TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Bertemu lagi


__ADS_3

Ke esokan hari nya Diana kembali berkerja..


"Di kamu layani table 13 ya, aku mau anter pesanan tamu dulu, "ucap Yusuf


"Siap pak Yusuf, "jawab Dian bergurau,


"Permisi Tuan, mau pesan sekarang? "tanya Diana yg tidak terlalu memperhatikan wajah tamunya tersebut,


Laki_laki tersebut langsung mendongkakan kepala saat merasa mengenal suara wanita yg akan melayani nya tersebut,


"Kamu..."Vino langsung mengembangkan senyum ketika bisa melihat kembali wanita yg sedari kemarin telah mengusik tidurnya.


Vino merasa bahagia bisa berjumpa kembali dengan Diana,


"Eh.. Tuan Vino, "Tutur Diana yg tak menyangka bisa berjumpa kembali bersama orang yg telah menolongnya.


"Diana..! kamu kerja disini? "tanya Vino


"Iya Tuan, saya berkerja disini, saya tidak menyangka bisa bertemu Tuan disini "ucap Diana tersenyum , "Tuan Vino mau pesan sekarang? "lanjut Diana.


"Jangan panggil saya Tuan dong, panggil saya Vino saja, saya bukan majikan kamu.. "ujar Vino yg tak nyaman dengan panggil Tuan.


"I-iya Tu...Eh Vino, "ujar Diana tersenyeum kaku,


"Aku sering loh makan disini, tapi aku tidak pernah liat kamu..Apa kamu baru berkerja disini?


"Saya baru bekerja dua minggu disini,


"Oh begitu, pantesan dong ya, aku gak pernah liat kamu, kamu baru dua minggu disini, ya sudah aku pesen Spaghetti aglio olio ya, minumnya ice lemon tea, "pesan Vino,


"Baik Tuan, eh Vino.."ujar Diana yg belum terbiasa memanggil nama costumernya dengan panggilan nama .. Ada tambaha lagi?


"Sudah cukup itu saja,


"Baik kalau begitu saya permisi dulu, "ujar Diana sopan,


"Eh tunggu..! "panggil Vino memberhentikan langkah Diana,


Diana berbalik,


"Apa ada tambahan lagi? "jawab Diana tersenyum


"Diana..kenapa kamu masuk kerja hari ini? bukan kah hari ini kamu harusnya ke rumah sakit? "tanya Vino yg teringat akan ucapan Dokter kemaren, "bukannya dokter menyuruh mu untuk melakukan beberapa tes kesehatan di rumah sakit?


"Ah itu.. saya akan melakukan itu nanti saat saya libur, "jawab Diana ragu_ragu


"Harusnya kamu ijin hari ini, untuk melakukan pemeriksaan, kamu tidak boleh menyepelekan penyakit mu, Diana..


"Terimakasih, sudah mengingat kan saya, tapi saya baik_ baik saja anda tidak perlu khawatir, bila tidak ada lagi tambahan saya permisi, "ujar Diana undur diri.


"Apa aku terlalu ikut campur pada urusannya? apa dia marah pada ku? "gumam Vino.


Diana pun pergi meninggalkan Vino, lalu pergi ke dapur untuk memberikan catatan pesanan Vino, Setelah memberi catatan pada Koki, Diana tidak mengantarkan pesanan Vino, karna waktu istirahat Diana telah tiba,


"Permisi Tuan pesanannya, "ucap pelayan yg mengantarkan pesanan Vino,


"Mas.. kenapa bukan Diana yg mengantar kan pesanan saya?. "tanya Vino pada pelayan yg mengantarkan pesanannya.


"Maaf Tuan, Diana sekarang sedang istirahat, karna ini waktunya istirahat untuk Diana, "jawab pelayan sopan..


"Oh begitu, apa Diana selalu istirahat di jam segini ? "tanya Vino pada pelayan tersebut


"Betul Tuan,


"Baiklah terimakasih "ucap Vino,


Samapai Vino selesai makan pun, Diana juga belum terlihat, Vino terus melihat sekeliling namun tetap tak menemukan sosok yg Vino cari,

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.Jam menunjukan pukul 5:30 Diana baru kembali ke kediaman Anggara,


Ketika hendak masuk Diana berpapasan dengan Davin yg hendak ke ruangan kerja, namum Diana tak menyapa Davin, Diana terus berjalan menaiki tangga,


Davin terbengong melihat Diana yg acuh padanya,, "Tidak mungkin kan dia tidak melihat ku? kenapa dia terlihat acuh pada ku. "gumam Davin.


