
"Bob. kita harus melakukannya dengan hati-hati..keluarga Burton bukan orang biasa, kita harus mencari strategi yg tepat dulu. "Ujar Davin setelah mendapat data-data tentang keluarga Burton.
"Baik Tuan..saya akan mencari tahu lebih detail lagi tentang mereka, kalau begitu saya permisi dulu, "Jawab Bobby lalu bergegas pulang.
Tutt-tutt-tutt..
"Nomor yg anda tuju tidak dapat di hubungi, silahkan coba beberapa saat lagi..
"Kemana Rita,? kenapa hanphonnya tidak aktif ? kenapa aku jadi cemas begini, "Batin Bobby gelisah.
.
.
.
"Masuk anak sialan..
"Tidak, Yah. Bobby akan mencariku, Ayah aku mohon jangan bawa aku, yah. aku mohon, "Ujar Rita meronta..
"Kau memang tidak bisa di atur, anak sialan.."Ucap Ayah Rita lalu menampar kembali pipi Rita..
"Ada apa disana,? kenapa terdengar suara keributan, "Gumam Bobby setelah samapai di besment apartemannya.
"Rita? "Mata Bobby seakan-akan keluar dari tempatnya, setelah mendapati istrinya akan di bawa oleh ayahnya yg kejam,
Buukkk..
Bobby mendaratkan satu pukulan tepat di wajah Ayahnya Rita..
"Kurang ajar, beraninya kau memukul ku,
"Bobby? "panggil Rita tak percaya jika suaminya datang menyelamatkannya.
"Pergilah cari bantuan, "Ujar Bobby menyuruh Rita meninggalkannya..
"Tapi Bob Aya-
"Rita....Pergi dari sini, "Ujar Bobby kembali menyuruh istrinya untuk pergi.
"Ternyata kau tidak jera dengan hukuman yg kau dapat kemaren, ya..hingga kau berani ingin menculik istriku lagi, "Ujar Bobby marah.
"Dia putri ku, aku berhak mengambilnya kapan pun jika ku mau. ."Jawabnya tanpa dosa.
"Semenjak aku menikahinya Rita bukan lagi putrimu, Dia adalah istriku, dia bukan putri mu lagi. pergi dari kehidupan Rita, atau aku yg akan membuatmu pergi dan mesal telah bertemu Rita hari ini , "Ujar Bobby penuh ancaman..
"Kau mengancamku? Ha-hah-ha.. kau sungguh berani..harusnya kau bersyukur. waktu itu aku tidak membunuhmu, jika aku tau kau akan seberani ini pada ku, dari dulu aku tidak akan melepaskanmu, aku akan melenyapkanmu di waktu itu,
"Tapi kau tidak mempunyai keberanian sebesar itu, "Tutur Bobby penuh sindiran.
"Kurang ajar.."Ujar Ayah Rita menggempalkan tangan hendak memukul Bobby..Namun suara orang berdatangan membuatnya mengurungkan niatnya lalu bergegas pergi meninggalkan basment tersebut..
"Bob. kamu tidak papa, kan? "Tanya Rita khawatir..
"Aku tidak papa, "Jawabnya.
"Kamu terluka, ayo kita naik aku akan mengobatimu,
"Tuan Bobby saya minta maaf atas kejadian ini..saya akan melaporkan kejadian ini pada pihak yg berwajib, "Ujar Satpam yg berjaga disana.
"Terimakasih..saya harap keamanannya lebih di tingkatkan lagi, karna saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi.."Jawab Bobby lalu menuntun istrinya naik ke atas menuju tempat tinggalnya.
"Bob, "Panggil Rita setelah masuk kedalam apartemennya yg sudah terlihat seperti kapal pecah tak beraturan..."Aku minta maaf atas perbuatan Ayah. Ayah membawa uang simpanan mu di brangkas, aku minta maaf tidak dapat menahannya, "Ujar Rita merasa bersalah..
"Sudah jangan pikirkan itu, kemari aku obati memar di pipimu, "Ujar Bobby menarik lengan istrinya menuntunnya untuk duduk.
"Tapi Bob, Uang itu adalah tabunganmu, Ayah membawa semua tabungan mu, "Tutur Rita
"Sayang, uang itu tidak ada nilainya di bandingkan kamu, sekarang diamlah, aku akan mengoleskan salep di pipimu, "Sergah Bobby tidak memperdulikan masalah uang yg di ambil oleh ayahnya Rita..
Setelah selesai mengobati istrinya Bobby duduk berhadapan dengan Rita, "Rita jika aku kembali melaporkan ayahmu, apa kau akan setuju? "Tanya Bobby. Bobby akan melaporkan kembali ayah Rita namun itu atas izin istrinya..
