TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Salah paham 2


__ADS_3

Diana menunggu Davin hingga tengah malam,


"Kemana Davin, kenapa belum pulang?, ini sudah sangat larut, "gumam Diana..


Tepat pukul 00:30 Davin pulang dengan ke adaan kacau, bau alkohol yg menyengat membuat Diana merasa mual, Diana menghampiri Davin...


"Dav, kamu mabuk, "tanya Diana menghampiri Davin , ingin membantunya, karna melihat Davin berjalan sempoyongan..


Diana meraih tangan Davin untuk membantu , Namun dengan cepat Davin menepis tangan Diana,,


"Jangan pernah menyentuh ku, aku tidak sudi di sentuh wanita murahan seperti mu, " Ujar nya lalu pergi meninggalkan Diana yg masih mematung,


Tes,


Air mata Diana menetes tanpa permisi,


"Apa aku serendah itu, "Perasaan Diana sangat sakit mendengar ucapan Davin..


Diana menyusul Davin ke kamar telah mendapati Davin tertidur tengkurep,,


Diana membuka sepatu Davin, dan mengganti pakaiannya, Setelah selesai Diana membaringkan tubuhnya di samping Davin, Diana mengusap rambut Davin,,


"Maafkan aku Dav bila melukai hati mu," ucap nya lirih,,


Ke esokan harinya Diana bangun menyiapkan sarapan untuk Davin, Setelah selesai membuat bubur Diana membawanya ke dalam kamar,


Davin Terbangun "Aw...Davin memegang kepalanya yg terasa berat.. Diana yg mendengar rintihan Davin langsung menghampiri ..


"Dav apa ada yg sakit, ? " tanya Diana hendak memegang kepala Davin,


"Bukan sudah ku peringatkan, untuk tidak menyentuh ku. menjauh dari ku, Aku tidak sudi di sentu oleh mu, "Sentak Davin tegas.


Tes_tes air mata Diana kembali menetes,


"Dav Aku-


"Pergi dari hadapan ku, menjauh dari ku aku benar_benar jijik melihat wajah mu.."Sergah Davin tegas


Diana bersimpuh di kaki Davin


"Dav aku mohon maafkan aku, aku tidak tau jika Tama ada disana, Aku akui aku salah karna menerima pelukan dari Tama, tapi demi tuhan aku tidak pernah berniat untuk menghianati mu..Aku mohon maaf kan aku Dav..


Davin menjambak rambut Diana hingga membuat Diana mendongkakan wajahnya..


"Dengar aku baik_baik wanita murahan, air mata mu tidak akan bisa meluluh kan hati ku, jangan pernah berpikir bahwa aku akan dengan mudahanya memaafkan mu.."Davin mendorong Diana hingga terpental.


Diana memegang kepalanya yg merasa sakit, "Maaf...maaf kan aku, "Diana kembali bersimpuh meminta maaf dengan berurai air mata,,


Diana berdiri, melangkah kan kakinya keluar dari kamar,,Diana menangis sesegukan "Hik_hik_hik "tubuhnya gemetar merasakan pedih atas ucapan_ucapan yg di lontarkan oleh Davin.


"Tuahan...kenapa hanya sebentar kau beri aku kebahagian itu,? apa aku tidak pantas menerima kebahagian dari mu?, hingga kau mengambilnya lagi dari ku.."gumam Diana..


.


.


.


.


.


Hari_minggu _bulan.terlewati, Davin tetap nggan menyapa Diana, namun Diana tetap melakukan kewajibannya walau pun hanya makian yg di dapatnya..


"Dav ini..Diana memberikan Map, yg tertinggal di meja,


Davin menerima, tanpa berkata apa_apa..Davin pun pergi meninggalkan rumah menuju kantornya


Setelah seharian berkerja, Davin merasa lelah Davin menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.. Davin mengingat Ucapa demi ucapan yg terlontar dari mulutnya untuk Diana, Davin mengusap wajahnya kasar, "Huh "Davin membuang nafas kasar.


