TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Terkejut.


__ADS_3

"Tok..tok..tok..


"Ceklek...


"Eh...Tu-tuan Bobby?...."Ucap Rita terkejut saat membuka pintu menadpati Bobby di hadapannya...


"Maaf Nona Rita mengganggu waktu anda, Tuan Muda Davin, menyuruh saya untuk menjemput anda dan Nona Rina. Untuk datang ke rumah Tuan muda Davin, "Jelas Bobby..


"Eum, ada apa ya Kira-kira? " Tanya Rita bingung..


"Nona Muda, tiga hari yg lalu sakit, beliau ingin bertemu dengan anda..


"Apa? Diana sakit? sakit apa Diana? "Tanya Rita penuh khawatir..


.


.


.


.


.Flasback


"Bob, jemput Nona Rita dan Nona Rina, ajak mereka kesini, katakan pada Nona Rita, dan Nona Rina, jika istriku sedang sakit ingin berjumpa dengan mereka..."perintah Davin, Davin sengaja mengundang Rina dan Rita ke rumahnya, sebab tiga hari kepulanga dari penyekapan Diana menjadi lebih pendiam, dan itu membuat Davin cemas..


Flasback and.


"Hanya sakit biasa, anda bisa menanyakannya langsung nanti ketika bertemu, "Jawab Bobby tak ingin membuat Rita khawatir..


"Baiklah, anda bisa pergi sekarang, nanti saya akan kesana bersama Rina.."Usir Rita, yg tak ingin berlama-lama bertatap muka bersama dengan Bobby,


"Saya akan menunggu anda dan Nona Rina., saya akan mengantar anda ke kediaman Nona Muda, "Tegas Bobby


"Itu tidak perlu Tuan Bobby, Rina masih sekitar empat puluh menit lagi baru sampai rumah, belum dia rapih-rapih. itu akan memakan waktu yg cukup lama, Tuan akan jenuh menunggu.."Tutur Rita.


"Tidak masalah Nona..


"Ishh...kenapa dia begitu keras kepala, "Gumam Rita


"Baiklah teserah anda, "Jawab Rita bingun, untuk memberi alasan lagi..Lalu Rita pun menutup pintu kamarnya begitu saja,


"Brakk..


Setelah Rita menyetujui ucapan Bobby, Rita menutup pintu begitu saja, tanpa mempersilahkan Bobby masuk, atau hanya sekedar duduk, itu semua karena Rita tak dapat lama-lama bicara dengan Bobby, karena setiap memandang wajahnya selalu teringat kata-kata penolakan yg dulu pernah Bobby katakan.


Saat pintu tertutup, Bobby tertegun di tempat memandang pintu tertutup, namun Bobby tak terlalu mempermasalahkannya, yg penting Bobby dapat membawa Rita dan Rina ke kediaman Majikannya..


"Ceklek..


Rita kembali membuka pintu..


"Maaf, "kata itu terucap begitu saja dari mulut Rita, setelah membuka pintunya kembali,


Bobby tersenyum kepada Rita saat pintu terbuka,


"Deg


"Nahkan..jantung ku tidak bisa di kendalikan.."Gumam Rita saat melihat senyum Bobby, itu membuat hati, jantung, dan dirinnya tak bisa bekerja sama..


"Tidak masalah Nona, "Ujar Bobby, dengan senyuman yg tak terlalu banyak namun penuh makna..


"Sejak kapan Dia murah tersenyum seperti itu? kau memang keparat Bobby, untuk yg kesekian kalinya, kau mengalahkan perasaan ku, "Gumam Rita kembali..


Rita pun tersadar.."Masuklah, "ujar Rita membuka pintu lebar-lebar..mempersilahkan Bobby untuk masuk agar menunggu di dalam, tanpa menolak Bobby pun mengikuti Rita..


"Maaf, tidak ada sofa disini, "Ujar Rita yg melihat Bobby, seperti kebingungan untuk duduk..


"Ah...tidak masalah Nona, saya bisa duduk disini, "Jawab Bobby..

__ADS_1


"Duduklah dulu, saya akan keluar sebentar untuk mencari minuman, " Ujar Rita..


"Nona, itu tidak perlu.."Bobby menghentikan langkah Rita..


Rita menarik napas, dan membuangnya pelan. "Anda akan kehausan selama menunggu teman saya disini. "Ucapnya lalu kembali melangkah untuk meninggalkan Bobby, Rita pergi beralasan mencari minuman demi menghindari Bobby..


Bobby menarik pelan tangan Rita yg hendak keluar, "Apa kau masih membenciku,? "Tanya Bobby yg membuat Rita diam mematung..


"Kenapa kau menghindar dariku? "Bobby kembali melontarkan pertanyaan..