Diana yg sudah sampai di dalam kamar langsung merebahkan tubuhnya, sesak yg saat ini di rasakannya semakin terasa,


"Ya tuhan..Aku sulit untuk bernafas, "gumamnya hingga meneteskan air mata,


Hiks_hiks_hiks


Diana memangis merasakan sesak yg tak bisa ia tahan lagi, Diana meremas seperai saat merasakan sesak yg begitu hebat,


Saat Diana ingin meraih obat di atas nakas, tiba_tiba gelas yg ada di dekat obatnya tesengol hingga terjatuh


Praanggg..


Davin yg tadi mengikuti Diana, yg ingin memastikan keadaan Diana yg tidak seperti biasanya, kaget mendengar suara pecahan benda di kamar Diana, Davin langsung menerobos masuk ke dalam kamar Diana.


Davin membuka kasar pintu kamar Diana. Davin melihat Diana memangis langsung menghampirinya, "Diana kamu kenapa? "tanya Davin cemas


"Dav..Ini sangat sakit Dav, "Diana memegang dada sebelah kanannya,, "A-aku, aku susah untuk bernafas Dav, Diana mencengkram tangan Davin keras, setelah Davin sampai di deketnya.


"Di, Apa yg sebenarnya terjadi padamu? katakan padaku? kamu sakit? mana yg sakit, katakan pada ku ? Davin panik melihat Diana terlihat pucat,


"Dav, Nafas ku, "jawab Diana terbata_bata,


"Bik Sum... "teriak Davin


Bik Sum yg mendengar teriakan Tusnnya, Dengan sigap Bik Sum datang menghadap majikannya, Saat Bik Sum masuk, Bik Sum kaget melihat keadaan Nona mudanya.


Bik Sum tak mengindahkan Tuan Mudanya, Bik Sum memilih menghampiri Nona mudanya yg terlihat sedang menahan sakit,


"Non..Non Diana, Apa Non Diana sesak lagi "ucap Bik Sum cemas,sambil memegang tangan Diana,


Davin yg mendengar ucapan Bik Sum, langsung mengadah kan pandangan tajam pada Bik Sum.


"Apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku? "tanya Davin, Yg terlihat sedang menahan marah dan bingung.


"Tuan Sebaiknya kita bawa Nona Muda ke rumah sakit sekarang, saya jelaskan saat nanti tiba di rumah sakit, "ujar Bik Sum,


Davin langsung menggendong Diana keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga, Davin akan membawa Diana ke rumah sakit, tidak ada penolakan dari Diana saat ini. tidak seperti yg sudah_sudah selalu menolak jika ada yg ingin membawanya ke rumah sakit,


.


.


.


.

__ADS_1


..


Tidak membutuh waktu lama, Davin dan Diana sampai rumah sakit, Diana langsung di larikan ke UGD,


"Dok tolong istri saya, "panggil Davin panik yg melihat Diana tak berdaya,


Dokter langsung melakukan tindakan setelah membaringkan Diana di hospital bed..


"Maaf Tuan, anda bisa tunggu di luar, "ujar dokter yg menangani Diana,


"Tapi Dok, saya suaminya, saya ingin menemani istri saya, "Ujar Davin cemas tak ingin meninggalkan Diana,


"Setelah kami melakukan tindakan anda bisa menemuinya nanti, "jawab dokter


Davin pun akhirnya menyerah, memilih menunggu di depan ruangan,


Davin terlihat cemas, Davin terus melihat ke arah pintu ruangan dimana Diana sedang di periksa, Davin terus mondar mandir di depan pintu ruangan dimana Diana di periksa,


"Apa yg sebenarnya terjadi, kenapa Diana terlihat sangat kesakitan? "Gumam Davin


Non, Nona Diana Apa Non sesak lagi?..Davin mengingat kembali kata_kata Bik Sum, "iya Bik Sum tau tentang ini, "gumam Davin..


Davin langsung menghampiri Bik Sum, yg terlihat gelisah,


"Katakan sekarang pada ku, Apa yg sebenarnya terjadi pada Diana? "tanya Davin mengagetkan Bik Sum yg sedang gelisah menunggu kabar Nona Mudanya tersebut,


"Anu, itu , Tu..Tuan..I-itu, Nona Diana. "Bik sum terdiam sesaat, Bik Sum bingung ingin memulainya dari mana, Bik Sum bingung karna sudah berjanji pada Nona Mudanya tidak akan memberi tau pada Tuan mudanya,


Dengan ragu Bik Sum bicara, "Itu Menurut Dokter Rendy Non Diana, sakit asam lambung yg sudah sangat parah Tuan, "jawab Bik Sum takut_takut,


"Apa? Apa kau sudah gila, menyembunyikan ini semua dari ku hah.."bentak Davin


"Maafkan saya Tuan. Nona Diana-


Suara pintu terbuka, memotong ucapan Bik Sum, Davin langsung pergi menemui dokter yg menangani Diana,


"Dok.. bagaimana keadaan istri saya.?


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2