TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Aku suami mu.


__ADS_3

Davin terus menggendong Diana, hingga sampai lantai atas,


"Dav... aku takut jatuh,,


"Jika kau tak ingin jatuh," maka diam lah...


Diana diam seketika,,Setelah sampai depan pintu kamar, Davin membuka handle pintu dengan siku kirinya, setelah terbuka, Davin masuk, dan menutup kembali pintunya menggunakan kaki kanannya"


Davin membaringkan Diana di atas tempat tidur, Setelah menurunkannya Davin tak nampak bangun, namun Davin memilih memandangi wajah Diana....


"Dav.. apa kau tak ingin bangun?


"Tidak..."jawabnya pelan


Davin mendekat kan wajahnya dengan wajah Diana,,


Cup


Davin mencium bibir Diana, Davin terus menciumnya hingga menjadi ******* lembut..


Tok_tok_tok


Suara ketukan pintu, membuat Diana melepas paksa, ciumannya bersama Davin, Diana seketika mendorong dada Davin hingga terjatuh membentur ke lantai,,


"Aw...bokong ku, "ucap Davin yg merasa sakit karna terbenteur lantai.. kau wanita, tapi kenapa tenaga mu besar sekali..ini sangat sakit. ,"ucap Davin bicara sedramatis mungkin..


"Astaga... Ma-maaf Dav, aku benar_benar tidak sengaja, "Ujar Diana merasa bersalah.


Ayo bangun, Diana membantu Davin untuk bangun,, duduklah dulu, aku buka kan pintu sebentar,


Diana berjalan menuju pintu,


Ceklek"


"Ada apa Bik Sum? "tanya Diana.


"Maaf mengganggu Nona, di bawah ada tamu untuk Tuan Davin.. "lapor Bik Sum sopan..


"Siapa Bik? "tanya Diana.


"I-itu Non.. bik Sum diam sesaat, itu Non, Nona Gisel..


Davin yg mendengar, nama Gisel langsung terbangun dari duduknya,,


"Apa kau bilang, Gisel? untuk apa Dia datang kesini? "tanya Davin pada Bik Sum..


"Maaf Tuan saya tidak tau,, Nona Gisel hanya berpesan ingin bertemu dengan Tuan, "Jawab Bik Sum menunduk,


"Suruh dia pergi, "jawabnya dingin..

__ADS_1


"Baik Tuan, permisi, "Bik Sum undur diri.


"Kenapa kau tidak menemui tamu mu?.."tanya Diana..


"Tidak penting, "jawab Davin berlalu pergi, dan menduduk kan tubuhnya di sofa yg cukup besar yg berada di samping tempat tidur.


Baru Diana ingin ikut mendaratkan tubuhnya di atas sofa, yg saat ini di duduki oleh Davin, suara ketukan pintu mengurungkan niatnya, Diana kembali membuka pintu,


"Maaf Nona.."Bik Sum tak enak pada majikan nya tersebut, "I-itu Nona Gisel tidak ingin pergi sebeleum bertemu dengan Tuan Muda. "ujarnya takut_takut..


Davin bangun dari duduknya, hendak melangkah keluar, namun baru satu langkah Davin berhenti dan berbalik,, melihat istrinya. "Aku akan menemuinya, hanya sebentar, "ucapnya sambil berlalu meninggalkan Diana


Diana mengagguk kan kepalanya,


"Non saya permisi, "Bik Sum ikut undur diri.


"Ia Bik, "jawab Diana,


"Siapa memang tamu Davin? kenapa Davin tidak ingin menemuinya, "ucap Diana pelan, Diana penasaran dengan tamu Davin yg bernama Gisel tersebut, Diana pun berjalan menuju anak tangga, Diana mengintip dari atas,


"Dia kan wanita itu, iya dia kekasih Davin yg tadi pagi aku temui di kantornya, kenapa dia kesini?


"Untuk apa kau datang kerumah ku? "tanya Davin dingin. setelah mendapati Gisel yg tengah duduk di sofa.


"Vin, aku hanya menghawatir kan mu.


"Cih...


"Aku tidak butuh perhatian dari mu, Aku sudah katakan pada mu, jangan pernah temui aku lagi, kenapa kau begitu lancang masuk kedalam rumah ku, "Ucap Davin penuh penekanan,


"Vin...Apa kamu tidak bisa memaaf kan aku? apa perasaan itu tidak tersisa sedikit pun untuk ku? aku sangat menyesal, aku mencintai mu Vin, aku tidak bisa hidup tanpa mu, 5 tahun aku dalam penyesalan,, setelah kau kembali, ini yg aku dapat, "jelas Gisel menangis..


"Cih kau ini benar_benar tak tau malu, Kau yg mengingin kan ini, kau meninggalkan ku, demi pria kaya, kau membuang ku, Aku tidak ingin membahasa masalah itu lagi, yg aku ingin kau pergi, dan jangan pernah injakan kaki mu lagi di rumah ku, mengerti...


