TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Akhiri saja.


__ADS_3

"Selamat pagi..! "ujar Davin pada Diana yg baru saja membuka mata,


"Eh Dav..Maaf aku baru bangun,


Davin tersenyum, Davin membelai rambut Diana yg terlihat sedikit berantakan, hal yg beberapa bulan ini ia rindukan, momen seperti ini yg Davin ingin kan.


"Tidak masalah, tidur lah, kembali istirahat kan tubuh mu, jangan melakukan aktivitas apapun, "ujarnya sambil mengelus pipi Diana


"Aku sudah sembuh Dav.. Aku harus berkerja hari ini, Dua hari aku tidak masuk dan tidak memberi kabar, aku bisa di keluar kan nanti, " ujar Diana sambil bergerak ingin turun dari tempat tidur,


"Apa kau bilang kerja? hey kau masih sakit kenapa masih memikirkan pekerjaan, mulai hari ini kau tidak usah berangkat kerja lagi, diam lah dirumah,


"Tapi Dav, aku tidak mungkin berhenti bekerja, aku sangat membutuhkan pekerjaan itu, "ujar Diana pelan dan menunduk.


"Kenapa? Apa uang dari ku kurang? "tanya Davin yg mulai menaikan satu oktaf suaranya,


"Tidak Dav, uang dari mu lebih dari cukup, terimakasih untuk itu,


"Lantas apa yg membuat mu membutuh kan pekerjaan itu hah, "bentaknya


"Aku..Aku, itu untuk membayar hutang ku pada keluarga mu, "jawabnya menunduk.


"Deg


"Membayar pada keluarga ku? ya tuhan kenapa mulut ku tidak bisa di kontrol untuk bicara, Apa kah ini yg membuat Diana sakit, yg membuat Diana menjadi beban, hingga dirinya sakit, karna terlalu memikirkan apa yg ku ucapa kan dulu, "batin Davin.


Davin langsung menarik tubuh Diana membenam kan tubuhnya pada dirinya,


"Maaf kan kata_kata ku yg dulu, Aku salah, aku minta maaf, itu semua keluar begitu saja dari mulut ku, "ujarnya memeluk Diana dengan begitu erat,


"Kau tidak perlu meminta maaf, yg kau katakan tidak ada yg salah, aku yg seharusnya meminta maaf pada dirimu, karna keluarga ku, selalu merepotkan keluarga mu, jangan pernah mengasihani ku. dengan memberi perhatian seperti ini pada ku, jangan pernah terbebani dengan sakit ku, aku mohon jangan memberi harapan untuk ku yg berlebihan, karna aku hanya manusia biasa yg selalu terbuai dengan kata_kata manis,


Davin hanya diam mendengar apa yg di ucapkan Diana,


"Jika kau terbebani dengan keadaan ku saat ini, maka kita akhiri saja sekarang, aku berjanji, aku akan melunasi semua hutang_hutang yg pernah ibu ku pinjam dari keluarga mu, tapi beri aku waktu untuk mencarinya terlebih dahulu, "ujar Diana tanpa ragu,


"Apa kau ingin melepaskan ku? bukankah kemarin kita sudah membahas ini? aku sudah meminta maaf pada mu, untuk semua yg pernah aku lakukan, kenapa kau membahas ingin mengakhiri semuanya?


"Jika kau ingin mengakhiri, akhiri masalah ini dan menurut pada ku, karna sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu, "ujar Davin lalu pergi meninggalkan Diana, terlihat jelas kekecewaan di wajah Davin..


Setelah masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu Davin bergumam.


Lantas apa kata iya , yg di katakannya kemarin, memaafkan aku,? namun sekarang dia berkata, ingin mengakhiri semuanya,


"Argghhhh "Davin mengacak rambut nya prustasi.


Setelah kepergian Davin, Diana diam, mencerna kata_kata yg baru saja Davin katakan.


"Apa yg di *ucapkannya kemarin benar, ? apa Davin benar_benar meminta maaf pada ku, karna Dia menyesali semua ucapannya dulu?


jika memang benar, bodohnya aku, mengatakan ingin mengakhiri semuanya, "gumam Diana*


Setelah berperang dengan pikirannya


Lalu Diana beranjak pergi menuju almari, menyiapkan pakaian Davin, lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Davin.


.


.


.


.


"Non..Nona apa yg Nona lakukan? "tanya Lala pada Diana,


"Aku ingin membuat nasi goreng untuk sarapan Davin,


"Tapi Non, Nona Diana kan masih sakit, biar saya saja yg membuatnya, Nona istrahat saja jika Tuan lihat Non memasak, Tuan muda bisa marah, "ujar Lala takut,


"kamu tenang saja, Davin tidak akan marah, "jawab Diana tersenyum,

__ADS_1


"Tapi Non-


"Sudah sana jangan mengganggu ku, "ucap Diana yg tak ingin di ganggu bila sedang memasak,


Tak lama Davin pun turun dengan pakaian santainya,


"Loh Dav kamu gak ke kantor hari ini,? "tanya Diana yg heran dengan penampilan santai suaminya saat ini.


