
"Ck...
"Kau memang keras kepala.."Ujar Davin yg kesal tak dapat membujuk Diana makan,
Diana kembali tidur menyelimuti dirinya, dan membelakangi Davin...
"Ish, kenapa lama sekali sih bilang iya nya. aku sangat lapar, tidak mungkin kan, makanan itu aku makan sekarang, bisa_bisa dia menertawakan ku. huh" Diana bergumam, membuang nafasnya pelan..
"Baiklah, ganti pakaianmu mari kita mencari makanan yg kau mau. "Ujar Davin mengalah..
Seketika Diana berbalik setelah mendengar kata_kata Davin.."Benarkah, "Ucapnya antusias
"Hemm...
Dengan antusias Diana turun dari tempat tidurnya lari menuju ruang ganti.tak lama keluar kembali dengan mini dress yg memang sudah Davin sediakan.
"Ayo Dav, keburu sore, aku sudah lapar. "Ajak Diana menarik tangan Davin..
"Pelan_pelan, Sayang..
"Aku sudah tak sabar Dav.."Jawab Diana antusias.
Davin dan Diana pun pergi ke pusat perbelanjaan, ingin mencari Restoran yg menyediakan menu junk food,
.
.
.
.
.
........Pusatperbelanjaan......
.Hanya membutuhkan dua puluh lima menit mereka pun sampai di pusat perbelanjaan, dimana tempat yg menyediakan semua kebutuhan , termasuk Restouran junk food yg Diana inginkan.
"Dav itu, "Diana menunjuk restoran yg ingin Ia datangi.
Davin hanya menggeleng_gelengkan kepalanya melihat tingkah Diana yg tak pernah Davin lihat.Diana menarik tangan Davin layaknya anak kecil yg meminta di belikan mainan,
"Sayang pelan_pelan, kau akan segera mendapatkan mamakan itu, jangan seperti ini, "Ucap Davin Pelan..
"Aku sudah sangat lapar Dav.."Jawab Diana
"Siapa yg menyuruh mu merajuk,? dan melewatkan sarapan dan makan siangmu.."jawab Davin mengingatkan kembali kesalahan istrinya..
"Habis kau begitu pelit, aku hanya minta makan junk food saja kau tak memberi, kau sangat pelit, "Ujar Diana mencibir Davin..
"Apa kau bilang, pelit? Davin seketika menghentikan langkahnya.."hey aku melakukan itu karna aku sayang padamu, junk food tidak bagus untuk mu saat ini, mengingat kau selalu sakit, aku hanya khawatir kau akan sakit kembali jika memakanan_makanan yg tidak bergizi.."Ujar Davin mulai kesal kembali.
"Baiklah jangan marah_marah lagi, jika kau marah, kapan aku makan, "Ujar Diana memilih tak ingin berdebat lagi..
Diana pun menggandeng lengan Davin masuk ke Restoran siap saji tersebut. Setelah masuk Diana langsung menuju kasir untuk melakukan pemesanan.setelah melakukan pemesanan Diana dan Davin duduk di kurusi yg sudah di sediakan di tempat tersebut..
Namun tak mereka sadari,di meja lain, ada pasang mata yg mengawasi mereka berdua,
"Kau begitu bahagia Vin, menikmati kemewahan , makan_makanan yg enak, sedangkan keluarga ku, kau hancurkan, aku luntang lantung tak jelas, ayah ku kau buat dia menderita di balik jeruji besi, aku akan memberi mu pelajaran, agar kau tau rasanya jauh dari orang yg kita sayangi.."Gumam Fiona dengan senyuman penuh dendam..
"Sayang tunggu sebentar ya, aku akan angkat telphone , disini sangat bising aku tak dapat mendengar suara disebrang sana., "ijin Davin, setelah Diana mengiya kan Davin pun pergi mencari tempat yg sepi,
Setelah kepergian Davin Fiona tak menyia_nyiakan waktu lagi, iya langsung menghampiri Diana.."
"Hai Nona, Maaf bukankah Nona istri Tuan Davin? " Tanya Fiona memulai rencananya..
"Eh, I-iya..Nona siapa ya? "Tanya Diana bingung..
