TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Mendapat pekerjaan.


__ADS_3

Diana duduk di sofa melamun, Diana diam tatapannya lurus, namun terlihat


kosong, tes...air matanya menetes..


Krekk suara pintu menyadarkan Diana yg tengah melamun, dengan cepat Diana menghapus air matanya, saat Davin masuk, Diana langsung berdiri dan menunduk,,


Davin melewati Diana, dan mengambil selimut dari dalam almari..Diana melihat ke arah Davin..


"Dav...ini kamar mu, aku yg akan tidur di kamar yg lain, kamu tidak usah pergi dari kamar mu sendiri, maaf kan aku membuat dirimu tak nyaman, di kamar mu sendiri.."ucap Diana lalu pergi meninggal kan Davin tanpa menuggu jawaban darinya...


Diana keluar dari kamar,,


"Tuhan ini sangat sakit, Diana memegang dadanya, " kenapa aku terjebak oleh perasaan ku sendiri,, bukan kah aku sudah tau,


bila akan terjadi seperti ini. tapi kenapa in**i sangat sakit tuhan...


Diana memasuki kamar tamu, "


Diana kembali menangis


Hik_hik_hik..tubuhnya gemetar menahan sesak, Diana menangis sesegukan..


Tok_tok_tok, "


"Non..."Panggil Bik Sum dari balik pintu.


Diana langsung menghapus air matanya. saat mendengar suara yg memanggilnya.


Ceklek.


Pintu terbuka.


"Ada apa Bik? "tanya Diana


"Non... Non belum makan, makan lah dulu ini Bibik bawa kan makanan untuk Nona..


"Bibik tidak usah repot_repot, Aku bisa ambil sendiri, lagian aku belum laper Bik..


"Non..Bik Sum meraih tangan Diana.. Non yg sabar ya, Tuan Davin laki_laki yg baik hanya saja mungkin Tuan Davin lagi banyak masalah. Bibik yakin Sebentar lagi Tuan Davin akan sadar dengan apa yg dia lakukannya pada Non, Non yg sabar..Semuanya akan baik_ baik saja..


Diana diam, pipinya sudah basah oleh air mata, " Bik.."Diana memeluk Bik Sum. karna sudah tak sanggup lagi menyimpan bebannya seorang diri, Diana menangis.."Davin tidak ingin bicara dengan ku, Davin membenci ku, Apa yg harus aku lakukan Bik, agar Davin bisa memaafkan ku, Aku tidak pernah mengihanatinya, Aku sayang padanya Bik, hik_hik_hik.."Diana menangis sesegukan tidak dapat lagi menyembunyikan kesedihannya.


"Non. yg sabar ya.."Bik Sum membelai rambut Diana, "Bibik yakin cepat atau lambat Tuan Davin akan memaafkan Non..


"Tapi kapan Bik ? ini sudah lama Bik, Davin mendiam kan ku seperti ini, Aku lelah Bik..


"Sudah jangan menangis lagi, "Bik Sum menghapus air mata Diana.."lebih baik Non makan, bila Non melewatkan makan terus_menerus seperti ini Non bisa sakit..lihat tubuh Non Diana semakin kurus, "Bik Sum merasa iba dengan keadaan Nona Mudanya saat ini." Bibik suapin ya..


"Tidak usah Bik, Aku makan sendiri saja, Bibik istirahat saja sana,


"Tapi Non harus makan, habiskan makanannya ya.."ujar Bik Sum..


"Iya nanti aku habis kan, "jawab Diana.. kini perasaan Diana sudah jauh lebih tenang setelah menceritakan ke gundahan yg selama ini Ia pendamnya sendiri..


Seperti biasa pagi Diana selalu sibuk di dapur, Diana selalu bersemangat untuk memasak karna Davin sudah mulai mau memakan masakannya kembali, walau pun Davin membencinya, namun tidak dengan masakannya, Davin selalu memakan masakan yg di buat oleh Diana saat ini..


Diana sekarang tak pernah melayani Davin lagi, Davin selalu menolak, apapun bantuan dari Diana, jika Davin turun untuk makan Diana selalu pergi ke paviliun, untuk sekedar menghindari Davin, yg tidak ingin melihatnya..