"Tidak aku akan di rumah hari ini, "jawabnya sedikit acuh, lalu pergi meninggalkan Diana begitu saja,


"Dav apa kau tidak sarapan? "tanya Diana yg melihat Davin pergi ke luar tanpa sarapan,


"Aku belum lapar,


"Tapi Dav, nanti sarapan mu keburu dingin, rasanya jadi tidak enak, "ujar Diana yg masih memaksa Davin untuk sarapan terlebih dahulu,


"Aku tidak meminta mu untuk memasak, "jawabnya Acuh, lalu pergi,


"Huh


Diana duduk di kursi ruang makan, Diana melihat menu yg barusan Diana masak,


menyebalkan baru kemarin bicara manis_manis, sekarang sudah dingin lagi, aku kan gak tau kalau dia benar_benar minta maaf pada ku. "gumamnya sambil mencibikan bibir nya,


Davin, duduk bersandar di kursi pinggir kolam, Davin masih mengingat kata_kata Diana beberapa saat yg lalu,


Apa dia benar_benar ingin lepas dari ku,? sehingga dengan mudah nya mengatakan, ingin mengakhiri semua nya, gumam Davin.


Davin memijat keningnya bingung, harus bagaimana, jika Davin bicara dan mendapat kan Diana berucap kata_kata pisah lagi, Davin berpikir Dirinya pasti akan emosi lagi, karna emosi yg selalu meledak_ledak, Davin tak mau itu terjadi, karna Davin yakin Diana akan takut pada dirinya,


Setelah menghabiskan beberapa saat untuk berpikir di pinggir kolam, Davin kembali masuk,


"Lala..kemana Diana? "tanya Davin.


"Nona kembali ke kamar Tuan, "jawab Lala sopan


"Apa dia sudah sarapan?


"Wanita itu selalu, membuat masalah untuk dirinya sendiri, "ujarnya lalu pergi menyusul Diana ke atas,


Setelah sampai ke kamar, Davin tak menemukan Diana, "Kemana Dia pergi. "gumam Davin, lalu pergi ke kamar yg selama ini di tempati oleh Diana,


Ceklek


Davin membuka pintu kamar Diana, Davin mendapati Diana yg sedang meringkuk tidur, lalu Davin menghampiri Diana,


"Diana.. Davin menepuk pelan pipi Diana, Diana kamu tidak kenapa_napa kan, "tanyanya khawatir, yg mendapati Diana tertidur di pagi hari,


Diana mengerjapkan matanya, " Dav ada apa? tanya Diana kaget melihat Davin sudah duduk di sebelahnya,,


"Bangunlah, ayo sarapan dulu, nanti lanjut lagi istirahatnya, "ujarnya lalu melangkah kan kaki hendak keluar dari kamar Diana, namun Davin kembali berbalik, karna tak mendengar langkah mengikutinya,


"Apa kau akan diam saja disitu?, "tanyanya yg masih sedikit acuh pada Diana,


"Dav..Apa kau masih marah pada ku? "tanya Diana memandang Davin,


Davin tak menjawab pertanyaan Diana, Davin lebih memilih pergi meninggalkan Diana,


"Aku tunggu di bawah, "ujarnya lalu pergi meninggalkan Diana,


.


.


.


.


Diana dan Davin sarapan bersama tak ada percakapan di antara mereka, hanya ada suara decitan suara sendok dan garupu saja,


"Dav.. Hari ini aku akan ke resto, "ujar Diana yg seketika memberhentikan aktivitas makan Davin,

__ADS_1


"Pergilah jika kau sudah tak menganggap ku suami mu lagi, "jawabnya lalu pergi meninggalkan sarapan yg belum selesai,


"Dav..Davin tunggu, Diana meraih tangan Davin, aku bukan tidak menganggap mu lagi, aku hanya ingin, mengantar surat pengunduran diriku saja, dan mengatakan alasan aku tidak berangkat kerja dua hari yg lalu, "jelas Diana pelan


Davin tersenyum nyaris tak terlihat, " teserah lakukan apa pun yg kau mau, namun hatinya bersorak senang mendengar Diana menurutinya untuk keluar dari pekerjaannya,


"Pergi bersama Mang maman atau tidak pergi sama sekali, "ucapnya lalu pergi meninggalkan Diana,


.


.


.


.


.


"Diana, hey kemana aja kamu?, Dua hari gak masuk tidak ada pemberitahuan ke resto, "ujar putri sahabat Diana di resto.


"Iya aku minta maaf put, pak Romynya ada gak Put, ?


"Ada noh di ruang Vip, "jawab putri


"Ok deh, aku kesana dulu ya. "ujarnya lalu beranjak menuju ruang Vip."


Tok_tok_tok


"Permisi pak, "ucap Diana setelah pintu terbuka,


"Eh, Diana kemana saja kamu? kenapa kau baru datang hari ini,? "tanya managernya


"Maaf kan saya Pak, dua hari yg lalu saya sakit dan dirawat di rumah sakit, Maksud kedatangan saya kesini untuk menyerah kan ini,


"Apa Ini Di?, "tanya sang manager


"Saya tidak bisa bekerja lagi disini pak, Ini surat pengunduran diri saya, Saya tidak bisa berkerja disini lagi, "jelas Diana,


"Kenapa? apa sakit mu serius? "tanya manager Diana,


"Bukan Pak, Suami saya tidak mengijinkan saya kerja lagi, Suami saya ingin saya fokus di rumah. "jawab Diana,


"Saya tidak bisa melarang mu, jika itu adalah permintaan suami mu, jika keputusan mu sudah bulat, saya tidak bisa apa_apa lagi "ujar Romy sang manager,


"Baik lah pak, terimskasih atas kebaikan bapak selama ini, telah memberi saya kesempatan untuk bekerja disini, kalau begitu saya permisi, "ujar Diana pamit pada managernya tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗***

__ADS_1


__ADS_2