
"Aku tidak mau... lepaskan aku "Teriak Diana, yg di paksa minum air berbau menyengat yg membuat dirinya menjadi mual..
"Buka mulut mu, wanita sialan, "bentak penjaga yg di tugaskan untuk mengawasi Diana..
"Aku tidak mau, tolong jangan, "Ucap Diana memelas, namun tak membuat rasa iba laki_laki tersebut mengurungkan niatnya.
......Di luar Gudang penyekapan......
"Dit, Vino, kalian sudah sampai, "Ucap Davin saat melihat kedua sahabatnya menghampirinya...
"Dimana perempuan itu menyekap Diana? "Tanya Vino, yg terlihat jelas gurat kecemasaan di wajahnya..
"Orang suruhan ku bilang. wanita itu menyekap Diana di gudang itu, "Jawab Davin menunjuk ke sebuah Villa yg sudah terlihat tua..
Samar_samar Davin menangkap suara jeritan Diana, Davin menajamkan pendengarannya..
"Diana? apa yg mereka lakukan pada istriku,? "Ucap Davin Cemas, lalu bergerak hendak melangkah ingin menjumpai istrinya, Namun dengan cepat tangan Bobby menghalu langkah Davin..
"Tuan, tunggulah sebentar penjaga disana cukup banyak, jika Tuan tiba_tiba muncul, tidak menutup kemungkinan mereka akan menyakiti Nona Muda, "Ujar Bobby mengingatkan..
"Apa kau tidak mendengar jeritan Diana hah? mereka sudah menyakiti istriku, aku harus menunggu berapa lama lagi disini? apa aku harus menunggu sampai mereka benar_membuat istri ku, membisu selamanya, "teriak Davin penuh kemarahan,
"Ayo Vin, kita hampiri wanita keparat itu, kita beri dia pelajaran yg tidak akan bisa dia lupakan seumur hidupnya, "Ajak Vino yg ikut merasa sakit mendengar rintihan Diana..
"Tuan Vino, tolong mengertilah, orang suruhan saya sedang melakukan siasat agar mengalihkan perhatian penjaga disana, saya tidak ingin terjadi apa_apa kepada Nona Muda, "Tukas Bobby..
.
.......Di dalam Gudung........
"Tidak, aku tidik mau tolong jangan, "Teriak Diana.
"Diam kau wanita sialan, "Bentak laki_laki suruhan Fiona, dengan menambahkan satu tamparan mendarat tepat di pipi kirinya, yg membuat Diana diam seketika karna meraskan sakit yg amat terasa hingga membuat dirinya limbung...
Dan itu tidak luput dari pendengaran Davin, Vino, dan yg lainnya..Davin langsung berdiri melangkah lebar ingin menemui istrinya..
"Tuan, apa yg Tuan lakukan, tunggu sebentar lagi, "Cegah Bobby..
"Kau ingin melihat istriku mati terlebih dulu? baru aku bisa menumuinya"Jawab Davin dingin, terlihat jelas kemarahan di wajahnya, Dan itu membuat Bobby mengalah membiarkan Davin berjalan ke arah gudang penyekapan, lalu di ikut oleh Vino yg memiliki kekhawatiran yg sama,
.
"Braakkk
Suara pintu yg di tendang oleh Davin, mengalihkan pandangan penjaga dan Diana,
"Davin.."
"Davin, "Ucap Diana mengulang kata_katanya yg belum sepenuhnya percaya akan kedatangan suaminya. sesaat setelah melihat Sosok lelaki yg di nantinya selama dua hari ini.
"Siapa kau? "Tanya orang suruhan Fiona saat melihat Davin dan Vino menerobos masuk, setelah mengalahkan beberapa penjaga di depan,
Davin melihat ke arah Diana yg tak nampak baik_baik saja, kemarahannya semakin memuncak, Davin langsung berlari menghampiri laki_laki yg tadi telah memaksa Diana untuk meminum air pekat yg ntah apa isinya. Davin langsung melayangkan tinjuan kepada laki_laki tersebut, namun tinjuannya melesat takala laki_laki tersebut menghindar,
Davin kembali melayangkan pukulan, kali ini tepat mengenai wajahnya yg membuat laki_laki tersebut menjadi limbung. Davin tak menyia_nyiakan kesempatan itu dengan gerak cepat Davin menendang laki_laki tersebut hingga tersungkur, dengan mababi buta Davin memukul Laki_laki tersebut, setelah puas memukulinya yg sudah tak berdaya Davin langsung berdiri menghampiri Diana,
"Sayang, Davin memeluk Diana dengan erat dan menciumi seluruh wajahnya, hingga membuat Diana memekik kesakitan
"Dav..sakit, "Rintihnya
"Maaf, Sayang.."Davin memandang seluruh tubuh Diana yg di penuhi oleh luka lembab biru, Davin menggempalkan tangannya hingga terlihat urat_urat di tangan keluar, rahangngnya mengeras, terpancar jelas kemarahan sedang menguasainya..