Setelah di rasa Davin sudah selesai makan Diana kembali ke dapur, Untuk memastikan menu yg di buatnya di makan atau tidak oleh Davin.. Diana tersenyum melihat masakan yg di buatnya habis di makan oleh Davin..


Diana membereskan meja di bantu oleh Lala. Davin melewati Diana yg sedang membereskan meja yg tadi di gunakan Davin untuk sarapan..


"Dav..


"panggil Diana, ketika Davin melewatinya, Namun Davin tak menghiraukan panggilan Diana


"Davin..."Diana kembali memanggil namanya


Davin menghenti kan langkahnya tanpa menoleh pada Diana,


"Dav.. ada yg ingin aku bicara kan,


Belum selesai Diana bicara Davin kembali melangkah kan kakinya,,

__ADS_1


"Hanya sebentar, " Ucap Diana cepat saat melihat Davin ingin melangkahkan kakinya kembali..


"Katakan "ucapnya tanpa menole pada Diana..


"Aku ingin meminta ijin dari mu?


Davin yg mendengar ucapan Diana menaikan satu alisnya..


"Apa yg dia mau, "batin Davin sedikit cemas.


"Aku ingin berkerja, aku minta ijin pada mu untuk berkerja, apa kau mengijinkan ku? "tanya Diana


"Huh " Davin membuang nafasnya pelan agar tak terdengar oleh Diana, "lakukan apa pun yg kau mau, aku tidak peduli lagi dengan mu, "ucapnya lalu pergi meninggalkan Diana.


Sebenarnya Davin juga tak tega bicara kasar terhadap Diana namun egonya yg besar mengalah kan segalanya..


Diana yg mendengar ucapan Davin, kembali meneteskan air mata.." huh Diana membuang nafas pelan,


"Tidak apa Diana, bukan kah kau memang sudah tau, jika Tuan Davin memang seperti itu, "Gumam Diana menyemangati dirinya sendiri.


Diana menaiki tangga menuju kamar Davin.. Diana membuka pintu, Diana menyapu penglihatan sudut demi sudut kamar tersebut, Diana tersenyum masam saat teringat, dirinya pernah menghabiskan malam bersama suaminya, di kamar ini, Diana mengingat canda tawanya bersama Davin...


"Bukannya ini sangat tidak adil tuhan.."batin Diana


Diana mengambil semua pakaiannya, Diana akan memindahkan barang_barangnya ke kamar tamu yg saat ini dia tempatinya..


Setelah selesai memindah kan barang_barangnya, Diana bersiap_siap untuk pergi, hari ini Diana memutuskan untuk berkerja, Diana akan mencari lowongan pekerjaan,


Diana bertekad akan mengembalikan uang yg telah ia pakai untuk biaya orang tuanya ketika sakit dulu, Setelah rapi Diana turun, "Bik Sum Diana menghampiri Bik Sum..


"Loh Non, mau kemana sudah Cantik dan rapi seperti ini? "tanya Bik Sum..


"Bik hari ini aku mau melamar kerja, Do'a kan aku ya biar di terima saat melamar nanti.."ucap Diana antusias..


"Kenapa Non berkerja? apa Tuan Davin tidak memberi Non uang ? "tanya Bik Sum heran.


"Tidak Bik, bukan seperti itu, Aku hanya bosan di rumah terus, sudah ya nanti keburu siang, "


"Hati_hati di jalan ya Non, mudah_mudahan Non di terima untuk berkerja di tempat yg Non ingin kan, "Ujar Bik Sum menyemangati.


"Nona mau pergi kemana? mari saya antar "ucap mang Maman sopan..


"Tidak perlu Mang, saya akan pergi sendiri, mang Maman tidak usah mengantar saya..


"Tapi Non, Tuan Davin akan marah jika saya tidak mengantar Non Diana..


"Tidak akan, Nanti saya yg akan bicara padanya bila memang Davin marah.."ucap Diana tersenyum.


.


.


.


.


.


Diana pun mulai mencari lowongan_lowongan kerja, hingga siang hari Diana belum juga mendapatkannya, ijazah yg hanya lulusan SMA, tidak memudahkannya untuk mendapatkan perkerjaan,,


"Huuh aku harus mencari kemana lagi, "gumam Diana, sudah merasa lelah


Duduk di taman sambil memegang botol air minum yg barusan Diana beli di warung pinggir jalan, tak sengaja matanya melihat tulisan lowongan pekerjaan sebagai waitrees menempel di tembok taman, Diana langsung melihat lebih dekat memastikan alamatnya.setelah memastikan alamatnya Diana bergegas pergi menuju Restoran tersebut...


