TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Terjadi juga.


__ADS_3

Diana yg dari tadi duduk menonton televisi merasa bosan, "Huhh aku bosan kalau seperti ini terus,


Diana bangun mengambi hanphonenya yg berada di samping televisi.


Diana meng utak atik hanphonenya,


"Kenapa aku nggak telphone Rita Sama Rina saja ya,, "gumam Diana


"Halooooo....pengantin baru apa kabar? teriak Rita di sebrang sana..


"Rita apa kamu sengaja ingin membuat telinga ku rusak dengan berteriak-teriak, "ucap Diana


"Ha ha ha ha "Rita tertawa keras di sebrang sana..."maaf_maaf jika membuat gendang telinga mu sakit hehehe


"kamu sedang apa Rit?


"Aku mau berangkat kerja" Rita


"Owh.. aku pikir hari ini libur, Diana


memang nya ada apa? Rita


"Aku tadinya ingin kamu datang ke rumah ku..Diana


"Ada apa Di? kamu baik-baik aja kan? " Rita kawatir


"Aku baik bahkan sangat baik, kamu kapan libur sama Rina?


aku punya oleh-oleh buat kalian.."ujar Diana


"Waaaahhhh seriuss kamu, aku mau aku mau ,lusa aku libur aku nanti datang kerumah mu sama Rina "jawab Rita antusias


"Baiklah aku tunggu ya?, jangan lupa sampaikan pada Rina ya?


aku tutup dulu ya byeee


Sambungan pun terputus


"Lebih baik aku tidur, sambil menunggu sore "Gumam Diana, Diana pun melangkah kan kakinya menaiki anak tangga satu persatu,setelah sampai kamar, Diana langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan melihat ke arah langit -langit kamarnya


"Dulu aku ingin sekali bermalas-malasan seperti ini, namun tidak pernah ada waktu, hari -hari ku hanya penuh dengan pekerjaan"


tapi kenapa disaat aku di beri kesempatan seperti ini,aku merasa bosan, apa aku bekerja lagi ya? tapi apa Tuan dingin itu mengijinkan ku untuk berkerja? aku akan mencoba bicara padanya nanti,ya sukur-sukur dia mengijinkan.."gumam Diana. Setelah berperang dengan pemikirannya Diana pu. tertidur..


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul lima sore, Davin yg sudah sampai di depan rumah langsung melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah, Davin langsung mengedarkan penglihatannya menyusuri setiap sudut rumahnya namun tak kunjung menemukan keberadaan sang istri "


"Kenapa dia tak menyambut ku,apa dia benar-benar marah pada ku,? sampai untuk menyambut ku saja tidak mau..


"Tuan sudah kembali. "Sapa Bik Sum..


"Bik...Dimana istriku? "tanya Davin


"Nona dari tadi siang belum keluar dari kamarnya Tuan, Nona juga melewatkan makan siangnya " jawab Bik Sum


"Apa melewatkan makan siang? kenapa kamu tidak menghubungi ku hahh, " bentak Davin Lala dan Nining yg berada di dapur tejolak kaget mendengar Davin membentak Bik Sum..


"Maaf Tuan, mungkin Nona merasa kenyang saat pagi memakan semua makanan yg Nona masak " jawab Bik sum takut-takut..


"Apa masakan? Istriku memasak? kapan? "Tanyanya beruntun..


"Tadi pagi yg membuat sarapan Nona muda Tuan, Nona memasak untuk Tuan, Namun Tuan tak memakannya, "eumm takut-takut Bik sum bicara, Nona muda sepertinya sangat kesal hingga menghabiskan masakan yg di buatnya sendiri, sambil menundukan kepala Bik Sum bicara,


"Sekarang dimana istri ku? "Tanya Davin dingin


"Nona ada di kamar Tuan" jawab Bik Sum.


Davin langsung bergegas naik ke atas, Davin membuka pintu dengan pelan agar tak mengganggu Diana, Davin langsung menemukan sang istri yg sedang terlelap tidur..

__ADS_1


"Huhh aku pikir dia sedang menangis sekarang, karna aku mengabaikan makanan yg di buatnya ,"Gumam Davin.


Davin membelai rambut Diana, dan merapikan rambut yg menutupi wajahnya menyelipkan ke belakang daun telinganya


"Eumm" Diana mengerjapkan matanya, betapa kagetnya setelah mebuka mata menemukan Davin sudah berada di hadapannya.


