
Rita menangis mengingat kata yg di ucapkan oleh Bobby, sebenarnya tidak ada yg salah yg di ucap kan oleh Bobby, namun ntah kenapa Rita sangat sakit mendengar ucapa Bobby..
"Bodoh_bodoh kenapa aku berpikir jika Bobby sudah nyaman dekat dengan ku,? kenapa aku tak pernah berpikir jika dia tak menganggap ku sama sekali, dia hanya menganggap ku pelayan tidak lebih, kenapa aku besar kepala, gumam Rita.
Drrtt _Drrtt.
Suara getaran hanphone menyadarkan Rita darinya lamunan. "Ayah...Ck mau apalagi dia, "Ucap nya malas
"Ada apa Yah?
" Anak sialan, anak bodoh, kemana saja kau dari kemaren aku mencari mu,? dari mana saja kau hah? bentak dan umpatan Ayah Rita di seberang sana.
"Untuk apa Ayah mencari ku?
"Tentu saja aku butuh uang, kirimkan aku uang, aku sudah tak memegang uang, "
"Yah aku tidak punya uang sekarang, aku belum gajihan, lagi pula baru seminggu yg lalu Aku kirim Ayah Uang, aku tidak punya uang saat ini,
"Aku tak peduli, yg aku mau uang bukan ocehan mu,
"Teserah apa pun kata Ayah, yg jelas aku saat ini sedang tak ada uang, jika Ayah ingin uang maka carilah, bekerja, jangan hanya mabuk dan main judi saja, aku sudah lelah mengikuti ke inginan Ayah, "Ujar Rita kesal menutup sambungannya..
"kenapa semua orang menjengkelkan, gumamnya lalu pergi,
Setelah sampai di kosan, Rita membaringkan tubuhnya di atas kasur yg sudah lusuh, kasur yg memberinya kenyenyakan saat lelah.
"Kenapa di kejam sekali? kenapa dia mudah sekali berkata seperti itu, " gumam Rita
"Ceklekk..
"Loh Rit? katanya mau ketempat pangeran mu, kenapa rebahan di kosan? "Tanya Rina yg baru saja kembali setelah membeli sarapan..
"Dia tidak menganggap ku Rin, dia bilang aku hanya orang asing, dia juga bilang tidak suka memasukan orang asing ke rumahnya, " Ucap Rita sedih..
"Apa? dia benar mengatakan itu padamu Rit ? setelah apa yg kamu lakukan padanya, ? kau rela bergadang, kau rela tidak tidur, bahkan kau rela berjalan kaki ke rumah sakit demi mengurus dan menemaninya, dan dengan mudahnya dia bilang seperti itu padamu? keteraluan," Ucap Rina kesal
Gubrakk..
Suara pintu terbuka paksa, "
"Anak sialan kau berani padaku hah, "Ucap Ayah Rita sambil menarik rambutnya..
"Aww..Yah sakit, "Rintih Rita saat rambutnya di tarik paksa..
"Om..lepaskan Om, Rita kesakitan, " Ucap Rina ingin membantu Rita,
"Jangan pernah ikut campur dengan urusan ku? "Ucap Ayah Rita membentak lalu mendorong Rita hingga terbentur dinding.
"Tapi Om kasihan Rita, "Ujar Rina menangis melihat sahabatnya di perlakukan dengan kasar..
"Om butuh uang? saya ada uang, Om bisa ambil ini, Rina mengambil uang yg ada di dompetnya lalu memberikan pada Ayah Rita..
Dengan tak tau dirinya, dan tak merasa berdosa Ayah Rita mengambilnya. "Dengar ya anak kurang ajar, jangan pernah mengoceh dengan ku, kau hanya perlu kasih aku uang, hidup mu akan tenang, "Ujarnya lalu pergi dengan senyuman karna telah mendapatkan apa yg dia inginkan..
"Rit, kamu gak papakan? "Tanya Rina mengahampiri sahabatnya.setelah Ayah Rita pergi.
"Hik_Hik_Hik..
Rita menangis di pelukan Rina, Aku lelah Rin, aku lelah menjalani hidup ku, kenapa kamu kasih uang mu padanya? bukan biarkan saja dia menyiksaku, jika dia sudah puas juga dia akan berhenti, sekarang kamu tidak ada uang, aku juga tidak ada untuk menggantinya padamu sekarang..
