TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Kembalinya Ayah Rita.


__ADS_3

"Radit. sepertinya kamu terlihat perhatian pada Nona Rina, mudah-mudahan kalian berjodoh ya, lihat deh kalian sangat serasi, lo.." ujar Fiola polos..


"Duh, sayang apa kau tidak bisa bicara lebih polos lagi, "Gumam Vino .


"Fiola jangan salah paham. saya kesini hanya kebetulan mampir saja, walau bagaimana pun Nona Rina kemaren kecelakaan itu karna saya, saya hanya merasa harus bertanggung jawab atas semua itu, "kilah Radit ..


"Baiklah kalau begitu saya duluan, kebetulan saya masih ada janji dengan klien, Permisi, No-Mm Rina semoga lekas sembuh, "ujar Radit berpamitan..


"Dit, kenapa harus buru-buru? tunggulah sebentar lagi kita berbincang dulu disini..kau bisa serahkan klien mu pada asistenmu kan, dan apa kamu mau melewatkan moment-moment langka seperti ini? "Ujar Vino yg tidak di mengerti oleh Radit..


Kening Radit berkerut, "Moment langka ? moment langka seperti apa yg kau masuk ? "tanya Radit tak mengerti..


"Berdekatan dengan Nona Rina dengan alasan menjenguk, "jawab Vino menaik turunkan alisnya menggoda Radit..


"Sialan kau, "Ujar Radit menendang tepat tulang kering kaki Vino..


"Aww..Sialan ini beneran sakit, Dit.."Tutur Vino mengaduh kesakitan.


"Itu hadiah dari ku, karna mulutmu tidak pernah bisa di atur, "Ujar Radit lalu pergi meninggalkan Ruangan Rina..


"Eh, tunggu Dit. aku ikut dengan mu, "teriak Vino


"Sayang aku ikut Radit, ya, kalau kamu ingin pulang hubungi aku, nanti aku jemput kamu, "Diana, Nona Rina, Nona Rita saya pergi dulu nanti saya kesini lagi "Ujar Vino lalu pergi mengejar Radit..


"Kenapa kau masuk kemobil ku? turun, bukan kah juga membawa mobil, "Usir Radit. masih kesal dengan godaan-gaodaan Vino tadi..


"Heii...kenapa kau sekarang mudah sekali marah! aku hanya memberimu semangat agar lebih bersemangat untuk mendekati Nona Rina, Nona Rina sangat sulit di dekati, bukan kah ini moment yg baik untukmu agar bisa lebih dekat lagi dengan Nona Rina, jika Nona Rina sudah keluar dari rumah sakit, kau pasti akan kehilangan kesempatan untuk berdekatan dengannya, dan jika Nona Rina keluar dari rumah sakit, aku pikir hanya untuk sekedar ngobrol pun, kamu tidak akan ada kesempatan, apa lagi untuk mengungkapkan perasaan aku pikir tidak akan ada kesempatan sebagus ini. "Ujar Vino bicara yg sudah dapat tatapan membunuh dari Radit.


"Tutup mulut mu..Siapa yg akan mengungkapkan perasaan,? siapa yg menyukainya, aku hanya merasa kasihan, dan sedikit merasa bersalah, karna kemaren sudah membuatnya celaka, tidak lebih dari sekedar rasa bersalah, dan tutup mulutmu, yg beransumsi tidak jelas itu, "jelas Radit kesal..


"Oh, jadi kau tidak menyukai Nona Rina, aku pikir kau menyukainya, tadinya aku sudah sangat bersemangat untuk mendukungmu, dan memohon pada Davin agar Nona Rina tetap berada di kota ini, karna setelah kesembuhannya, Nona Rina akan meninggalkan kota ini, dan akan pergi menjauh dari kota ini bersama keluarganya. dan kepergiannya yg mengurus adalah Davin, tapi ternyata permohonanku pada Davin sia-sia, karna kamu tidak menginginkan Nona Rina, "Ujar Vino berdusta, memperlihatkan kekecewaannya saat bicara..