"Kamu sudah pulang.. maaf saya ketiduran "ucap Diana takut Davin akan marah, karana mendapati Diana tertidur,


Davin tersenyum,,dan mengusap pipi Diana lembut. "Maafkan aku tak menghargai usaha mu.."Ujarnya, yg membuat Diana bingung..


"Usaha? maksud mu apa? saya tidak mengerti, "Diana bertanya heran tak mengerti ucapan Davin..


"Sarapan tadi pagi, kamu yg membutnya bukan? "tanya Davin..


"Kamu tau? A- aku hanya memasak tidak melakukan pekerjaan yg lain "ucap Diana takut Davin akan memarahinya dan ART yg bekerja dengannya.


"Baiklah apa kamu suka memasak? apa dengan memasak membuat mu senang? jika memasak bisa menghilangkan rasa bosan seharian di rumah, lakukanlah aku tidak akan melarang, "ucap Davin dengan senyuman


"Benarkah? dengan mata berbinar Diana senang, lalu reflek memegang tangan Davin, kamu sungguh-suguh mengijinkan ku,?memboleh kan ku?,untuk memasak, "dengan senyuman yg bahagian Diana terus tersenyum kepada Davin..


"Wanita yg aneh" dengan senyuman Davin berguman.."kenapa dia sangat menggemaskan disaat tersenyum seperti ini..


dia sangat berbeda dengan wanita di luaran sana,dimana biasa wanita merengek meminta barang-barang mahal,jalan-jalan keliling dunia..dia hanya meminta ijin memasak, setelah aku mengijinkannya dia terlihat sangat bahagia, benar-benar wanita yg aneh.."gumam Davin kagum akan ke pribadian Diana.


"Kamu mau mandi sekarang? "Tanya Diana


"Ya "jawab Davin.


Namun saat Diana ingin turun dari tempat tidur Davin menarik tangannya


Cup...Davin menciun kening Diana"


Diana Reflek memegang keningnya setelah Davin melepaskan ciumannya.."sa-saya siapkan air hangat dulu, "ucap Diana langsung berjalan ke arah kamar mandi..


"Deg..


"Kenapa dengan jantung ku, "gumam Diana,


dia mencium ku lagi , tapi kenapa dengan jantung ku serasa mau copot, "Gumam Diana.


"Apa sudah siap airnya ? "tanya Davin dari luar .


"Su-sudah .."sautnya dari dalam.


"Apa kamu sudah mandi ? "Tanya Davin


"Nanti setelah kamu? "jawab Diana


"Mau mandi bersama ? "Davin menggoda ..


"Ti-Tidak, tidak,saya akan mandi setelah kamu, "ucap Diana gugup, Diana pun pergi meninggalkan Davin, dengan langkah seribu Diana berjalan, karna takut Davin benar_benar mengajaknya mandi bersama..


Davin melihat Diana jalan sedikit berlari menyunggingkan senyumannya sambil menggelengkan kepala ...


Setelah dua puluh menit di dalam kamar mandi, Davin pun keluar dengan hanya menggunakan handuk melilit di perutnya, air yg masih menetes dari rambutnya itu membuat Davin terlihat lebih tampan dari biasanya..Diana yg melihat pemandangan itu tak mengedipkan matanya..


"Apa kamu baru menyadari jika suami mu ini tampan, "ujar Davin , yg membuat Diana tersadar,,


"I-itu sa-saya, saya mau mandi, Diana langsung berlari menuju kamar mandi.


"Ya tuhan ini semakin tidak beres, kenapa jantung ku belakangan ini seperti mau keluar, "gumam Diana yg menyandarkan tubuhnya di balik pintu kamar mandi


Setelah selesai mandi Diana keluar..Davin yg menunggu Diana langsung tersenyum melihat ke arahnya,,


"Sudah selesai "tanya Davin


"Sudah. "jawab Diana cepat.

__ADS_1


"Ayo, aku akan mengajak mu makan di luar hari ini, "ajak Davin.


"Makan Di luar? " ulang Diana kembali, memastikan pendengarnya..


"Iya, ayo, "Ajak Davin.


"Tunggu sebentar, saya ganti pakaian saya dulu. tidak mungkinkan saya memakai pakaian ini keluar, "ucap Diana pelan.


