
"Sayang.."Panggil Davin setelah diri nya sampai di kediaman nya,
"Dav, kamu sudah kembali, "Ucap nya lalu bangkit menghampiri suami nya, yg baru kembali,
Setelah dekat Davin langsung merangkul istri nya, lalu mencium kening nya,
Diana langsung mencubit pinggang Davin, "Dav malu tau, jangan begini, lihat disana ada sahabat_sahabat ku, "Bisik nya pada Davin..
"Aku hanya mencium istri ku, kenapa harus malu, "Ucap nya santai,
"Sini aku bantu, bawakan tas nya, "Tawar Diana,
"Tidak perlu, kamu lanjut mengobrol saja dengan teman_teman mu, aku juga ingin melanjut kan pekerjaan ku dengan Bobby, masih ada yg harus aku kerjakan, tidak papa kan,
"Tidak, lanjutkan pekerjaan mu, apa kau ingin aku buatkan minuman, "Tawar Diana,
"Tidak, nanti biar Bik Sum yg akan membuatkan nya, kamu temani saja teman_teman mu, "Ucap nya lalu pergi ke atas untuk mengganti pakaian nya,
"Selamat sore Nona, "Sapa Bobby saat masuk kedalam ingin menuju ke ruangan kerja Davin.
"Sore, juga Bob.."Jawab Diana,
"Di, siapa pria tadi? tampan sekali, "Tanya Rita antusias setelah Bobby pergi.
"Nama nya Bobby, Asisten Suami ku, "Jawab Diana,
"Kenal kan aku pada nya, Ya "Ujar Rita memaksa.
"Iya, nanti aku kenalkan, "Jawab Diana.
"Dasar, mata mu itu gak bisa liat yg bening dikit langsung menyambar aja , "Ujar Rina mengejek.
"Ya maka nya jangan tutup mata pada pria, jadi begitu tuh, gak bisa bandingin pria tampan dan yg jelek, "Jawab Rita..
"Teserah apa kata mu..
"Di kita balik ya, ini udah sore, kita dikit lagi masuk kerja, takut di jalan macet, "Ucap Rina
"Ya sudah, nanti jika kalian libur main kesini lagi ya,
"Siaappp, aku akan datang dengan senang hati, "Jawab Rita.
"Sebentar, aku panggil mang Maman dulu, biar kalian di antar mang Maman saja pulang nya,
"Asik bisa naik mobil bagus nih, "Ucap Rina tak tahu malu.
"Hust, girang sih girang tapi gak gitu juga kali, malu tau, kalau suami Diana denger, "Tegur Rita.
"He_he_he.Rina tertawa
"Mau kemana sayang, "Tanya Davin saat melihat Diana hendak kebelakang,
"Aku mau panggil mang Maman, untuk mengantar Rina dan Rita, ke tempat kerja mereka,
"Mereka mau kerja? bukan kah ini sudah sore, tidak usah panggil mang Maman, biar Bobby saja yg mengantar mereka, kebetulan Bobby sudah mau pulang, , biar Bobby mengantar teman_teman mu ,
"Oh yasudah kalau begitu,
"Bob kamu antar , teman_teman Diana, terlebih dulu. sebelum pergi ke pusat.."
__ADS_1
"Baik Tuan, "Jawab Bobby
"Mari Nona_nona, saya akan mengantar anda, "Ucap Bobby sopan,
"Di aku pulang ya, Setelah berpamitan pada sahabat nya, Rina juga tak lupa mengucap kan terima kasih pada Suami Diana. Tuan terima kasih, sudah mengijinkan kami menemui Diana, dan terima kasih untuk tumpangan yg akan mengantar kami, Ucap nya Sopan.
"Sama_sama, "Jawa Davin singkat
"Di, Thank you ya, Aku bakal di anter si tampan Bobby, bisik Rita ,"Merasa senang
Diana menggeleng_gelengkan kepala dan tersenyum, mendengar bisikan sahabat nya,
Mereka pun, naik ke dalam mobil milik Davin yg di kemudikan oleh Bobby, Rita memilih duduk di depan samping pengemudi,dan Rina di belakang nya, , setelah beberapa saat mobil melaju, Rita terus mencuri pandang Bobby hingga membuat Bobby gerogi..
