TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
92


__ADS_3

"Di, kamu disini..Di aku ingin pulang aku tidak mau disini.."ujar Rina memohon..


"Kamu tenang, ya Rin, aku akan membawamu pulang tapi tunggu sebentar sampai cairan infus itu habis..


"Itu masih lama Di, aku ingin pulang sekarang aku ingin menemui orang tua dan kakak ku. mereka dalam bahaya Di. Kendra menemui aku kemaren, dia bilang orang tuanya sedang merencanakan untuk membunuhku. aku takut mereka akan menyakiti kedua orang tua dan kakak ku.."Tutur Rina takut..


"Rin...tenanglah, sekarang kamu hubungi orang tuamu, tanyakan keadaannya. setelah itu suruh mereka untuk berhati-hati dan waspada, "ujar Diana menenangkan..


Tak lama Diana menghubungi orang Tua Rina. setelah mendengar orang tua dan kakaknya baik-baik saja. Rina pun tenang..


"Kamu dengar, kan, orang tua mu baik-baik saja. sekarang kamu istirahat dan tenangkan pikiranmu. jauhkanlah pikiran-pikiran burukmu. "ujar Diana


"Radit, Vino. terimakasih telah menjaga Rina semalaman, "tutur Diana berterimakasih..


"Sama-sama, Diana.


"Nona Rina. sebaiknya sekarang anda istirahat, Orang saya akan mejemput keluarga anda untuk datang kesini.."ujar Radit..


"Tidak Tuan Radit, jangan bawa orang tua saya ke kota ini. jika mereka kesini itu akan membahayakan nyawa mereka, " jawab Rina tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarganya


"Saya akan melindungi keluarga anda..Setelah orang tua dan kakak anda sampai di sini. kalian bisa tinggal di apartemen saya untuk sementara waktu..."ujar Radit menawarkan bantuan.


"Terimakasih atas kebaikan anda,Tuan. .tapi maaf saya tidak bisa menerima bantuan anda. orang tua saya akan aman disana, setelah saya di perbolehkan pulang oleh dokter. saya akan pulang menyusul keluarga saya disana, karna berdiam diri di kota ini akan membahayakan bagi saya.."jawab Rina menolak namun masih dalam bicara sopan.


"Rin..Kamu bisa tinggal di rumahku untuk sementara waktu. Davin akan membantu menangkap keluarga Burton. Davin pasti bisa menjebloskan Kendra Carlos dan ayahnya. kamu tidak perlu khawatir, Ok.." Timpal Diana.


"Tidak, Di. aku tidak ingin berurusan lagi dengan keluarga itu..aku tidak ingin membahayakan keluarga ku lagi..


"Tapi Rin-


"Please..Di, untuk kali ini saja, kamu tidak perlu ikut campur untuk masalah ini. aku tidak mau melibatkan siapapun lagi, aku tidak mau mengorbankan sipapun lagi..aku mohon biarkan aku menyelesaikan semuanya ini sendiri, "Potong Rina. yg tidak ingin melibatkan siapapun seperti empat tahun yg lalu. yg melibatkan kakaknya, hingga membuat kakak satu-satunya harus berakhir dengan tragis..karna cacat..


"Apa? membiarkan mu mati sia-sia..kamu ingin mereka membunuhmu seperti dulu. menyiksa kakakmu hingga cacat seperti sekarang, hah.."Bentak Diana kesal, mendengar penuturan Rina.


"Ternyata di balik ketegarannya.dia menyimpan banyak luka, "batin Radit setelah mendengar perdedebatan antara Rina dan Diana..


Rita yg baru sampai diam tidak mengerti dengan keributan yg ada.." Dian, Rina ada apa? kenapa kalian bertengkar? "tanya Rina bingung..


"Dia selalu bertingkah sok tegar, sok kuat, padahal dia selama ini tidak berdaya, "jawab Diana yg terlihat kecewa pada sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Sayang, tenanglah jangan emosi seperti itu, itu tidak baik untukmu dan junior.."ujar Davin menenangkan Istrinya..


"Aku ingin pulang, Dav. ."tutur Diana.


"Di...maafkan aku, aku tidak bermasuk-


"Sudah-sudah kenapa kalian jadi ribut seperti ini, dengarkan aku wanita sok tegar, kami ini sahabat mu, masalah mu adalah masalah kami, kita akan hadapi bersama. biarkan Bobby dan Tuan Davin, untuk membantu mu. sekarang kamu fokus saja pada kesehatanmu. "Ujar Rita melerai keributan antara Diana dan Rina..


"Sayang' kamu mau pulang sekarang atau nanti? "tanya Davin. yg sudah akan berangkat kekantor.


"Di, maafkan aku. kamu tidak pulang sekarang kan? kamu masih mau menemani aku disini kan ? " Sergah Rina merasa bersalah.