"Apa aku sudah sangat keterlaluan terhadap nya, ? Tapi aku benar_benar kecewa padanya. "gumam Davin.


"Tuan..sudah waktunya pulang, "ujar Bobby yg menyadarkan Davin dari lamunannya..


"Hemm..

__ADS_1


Davin berdiri lalu melangkah kan kakinya untuk pulang..saat di perjalana hanphonenya bergetar, trrtt_trrtt_trrtt..


Davin mengerut kan kening nya saat melihat Nomor yg tertera di hanphonenya.. "Fiona..


Ada apa dia menghubungi ku?


"Selamat sore Nona Fiona, Davin mengangkat panggilan dari Fiona..


Selamat Sore Tuan Davin..Tuan saya ingin mengembali kan dokumen yg kemarin terbawa oleh saya, Apa Tuan masih berada di kantor?


"Maaf Nona Fiona, saat ini saya berada di jalan untuk pulang, di mana posisi Nona? biar asisten saya yg mengambilnya ke tempat Nona?


"Saya sudah di jalan menuju kantor Tuan Davin..bagai mana jika saya antar kan saja berkas ini ke rumah Tuan Davin?


"Apa itu tidak merepotkan Nona Fiona?


"Tidak sama sekali Tuan..


"Baiklah saya akan serlok alamatnya, "ujar Davin..


"Baik Tuan saya tunggu,, setelah panggilan berakhir, Fiona bersorak ria.


"Yesss..akhirnya aku bisa juga ke rumahnya, tidak sia_sia Map ini aku bawa untuk alasan bertemu dengannya. "Ucapnya senyum penuh kemenangan


"Aku yakin tidaklah susah untuk mendapatkan hatinya..sekarang aku bisa keluar masuk kantornya .besok atau lusa aku yakin bisa juga keluar masuk rumahnya.."Fiona tersenyum saat dirinya sudah bisa mendekati Davin.


Setelah mendapat kan alamat rumah Davin, Fiona melanjutkan kendaraan menuju kediaman Davin.


.


.


.


.


Davin turun dari kendaraannya, Davin nampak mencari sosok wanita yg selama ini selalu menyambutnya,


"Kemana dia ? kenapa tidak menyabut ku hari ini ? "gumam Davin


Namun Davin melihatnya acuh..


"Bik.. Bik Sum yg bantu Tuan Davin, ya.?


Saya mau masak.."ujar Diana.


"Tapi Non-


"Sudah sana Bik,, nanti keburu Tuan Davin marah..


"Baik Non.."Jawab Bik Sum pasrah.


Tok_tok_tok


"Permisi Tuan, saya akan membantu Tuan untuk menyiapkan air hangat,,


Bik Sum yg melihat Tuannya diam saja merasa tak enak


"maaf Tuan Nona muda yg menyuruh saya untuk membantu Tuan.


"Hemm..


Setelah selesai semua Bik Sum pun undur diri dari kamar Tuannya.."Tuan apa sudah tidak ada yg Tuan butuh kan lagi? kalau tidak ada saya permisi..


"Hemm


Setelah selesai mandi Davin turun menuju ruang kerjanya tak sengaja melihat Diana yg tengah sibuk dengan masak memasaknya di dapur.. "Huh" Davin membuang nafas kasar, lalu melanjutkan langkahnya, belum sampai ruangannya, pak asep menghampiri Tuannya,,


"Permisi Tuan..ada tamu yg mencari Tuan di depan.."ucap Pak Asep sopan..


"Siapa?


"Namanya Nona Fiona Tuan, "jawab Pak Asep.


"Oh..Iya dia tamu saya biarkan dia masuk,

__ADS_1


"Baik Tuan..


Davin mengurungkan niatnya untuk ke ruang kerja ,Davin memilih menghampiri tamunya


Davin menghampiri Fiona..


