
"Sayang kamu sudah bangun, "Sapa Davin setelah melihat Diana membuka mata..
Diana menganggukan kepala sebentar sambil memejamkan matanya, sebagai jawaban..
"Kamu butuh sesuatu? "Tanya Davin..
"Aku lapar, "Jawabnya paru,
"Aku sudah siapkan bubur untuk mu, aku suapi ya..
Diana kembali mengangguk, " tiga hari setelah menyekapan, Diana sama sekali belum makan apapun, selama Fiona memyekap dirinya Fiona tak sedikitpun membernya makanan.dan sekarang rasa lapar begitu terasa oleh Diana..
Davin pun mengambil bubur yg sudah tersedia di atas nakas, lalu Davin pun menyuapinya Dengan telaten , tak membutuhkan waktu lama bubur yg Diana makan pun tandas..
"Sekarang minum, ya.." Davin memberi minum pada Diana lalu membiarkannya duduk bersender di tumpukan bantal yg sudah Davin susun...
"Tok_tok_tok
Suara ketukan pintu, mengalihkan pandangan Davin, namun tidak dengan Diana, Diana hanya diam tanpa merespon ketukan pintu tersebut..
"Sebentar ya, Aku bukakan pintu dulu.."Ujar Davin berijin pada Diana..
"Ceklek..
Davin membuka pintunya, "Ibu, Ayah.."Sapa Davin saat mendapati kedua mertuanya yg datang...
"Nak, bagaimana keadaan Diana? "tanya Bu Mina cemas setelah Pintu kamar Davin terbuka...
"Sekarang sudah mulai membaik Bu, ayo Bu, Yah, masuk. "Ajak Davin pada kedua mertuanya, Davin mengabari kedua orang tua Diana saat Diana telah sampai di kediamannya, walau bagaimana pun Davin tidak bisa menyembunyikan kejadian ini terhadap kedua orang tua Diana..
"Putri Ayah,... apa yg terjadi pada mu, Nak.?.." Ujar Pak Rasyid setelah mendekat pada putrinya..
"Ayah...Ibu.."Ucap Diana pelan
"Iya sayang, ini Ibu, dan Ayah.."Jawab kedua orang tua Diana sambil menangis, karna melihat keadaan putri sulungnya penuh dengan luka lembab,
"Apa tubuhmu sakit sayang? "Tanya pak Rasyid, namun tidak dengan Bu Mina, Bu Mina hanya Diam memandang putrinya yg tak baik_baik saja dengan berurai air mata...
"Bu, jangan menangis, Dian tidak apa_apa, Davin sudah menyuruh dokter untuk mengobati Dian, sekarang Dian baik_baik saja.."Ucap Diana melihat Bu Mina terus menangis.
"Sayang...Bu Mina langsung berhambur memeluk putrinya hati_hati.."Apa yg kamu rasakan sekarang,? mana yg sakit? apa kamu mau makan masakan ibu? "tanya Bu Mina beruntun..
"Dian, sudah lebih Baik Bu, Dian juga sudah makan, Davin baru saja suapin Dian, "Ucapnya meberi ketenangan pada ibunya..
"Ayah bawa Brownise kesukaan mu, tadi Ayah mampir sebentar di toko brownise kesukaan mu, apa kamu mau makan sekarang?
"Nanti saja Yah, Dian masih sangat kenyang,
"Baiklah, sekarang kamu istirahat saja, " Ujar Pak Rasyid,
"Dian dari tadi sudah banyak istirahat, Yah..
"Ibu sama ayah temani Dian ngobrol saja. ya..
"Iya Sayang, kami disini menemani mu, "Jawab Pak Rasyid..
"Ayah, Ibu, apa kalian tidak keberatan jika Davin titip Diana sebentar? Davin masih ada urusan yg harus Davin selesaikan, " Ucapnya meminta tolong..
"Pergilah Nak, selesaikan urusanmu, kami akan menemani Diana disini, "Jawab Bu Mina.
"Baiklah Bu, Yah, Davin permisi, lalu Davin pun berpamitan Pada Diana, "Sayang aku tinggal sebentar, ya..jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu pencet tombol yg berada disini ya, "pamit Davin, sambil memegang benda yg sekiranya akan Diana butuhkan..setelah berpamitan pada istri dan kedua mertuanya Davin pun pergi..
" ........Gudang Anggara.......