"Pergi menjauh dari kota ini? kemana Nona Rina akan pergi? "Tanya Radit terkejut..


"Ntah lah, Davin hanya bilang akan pergi dari kota ini, ntah luar negri, ntah luar kota, aku tidak menanyakannya, aku hanya memohon pada Davin, agar Nona Rina tidak pergi dari kota ini, tapi jika kau memang tidak memiliki perasaan pada Nona Rina, untuk apa aku berusaha menahannya, jika aku menahannya tanpa alasan, nanti yg ada Akan jadi salah paham antara aku dan Fiola, "ujar Radit masih berbohong..


"Tapi kenapa harus meninggalkan kota ini? aku akan membantu melindunginya dari mantan kekasihnya yg ingin menyakitinya, asalkan dia tetap tinggal di kota ini, "Ujar Radit tidak menyadari ucapannya yg terlihat jelas ketakutan akan kepergian Rina..


"Cih, kau masih berkilah jika kau tak perduli padanya, "seru Vino mencibir..


"A-aku-


"Apa ini yg dinamakan tidak memiliki perasan, Cih lihat wajahmu, begitu terlihat cemas. "Cibir Vino kembali..


.


.


.

__ADS_1


 


.........Anggara Group.........


 


"Gisel apa yg kau lakukan disini? "Tanya Feby saat melihat Gisel berjalan melintasi mejanya.


"Aku ingin bertemu Davin, Aku tidak melihatnya beberapa hari ini, aku hanya ingin menanyakan kabarnya, "jawab Gisel.


"Tuan Davin Baik-baik saja, sekarang kamu boleh kembali ke ketempatmu, "Tutur Feby menyuruh Gisel kembali ke ruangannya..


"Aku akan pergi setelah mendengar langsung dari Davin, "Ujar Gisel tidak peduli dengan ucapan Feby..


"Gisel, ada baiknya kamu tau batasan dan tau posisimu disini. "Jawab Feby mengingatkan tentang posisi Gisel.


"Ada apa ini? kalian begitu berisik.."Ujar Davin kesal saat mendengar keributan di depan ruangannya..


"Vin, Aku hanya ingin bertemu denganmu, tapi Feby tidak mengijinkannya, "Adu Gisel.


"Ada perlu apa kau ingin menemuiku,? "


"Vin...Aku mengkhawatirkan mu beberapa hari ini kamu tidak masuk kantor dari hari kamis, aku benar-benar mengkhawatirkanmu, "Tutur Gisel mendekat ke arah Davin..


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku, karna aku tidak butuh perhatianmu, pergi dari lantai ini,


"Feby saya sudah mengatakan padamu, agar tidak mengijinkan orang yg tidak berkepentingan naik ke lantai ini, "Ujar Davin dingin..


"Feb, suruh dia pergi, jika dia masih menolak berikan gajih terakhirnya. "Sergah Davin memotong ucapan Gisel.


"Vin, kamu keterlaluan. "teriak Gisel lalu pergi meninggalkan Feby yg hendak menyuruhnya pergi..


 


........Rumah Sakit.......


 


Drrtt- Drrtt- Drrtt


"Eh tunggu. aku angkat telphone dulu ya, "Ujar Rita saat mendapati hanphonenya bergetar. di tengah-tengah obrolannya dengan sahabat-sahabatnya.


Setelah selesai menerima telphone Rita izin untuk pulang duluan.."Di. Rin, Fiola, aku pulang duluan ya, ada tukang Pipa dirumah sedang menunggu. "Ujar Rita izin pulang duluan..


"Nanti aja sih. tukang pipanya suruh balik lagi aja nanti sore kalau gak besok, "Tutur Diana..


"Kasihan dong Di, dia jauh-jauh datang malah aku suruh pulang, lagian juga lalau aku gak benerin sekarang aku gk bisa mandi ntar, karna saluran airnya di matiin.."Ujar Rita, Setelah berizin pada sahabat-sahabatnya Rita pun pulang...


