membatalkan pernikahan Rita? "tanya Diana ragu_ragu...


Davin mengerutkan dahinya tak mengerti, lalu Davin pun duduk tegak memandang wajah istrinya ingin meyakinkan pendengarannya..


"Kenapa kau ingin membatalkan pernikahan Rita? bukankah dia sahabatmu,? "Tanya Davin penuh selidik..


"Rita tidak mencintai pria itu, aku tidak ingin dia menderita karna menerima pernikahan ini.."jawab Diana sedih..


"Loh, bagaimana bisa Rita tidak bahagia? bukankah dia sendiri yg menerimanya? apa alasan dia menerima pernikahan ini, jika dia saja tidak menginginkannya."Tanya Davin..


"Itu karna ayahnya, ayahanya yg memaksa dia untuk menerima pernikahan ini dengan pria itu, Dav kamu tau bukan jika Rita menyukai Bobby? .apa kamu tidak bisa menyatukan Bobby dan Rita? "


"Aku tidak yakin dengan orang kaku seperti Bobby, "Ujarnya tak yakin


"Tapi kamu bisa mencobanya.."Desak Diana


"Iya nanti aku akan bicara dengan Bobby..


"Kamu harus berjanji pada ku, jika kamu akan bicara pada Bobby dan meyakinkan perasaan Bobby untuk Rita, aku yakin Bobby juga memiliki perasaan terhadap Rita hanya saja dia terlalu cuek, "paksa Diana..


"Nanti aku akan mencobanya.."Jawabnya santai sambil memainkan rambut Diana..


"Ish kau ini, jangan mencoba , kau harus bicara padanya sebelum terlambat.."Ujar Diana kesal


"Iya sayang nanti aku akan bicara pada Bobby..


"Janji...


"Iya Janji..."Jawab Davin, menggelengkan kepalanya.


 


 


Esokannya....


Davin berangkat ke kantor dengan Bobby.."Bob apa kau tau jika Nona Rita akan menikah minggu depan dengan pria pilihan ayahnya? "Tanya Davin di tengah keheningan antara mereka..

__ADS_1


Bobby mengangkat satu belah alisnya keatas, bingung dengan ucapan Tuannya, pikirnya, untuk apa Tuannya memberi tau dirinya..dan


Bobby pun mengingat kembali ucapan Rita beberapa minggu lalu. jika dirinya akan menikah, namun Rita tak bicara priahal pria yg akan menikah dengan Rita..


"Saya sudah mendengarnya Tuan "jawabnya setenang mungkin, namun tidak dengan hati dan pikirannya sekarang sedang gusar..


"Apa kau tak berniat untuk menghentikannya? "tanya Davin santai


"Tidak ada hak saya untuk menghentikannya Tuan, "jawab Bobby..


"Apa kau yakin? "selidik Davin..


"Iya Tuan...


"Baiklah saya tidak akan memaksamu, saya hanya mengingatkan mu, jika Nona Rita sudah menikah kamu tidak ada hak untuk ikut campur urusannya nanti, karna dia telah memiliki kehidupan bersama suaminya,


"Apa saya boleh bertanya hal pribadi padamu? "tanya Davin..


"Silahkan Tuan.."Jawab Bobby memberi izin..


"Apa kau tidak menyukai Nona Rita? "tanya Davin, meyakinkan pertanyaan_pertanyaan yg selama ini Davin ingin tanyakan..


"Jika kau menyukainya, ini saatnya kamu memperjuangkannya, karna setelah ini kau tak dapat berjuang lagi..walau sekali pun Nona Rita sendiri yg memintanya, pada mu, "


Bobby diam mencerna kata_kata Tuannya..Bobby membenarkan semua ucapan Tuannya, namun dia bingung harus melakukan apa, " Saya tidak tau harus melakukan apa, Tuan "ucapnya yg terlihat gusar, dan Davin dapat menangkap dengan jelas ke gusaran asistennya tersebut


Davin mengulas senyum saat Bobby berkata demikian, "Apa aku yg harus bertindak? "Tanya Davin..


"Tuan tidak perlu melakukan itu, saya dapat mengatasinya, "Jawab Bobby..


"Ambilah ini.."Davin menyodorkan sebuah cek kepada Bobby, "Ini akan sangat berguna menghadapi ayah Nona Rita, "Ujar Davin..


"Bobby diam sejenak lalu memberhentikan kendaraan yg di kemudikannya.."Terimakasih Tuan, tapi ini tidak perlu, "Tolaknya sopan..


