TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Selesai lebih cepat


__ADS_3

Seperti biasa Diana selalu bangun lebih awal untuk masak,, Baru saja Diana akan memegang alat memasak, Bik Sum menyapa Nona Mudanya tersebut..


"Noon, sedang apa ? "tanya Bik Sum menghampiri Diana..


"Aku ingin membuat sarapan untuk Davin Bik..


"Tapi kan Tuan Davin sedang pergi melakukan bisnis ke luar negri Non, "ujar Bik Sum..


"Apa Bik ? ..luar negri ? "ulang Diana memastikan pendengarannya..


"Betul Non, Tuan Davin pergi kemarin pagi, Apa Tuan Davin tidak bicara, saat akan pergi? "tanya Bik Sum.


"Tidak Bik, Davin belum bicara pada ku, Dia terlihat sangat membenci ku, "ucap Diana murung.


"Noon yg sabar ya... Bibik yakin Tuan Davin sudah memaafkan Noon hanya saja saat ini Tuan Davin masih butuh waktu..


"Iya Bik, kalau gitu aku kekamar dulu ya Bik,,


"Silahkan Non,


Diana mengurungkan niatnya untuk memasak..baru beberapa langkah Diana merasakan pusing yg amat hebat, Diana terduyung hingga jatuh.


Brugg...


"Nona..."teriak Bik Sum yg mengejar Nona mudanya, Bik Sum langsung mengangkat kepala Diana berbantalkan paha Bik Sum.. "Non..Bik Sum menepuk_nepuk pipi Diana..."Non ada apa dengan Non? bangun Non?


"Lala..."panggil Bik Sum berteriak ,


Mang Maman yg berada di dapur hendak mengambil kopi, mendengar teriakan Bik Sum, mengurungkan niatnya, mang maman menghampiri Bik Sum yg tengah memangku Nona mudanya..


"Bik Sum, ada apa dengan Nona muda? "tanya mang maman yg ikut panik..


"Saya tidak tau mang tiba_tiba Non Diana jatuh dan pingsan,


"Ayo kita bawa ke rumah sakit, ajak mang maman yg kwatir pada majikannya tersebut.


"Tidak..jangan bawa ke rumah sakit, kita panggil dokter Randy saja, kamu angkat Non Diana kekamarnya, saya akan hubungi dokter Rendy.."perintah Bik Sum..


Lala yg melihat Nona mudanya di gendong mang maman, menghampiri Bik Sum..


"Bik ada apa dengan Nona muda?, "tanya Lala.


"Kamu itu dari mana saja hah?..aku panggil_panggil tidak dengar, "bukan mendapat jawaban, Lala malah mendapat teguran dari Bik Sum..


"Maaf Bik.. Aku tak mendengarnya, "jawabnya takut..


"Sudah sana buatkan teh panas buat Nona muda, "perintah Bik Sum..


Setelah menunggu 30 menit dokter Rendy pun datang, dokter Rendi langsung memeriksa Diana, "Dari sejak kapan Nona Diana sakit seperti ini? "tanya dokter Randy..


"Bik Sum bingung,, Nona muda baru kali ini pingsan, namun wajahnya terlihat pucat beberapa minggu ini, dan saya lihat tubuhnya juga semakin hari semakin kurus, "jelas Bik Sum.


"Nona Diana terkena asam lambung yg sudah parah, saya sarankan agar Nona Diana di bawa ke Rumah sakit, agar mendapat perawatan yg lebih insentif, saya khawatir ini akan semakin parah, Asam lambung memang bukan penyakit mematikan, namun jika di biarkan akan berakibat fatal. " dokter Rendy menjelaskan.


"Baik Dok, mang Ayo siapkan mobil kita bawa Nona muda ke rumah sakit, "perintah Bik Sum..


Namun sebrlum Mang Maman melangkah keluar Diana terbangun.. "Bik.. suara lirih itu menghentikan ucapan Bik Sum..