"Apa Nona lupa dengan saya? " kenalkan saya Fiona rekan bisnis Tuan Davin, yg dulu pernah datang kerumah Anda,
"Oh..Astaga, iya saya ingat sekarang, maaf ya waktu itu, saya benar_benar tidak sengaja mengotori pakaian Nona, Nona mau makan? jika tidak keberatan bergabunglah disini, "Ajak Diana..
"Tidak.. terima kasih, kebetulan tadi saya kerumah Anda, tapi asisten rumah tangga anda bilang sedang pergi ke pusat perbelanjaan, saya ingin mengantarkan dokumen penting untuk Tuan Davin,
"Oh Begitu, tunggu lah sebentar, Davin sedang menerima panggilan telephone. anda tidak sedang terburu_burukan? "Tanya Diana.
"Begini Nona, sebenarnya saya sedang terburu_buru, jika Nona tidak keberatan boleh kah saya meminta tolong, file yg ingin saya berikan pada Tuan Davin tertinggal di mobil, jika Nona tidak keberatan, bisakah Nona ikut saya sebentar untuk mengambilnya,? karna jika saya naik lagi kesini, itu membutuhkan waktu, sedangkan saya, akan terlambat untuk ke bandara.."Ujar Fiona meyakinkan Diana..
"Eum..Tapi..Baiklah mari, lalu Diana memanggil salah satu pramusaji di Restouran tersebut..
__ADS_1
"Mba, panggil Diana pada salah satu pelayan , "Mba, saya minta tolong jika suami saya kembali kesini, tolong katakan padanya, suruh menunggu sebentar, katakan padanya saya ada urusan sebentar, "Ujar Diana meminta tolong..
"Baik Kak, "Jawab Pelayan..
Fiona pun mengajak Diana dengan terburu_buru, karna takut Davin mengetahui keberadaannya, setelah sampai di parkiran Fiona pura_pura mencari file yg ingin Ia berikan pada Davin..
"Nona Fiona apa ada masalah? "Tanya Diana yg melihat Fiona seperti kebingungan..
"Iya Nona saya lupa menaruh filenya dimana, Bolehkah saya meminta tolong anda untuk membantu mencarinya,
"Oh begitu, Baik Nona, "Jawab Diana.
Diana pun ikut masuk kedalam mobil membantu mencari file yg di masuk oleh Fiona, setelah Diana masuk kedalam mobil, dengan gerak cepat Fiona ikut masuk beserta laki_laki yg akan membantu mengemudikan mobilnya.
"Loh, Nona Fiona apa yg anda lakukan? hey kalian mau membawaku kemana? "Ucap Diana panik karna saat ini Mobil yg di tumpanginya berjalan pergi meninggalkan pusat perbelanjaan..
"Diam wanita sialan, "Bentak Fiona..
"Apa yg Nona Fiona lakukan? sebenarnya apa yg kalian inginkan? tolong turunkan saya, "Teriak Diana..
"Diam..."Teriak Fiona tak kalah keras suaranya..
Seketika Diana diam meliat kearah Fiona yg terlihat sangat marah, membuat Diana mengunci mulutnya untuk tidak bersuara.
"Kau tau wanita kampungan, karna Davin ayah ku masuk penjara, dan karna dia juga hidup ku, berantakan, aku akan membuat dia merasakan hal yg sama padanya, memenjarakan mu layaknya binatang, agar Davin tau, rasanya sakit melihat orang yg kita sayangi menderita di balik jeruji besi, tapi kau berbeda aku akan membuatmu, merasakan sakit yg berkali _kali lipat dari ayah ku, "Ujar Fiona mencengkram dagu Diana..
"Tolong jangan lakukan itu, saya akan bicara pada Davin, agar melepaskan ayah anda, tapi tolong lepaskan saya..
"Ha_ha_ha_
Suara tawa Fiona menggema di dalam mobil tersebut, bagaimana tidak dia tertawa dengan beitu keras "Kau pikir aku akan melepaskan mu begitu saja, Setelah susah payah aku mendapat kesempatan untuk menculik mu.. Dengar aku baik_baik, aku akan melepaskan mu tapi setelah Davin melihat mu menderita, dan mungkin tak berdaya, "Ucapnya lalu mendorong kasar tubuh Diana hingga terbentur ke pintu mobil..