"Anggap saja ini konpesasi untukmu, dari ku, karna selama ini kau sudah banyak membantuku mengurus perusahaan. Ambilah aku akan sangat kecewa jika kau menolaknya. "Ujar Davin kembali menyodorkan cek tersebut..


"Terimakasih Tuan..."Ucap Bobby menerima cek yg di sodorkan Davin padanya Bobby tak dapat menolak lagi jika tuannya sudah bicara demikian..


"Setelah ini kau ke kota B..urus semua kekacawan disana, sepulang dari sana ambilah cuti, urus_urusan mu dengan Rita, seandainya aku bisa meninggalkan Diana aku yg akan pergi ke kota B, namun aku belum bisa meninggalkannya bila harus bermalam.."Tutur Davin


"Tidak masalah Tuan, saya juga tak perlu ambil cuti, saya masih bisa bicara nanti dengan Nona Rita sepulang bekerja.."Ujarnya sungkan..


"Jangan membantah.."Sergah Davin tak ingin di bantah..


"Baik Tuan.."Bobby pun kembali menyalakan kemudinya.lalu melaju menuju kantor..


"Tuan saya langsung berangkat, "Ujar Bobby berpamitan pada Davin..


"Hmm...


Davin pun melangkah kan kakinya memasuki Gedung Anggara.


"Vin...kamu baru sampai.."Sapa Gisel, saat melihat Davin melintasi mejanya..


"Hmm..."Davin hanya menjawab dengan gumaman, lalu pergi begitu saja..


"Dia sekarang sudah benar_benar berubah, tapi aku akan tetap berusaha untuk merebut hatinya kembali "Gumam Gisel..


"Selamat pagi Tuan, "Sapa Feby saat mendapati Davin Melewati mejanya..


"Pagi Feb...tolong siapkan berkas_berkas untuk meeting pagi ini.."Ujar Davin lalu pergi ke ruangannya


"Baik Tuan, "Jawabnya soapan


Davin menghadiri Meeting bersama kliennya setelah selesai meeting, Davin kembali ke kantornya mulai memeriksa berkas_berkas yg tadi skertarisnya berikan, hingga melewatkan makan siangnya,


Tepat pukul satu siang Diana mendatangi Anggara Group., dengan menenteng satu buah paper bag, yg berisikan makaanan siang untuk Davin, karna Diana yakin Davin akan akan sibuk dan melewatkan makan siangnya, sebab hari ini Bobby tak membantunya..


Saat Diana melewati meja resepsonis, Gisel memberhentikan langkahnya, "Maaf Anda siapa? dan ada keperluan apa datang kesini? "Tanya Gisel penuh selidik, ia mengingat wajah Diana yg pernah datang dan di rangkul oleh Davin..


"Eum, Saya..Saya ingin bertemu Davin, "Ujar Diana, tak ingin memberi tahu statusnya karna takut Davin akan keberatan, lebih tepatnya, Diana takut Davin belum memberi tahu semua orang tentang pernikahaannya..


"Apa anda telah memiliki janji? "tanya Gisel.


"Tidak, saya tidak memiliki janji, "


"Jika memang begitu, anda tidak bisa bertemu Tuan Davin, lebih baik anda pergi karna Tuan Davin sedang sibuk tak bisa di gangu. "Usir Gisel angkuh,


"Dia wanita kampungan yg dulu pernah datang kesini, untuk apa dia datang kesini lagi,? aku tau dia pasti ingin menggoda Davin, dasar, wanita tak tahu diri, lihat saja pakaiannya, gaya, sungguh kampungan, "Gisel bergumam penuh dengan hinaan..


"Dia kan Nona Gisel, ish kenapa aku harus bertemu dengannya sekarang, dia pasti sengaja tidak membolehkan aku menemui Davin, "Gumam Diana kesal

__ADS_1


"Tapi Nona, saya ada perlu dengannya penting, "ujar Diana..


"Hal penting apa? " Tanya Gisel, Gisel melirik ke arah paper bag yg Diana tengteng..


"Saya ada perlu dengannya, saya minta tolong. apa anda bisa menghubunginya,? katakan padanya saya ingin bertemu dengannya, "


"Saya sudah katakan, jika Tuan Davin tidak dapat di ganggu, jika anda ingin bertemu dengannya, anda bisa menunggunya hingga dia pulang nanti, "Tutur Gisel lalu pergi ke meninggalkan Diana. Gisel kembali mejanya...