"Non... Nona sudah sadar "ujar Bik Sum, lalu menghampiri Nona mudanya..


Diana mengangguk pelan.."saya baik_baik saja, saya tidak mau kerumah sakit, saya hanya butuh tidur dan istirahat nanti juga baikan lagi, ujarnya..


"Tapi Non-


"Bik saya tidak ingin ke rumah sakit, "potong Diana..


"Nona Diana.. dokter Rendy bersuara." Nona ada beberapa pemeriksaan yg harus Nona lakukan, mengingat kondisi Nona seperti sekarang, Maaf Nona bila saya lancang, tapi anda harus mendapatkan perawatan yg lebih insentif, karna asam lambung Nona yg sudah parah.."jelas dokter Rendy..


"Dok..saya baik_baik saja , Dokter tidak usah khawatir, lagian saya hanya kecapean aja karna kemaren saya berkerja, mungkin tubuh saya kaget, biasa kerjaannya tidur dan makan, kemaren berkerja berdiri seharian, jadi mungkin belum terbiasa.. kalian tenang saja..


"Tapi Non, apa tidak apa_apa saya takut Tuan Davin akan marah pada saya, jika beliau tau, Nona sakit, kami tidak membawa Nona ke rumah sakit,


Diana tersenyum getir mendengar ucapan Bik Sum.."Tidak akan Bik, nanti saya yg akan bicara bila Davin marah, tutur Diana..


"Davin tidak akan peduli Bik pada ku, mungkin mati pun aku sekarang, dia akan tersenyum bahagia, "gumam Diana yg merasakan sesak,"


"Baik lah kalau begitu saya akan membuatkan resep untuk anda, agar mengurangi rasa pusing dan sesak, "ujar dokter Rendy menyerah.


"Terima kasih dok, "ujar Diana tersenyum..


"Sama_sama Nona, bila ada apa_apa hubungi saya kembali.


"Baik Dok.."


Dokter Rendy pun pergi meninggalkan kediaman Anggara..


"Apa Nona sudah baik_baik saja, "tanya Bik Sum cemas,

__ADS_1


"Iya Bik, aku baik-baik saja... bibik tidak usah khuatir, "jawab Diana menenangkan,


"Saya akan memberi tau Tuan muda dulu, "ucap Bik Sum, sambil mengutak_ atik hanphonenya mencari nomor Tuan mudanya.


"Jangan Bik, "cegah Diana


"Bibik tidak usah bicara apa_apa, saya baik_baik saja, jadi tolong jangan ceritakan apa_apa pada Davin, saya tidak ingin menjadi beban untuk Davin.. "Diana memohon pada Bik Sum..


"Tapi Non..Dokter Randy tadi bicara, Noon harus mendapat perawatan, "


"Tidak perlu Bik, lagian Aku tidak merasakan ada yg sakit di tubuh ku, hanya pusing saja tadi, setelah istirahat sebentar, tubuh ku kembali seperti semula..ujar Diana meyakinkan Bik Sum..


Diana tersenyum masam saat mengingat ucapan dokter Rendy sewaktu mengatakan bahwa penyakitnya sudah parah, "


"Apa kau belum puas tuhan,, hingga terus menerus kau memberi ku ujian berat.. Apa sekarang kau ingin mengambil nyawa ku? kenapa harus memberi luka terus _menerus, apa rasa kasih mu tidak ada untuk ku walau hanya sedikit, "ucapnya pelan


Diana diam tatapannya kosong, " tes air mata itu jatuh lagi..Diana tersenyum getir mengingat betapa rumitnya kehidupan yg saat ini dia pikul,


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dubai...


Davin sedang melakukan meeting dengan kliennya,, namun Davin tidak fokus hatinya gelisah tak menentu..


"Ada apa dengan ku, mengapa perasaan ku tidak enak begini.."batin Davin berkata..


"Tuan...Tuan.. "Bobby memanggil Davin berulang kali, namun Davin masih terdiam,


"Tuan, "Bobby kembali memanggil dan menyentuh bahu Davin agar dirinya tersadar,..