"Maaf Nona, apa ada yg salah dengan saya? "Tanya Bobby yg sudah mulai tak nyaman di pandangi Rita terus_menerus..
"Tidak, ini bukan ada yg salah, namun kebanyakan bener, Benar ganteng dan manis ucap nya ngasal keluar begitu saja dari mulut Rita, Seketika Rita tersadar lalu menutup mulut nya malu, karna bicara keceplosan, "He he maaf maksud saya tadi di luar ada orang tampan, "Ucap nya ngasal.
"Duh bodoh_bodoh, malu kan jadi nya, Gumam Rita menunduk malu.
Rina yg berada di belakang, hanya menggelengkan kepala nya malu,
20 menit di perjalanan mereka pun tiba, Rina dan Rita pun turun dari kendaraan yg di kemudikan oleh Bobby
"Tuan terimakasih sudah mengantar kami , Eum kenalkan nama saya Rita, Rita mengulurkan tangan nya ke arah Bobby,
Bobby diam sesaat saat melihat sahabat dari Nona muda nya tersebut, mengulurkan tangan nya, "Ah i_ iya, Saya Bobby " jawab Bobby terbata, karna sungkan..
"Dasar malu_maluin aja nih orang, gumam Rina, melihat sahabat nya memperkenal kan diri terlebih dahulu.
"Terima kasih Tuan, sudah mengantar kami, "Ucap Rina dan Rita setelah mereka turun..
"Sama_sama Nona, kalau begitu saya permisi, "Bobby pun pergi setelah mereka turun dari kendaraan nya..
"Malu _maluin tau, mulut mu itu gak bisa di rem ya, jika dekat pria,
"Gimana dong aku keceplosan, abisan dia ganteng dan manis, udah gitu ada bumbu nya banget, jadi ganteng, manis banget. bikin aku terbang melihat dia, apa lagi kalau lagi tersenyum, duh bikin jantung aku dag dig dug, "Ujar Rita senang.
"Kapan dia tersenyum,? dari tadi dia terlihat dingin, mata mu tuh sudah rusak, tidak bisa membedakan yg tersenyum dengan orang dingin. "Ujar Rina lalu pergi meninggalkan sahabat nya yg masih mengoceh tak jelas.
"Heyy..tunggu aku, "kejar Rita
"Apa kau bersenang_senang hari ini, "Tanya Davin sambil mengelus_ngelus pipi sang istri.
"Iya aku sangat bersenang_senang, terima kasih sudah mengijinkan teman_teman ku datang kesini, "Jawa Diana.
"Apa pun yg kamu mau aku akan berikan, kecuali pergi ber tiga saja dengan mereka, aku tidak akan mengijin kan nya, jika di luar rumah aku tidak akan percaya dengan mereka, "Ujar nya mengingat ke jadian beberapa bulan yg lalu, yg membuat dirinya dan Diana berselisih paham, hingga Diana sakit..
"Aku minta maaf untuk itu. "Ucap Diana menunduk,
"Sudah lupakan itu, aku juga tidak mau membahas nya lagi, Davin menarik Diana agar lebih dekat, dan membelai rambut nya, Davin mencium kening, pipi kiri dan kanan nya berlanjut pada bibir sang istri, Davin mencium bibir Diana lembut, hingga menjadi ******* penuh gairah,
Diana yg merasakan suami nya sudah bergairah, mengakhiri ciuman nya, Diana memukul dada Davin untuk mengakhiri ******* nya,
Seketika Davin melepas pangutan nya lalu memandang wajah sang istri, " Maaf aku terbawa suasana, "Ujar nya yg tak dapat menahan hasrat,
"Tidak masalah, tidur lah kamu pasti lelah seharian bekerja, "Ucap Diana, agar suami nya tak mengingin kan hal yg lebih sebab luka oprasi di perut nya belum sembuh sempurna, dan dokter pun melarang mereka melakukan hubungan intim, selama masa penyembuhan,
"Ini baru baru dua minggu, tapi aku sudah tak tahan, bagaimana mungkin aku harus menunggu tiga minggu lagi, itu sangat lama, "Ucap nya lemas membayangkan harus berpuasa tiga minggu lagi.