"Ti- tidak, Saya tidak membenci anda tuan, saya juga tidak menghindar dari anda, saya hanya ingin membeli minum untuk anda, "Jawab Rita terbata-bata..


Bobby menarik Rita kembali kedalam lalu menutup pintu dengan kasar, tanpa aba-aba, Bobby menyatukan bibirnya pada bibir Rita, seketika membuat kedua mata Rita melebar, Rita diam mematung mendapat serangan ciuman dari Bobby..


Rita mendorong Bobby dengan kasar, setelah kesadarannya kembali, membuat ciuman mereka terlepas paksa "Apa yg anda lakukan? "Tanya Rita berkaca-kaca..sesaat setelah mendorong Bobby..


Bobby tak menjawab, Namun Bobby menghampiri Rita menjadi semakin dekat, Rita melangkah mundur mendapati Bobby menghampirinya, Setelah semakin dekat Rita pun tak dapat menghindar lagi, Bobby langsung memeluk Rita..


"Lepaskan apa yg kau lakukan? "Rita meronta saat Bobby memeluknya, "Lepaskan lanjut Rita memukul dada Bobby berulang-ulang, namun tak membuat laki-laki itu melepaskannya..


"Maafkan aku. maafkan aku yg baru menyadari perasaanku sendiri, "Ucapnya pelan namun terdengar jelas di kedua daun telinga Rita..


Rita kembali diam mematung terkejut, akan kata yg baru saja di dengarnya. dari mulut pria yg sudah lama ia kagumi..


Bobby melepaskan pelukannya, lalu ia memandang wajah Rita, "Semoga aku belum terlambat, " Ucap Bobby menyadarkan Rita dari keterkejutannya.


"Apa kau sedang bercanda dengan ku ? "Bukan jawaban namun pertanyaan yg Terlontar dari mulut Rita..


"Aku buka pria yg romantis, aku juga tidak suka mengulang perkataan ku, "Jawab Bobby atas pertanyaan Rita..


"Laki-laki macam apa kau ini? menyatakan cinta seperti itu, menyebalkan sekali, "Rita menggerutu.


"Kenapa kau berubah pikiran? "Tanya Rita


"Apa kesempatan itu masih ada untuk saya," Bobby kembali memberikan pertanyaan tanpa ada niataan untuk menjawab pertanyaan Rita..


"Ish, kau ini.. apa tidak bisa romanitis sedikit saja, "Ucap Rita kesal menepis tangan Bobby yg menguncinya..


Rita berbalik, "Kenapa kau tak datang lebih cepat? Kau tau,? aku menunggu mu, beberapa waktu yg lalu, Aku senang mendapat balasan cinta darimu Tuan Bobby, "tekannya, " tapi anda terlambat, " ucapnya berkaca-kaca..membuat kening Bobby mengkerut tak paham dengan kata terlambat..


"Aku akan menikah, Sebulan lagi aku akan menikah dengan laki-laki pilihan ayah ku, "Ucap Rita yg membuat Bobby terkejut..


"Apa menikah? kenapa kau menuruti keinginan ayah mu? apa dia kembali menyiksamu,? apa dia mengancamu? "Bobby memberi pertanyaan beruntun..


Rita tersenyum masam, bagaimana bisa tuhan selalu mempermainkannya terus-menerus, baru dua hari yg lalu Rita menerima lamaran dari laki-laki pilihan ayahnya, yg terus memerasnya, sekarang Bobby datang membalas perasaannya. Rita begitu senang saat mendengar Bobby membalas cintanya, namun hatinya kembali sakit saat mengingat dirinya akan menikah dengan pria lain..


Rita menggelengkan kepalanya, saat Bobby memberi pertanyaan beruntun,


Bobby memegang kedua bahu Rita, "Aku akan mendatangi ayahmu, aku akan menikahi mu, "Ujar Bobby bersungguh-sungguh..


"Tuan tidak perlu melakukan itu, Semuanya sudah terlambat, hari pernikahan kami telah di tentukan, carilah wanita yg baik, dari keluarga yg baik, wanita seperti saya tidak pantas untuk anda, "Ucap Rita setegar mungkin..


"Ceklek..


"Eh A-ada maaf aku tidak tau jika ada tamu, "Ucap Rina terkejut melihat Bobby berada di dalam kosannya berdua sedang berhadap-hadapan dengan Rita..


"Nona Rina maaf.."Ujar Bobby sungkan, lalu menjauhkan tubuhnya dari Rita..


"Tidak kalian lanjutkan saja, aku keluar dulu ada urusan, "Jawab Rina tak enak..


"Rin..aku sudah tidak ada urusan lagi kok, lebih baik kamu bersiap-siap, kita akan pergi kerumah Diana, saat ini Diana sedang sakit, Tuan Bobby datang kesini, untuk menjemput kita, "Ujar Rita setenang mungkin.