"Dav, Bawa aku pergi dari sini, aku takut berada disini, "Ucap Diana yg membuat Davin tersadar,
__ADS_1
Vino yg melihat keadaan Diana saat ini ingin sekali memeluknya memberikan kenyamanan pada wanita yg selama ini memenuhi pikirannya, namun itu tidak mungkin..tak lama Vino tersadar dari pemikirannya..
"Davin, Bawa istrimu pergi dari sini, keadaan di luar sudah aman, aku dan yg lain akan mengurus mereka," Ujar Vino memberi intruksi pada sahabatnya tersebut agar cepat membawa Diana, agar bisa cepat mendapat pengobatan..
"Baik No, terimakasih, "Jawab Davin menggendong Diana, lalu pergi meninggalkan gudang.
Davin memasukan Diana kedalam Mobil terlebih dulu lalu keluar lagi menghampiri Bobby, "Pastikan wanita itu tidak melarikan diri, dan jangan ada yg menyentuhnya, karna aku sendiri yg akan memberinya pelajaran" perintah Davin terlihat penuh dengan kemarahan..
"Baik Tuan.."Jawab Bobby penuh hormat
Davin pun masuk kedalam mobil menyusul kembali istrinya yg terlihat tak berdaya..
"Dav, Diana meraih tangan Davin, "Haus.."Ucapnya pelan..
"Kau Haus...tunggu sebentar aku ambilkan, Davin pun mengambil air yg tersedia di dalam mobilnya tersebut dan memberikannya pada Diana, Diana meneguk habis satu botol air mineral seketika, yg tadi di berikan oleh Davin,
Davin meneteskan air matanya takala melihat istrinya meneguk air mineral habis dalam waktu sekejap, "Apa para keparat itu tak memberimu minum? "Tanya Davin sambil meraih tubuh Diana untuk memeluknya,
Diana hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban,
"Akan ku buat, kau, seribu kali lipat menderita Fiona, kau akan merasakan bagaimana rasanya sakit yg sebenarnya, bahkan kau akan lupa dengan rasanya bahagian,"Gumam Davin yg sudah benar_benar terbakar amarah.
Diana terus memeluk erat tubuh Davin, terlihat jelas ketakutan di wajahnya, tubuhnya yg bergetar membuat Davin mengeratkan pelukannya,
"Kita kerumah sakit." perintah Davin pada bodyguard yg mengemudikan kendaraannya.
"Dav, aku ingin pulang, aku tidak ingin kerumah sakit, "Ucap Diana paru.
"Tapi, sayang luka di tubuhmu....
"Aku takut Dav, aku mohon. bawa aku pulang "potong Diana
"Baiklah, ...kita langsung pulang"Jawab Davin yg tak ingin membuat kekhawatiran pada Diana..
Davin langsung merogoh benda pipihnya
.
.
.
.
.
.
.
.........Kediaman Anggara........
Setelah sampai Davin langsung menggendong Diana naik ke atas menuju kamar, tak lupa menyuruh asisten rumah tangganya untuk menyiapkan keperluan Diana..setelah semuanya siap dan para ART, Keluar dari kamarnya, Davin langsung mengganti pakaian Diana, begitu terkejutnya Davin melihat sekujur tubuh Diana penuh memar, Davin menggempalkan tangannya, rasanya saat ini ingin sekali Ia pergi menemui Wanita yg telah menyakiti istrinya, namun semuanya ia tahan karna saat ini Diana lebih membutuhkannya...
"Tok_tok_tok..
Suara ketukan pintu menyadarkan Davin dari lamunannya yg sedang menatap istrinya,
"Ceklek..
Davin membuka pintu dan mempersilahkan para dokter yg baru sampai tersebut untuk memeriksa keadaan Diana,
"Ya Tuhan Vin, Ada apa dengan istrimu? "Tanya dokter Rendy terkejut dengan keadaan Diana..
"Dua hari yg lalu Diana di culik, aku baru saja menyelamatkannya, "Jawab Davin..