"Ok, aku tunggu di bawah, jangan lama-lama,


"Davin keluar dari kamar, Davin akan menunggu Diana di ruang keluarga,,


Setelah sampai di ruang keluarga,Davin melihat Bi sum, "Bik, tidak usah masak untuk makan malam, saya dan Diana akan makan Di luar, "Ujar Davin datar.


"Baik Tuan, "Jawab Bik Sum sopan.


Diana sudah rapi dengan dress warna biru muda, warna kesukaannya, Diana sedikit memoles wajahnya, dengan bedak lalu menggunakan pewarna bibir sedikit agar tidak terlihat pucat,


"Sudah ....Diana tersenyum memandang ke pantulan cermin yg melihatkan dirinya.


Diana menuruni tangga.. Davin yg menyadari kehadiran Diana langsung mengarahkan pandangannya,, Davin terpukau dengan kecantikan Diana,terlihat sederhana namun sangat cantik.


"Khem..


Davin berdehem, "Kamu sudah Siap ,Davin mengalihkan pandangannya kesembarang tempat, karna tak ingin sport jantung saat ini,


"Dudah, mari jalan "Ajak Diana


"Hemm, "Jawab Davin.


Davin saat ini mengendarai kendaraannya sendiri karna bobby sudah kembali ke apertemennya,, Davin juga tak memberi tau akan kepergiannya pada bobby , jika laki-laki itu tau, pasti dia akan tinggal tak akan pulang.


Diana duduk di sebelah kemudi, "Kita akan pergi kemana? "Tanya Diana


"Kamu ingin makan_ makana apa? "Tanya Davin. tanpa menjawab pertanyaan Diana.


"Apa saja .."Jawab Diana..


Setelah sampai Restoran, Davin langsung memesan, Davin memilih Restoran seafood untuk makan malamnya, Diana dengan antusias meniyakan keinginan Davin untuk makan Seafood. setelah duduk dan memesan, pesanan yg mereka sampai pun datang, Diana dan Davin langsung menyantap makanan tersebut..


Setelah menyelesaikan makanannya, Diana Dan Davin kembali pulang ke Rumah,karna Davin juga merasa sangat lelah,karna seharian bekerja, sampai rumah


Diana dan Davin turun dari kendaran yg mereka bawa,langsung masuk kedalam.


Diana Dan Davin langsung masuk ke dalam kamar, setelah sampai kamar ntah kenapa kedua pasangan itu merasa canggung satu sama lain..Diana yg merasa ada yg tak beres dengannya langsung bergerak,


"Saya ganti pakaian dulu "pamit Diana, namun baru satu langkah, Davin langsung menarik Diana, dan memeluknya dari belakang Davin menciun pundak Diana, Diana yg mendapatkan pelukan dan ciuman dari Davin seketika tubuhnya meremang,,


"Dav Davin, "ucapnya pelan Diana mematung saat mendapat serangan dari Davin.


Davin membalikan tubuh Diana membuat mereka berhadapan,Davin langsung memiringkan kepalanya langsung mencium bibir ranun Diana,ciuman itu semakin mendalam,


Davin terus menciumnya dengan lembut, namun Diana tak kunjung membalas ciuman Davin,,Davin membawa Diana ke tempat tidur tanpa melepas kan pangutannya, sampai di atas tempat tidur, tangan Davin sudah tak dapat di kendalikan,tangannya sudah bergerak kesana kemari.


Suara desahan yg lolos dari mulut Diana. membuat Davin semakin bergairah, disaat Davin ingin membuka pengait pakaian Diana, Diana menahannya.


"Dav..."ucap Diana pelan sambil memegang tangan Davin yg hendak membuka bajunya.


"Aku menginginkan mu..Apa kau belum siap? "ucap Davin pelan di dekat daun telinga Diana yg membuat Diana berdesir aneh


Diana diam sesaat..


"Eum , lakukanlah, "ucap Diana pelan,aku sudah siap..


Davin tak menyia-nyiakan waktu lagi, Davin mencium Diana kembali sampai mereka merasakan kenikmatan bersama,


(dan terjadi juga malam pertama)

__ADS_1


**Selebihnya kalian bayangkan sendiri ya, apa yg mereka lakukan, he_ he maaf saya tidak terlalu pandai dalam menulis adegan seperti ini..ini saja uda dag dig dug takut pak suami intip-intip.


selamat membaca**..


__ADS_2