"Jangan pikirkan itu, aku masih ada tabungan, sekarang aku obati luka mu,
"Tidak perlu Rin, ini tidak apa_apa mungkin hanya memar sedikit besok juga hilang,
"Jangan membantah ayo sini, "paksa Rina.
.
.
.
.
.
..........Anggara Group..........
Esokannya Bobby sudah kembali ke kantor untuk membantu Davin,
"Selamat pagi Tuan" Sapa Bobby saat masuk keruangan Davin,
__ADS_1
Davin dan Jody yg berada di ruanga tersebut langsung melihat kearah suara yg menyapanyanya.
"Bobby? kenapa kau sudah masuk kantor? apa kau sudah sehat? "Tanya Davin,
"Saya sudah sehat, Tuan..
Jody yg melihat sahabat nya telah sehat begitu senang, "Kau sudah sehat Bob, syukur lah aku senang melihatnya, sorry aku tidak menjenguk mu beberapa hari ini karna sibuk dengan urusan disini, "Ucapnya lalu memeluk Bobby..
"Than'k Jod, aku sudah sehat, bagaimana apa semua sudah beres,? "Tanya Bobby
"Kami sedang mencari keberadaan Fiona, kau tahu, yg telah mencelaki Nona Muda adalah Fiona,
"Berengsek wanita itu selalu merepotkan, "Ucap Bobby kesal.
Setelah membahas pekerjaan dan membahas rencana untuk Menemukan Fiona, Bobby memberanikan diri untuk membicarakan masalah Rita..
"Tuan, maaf jika saya lancang, Eum untuk Nona Rita, yg membantu melayani saya, itu saya sudah tak membutuhkannya lagi, saya sudah sehat, Tuan bisa memecatnya, atau memindah tugaskannya di tempat lain, "Ujar Bobby mengatakan keinginannya..
"Pelayan?Nona Rita bukan pegawai ku,? Nona Rita membantu dan mengurus mu, itu keinginannya sendiri, aku pernah memberinya uang untuk bentuk rasa terimakasih, namun dia menolak, mungkin dia munyukai mu, "Ujar Davin santai lalu beralih memandang Laptopnya.
"Tuan, Apa Tuan tidak bercanda? "Tanya Bobby tak percaya.
"Kau bisa tanyakan langsung padanya, Apa kau mengusirnya? "Tebak Davin yg tau sifat asistennya tersebut..
"Kenapa Tuan tak memberitahu saya sebelumnya,?
"Sudah, pergi sana jelaskan padanya, Nona Rita pasti sedih dengan kata_kata mu." Ucap Davin masih fokus pada laptopnya..
Jodi yg mendengar ucapan Bossnya hanya tersenyum, membenarkan ucapannya.
"Kenapa masih berdiri disitu, pergi dan jelaskan, jangan menjadi orang yg tak tau terimakasih, "Davin kembali bicara..
"Tidak Tuan nanti saja, setelah pekerjaan disini selesai, "Jawab Bobby.
"Kau tidak di butuhkan hari ini, pergilah sebelum terlambat,
Jody menghampiri Bobby menepuk pundaknya, pergilah wanita itu rapuh, pasti Nona Rita saat ini sedang bersedih karna kata_kata mu,
"Heii memangnya kau tau aku mengatakan apa?
Jody tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu, "Aku tau tanpa kau memberi tau ku, "Ujarnya lalu kembali duduk di meja kerjanya.
"Baiklah saya permisi, "Ucap Bobby lalu pergi meninggalkan Davin dan jody..
Bobby pun melajukan mobilnya menuju Caffe yg pernah di datanginya dulu saat mengantarkan Rita dan temannya.
"Permisi mba, apa Rita masuk kerja hari ini?"Tanya Bobby pada salah satu pelayan di Caffe Cemara.
"Sebentar lagi, Rita shift dua, dia akan sampai sebentar lagi, "jawab pelayan tersebut.
Benar saja, tak lama Rita sampai, dengan berjalan lesu wajah penuh dengan memar Rita berjalan menuju pintu masuk Caffe Cemara.
"Nona Rita.."panggil Bobby,
Rita langsung mendongkakan wajahnya saat mendengar suara yg tak asing baginya..
"Tuan Bobby,?
Bobby yg melihat wajah Rita terkejut, "Nona Rita kenapa dengan wajah anda? "Tanya Bobby terkejut.
"Ah..ini saya terjatuh, "Ujarnya lalu menundukan kepala..