Davin mendatangi Gudang yg saat ini menyekap Fiona, Dengan langkah seribu Davin menghampiri Fiona,
__ADS_1
"Davin, lepaskan aku, kamu tidak berhak memperlakukan ini semua pada ku, "Ucap Fiona tanpa rasa berdosa, saat setelah melihat Davin menghampirinya,
"Kau memang wanita iblis, setelah kau menyakiti istriku kau bilang, aku tidak berhak melakukan ini,?
"Plakkk
Davin mendaratkan tamparan di pipi kiri mulus Fiona.."aku membiarkan mu berkeliaran bebas kemaren agar kau merenungi kesalahan mu, dan pergi meminta maaf pada istriku, tapi apa? kau malah semakin menjadi, bahkan kau menyiksa istri ku..Dimana kau mulai melukai istri ku, "Tanya Davin meraih dagu Fiona, hingga Fiona meringis merasakan cengkraman tangan Davin pada rahangnya..
"Kenapa? apa ini sakit? ini belum seberapa, kamu akan banyak mendapat kejutan dari ku, seperti kau memberi beberapa kejutan pada istri ku, "Ucap Davin tersenyum menyeringai..
"Penjaga..."teriak Davin, "bawa air itu kesini, berikan padanya, jangan sampai tersisa. "perintah Davin..
"Tidak,_ tidak _tidak..tidak Vin, aku tidak mau Vin, jangan Vin Aku mohon, jangan aku tidak mau, "Ujar Fiona memohon..
Davin mengangkat tangannya memberi isyarat, agar penjaga berhenti sebentar, "Apa istri ku juga memohon seperti ini padamu waktu itu ?, "Tanya Davin mendekati Fiona,
"Dia memohon tapi kau memukulnya, kau menendang nya seperti ini, "Davin menendang tubuh Fiona tanpa belas kasih, "Kau menyiksanya tanpa ampun, sekarang kau memohon padaku, Cih bahkan aku akan membalas kesakitan istri ku seribu kali lipat dengan apa yg sudah kau lakukan pada istriku..
Fiona hanya diam merasakan sakit yg teramat di bagian perutnya. hingga tak dapat mengeluarkan suara..
"Aku tidak akan membunuhmu, karna aku akan membuat dirimu sendiri yg akan mengakhiri nya.."Ucap Davin pelan namun menusuk..
"Penjaga...beri dia minum, kasihan dia merasakan sakit, agar dia memiliki tenaga kau harus memberinya minum yg banyak, karna setelah itu, aku akan bermain_main sebentar dengannya.."Ujar Davin santai mamun penuh dengan ancaman..
"Davin, aku akan minta maaf pada istrimu, aku akan bersujud di kakinya, tapi aku mohon lepaskan aku, "Ucap Fiona memohon.
"Cih..kau memohon..
"Itu sudah terlambat, "jawabnya tanpa belas kasihan.."Ayo penjaga kau menunggu apa lagi beri dia minum yg banyak, aku ingin melihat dia meminumnya, seperti dia memberi istriku minum itu.."perintahnya..
"Vin kau gila, "Teriak Fiona..namun tak membuat rasa iba di hati Davin untuk menyudahi..
Davin melihat Fiona meronta, menolak cairan pekat dan bau tersebut masuk kedalam mulutnya, hingga Davin membayangkan saat Diana yg menerima itu, Davin bangun menghampiri penjaga mengambil alih wadah tersebut..Davin langsung mencengkram mulut Fiona agar terbuka, Davin memaksa Fiona untuk meminum cairan tersebut, hingga Fiona, tak dapat menolak
"Wanita iblis, kau menyakiti istriku tanpa ampun, Davin menampar Pipi Fiona hingga berulang_ulang, mengingat keadaan tubuh istrinya penuh dengan luka. Davin kembali tersudut amarah, melihat keadaan Fiona saat ini tak mbuat Davin puas, ingin sekali Davin melenyapkan nya saat ini juga, namun dia berpikir kembali akan membuat Fiona membayar perbuatannya terlebih dahulu.
Setelah puas memberi pelajaran Davin pun keluar dari gudang tersebut, hendak meninggalkan gudang. namun sebelum pergi Davin memberi perintah terlebih dahulu."Pastikan dia bangun nanti pagi, biarkan dia kelaparan,
........Kediaman Anggara.......
Ceklek..
Davin tersenyum pada Diana dan kedua mertuanya, "apa kalian sudah makan malam? "tanya Davin..setelah masuk kedalam kamarnya..