"Ish aku tak menyangka, bertemu Davin bisa sesulit ini, apa hubungan Davin dengan Nona Gisel masih sedekat dulu? kenapa Nona Gisel bekerja disini?..Diana bergumam sedikit kesal di hatinya, karna tak dapat menemui Davin..


Diana kembali menghubungi Davin, namun lagi_lagi Davin tak menjawab panggilannya.." Huh ini menyebalkan, aku sudah memasak untuknya, untuk makan siang, tapi dia tak dapat di temui, "Ucapnya pelan, terlihat jelas kekecewaan di wajahnya..


Diana kembali ke parkiran,masuk kembali kedalam mobil, untuk kembali pulang..


"Nona..ada apa? apa Tuan Muda tidak ada di kantor,? " Tanya mang maman. heran melihat wajah Diana yg di tekuk.


"Davin tidak bisa di temui, Hanphonenya juga tidak dapat di hubungi, "jawab Diana pelan.


"Tidak mungkin Tuan Muda menolak bertemu dengan Nona Muda, "Batin Mang maman


"Nona.. apa Nona sudah menghubungi skertarisnya? "tanya Mang maman.


Diana menggeleng..


"Kenapa Nona tidak menghubungi ruangan sekertarisnya Tuan Muda?


"Saya tidak memiliki nomornya, Mang..


"Saya punya, Nona ingin menghubunginya?


"Benarkah, "Ujar Diana berbinar senang..


"Ini Nona, nomornya, "mang maman memberi nomor tersebut pada Diana..


"Apa saya bisa meminta bantuan mang maman, untuk menghubunginya, katakan saya menunggu di pintu utama.." pinta Diana..


"Baik Nona, tanpa membantah Mang maman pun langsung menghubungi Ruangan sekertaris Davin..


"Selamat Siang Nona, Saya sopir Tuan Davin..apa Tuan Davinnya ada?


"Sopir Tuan Davin,? ada yg saya bisa bantu pak? "jawab Feby di sebrang sana..


"Iya Nona, tolong sampaikan pada Tuan Muda, bahwa Nona Muda menunggunya di Lobby utama,


"Nona Muda?


"Iya Nona, Nona Muda menunggu di bawah,


"Nona Muda siapa yg anda masuk, pak?


"Nona Muda Diana, katakan saja Nona Diana menunggu di bawah, "Jelas mang maman, lalu panggilan pun berakhir..


Tok_ tok_ tok


"Masuk, "Saut Davin dari dalam


"Tuan, barusan Sopir Tuan menghubungi, jika Nona Muda menunggu anda di lobby utama, "lapor Feby..


"Apa, Diana disini? kenapa tidak kau suruh langsung keruangan ku,? kenapa dia menunggu di lobby, " Bentak Davin..


"Maaf Tuan, sopir anda hanya berpesan seperti itu, "Jawabnya takut


"Kenapa dia marah_marah, aku kan hanya melapor, dasar boss tukang marah_marah, "Umpat Feby..


Davin melihat hanphonenya, benar saja empat belas panggilan tak terjawab, "Shitt..Dia menghubungi ku berulang_ulang kali, "Ujar Davin, lalu bangkit dari duduknya dengan langkah seribu, Davin berjalan dengan cepat, tak ingin istrinya menunggunya lebih lama lagi..


Davin mengedarkan pandangannya kesetiap juru kantornya mencari sosok sang istri..


"Dav.."panggil Diana saat dirinya melihat Davin sedang mencarinya..


"Sayang.. kau kesini..Maaf aku tak tau kau menghubungi ku, "Ucapnya merasa bersalah, " kenapa kau tidak langsung ke ruangan ku? kenapa malah menungguku disini? " Tanya Davin,


"Tadi aku sudah masuk, namun resepsonis mu bilang kamu tidak dapat di temui oleh siapapun, karna saat ini kamu sedang sibuk, aku kesini hanya ingin mengantarkan makan siang untukmu, ini.."Diana menyodorkan paper bag pada Davin..


"Kenapa kau tak menyuruh resepsonisnya menghubungi sekretaris ku? "tutur Davin..


"Sudah, tapi dia bilang tetap tidak bisa..


"Mereka bilang seperti itu? "Selidik Davin..


Diana mengangguk..

__ADS_1


"Keterlaluan..Ayo "tarik Davin meraih tangan Diana untuk mengikutinya..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like komen dan vote..terimakasih.


__ADS_2