"Apa Nona ada masalah? "Tanya Bobby,
"Ada apa Tuan kesini? "Ucap Rita bertanya, dan mengabaikan pertanyaan Bobby..
"Itu dia, yg bernama Rita, "Ujar orang yg tak di kenal..saat Rita sedang bicara dengan Bobby
"Ayo ikut dengan ku, "tarik pria yg tak di kenal,
"Hayy..siapa kalian? "Tanya Rita saat tangannya di tarik paksa.
"Membawa mu, dan menjual mu kembali, karna Ayah mu telah menjual mu pada ku,"Ujar pria tak di kenal.
"Apa kau gila? aku ini bukan barang yg bisa di jual dan beli, lepaskan tangan ku, "bentak Rita,
"Plakk..
"Wanita sialan, beraninya kau berteriak pada ku." Umpat pria tersebut menampar wajah Rita
"Bobby terkejut dengan apa yg di lihatnya, Bobby langsung menarik pria tersebut lalu menghajarnya, "Apa kau pria tidak memiliki seorang ibu, ? kau pria tidak tau diri, kenapa kau dengan mudahnya memperlakukannya sangat kasar,
__ADS_1
Anak buah pria tak di kenal itu pun menyerang Bobby, dan memukuli Bobby,
"Hentikan..teriak Rita, baik aku akan ikut dengan kalian tapi tolong lepaskan dia, "Ujar Rita menangis saat melihat Bobby di keroyok oleh pria yg telah membelinya dari Sang Ayah.
"Begitu menurut, jika kau menurut, aku tidak akan menyakiti tubuhmu, "Ucap pria tersebut.
"Tunggu? berapa kalian membeli Rita dari Ayahnya? "Tanya Bobby lemah karna merasakan sakit di sekujur tubuhnya, setelah di keroyok..
"Dua puluh juta, apa kau ingin membelinya dari ku? Ucap pria tersebut..
"Aku akan membayarnya, tapi lepaskan dia dulu,
"Ok, sekarang mana uangnya?
"Mana no rekening mu,? biar aku transfer sekarang, "Jawab Bobby.
Setelah pria itu memberi no Rekeningnya Bobby langsung mengirim uangnya,pada laki_laki tersebut
"Sudah, Bobby melihat kan bukti pengirimannya, sekarang lepaskan dia,"Ujar Bobby.
"Si pria itu pun mendorong Rita ke arah Bobby,
"Nona tidak apa_apa? "Tanya Bobby saat Rita sudah berada di tangannya..
"Tuan tidak harus menolong ku,
"Ikut saya, "Ajak Bobby lalu masuk ke dalam mobil, Bobby melajukan mobilnya ke arah apartemennya,
.
.
.
.
.
.
. ...........Apertemen Bobby.............
"Untuk apa kita kesini Tuan? "Tanya Rita.saat sampai di apertemen Bobby.
Bobby menarik tangan Rita tanpa menjawab pertanyannya. Setelah sampai Bobby mendudukan Rita di sofa miliknya..lalu Bobby berjalan kearah dapur untuk mengambil kotak P3K
"Biar ku bantu, Ucap Bobby yg sudah memegang kapas yg di basahi alkohol,
"Tidak perlu Tuan, ini hanya luka kecil, saya harus pergi, O'ya untuk uang tadi saya janji akan membayarnya tapi beri saya waktu, "Ujarnya lalu berdiri.
"Kenapa anda menemani saya disaat saya tak sadarkan diri,? bahkan anda melayani saya,?
"I, itu...
"Bahkan saya tak mengenal anda, apa sebenarnya tujuan anda? "Tanya Bobby memotong ucapan Rita.
"Itu , Saya menerima bayaran dari Tuan Davin.
"BOHONG..
"Anda berbohong pada saya. bahkan anda tak sepeserpun menerima uang dari Tuan Davin.
"Itu Karna saya menyukai anda, karna saya ingin dekat dengan anda, karna saya mencintai anda, itu sebabnya saya mengurus anda, Maaf jika saya lancang, "Ujarnya mengeluarkan semua gundahnya..
"Anda menyukai saya,? tanpa mengenal saya, ? itu tidak mungkin Nona...
"Maaf kan saya, tapi anda tidak usah khawatir saya tidak meminta balasan cinta dari anda, "Ucapnya lalu pergi, meninggalkan Bobby.
"Ini Gila.."Bobby mengusap kasar rambutnya Frustasi, mendengar jawaban Rita...
.
.
.
.
.
***Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya🤗🤗***