.


.


"Permisi mba, Apa benar disini sedang membutuhkan pelayan? "tanya Diana sopan.


"Betul mba, apa mba mau melamar untuk berkerja disini.? "tanya pelayan Restoran tersebut..


"Betul mba saya ingin melamar kerja disini, "jawab Diana.

__ADS_1


"mba tunggu sebentar ya, manager kami belum sampai, Biasanya beliau datang pukul 2 siang, apa mba mau menunggu? "tanya pelayan tersebut.


"Saya akan menunggu kalau begitu, "jawab Diana, "o'ya mba saya harus menunggu dimana ?


"Tunggu saja disitu mba tidak apa_apa, "jawab pelayan tersebut memberi arahan di kursi pojok yg kosong..


Setelah menunggu hampir 30menit, manager itu pun tiba.. "Apa anda yg ingin melamar di restoran ini? "tanya managar tersebut..


"I-iya saya Diana, Diana bangun dan mengulurkan tangannya..


Manager lestoran tersebut menerima uluran tangan Diana. lalu berkata "Apa kamu punya pengalaman di bidang Restoran? "tanya managar tersebut..


"Iya pak, saya pernah berkerja di Caffe selama 5tahun, "jawab Diana.


Setelah manager tersebut melihat_lihat Data CV yg Diana bawa Diana, Managar pun menerima Diana..


"Baiklah saya terima kamu untuk berkerja disini..saya harap kamu tidak mengecewakan saya, Manager itu bangun, dan menjabat tangan Diana, besok kamu sudah bisa mulai berkerja, "Ujar manager tersebut..


"Baik Pak terima kasih atas kesempatan yg anda berika kepada saya, "ucap Diana..


"O' ya Diana, Besok kamu shift pagi,, usahakan pukul 9 pagi sudah berada disini, "ujar Pak manager.


"Baik Pak, saya pasti sampai tepat waktu, kalau begitu saya permisi, "Diana pun pergi meninggalkan Restouran tersebut.


Karna hari sudah sore, Diana pun memutuskan untuk pulang..


Diana pulang menggunakan angkutan umum, Diana turun setelah sampai, dan melanjutkan berjalan kiki menuju Kediamannya,


"Tuan bukan kah itu Nona muda,? " Ucap Bobby yg melihat Diana sedang berjalan kaki.. Davin langsung menegagakan duduknya setelah mendengar nama Diana,,


"Apa Tuan ingin berhenti, untuk mengajak Nona pulang bersama, "tanya Bobby hati_hati.


"Tidak perlu, lanjutkan saja mengemudi "Ucap Davin tegas...


Diana melihat mobil yg melewatinya mobil yg tak asing untuknya.." itu kan mobil Davin, "ucap Diana pelan..


Setelah sampai Diana langsung masuk.. tiba_tiba kakinya terhenti saat melihat meja makan yg tak jauh darinya..


Tes


lagi_lagi air mata itu jatuh tanpa permisi,


"Ibu Dian kangen sama ibu, Dian kangen saat pulang kerja selalu disambut Ibu, ibu selalu menyiapkan makanan_makanan lezat untuk ku.."Ibu tau, Dian besok sudah mulai kerja lagi, Dian ingin Ibu memasakan makanan kesukaan Dian saat nanti Dian kembali pulang kerja, "gumam Diana.


Diana menghapus air matanya, " huh selalu seperti ini, "ucap Diana pelan


Diana melanjutkan langkahnya menuju lantai atas, baru saja ingin menaiki anak tangga, Diana mengurungkannya,, setelah melihat Davin menuruni anak tangga tersebut..Diana menundukan kepalanya saat Davin melewatinya..


Setelah Davin menjauh Diana langsung menaiki tangga, setelah sampai kamar, Diana langsung membersihkan tubuhnya setelah selesai, Diana merebah kan tubuhnya, lalu ter tidur.


.


.


.


.


..


.


.


.


..


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2