TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Will you merry me


__ADS_3

"Rina...Tok-tok-tok..


"Rina apa kau di dalam.."panggil Fiola..


"Ceklek..


"Fiola? ada apa kamu pagi-pagi datang ke kostan, ku? "tanya Rina bingung setelah membuka pintu kostananya..


"Ikut aku,


"Kemana? heyy aku baru bangun, aku berantakan, kau mau mengajakku kemana? "tanya Rina yg di tarik paksa oleh Fiola..


"Radit akan berangkat keluar negeri pagi ini, dia akan tinggal disana dalam waktu yg cukup lama, jika kamu tidak memberhentikannya sekarang, dia akan pergi dan ntah kapan akan kembali..sekarang kita akan menyusulnya kebandara, ayo. jika kita terlambat kamu akan kehilangan dia untuk selamanya, "Ujar Fiola memaksa Rina dengan terus menarik tangan Rina


"Fio, Fio...lepaskan, jika dia ingin pergi biarkan saja dia pergi, itu berarti dia tidak benar-benar menginginkan ku, jika dia benar-benar menginginkanku dia akan berjuang dan akan tetap tinggal disini untuk memperjuangkan cintanya..


"Kau ini bodoh atau gimana, dia pergi karena dirimu yg menolaknya berulang kali, jika kau memberinya harapan sedikit saja, dia juga akan tetap bertahan disini, dia ingin mengindari mu, karena itu permintaanmu, sekarang aku bertanya padamu, apa kau mencintai Radit?


"A-Aku- Aku-


"Ah... kau banyak mikir, ayo buruan kita akan terlambat, keburu Radit berangkat nanti, "Ujar Fiola kembali menarik Rina yg masih menggunakan Piama tidurnya, Dengan terpaksa Rina mengikuti Fiola kedalam mobil, dan ternyata didalam mobil tersebut ada Vino juga yg mengemudikan mobilnya..


"Eh..."ujar Rina terkejut melihat Vino..


"Selamat pagi Rina, apa kabar? "Sapa Vino dengan senyuman seribu makna..


"Eh..I-iya selamat pagi, baik, kabar saya baik.."Jawab Rina terbata, karena merasa terkejut dan malu masih menggunakan piama, dan keadaan yg masih berantakan..


"Ok, aku akan membawa mobil ini dengan kecepatan tinggi, aku harap kalian tidak takut, karena kita hanya mempunyai waktu empat puluh menit, untuk bisa bertemu dengan Radit, "ujar Vino..


Dengan cemas Rina meremas tangannya sendiri, "Apa yg akan aku katakan padanya saat nanti bertemu,? aku tidak tau apa reaksi dia nanti saat bertemu dengan ku.."gumam Rina gelisah


"Rin, apa aku harus mengajarimu nanti saat bertemu dengan Radit, "Canda Fiola..


"Jangan menjadi orang yg menyebalkan, "Jawab Rina mencibikan bibirnya kesal akan candaan Fiola..


"He he he...sekarang kamu siapkan hati saja untuk bertemu dengan pujaan hati. "tutur Fiola kembali menggoda Rina..namun kali ini Rina memilih diam tak menanggapi godaan Fiola.


.

__ADS_1


.


.


.


Bandara..


"Oh Shitt! kita terlambat.."Ujar Vino saat sampai di bandara..


"Apa Radit sudah berangkat? "tanya Rina pelan..


"Pesawat belum lepas landas, tapi Radit sudah masuk kedalam pesawat mungkin Radit sudah mematikan hanphonenya.."jawab Vino kecewa..


Rina memandang kearah dimana orang berlalu lalang berharap bisa melihat sosok orang yg ia cari..setelah lima belas menit Vino memanggil Rina yg terlihat sedang mencari seseorang..


"Rina, ayo kita pulang pesawat yg di tumpangi Radit sudah berangkat.."Ajak Vino..


"Baiklah, "dengan malas Rina melangkahkan kakinya mengekori Vino dari belakang.


"Haaii...Apa kau mencariku, "Bisik Radit di telinga kiri Rina..


Vino dan Fiola hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Radit mengerjai Rina..


"Haii, kenapa kau diam saja! apa kau mencariku? "Radit kembali berbisik di telinga kanan Rina..


"Ahhh.... kenapa suara Radit ada dimana-mana.."Ucapnya keras, hingga mengundang tawa Radit Vino dan Fiola secara bersamaan..Rina mengerutkan dahinya saat mendengar tawa yg begitu jelas, ya suara yg dia carinya saat ini...