Davin melangkah pergi untuk meninggalkan Gisel, namun Gisel dengan cepat mengejar Davin dan memeluknya dari belakang,


"Vin aku mohon maaf kan aku.. aku janji tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, mari kita


mulai dari awal lagi "ucapnya di balik punggung Davin..


"Huuh..Davin membuang nafas kasar , menyentakan tangan Gisel dan mendorong tubuh Gisel, Aku memang pernah mencintai mu, tergila_gila pada mu, bahkan aku rela mati untuk mu, tapi itu dulu, dengarkan aku baik_baik, perasaan itu sudah hilang bahkan tidak bersisa,, , sekarang hanya ada penyesalan, penyesalan karna aku menyesal pernah mengenal wanita seperti mu.."tutur Davin dingin..


"Harus dengan cara apa aku meminta maaf pada mu Vin? Aku benar_benar menyesal" Ucapnya sambil berlinang air mata


Davin tak menanggapi ucapan Gisel, Davin lebih memilih pergi tanpa menjawab pertanyaan Gisel,


Diana yg sedari tadi mengintip Davin, dan Gisel,dari atas..seketika berlari menuju kamarnya, saat melihat Davin hendak menaiki anak tangga..


Davin langsung masuk kedalam kamar mendapati Diana yg tengah terduduk di sofa, sambil memainkan benda pipih..

__ADS_1


"Dav...apa tamunya sudah pergi? "tanya Diana pura-pura sibuk, saat Davin masuk kedalam kamar.


"Khemm "


Davin langsung memeluk Diana dari samping kiri, Diana yg mendapat pelukan sepontan itu diam tak bergerak,


"Ada apa dengannya? selalu membuat ku terkejut, kenapa wajahnya terlihat sedih, bukan dia baru saja bertemu kekasihnya, apa karna tadi dia habis bertengkar, makanya dia sekarang bersedih, "batin Diana.


"Dav..ada apa? "tanya Diana penasaran.


Davin tak menjawab, Davin malah menyusupkan kepalanya pada leher Diana, Diana yg tak mendapat kan jawaban diam kembali.


"Tadi adalah Gisel, "ucap Davin pelan yg masih setia menyusupkan kepalanya di leher Diana, Davin bangun, dan melihat ke arah Diana,Gisel adalah masa lalu ku, dia datang kesini untuk mencari tau keadaan ku, aku sudah tidak memiliki hubungan dengannya, "jelas Davin tanpa memalingkan wajahnya dari Diana,,


"Apa kamu masih mencintai nya,? "tanya Diana.


"Apa kau gila..! Aku sudah menikahi mu, kenapa kau menanyakan aku mencintai orang lain.."Jawab Davin dengan meninggikan suaranya.


"Bu_bukan seperti itu, aku hanya bertanya, "Ucapnya takut, karna melihat Davin memancarkan_ pancaran dingin.


"Sudah lah aku tidak ingin membahasnya lagi, "Davin merebah kan tubuhnya, dan menjadikan kaki Diana sebagai bantal,,


Davin memejamkan matanya..namun kemudian membuka kembali matanya,


"Apa kau marah,? "tanya Davin pada Diana, yg terlihat diam saja,


"Tidak.. kenapa aku harus marah,"jawab nya cepat..


"Aku sudah tak memiliki hubungan dengannya, "jelas Davin meyakinkan Diana..


"Aku tidak memiliki pemikiran seperti itu, itu adalah hak mu, Aku tidak memiliki hak untuk melarang mu untuk melakukan apa pun. "jawab Diana memalingkan wajahnya dari Davin..


Davin bangun, dan duduk tepat di samping Diana, Davin memegang wajah Diana dan membuat Diana melihat ke arahnya.


"Aku suami mu.Dan Kamu adalah istri ku, Aku tau pernikahan kita di landasi perjodohan, namun aku ingin kita memulainya dari awal, Davin mengutarakan ke inginannya,,


Diana yg mendengar penuturan Davin seketika melihat ke arah Davin, Diana melihat bola mata Davin, Diana mencari kebohongan, namun tak menemukannya.


"Apa ini pernyataan cinta untuk ku, "batin Diana


"Apa yg kau katakan? Aku-


belum selesai kalimat yg keluar dari mulut Diana , Davin sudah membungkamnya.


Davin membungkam Diana dengan ciuman, Davin menciumi Diana dan ********** lembut, Davin menggendong Diana menuju tempat tidur tanpa melepaskan pangutannya,,


Davin terus menciumi Diana, Davin melepas kan pangutannya setelah kehabisan Nafas, Davin melanjutkan ciumannya turun ke leher menggigit kecil di bagian sana hingga meninggalkan jejak kepemilikan,, Davin terus memberi sentuhan_sentuhan pada Diana,


Dan terjadi lah yg mereka ingin kan, Davin dan Diana tebaring lemas..

__ADS_1


__ADS_2