"Kita bawa Istrimu kerumah sakit, keadaan seperti ini tidaklah baik untuk dirinya, "Ujar dokter Rendy..
__ADS_1
"Tidak, lakukan pemeriksaan disini, dan ambil peralatan yg di butuhkan oleh Diana, Diana menolak untuk di rawat di rumah sakit, dia terlihat takut di luar rumah, sepertinya dia ingin tetap di rumah, disini dia merasa terlindungi..lakukan pemeriksaan pada istriku sekarang.."perintah Davin..
Dokter pun mulai memeriksa Diana, dan memberi cairan melalui infusan pada tangan Diana agar mengurangi dehidrasi dan mengurangi rasa nyeri pada tubuh Diana dengan mencampurkan beberapa obat_obatan..
"Vin, istrimu mengalami trauma yg mendalam atas kejadian ini, dampingi dan temani istrimu terus, jangan tinggalkan istrimu sendiri, "Ucap dokter Rendy,
"Baik Ren, tapi apa ada luka yg serius di tubuh Diana? "Tanya Davin, yg masih membayangkan akan hal_hal yg terburuk untuk Diana..
"Luka_lukanya cukup buruk, tapi kami sudah memberi antibiotik dan paracetamol kepada istrimu, kamu bisa membantu dengan mengompres bagian_bagian yg memar, " Ujar Dokter Rendy..
"Baiklah Vin, aku akan kembali ke rumah sakit , jika ada masalah pada istrimu segera hubungi aku, Dan ini obat yg harus kamu beli di luar, karna aku tak memiliki obat ini, besok aku akan kembali memeriksa istrimu,
"Than'k Ren, "Ucap Davin berterimakasih pada Rendy, Rendy mengangkat bibir atasnya tersenyum melihat ke arah Davin, merasa terharu, enam tahun tak pernah mendengar kata_kata tersebut dari mulut sahabatnya itu, walau dalam keadaan apa pun, hanya kata_kata ketus yg biasa dia dapatkan.
"Laporkan kejadian ini pada pihak yg berwajib, "Ujar dokter Rendy sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Davin...
"Nanti setelah aku puas bermain_main dengan mereka, "jawa Davin lalu melangkah mendekati istrinya yg tertidur pulas..
.
.
.
.
.......Gudang Anggara.......
"Lepaskan aku, "Teriak Fiona meronta_ronta.
Vino yg melihat Fiona rasanya ingin mengulitinya, namun apa daya, dia tak dapat menyentuh Fiona karna Bobby sudah memperingatkanya, bahwa Davin berpesan tidak boleh ada yg menyentuh Fiona, karna Davin sendiri yg akan melakukannya.
Fiola yg bersembunyi di balik pintu mengintip keadaan saudaranya merasa iba, bagaimana tidak, walau pun Fiona selalu memanfaatkan nya, namu Fiona dan Fiola telah hidup bersama selama dua puluh enam tahun, dan itu bukan waktu yg sebentar bukan..Fiola meneteskan air matanya mengingat kembali kebersamaan mereka, rasa nyeri di dada terasa menusuk_musuk di dadanya..
Vino yg melihat Fiola menangis, mendekatinya. "Apa kau menyesal telah membantu Davin? pertanyaan Vino membuat Fiola tekesikap kaget..
"Tu_tuan Vino, Sa,Saya hanya...
"Saya dapat mengerti perasaan Nona, potong Vino, "tapi wanita seperti Fiona harus di beri pelajaran, saya bangga terhadap Nona, Nona begitu cepat menyadari ini semua, anda harus bangkit dan berubah, itu semua untuk kebaikan anda, "Ucap Vino memberi sedikit nasehat pada Fiola,
"Tapi tidak ada yg ingin berteman dengan orang seperti saya, teman_teman saya menjauhi saya, bahkan orang yg selalu bersama saya selama dua puluh enam tahun dia tak pernah menginginkan saya, hanya Papa yg selalu ada di samping saya, tapi saya kecewa terhadapnya, "Ujar Fiola menundukan kepalanya..
"Jika anda tidak keberatan, apa saya boleh menjadi teman anda, "Tawar Vino..
Fiola mendongkakan kepalanya, melihat ke karah Vino, melihat kebohongan di mata Vino, namun tak mendapatkannya, "Apa Tuan Vino serius? "tanya Fiola,
"Ya...i am very serius.."Jawab Vino tersenyum..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, dukung aku dengan like komen dan vote, terimakasih**