 

__ADS_1


......Apartemen Bobby.......


 


Ceklek.


Rita membuka pintunya, "Kemana tukang pipa itu? katanya sudah sampai, "gumam Rita mencari tukang pipa yg tadi menghubunginya.


Rita pun masuk hendak menutup pintu, namun sebelum menutup penuh pintunya. ada orang yg mendorong pintu dengan kasar hingga membuat Rita jatuh tersungkur.


"Ayah.?


"Kenapa,? kamu terkejut, sepertinya aku terlalu baik pada mu, hingga kamu begitu berani memenjarakan ku, bahkan kau tidak pernah menjenguku, apa kau pikir aku tidak akan bebas lagi, kemari anak kurang ngajar, aku akan menunjukan sifat terburuku padamu, agar kau tau siapa aku sebenarnya,


"Yah, hentikan..Aw-aw sakit yah, "Rintih Rita kesakitan saat Ayahnya menarik rambutnya dan menyeretnya ke ruang keluarga..


"Kau telah menghancurkan aku anak tidak tau diri, gara-gara kau aku masuk penjara, dan gara-gara kau. aku dihajar oleh tuan besar, dan aku suruh membayar uang mahar yg telah di berikannya padaku, yg telah ku habiskan, sekarang kau ikut dengan ku, aku akan menjualmu, pada pria-pria hidung belang..biar kau tau arti kejam sesungguhnya, "ujar ayah Rita mencengkram rahang Rita..


"Yah, aku akan kasih ayah uang, tapi aku mohon lepaskan aku, Aku akan berikan ayah uang, ayah butuh berapa? aku akan kasih "Ujar Rita berusaha melepaskan tangan ayahnya yg mencengkram rahangnya.


"Anak pintar, ambil semua uangmu, berikan padaku, setelah itu kau ikut dengan ku, "Ujar Ayah Rita melepaskan cengkramannya..


"Ayah, jika Bobby tau, ayah melakukan ini pada ku, Bobby tidak akan membiarkan ayah dia akan mengirim ayah ke penjara lagi, Sekarang lebih baik ayah pergi, sebelum Bobby kembali, "Usir Rita..


"Aku akan pergi setelah mendapatkan uangnya, sekarang ambil uangnya.."Perintah ayah Rita..


"Aku akan mengambil uangnya, tapi ayah harus berjanji tidak akan mengganggu aku lagi, "Tawar Diana.


"Heh anak sialan, "ujar ayah Rita kembali menarik rambut Rita hingga membuat Rita mendongkak melihat ke arah ayahnya, "Kau tidak di izinkan untuk tawar menawar denganku, kau tidak berhak bernegosiasi dengan ku, "


"Kalau begitu ayah tidak akan mendapatkan sepeserpun uang dari ku, "Ancam Rita , yg mendapat tatapan membunuh..


Plakk-Plakk


Ayah Rita menampar kedua pipi putrinya tersebut, "Kau berani mengancam ku, sejak kapan kau berani melawanku,? aku sudah katakan posisimu tidak ada di posisi untuk bernegosiasi dengan ku, sekarang ambil uangnya dan ikut dengan ku, "Perintahnya tak ingin di bantah..


"Tidak... Yah, aku tidak akan menuruti keinginan ayah lagi,


"Betulkah..kamu tidak akan menuruti keinginan aku lagi, mari kita lihat..apa setelah ini kau masih bisa bicara seperti itu..


"Cari uangnya di dalam kamar, jangan sisakan sepeserpun, "perintah ayah Rita, kepada dua orang suruhannya, setelah mendapatkan uangnya, ayah Rita pun pergi dengan membawa Rita..


"Yah lepaskan, aku..ayah aku mohon, jika Bobby tau ayah melakukan ini, Bobby tidak akan melepaskan ayah, "Ujar Rita meronta.


.


.


.Bersambung

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya ya, like komen dan Votenya..karna like komen dan vote kalian penyemangat aku saat menulis..


"


__ADS_2