"Dian sakit? sakit apa Dian? "Tanya Rina terkejut..


"Aku juga tidak tau, lebih baik kamu bersiap-siap gih, aku tunggu kamu di depan" jawab Rita..


Setelah Rina selesai merapihkan diri, Bobby pun membawa Rita dan Rina ke kediaman Tuannya, Tak ada percakapan di dalam mobil tersebut, Bobby terus memandang Rita dari kaca spion yg terletak di atasnya, Bobby masih tak percaya, wanita yg membuatnya tak dapat tertidur dengan benar itu akan menikahi pria lain..


"Ah..ini sungguh konyol..aku tak percaya dia akan menikah dengan pria pilihan ayahnya, pasti laki-laki kejam itu telah memaksa Rita untuk menerima pernikahan ini, "Gumam Bobby frustrasi.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


 


".......Kediaman Anggara......


 


Setelah sampai kediaman Anggara Bobby membukakan pintu belakang kemudi untuk mempersilahkan teman Nona Mudanya keluar dari mobil.."Silahkan Nona, "Ucapnya Sopan, Setelah Rina keluar tak lama Rita menyusulnya, ada rasa sakit di dada Bobby saat melihat Rita tersenyum kepadanya, Bobby tau betul wanita itu berusaha menutupi kesedihannya..


"Kau sangat pandai menyimpan kesakitan, aku berjanji akan melepaskan mu, dari semuanya, aku akan membuat mu, tersenyum dengan semua kebahagian, bukan dengan senyuman palsu, "Batin Bobby..


"Selamat Siang Nona Rita dan Nona Rina, senang bisa berjumpa lagi, "Sapa Davin menerima tamu teman Istrinya..


"Terimakasih Tuan, kabar kami sangat baik, "Jawab Rita..."Eum, Dimana Diana, Tuan ?


"Ada di kamar, ayo mari ikut saya, "Ajak Davin..


Rita dan Rina mengikuti Davin dari belakang, Namun baru dua langkah Rita berbalik melihat Kebelakang, hatinya sangat sakit melihat wajah Bobby yg terlihat kecewa padanya, Rita tersenyum saat Bobby menatapnya juga..


"Ceklek..


Davin membuka pintu sesaat sampai di depan kamarnya. yg mendapati istrinya terbengong sendiri, "Sayang teman-teman mu datang untuk melihatmu, "Ujar Davin menyadarkan Diana dari lamunannya..


"Dian.."Teriak Rina saat melihat keadaan sahabatnya yg tak nampak ada keceriaan.."Dian ada apa denganmu, kenapa wajahmu penuh memar, apa Tuan Dav--


"Rina menutup mulutnya tak percaya, Rina berpikir Davin yg membuat Diana menjadi seperti ini..


Rita ikut menghampiri sahabatnya itu, sama halnya dengan Rina, Rita pun terkejut, melihat keadaan sahabatnya tersebut, "Kamu kenapa Di? apa yg terjadi pada mu? "Tanya Rita khawatir..


"Aku senang melihat kalian datang kesini, aku pikir kalian sudah melupakan aku, " ujar Diana tanpa menjawab pertanyaan Kedua sahabatnya..


Davin mendekat pada Diana, "Berbincanglah bersama sahabatmu, aku akan menunggu di bawah, aku ada pekerjaan di ruang kerja, jika kamu butuh sesuatu, kamu tekan bell itu ya..


"Iya, selesaikan lah pekerjaan mu, maaf aku sudah banyak menyita waktumu, sehingga pekerjaan mu menjadi terbengkalai.."Ucap Diana merasa bersalah..


"Tidak, tidak ada yg terbengkalai, Bobby sudah mengerjakan semuanya, untuk waktu ku. itu sudah menjadi kewajiban ku, "Jawab Davin..


"Aku tinggal, Nona Rita Nona Rina, saya tinggal kebawah, saya titip istri saya, "Ucap Davin menitipkan Diana, lalu pergi meninggalkan istri dan kedua sahabatnya..


Setelah Davin meninggalkan kamar, Rita dan Rina memborong banyak pertanyaan pada Diana.."Di, Apa suami mu yg melakukan ini? apa dia menyiksamu? apa dia menamparmu? "tanya Rina penasaran..


"Di..Bicaralah, apa benar yg di katakan Rina, bahwa ini semua perlakuan suamimu,? "timpal Rita..


"Apa yg kalian katakan, mana mungkin suamiku melakukan ini..Kalian tau Enam hari yg lalu aku di culik, dan tiga hari yg lalu Davin menyelamatkan ku, penculik itu menyiksa ku. "Jawab Diana, mengingat kembali peristiwa yg membuat dirinya menjadi takut..


"Apa,di culik?..."Tanya Rina dan Rita berbarengan


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Bersambung


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya**...


__ADS_2