"Selamat malam Nona Fiona, Sapa Davin menyambut tamunya..


"Selamat Malam Tuan, " Fiona mengulurkan tangannya


Davin meraih tangan Fiona, "mari silahkan duduk, Davin mempersilahkan tamunya untuk duduk,


"Rumah anda sangat nyaman Tuan.."Fiona berbasa basi..


"Terima kasih Nona.."jawab Davin.


"Permisi Tuan, Nona, minumnya, "Ucap Lala memberi minuman pada Tuan dan tamunya.


"Terima kasih La, "ucap Davin


"Sama_sama Tuan..


"Oh..Iya ini Tuan berkasnya..."Fiona memberi Map yg menjadi alasannya sampai rumah Davin..


"Oh terima kasih banyak Nona Fiona, sudah mau repot_repot mengantar kannya kesini..


"Tidak masalah Tuan, tidak usah sungkan..


"Apa Nona sedang sibuk?


"Tidak saya sedang free...memang ada apa Tuan Davin?


"Jika anda tidak keberatan makan lah terlebih dahulu disini, sebagai ucapan terima kasih saya.."Davin menawarkan makan malam kepada Fiona.


"Apa itu tidak merepotkan, Tuan?


"Tentu saja tidak Nona,


Mari ikut saya, "Fiona pun mengekori Davin menuju meja makan..


Diana yg masih berkutat di dapur melihat ke arah meja yg di duduki oleh Davin dan teman wanitanya. lebih tepatnya rekan bisnisnya Diana merasakan sesak yg begitu hebat..


Setelah selesai memasak Diana menyiapkannya, setelah selesai menyiapkan Diana hendak melangkah, namun terhenti oleh panggilan tamu suaminya..


"Pelayan.."panggil Fiona pada Diana..


"Ada yg bisa saya bantu Nona? "Tanya Diana ramah,


"Hemm...Saya terbiasa minum orange juice saat sedang makan, apa kah disini ada orange juice?


"Tunggu sebentar Nona, saya akan membuatkannya untuk Anda, "ujar Diana sopan,


Davin yg melihat Diana di perintah oleh orang lain merasa tak tega, namun Davin yg keras lebih mementingkan egonya..


"Permisi, Nona ini Orange juicenya..Diana hendak mengakat gelasnya, namun ntah kenapa orange juice itu malah tertumpah pada baju yg di kenakan oleh Fiona..


"Hayy.. dasar pelayan bodoh.. Apa kau tidak bisa bekerja, kau tau harga baju ini ? bahkan kau tidak akan dapat membelinya walau menunggu gajih mu selama 5 bulan." tunjuknya pada Diana


"Maafkan saya Nona.. saya bersalah "ucapnya menunduk..air mata Diana terjatuh, namun dengan cepat Diana menghapusnya


Dan itu tidak lepas dari pandangan Davin..


"Pergi lah, "ucap Davin yg sudah tak tega melihat Diana di hina oleh orang lain.."panggil Bik Sum untuk melayani kami disini..


"Baik Tuan. "jawab Diana sopan.


Davin yg mendengar Diana memanggilnya Tuan begitu sakit, rasanya Davin ingin memeluknya..dan untuk meminta maaf, namun egonya lagi-lagi mengalah kan ke inginannya.


"Maaf Nona Fiona, membuat anda tidak nyaman dan kehilangan selera makan anda..


Tuan Davin..sebelumnya saya minta maaf, " sepertinya saya harus pulang sekarang, saya harus mengganti pakaian saya.


"Oh saya benar_benar menyesal atas kejadian ini, sekali lagi saya minta maaf..


"Anda tidak usah kawatir, saya senang anda sudah berkenan mengajak saya makan malam di rumah anda, ini suatu kehormatan untuk saya, kalau begitu saya permisi undur diri Tuan.."pamit Fiona..

__ADS_1


__ADS_2