"Belum..Apa Nak Davin lapar biar Ibu siapkan, "tawar Bu Mina,
"Tidak perlu Bu....lebih baik ibu dan ayah makan terlebih dahulu, " Ujar Davin,
"Iya Bu, Sana ibu dan Ayah pasti belum makan, "timpal Diana,
"Ayo Bu, Yah..Biar Davin antar kebawah, "ajak Davin..
"Itu tidak perlu, Nak..Ibu dan Ayah akan kebawah.kamu temani saja istrimu, "tolak Bu Mina..
"Tidak apa bu, ayo Davin antar, "paksa Davin..
"Sayang, sebentar ya aku antar ibu dan ayah dulu kebawah, kamu tidak papakan aku tinggal sebentar?."Tanya Davin pada Diana,
"Tidak Dav, pergilah.."Jawab Diana..
.
.
.
__ADS_1
.Selamat malam Tuan, "sapa Fiola, menghampiri Davin..."Maaf jika mengganggu waktu anda..
"Ada apa anda datang kesini lagi? "tanya Davin heran..
"Saya hanya ingin melihat keadaan Nona Diana Tuan, apa boleh? "ijin Fiola..
"Haii Vin, "Sapa Vino datang menyapa..
"Apa kalian berdua datang bersama? "tanya Davin bingung..
"Iya aku ingin melihat keadaan Diana, kebetulan Fiola juga mau kesini, yasudah aku bareng dengannya, ada yg Fiola ingin bicarakan dengan istrimu katanya "Ujar Vino..
"Diana di atas, Tunggu Nona Fiola apa yg akan anda sampaikan pada istri saya,? tanya Davin penuh selidik..
"Saya hanya ingin meminta maaf atas semua yg di lakukan, Fiona terhadapnya, "Jawab Fiola..
"Nona Fiola, sebenarnya itu bisa nanti anda sampaikan. tapi jika anda ingin menemu istri saya, silahkan, namun jika istri saya menolak saya mohon anda dapat mengerti.."Ujar Davin mengingatkan..
"Tentu saja Tuan, saya berjanji tidak akan membuat Nona Diana tidak nyaman dengan kedatangan saya..jika itu terjadi saya akan segera pergi, "Ucapnya menyakinkan..
"Ceklek,
"Sayang ada tamu, yg ingin menemuimu, "Ujar Davin setelah masuk kedalam kamarnya..
"Siapa? "tanya Diana
"Vino. dan
Seketika Diana mencekram tangan Davin keras, setelah melihat Fiola masuk mengikuti Vino.
"Sayang tenang, "Ucap Davin menenangkan Diana yg ketakutan melihat Fiola,
Fiola yg menyadari ketakutan Diana, merasa tak enak, "No_Nona Diana kenalkan nama saya Fiola, maaf jika mengganggu waktu istirahat anda, "Ucapnya ragu_ragu..
"Sayang, Davin memandang Diana yg terlihat pucat karna ketakutan, "Sayang tenang. ok, Dia Nona Fiola , Nona Fiola yg mbantu aku menyelamatkan mu, kedatangannya kesini ingin melihat keadaan mu, kamu tidak perlu takut, "
Diana mengangkat kepalanya melihat kearah Fiola, "mirip, "Batinnya..
"Kenapa wajahnya mirip sekali dengan wanita itu,? "tanya Diana pada Davin.
"Iya karna Nona Fiola Saudara Fiona, "Davin menjelaskan..
"Kenapa Dia membantu menyelamatkan aku? "tanya Diana yg masih merasakan takut,
"Kamu bisa tanyakan langsung padanya, "tawar Davin..
Fiola pun mendekat, "Nona Diana..maaf kan semua perbuatan buruk keluarga saya terhadap Nona, saya benar_benar malu, atas semua yg terjadi."Ucap Fiola meminta maaf..
"Kenapa kamu membantu saya, "tanya Diana,
Fiola pun menceritakan semua yg terjadi pada Diana, setelah Diana mendengarkan alasan Fiola, Diana mengerti mengapa saudara dari orang yg telah menyiksanya itu membantu dirinya, setelah mengobrol banyak Diana memeluk Fiola, kau wanita yg tegar, jadi lah pribadi yg baik, dan carilah laki_laki yg baik.."Tutur Diana memberi sedikit nasehat..
"Baik Nona, saya akan selalu ingat dengan semua kata_kata Nona, karna sekarng sudah hampir larut, saya permisi ya, semoga anda cepat sembuh, "pamit Fiola,
.
.
.
.
.
.Bersambung
__ADS_1