"Lakukan lah,Bob. aku akan selalu mendukungmu, ayah memang pantas mendapatkan hukuman, dia bukan manusia, dia itu iblis, dia tidak pernah takut dengan perbuatannya.."Jawab Rita mendukung Bobby.
__ADS_1
"Sekarang kamu istirahat, . Untuk makan malam nanti kita delivery . "Titah Bobby.
Rita pun mengangguk. Rita istirahat tanpa membereskan barang-barang yg tadi di pora porandakan oleh ayahnya.
.
.
"Cari sampai ketemu, hubungi aku jika kalian sudah menemukannya.."Perintah Bobby lalu menutup sambungannya, Setelah melihat Rita tertidur Bobby langsung menghubungi anak buahnya untuk menangkap Ayah Rita..
Bobby memijat keningnya yg terasa pusing. "Mendapatkan ayah Rita mungkin mudah, tapi bagaimana dengan keluarga Burton,? aku tidak mungkin meninggalkan Rita di saat seperti ini, "gumamnya bingung.
Tadinya Bobby malam ini berniat untuk pergi ke kota A, untuk mencari bukti kejadian empat tahun yg hampir merenggut nyawa sahabat istrinya namun karna kejadian ini, ia urungkan..
"Moren datang ke apartemenku sekarang, dan bawa dua bodyguard "perintah Bobby dari sambungan telephonenya..
.
.
.
"Selamat sore Tuan Bobby, "Sapa Moren setelah sampai di apartemennya,
"Hmm..
"Berjagalah disini, istriku sedang istirahat di dalam kamar, aku akan pergi ke kediaman Tuan Davin sebentar, pastikan kalian menjaga istriku dengan baik, "perinta Bobby lalu pergi meninggalkan apartemennya setelah melihat istrinya tertidur..
.
.
........Kediaman Anggara.......
"Selamat malam Tuan muda, "Sapa Bobby setelah sampai di kediaman Anggara.
"Tuan ampuni saya, Untuk kali ini saya tidak dapat melakukan tugas anda dengan baik, saya tidak menjalankan perintah anda, maafkan saya Tuan.."Ujar Bobby merasa bersalah karna ini untuk pertama kalinya Bobby tidak melakukan perintah Davin..
"Apa yg terjadi Bob? apa terjadi sesuatu padamu dan istrimu? "Tanya Davin yg mengerti akan sifat asistennya tersebut.
"Ayah Rita tadi datang ke apartemen, dia membawa semua uang di brangkas dan hendak membawa Rita juga, saat ini Rita sedang ketakutan saya tidak bisa meninggalkannya sendirian, maafkan saya Tuan, "Tutur Bobby menceritakan kejadian yg menimpa istrinya..
"Temani istrimu untuk beberapa hari kedepan, kamu tidak perlu memikirkan masalah pekerjaan, Jody sekarang sedang dalam perjalanan menuju kesini, untuk beberapa hari ini fokuslah pada istrimu, masalah Burton aku akan serahkan pada orang jody. sekarang pulanglah istrimu sedang membutuhkan mu, "Ujar Davin memberi pengertian untuk Bobby..
"Terimakasih Tuan, atas pengertian anda, kalau begitu saya permisi. "Jawab Bobby, lalu undur diri,
.
.
.......Rumah Sakit.......
"Haii Rin.."Sapa Fiola masuk kedalam ruangan Rina..
"Loh.Fiola kok kamu kesini lagi? "
"Iya dong..malam ini aku Vino dan Radit akan menemanimu. "Jawab Fiola senang karna bisa mengobrol lagi dengan sahabat barunya yg menurutnya memiliki banyak kesamaan.
"Fiola kamu kan besok harus kerja, pasti kamu lelah kalau nemenin aku disini, "tutur Rina tak enak, jujur saja Rina juga belum terlalu dekat dengan Fiola yg baru di kenalnya beberapa hari yg lalu. apa lagi kedua pria yg ada di hadapannya, rasanya Rina ingin sekali mengusir kedua pria yg ada di hadapannya karna tak nyaman.
"Tadinya Rita mau kesini menemanimu, tapi dia ada sedikit urusan dengan suaminya, dan Diana dia tidak mungkin kan mendapat izin dari Tuan Davin, "Ujar Fiola berbohong tentang Rita yg ada urusan, karna Rita menyuruh Fiola dan yg lainnya untuk merhasiakan kejadian yg menimpanya..