"Kamu berangkatlah. aku akan disini, "ujar Diana, menjawab pertanyaan Davin


"Baiklah..jangan melakukan hal yg akan membuatmu lelah. Aku berangkat dulu, di depan ruangan ada dua penjaga untuk berjaga-jaga. selama Nona Rina masih di rawat disini. dengarkan aku jangan melakukan hal yg bodoh jika ada sesuatu apapun yg terjadi..


"Nona Rina lekaslah sembuh..saya permisi dulu."ujar Davin berpamitan pada Diana dan sahabatnya.


"Dit, apa kau tak ingin pulang untuk mandi dan berganti pakaian? "tanya Davin yg hendak keluar. " sepertinya kau begitu nyaman tinggal di rumah sakit, " goda Davin


"Sialan kau, aku akan pulang sekarang, lagi pula bodyguard-bodyguardnya sudah sampai. aku dari pagi ingin pulang, hanya saja aku tidak tega meninggalkan pasien sendirian saja di ruangan kesakitan , " kilah Radit. yg sebenarnya nggan meninggalkan Rina.


"Terimakasih Tuan Radit, Tuan Vino..sudah menolong saya. dan maafkan saya telah merepotkan anda berdua " jawab Rina..


"Tidak, Nona Rina jangan bicara seperti itu, anda sahabat Diana, berarti anda juga sahabat kami. " tutur Vino..


"Baiklah kami pamit, semoga cepat sembuh , " Timpal Radit dengan senyuman


"Khmm..


"Sepertinya ada yg tersenyum manis banget, tadi ya, Di.." ujar Rita menggoda Rina, namun Rina yg tidak mengerti hanya menggerlikan matanya tanda tak paham..


"Ya Tuhan Rina....apa kamu tidak mengerti perhatian yg Tuan Radit berikan padamu? " Ujar Rita gemas pada sahabatnya ini yg tidak peka sama sekali.


"Mana ada, Tuan Radit menyukaiku, Dia itu sangat membenci aku, Dia baik sama aku sekarang ini mungkin dia merasa iba karna saat ini aku sangat menyedihkan. " Jawab Rina biasa saja.


"Baiklah teserah padamu saja..


.

__ADS_1


.


.


Siang harinya Radit kembali kerumah sakit, dengan sebuket bunga di tangan kiri, dan satu buah parsel di tangan kanannya.. "Selamat siang Nona Rina bagaimana keadaan anda " Sapa Radit setelah sampai di ruangan Rina.


"Sudah lebih enakan Tuan Radit, "jawab Rina.


"Di, aku laper deh, Kamu gak lapar apa? " tanya Rita beralasan, ingin memberi ruang untuk Rina dan Radit agar bisa ngobrol berdua.


"Iya. dari tadi Junior uda meronta aja nih minta makan, " Jawab Diana yg tau kode yg di berikan oleh sahabatnya..


"Apa Nona Rina sudah makan? "Tanya Radit memulai percakapan.


Rita menyeritkan dahinya setelah mendengar pertanyaan Radit, "Ada apa dengan pria ini? kenapa dia belakangan ini terlihat baik pada ku, cih aku benar- benar tidak nyaman dengannya, " batin Rina.


"Sudah, Tuan bisa panggil saya Rina, jangan panggil saya Nona, saya tidak nyaman dengan panggilan itu, "jawab Rina dengan senyuman paksa..


"Bagus jika sudah makan itu akan membuat No- Eh Kamu pulih lebih cepat, "tutur Radit


"Ceklek.


"Eh Dit, kamu disini " Ujar Vino terkejut melihat Radit sudah berada di ruangan Rina lagi.


"Eh, No, A-aku, aku kebetulan lewat ada pekerjaan di dekat-dekat sini, akhirnya mampir, " Kilah Radit beralasan.


"Berkilah saja terus sebisamu, dan di saat kau menyatakan cinta pada nona Rina kau akan dapat serangan fajar dariku, ha ha ha.."Batin Vino tertawa mengejek sahabatnya tersebut..


"Sial, kenapa dia kembali lagi kesini " Grutu Radiit malu.


"Hai Rin. bagaimana keadaanmu? "sapa Fiola setelah sampai di ruangan Rina, yg datang bersama Vino..


"Baik..


"Maaf aku baru sempat kesini, soalnya aku sudah mulai masuk kantor hari ini,


" Tidak masalah, Fiola. harusnya kamu tidak usah memaksakan diri seperti ini. kamu pasti meninggalkan pekerjaan mu?.. " ucap Rina tak enak.


"Eh, ada Fiola,

__ADS_1


"Haii Diiana, Rita..kalian disini juga.. " sapa Fiola..


__ADS_2