__ADS_1
"Maaf kan aku tidak dapat melayani mu, "Ucap Diana merasa bersalah,
"Sudah jangan bersedih , Ini semua bukan salah mu, ini semua salah ku, yg egois, sekarang mari kita tidur, jangan menggoda ku , sambil mengedip kan sebelah mata nya,"
"Kapan aku menggoda mu, kau yg selalu menggodaku, "Ucap nya memanyun kan bibir nya..
"Jangan seperti itu, aku tak tahan melihat nya,
Diana mengerutkan kening , mendengar ucapan suami nya, "Apa yg aku lakukan hingga membuat mu tak tahan? Ucap nya polos..
"Ini Cup_cup _cup., Davin mencium bibir Diana beberapa kali, jangan memanyun kan bibir mu, itu membuat ku gemes dan tak tahan, "Bisik nya di telinga Diana,
"Diana menelan salvian nya, saat Davin berbisik pada nya..
"A_aku, aku "Ucap yg terbata_bata
Davin menarik Diana agar Diana tidur berbantalkan lengan nya, "Sudah jangan banyak membayangkan hal yg mesum nanti kau tidak bisa tidur, "Ucap nya menggoda Diana yg terlihat salah tingkah
"Kenapa aku, Bukan kah yg berpikiran mesum sedari tadi kau sendiri, "Ucap nya mengadah kan kepala nya agar dapat melihat wajah Davin..
"Sudah tutup mata mu, dan tidur, lalu Davin pun mendaratkan Ciuman nya lagi di atas pucuk kepala Diana berulang_ulang kali,
"Jangan membuat ku cemas lagi, "Ucap nya pelan, Setelah melakukan perdebatan _perdebatan kecil, Davin dan Diana pun tertidur..
Esok nya,
"Sayang, mungkin nanti aku akan pulang terlambat, jika waktu makan malam aku tak kunjung tiba, kamu makan lah terlebih dahulu, jangan menunggu aku, "
Diana hanya menganggukan kepalanya, sebagai jawaban,
"Ya sudah aku berangkat ya, setelah mencium kening sang istri, Davin pun masuk kedalam mobil, yg sudah di bukakan pintu nya oleh Bobby,
BRAKKK.
Suara pintu terbuka paksa, membuat orang yg berada di dalam ruangan tersebut terjengkik kaget,
"Apa yg kau lakukan pada perusahaan Keluarga ku DAVIN, teriak Fiona, setelah masuk maksa kedalam ruangan Davin..
Feby sang sekretaris, yg melihat Fiona marah_marah hanya bisa terdiam bingung,
"Kamu bisa pergi Feb, "Ucap Davin
"Anda sangat emosional Noan, apa kita tidak bisa bicara dengan santai, tanpa menggunakan emosi.
"Dengar aku Davin, baik_baik, aku akan menghancurkan keluarga mu, karna kau sudah berani menghancurkan keluarga ku aku akan membuat istri mu, menderita, aku akan membuat usaha mu hancur, ingat itu, "Teriak nya marah
"Anda mengancam saya? dengar Nona Fiona, jika saya ingin, saya sudah mengambil seluruh Asset keluarga anda dengan mudah, tapi saya masih mempunyai sedikit peduli pada keluarga anda, tapi jika anda berani menyentuh istri saya, atau berani mengusik nya, jangan salah kan saya bila saya akan melakukan hal yg akan membuat anda, lupa cara nya hidup bahagia, "Ucap nya dingin.
"Kau, tidak usah mengancam ku, aku tidak akan takut dengan ancaman mu, dan ingat sewaktu saat nanti, kau yg akan berlutut di kaki ku, memohon pada ku, "Tunjuk nya Pada Davin.
"Saya bukan orang yg suka mengancam, saya lebih suka melakukan nya langsung, karna mengancam hanya menghabiskan waktu saya saja "ucap nya sombong
"Kau teralu sombong Davin,
"Itu memang sifat saya, "Ucap nya bangga.
**Bersambung,
Hari ini, Aku kasih dua Chapter ya semoga suka..
__ADS_1
Maaf jika banyak kata penulisan yg bukan pada tempat nya, jujur ini karya pertama saya, buat para Author dan pembaca terimakasih atas dukungan dan saran_saran positif nya, Aku pada mu pokok nya,
Jangan lupa tinggalkan jejak kasih aku like beri aku komen, jika ada poin boleh di sumbangin, terimakasih🤗🤗**