"Sayang kita cari makan dulu yuk, aku belum makan nih, "Ajak Vino pada Fiola, sengaja ingin memberikan waktu berdua untuk Radit dan Rina..Fiola yg mengerti langsung mengiyakan ajakan sang kekasih, yg memang sudah mereka berdua rencanakan..
"Dit, kamu temani Nona Rina dulu ya disini, aku dan Fiola cari makan dulu,
__ADS_1
"Kenapa tadi tidak mampir makan dulu aja di jalan, baru sampe udah mau pergi lagi aja, ." ujar Radit yg tau maksud sahabatnya tersebut.
"Rin..kamu udah makan belum? "tanya Fiola
"Udah, sudah sana gih kalau mau makan, kalian pergi aja, aku nggak papa kok sendiri disini "Jawab Rina, yg tak nyaman jika harus di tinggal hanya berdua bersama Radit..
"Dit, kamu gak keberatankan, menemani Nona Rina Disini,? "tanya Vino tersenyum mengangkat bibir atas..
"Tidak pergilah sana, "Jawab Radit,
"Cih kau sengaja menjebaku disini kan, No. kau memang pandai, .....Tapi kenapa aku begitu senang bisa menemani Rina disini.."Bantin Radit.
"Mm...Bagaimana keadaan Nona Rina? "Tanya Radit memulai percakapan.
"Seperti yg anda lihat saya sudah baik-baik saja.."Jawab Rina.
"Syukur kalau begitu..."ujar Radit lalu hening kembali tidak ada percakapan lagi..
.
.
........Kediaman Anggara.......
"Dav, keluarlah, aku ingin tidur sendiri.."Usir Diana saat Davin hendak berbaring di sampingnya..
"Sayang aku udah mandi loh, cium badan ku sangat harum, "
"Aku sedang tidak ingin berdekatan denganmu, sana keluar, kamu mau aku muntah nih...
"Sayang, kamu pikir aku apa? aku suamimu, "Ujar Davin tak terima, karna Diana ingin muntah melihat dirinya.
"Kamu mau keluar tidak? kalau kamu tidak mau keluar biar aku yg keluar nih, "ancam Diana..
"Sayang, malam ini dingin lo, nanti kalau kamu kedinginan kamu gak bisa peluk aku, "bujuk Davin, masih nggan keluar..
"Davin, aku masih memiliki selimut, aku memiliki guling yg nanti akan aku peluk sekarang keluarr..aku mau tidur aku ngantuk, "Usir Diana kembali..
"Baiklah...."Jawab Davin pasrah..Davin pun keluar dengan memeluk bantal hendak pindah ke kamar tamu..
"Loh, Vin...kamu mau kemana bawa bantal begitu,? "tanya Mama Jasmine saat melihat Putranya keluar dari kamar dengan memeluk bantal..
"Mah, Apa mama suka melihat sinetron? "Tanya Davin, mengabaikan pertanyaan Mamanya..
"Sinetron? "ulang Mama jasmine tak mengerti..
"Iya mah, tante Mia sering menonton sinetron, disinetron itu ada penawar untuk istri sedang ngidam..Ayo mah kita nonton biar Davin bisa beli penawarnya. Davin bingung dengan Diana mah, kadang-kadang dia manja, tapi tidak berselang lama dia berubah menjadi galak, dan lebih parahnya dia selalu ingin muntah kalau Davin deketin, "Keluh Davin..
"Pfftt...
Mama jasmine tertawa saat mendengar putra kesayangannya mau mencari penawar ngidam lewat sinetron.
"Sejak kapan kamu nonton sinetron,? dan mana ada penawar seperti yg kamu bilang itu, kamu tuh ada-ada saja.."Ujar Mama jasmine menggeleng-gelengkan kepalanya
"Radit yg bilang mah, Radit sering menonton sinetron bareng dengan tante mia, Radit bilang di dalam sinetron itu ada istri sedang hamil, sering uring-uring seperti Diana, dan kata Radit ada penawarnya..
"Kamu mau saja di bohongi Radit, "jawab Mama Jasmine..
"Mah.. Davin serius nih, Diana menjadi aneh mah, setelah hamil, dia kadang manja sama Davin, tapi tak jarang benci juga sama Davin, dan itu tiba-tiba mah.."Keluh Davin tak bisa jauh-jauh saat tidur dengan istrinya..
"Berarti Junior sedang menyelamatkan mamanya dari Papanya yg suka mengganggu.."Ujar Mama Jasmine santai mencubit pipi putranya gemas.
.
.
.
.**Bersambung..
__ADS_1
Jejak kalian adalah semangat aku, tinggalkan like komen dan Vote ya**..