"Sorry Ser "ucap Davin, tak enak..


"Mr Davin.. Are you Ok ? "tanya Mr Ghassan


"Yes Sir i'm fine " jawab Davin..


"Are we going to continue this meeting.Mr Davin ? tanya mr ikhsan..


Of course Mr.Ikhsan ,Sorry I'm not focused.. "jawab Davin merasa tak enak.


Setelah selesai meeting Davin langsung meraih hanphonenya, Aku akan menghubungi Diana, ucapnya pelan


Namun Davin mengurungkan niatnya dan memasukan kembali hanphonenya kedalam saku celananya..


"Tidak ..aku tidak boleh menghubunginya,, dia akan besar kepala bila aku menghubunginya, hanya untuk mengetahui kabarnya saat ini, "ujar Davin dalam hati..


.


.


.


..


.


.


.


.Satu minggu sudah Davin berada di Dubai, namun pikirannya selalu pada Diana, Apa Diana sehat? Apa Diana sudah makan? Apa Diana masih berkerja? pikirannya selalu pada Diana,


Bobby yg melihat Tuannya gusar, ingin sekali menasehatinya, namun apa daya Bobby tak seberani itu. "Khem, "Bobby berdehem saat melihat Davin memandangi benda pipih di tangannya, "


Davin tersadar lalu memandang ke arah Bobby..


Bobby melihat Tuan nya merespon dehemannya, langsung berkata, "Tuan malam ini kita ada meeting bersama dengan Tuan Idrish, Setelah meeting dengan Tuan Idrish selasai, dan menyepakati perjanjian kita," Tuan bisa pulang lebih cepat, "jelss Bobby.


Seketika Davin tersenyum dan memandang Bobby.. "Apa kau serius? "tanyanys antusias,

__ADS_1


"Betul Tuan, perkerjaan kita selesai lebih cepat dari yg kita perkirakan,


"Tentu saja bisa selesai lebih cepat kau jadi kan aku seperti robot siang, malam, aku berkerja agar semuanya selesai lebih cepat, "grutu Bobby..


"Baiklah, setelah selesai kita langsung kembali ke tanah air, "perintah Davin, " O.ya Bob Saya mau kita pulang malam ini juga,


"Hah.. "Bobby kaget dengan ucapan Tuannya tersebut, bagaimana bisa malam ini. Bobby saja belum menyiapkan semuanya,


"Ba_baik Tuan.."ucapnya pasrah dan keheranan ..


"Oh ayoo lah Tuan..bilang saja bila kau merindukan Nona muda, , kau selalu mbuat semuanya menjadi rumit.."gumam Bobby


.


.


.


.


Davin memulai rapat dengan Mr Idrish, setelah Mr Idrish menyutujui semua perjanjian, Davin undur diri, dan akan melangsungkan perjalanan pulang ke tanah air,


"Huuh "Bobby menghembuskan nafasnya pelan, " Ini sangat melelah kan, tolong tuhan setelah sampai nanti beri Tuan Davin mujizat mu, agar dia memberi ku cuti beberapa hari, aku sangat lelah di buatnya, "gumam Bobby .


.


.


.


.


.


.


.


.Kediaman Anggara,


Seperti biasa jam delapan pagi Diana berangkat untuk bekerja..


Bik Aku berangkat ya teriak Diana pada Bik Sum..


"Non.. tunggu "cegah Bik Sum saat Diana akan melangkah keluar,


"Ada apa Bik? "tanya Diana,


"Ini..."Bik Sum menyodorkan sekotak bekal untuk Diana.."ini untuk sarapan Noon, Noon harus makan tidak boleh telat makan lagi, ingat kata dokter Rendy, jika Non selalu melewatkan makan, Noon akan sakit kembali..


"Siap Bik..Aku akan memakannya nanti saat tiba di tempat kerja, "jawab Diana


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


***Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak***...


__ADS_2