Rina berbalik dan benar saja suara yg didengarnya bukanlah halusinasi, "Kau, kau mengerjaiku..."Ucapnya kesal lalu pergi meninggalkan Radit Vino dan Fiola begitu saja..


Radit mengejar Rina, dan menarik tangannya hingga berbalik lalu memeluknya dengan penuh rasa sayang.."Kenapa tidak mengganti pakainmu dulu, lihat kau jadi pusat perhatian semua orang karena masih menggunakan piama tidur ini, "Bisik Radit sambil memeluk Rina..


Rina mengintip orang disekitarnya, dan benar saja banyak orang yg memperhatikan penampilannya. "Kenapa kau ingin pergi? apa kamu tidak ingin memperjuangkan ku, kau begitu pengecut "Ujar Rina masih betah memeluk Radit..


"Apa ini artinya kau menerima ku?


"Kenapa kau begitu ge'er aku kesini hanya-


"Eum, aku kesini di ajak oleh Vino dan Fiola.."kilah Rina..

__ADS_1


"Oya, dan kamu mau mengikuti mereka dengan penampilan kamu sekarang ini.."Ujar Radit lalu mendorong pelan tubuh Rina agar dapat melihat wajahnya.."kamu cantik terlihat cantik dengan penampilan seperti ini.."Ucap Radit memuji Rina di barengi dengan godaan..


"A-Aku-aku-


"Iya, aku tau kau mencintaiku..aku menerimanya,


"Heyy....siapa yg mengatakan aku ingin menjadi pacarmu, "Seru Rina tak terima..


"Oh ternyata aku salah mendengar, baiklah jika kamu tidak ingin menyatakannya biar aku saja yg mengatakannya..."


"Rina agustin..mau kah kau menjadi kekasihku, menjadi teman terbaik disaat aku sedih dan senang, bahkan di saat aku tepuruk sekaligus, "Ujar Radit bersimpuh di depan Rina dengan mengeluarkan cincin yg dulu hendak ia berikannya pada Rina, namun karena penolakan Rina, Radit pun menyimpannya kembali, dan di moment ini Radit benar-benar bisa memakaikan cincin tersebut pada Rina..


"Rina apa kah kau mau menjadi kekasihku, menjadi istri ku, menemani masa depanku, dan mau menua bersamaku..


" RINA..WILL YOU MERRY ME..


Rina membekap mulutnya, hingga meneteskan air mata bahagianya, "Ya aku mau, aku mau.."jawabnya pelan disertai anggukan..


Radit kembali bangun, lalu memasangkan cincinnya ke jari manis Rina, lalu memeluknya kembali, "Terima kasih sudah mau menerimaku, ayo kita pulang banyak hal yg ingin aku katakan padamu, "Ujar Radit lalu melepaskan pelukannya berganti merangkul pinggang Rina membawanya pergi meninggalkan keramayan..


"Selamat ya...akhirnya kamu di lamar, bukan untuk menjadi kekasihnya loh, tapi untuk menjadi istrinya, aku ikut bahagia melihatnya, sekali lagi selamat yaa.. "Ujar Fiola memeluk Rina penuh dengan kebahagian..


"Luar biasa, selamat ya..aku yakin Rina wanita yg di kirim tuhan untukmu, dia akan menebus semua kebahagiaan mu yg hilang di masa lalu.."Ujar Vino memeluk sahabat siang malamnya dulu..


"Thank, Dit..ini semua karena bantuanmu, jika tidak ada kau, aku tidak tau bagaimana aku sekarang.."jawab Radit membalas pelukan sahabat yg selalu ada di dekatnya..


"Baiklah..mari kita pulang, kita bisa merayakan ini semua, bagaimana jika kita membeli makanan kesukaan Diana, kita beli junk food kita rayakan ini semua di rumah Davin bagaimana?.."Usul Vino..


"Itu ide yg bagus, karena jika kita merayakan di luar Diana pasti tidak bisa ikut, kita rayakan di rumah Diana saja, "Timpal Fiola bersemangat..


"Ayo kita pulang, "Radit menggenggam tangan Rina berjalan menuju parkiran..


.


.


.


Didalam perjalanan Fiola menghubungi Rita agar datang kerumah Diana, karena mereka akan merayakan lamaran Radit terhadap Rina.

__ADS_1


__ADS_2