.
.
.
.
.
...........Restouran........
Setelah mengakhiri sambungan telphonenya Davin kembali menemui istrinya, namun Davin sedikit kaget tidak mendapati istrinya berada duduk di bangku yg tadi sudah mereka pesan,
"Tadi istri Tuan berpesan, agar Tuan menunggu sebentar, istri Tuan ada urusan sebentar dengan temannya.
"Apa teman? laki_laki atau perempuan teman istri saya, "Tanya Davin penasaran
"Perempuan Tuan.."Jawab pelayan.
"Baiklah mba terimakasih, "Ucap Davin.
Lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, dan Dua puluh menit berlalu, namum tak ada tanda_tanda Diana kembali, Davin mengambil benda pipihnya lalu menghubungi Diana, namun saat menghubungi nomor Diana, operator yg menjawab, Davin mulai cemas memikirkan keberadaan istrinya..
"Mba.. Davin kembali memanggil pelayan yg tadi menyampaikan pesan Diana, "Mba, bagaimana ciri_ciri teman istri saya tadi?
"Tubuhnya tinggi memiliki rambut panjang lurus dan sangat cantik, "Jawab pelayan
"Apa yg anda masksud perempuan ini mba? Davin melihatkan foto Fiona pada pelayan tersebut..
"Iya betul Tuan, istri anda ikut bersamanya tadi..
"Oh Shitt..."Ucap Davin mulai panik, setelah mengetahui bahwa Diana di culik..Davin langsung menghubungi Bobby
"Hallo Bob, kerahkan bodyguard sebanyak mungkin untuk mencari keberadaan Fiona sekarang, wanita itu telah menculik Istri ku, "Ujar Davin pada Bobby disebrang sana..
"Apa Tuan, Nona Muda di culik?
"Cepat kerah kan semua orang kepercayaan kita, aku tidak ingin wanita itu sampai menyakiti istriku, "Ujar Davin mengabaikan pertanyaan Bobby..
"Baik Tuan..sekarang Tuan berada dimana?saya akan menemui Tuan, "
"Saya di pusat perbelanjaan Xxx..
"Saya berangkat sekarang.."Ujar Bobby Sigap, lalu pergi meninggalkan Gedung Anggara.
.
.
.
__ADS_1
.
.
"Mereka pergi ke arah kota A.."Ujar Bobby setelah sampai di pusat perbelanjaan dan mengecek semua cctv yg ada di sekitar,
"Hubungi Peter agar dia mengecek plat nomor yg mereka gunakan, "Perintah Davin..
Setelah mencari ke beberapa tempat, namun belum menemukan titik terang keberadaan Diana, Davin mulai prustasi, "Bob antar aku ke apertemen Fiola, "perintah Davin
"Baik Tuan..
.
.
.
.
.
.
........Apertemen Fiola........
Tepat pukul 03:30.Davin menyambangi apertemen Fiola..
"Tok_tok_tok
Davin mengetuk pintu Fiola beberapa kali,
"Ceklek..
Pintu terbuka, Fiola terkejut dengan kedatangan Davin di pagi buta, "Tu, Tuan Davin? "Ujar Fiola terbata, karna terkejut.
"Dimana kakak mu? "tanya Davin dingin
"Kakak? maksud Tuan, Fiona? dia tidak datang kesini dari kemaren."Jawabnya jujur
"Kau tidak menyembunyikannya? "Tanya Davin dengan nada yg tak biasa lagi..
"Tidak, saya tidak pernah ingin tau tentang keberadaannya, saya juga tidak perduli kemana dia pergi, "Ujar Fiola..
"Baik saya percaya padamu kali ini, Tapi jika saya tau kau ikut bersekongkongol dengannya, kau akan tau akibatnya, "Davin memperingatkan Fiola, lalu pergi
"Tunggu...teriak Fiola memberhentikan langkah Davin dan Bobby, "Apa yg di lakukan Fiona pada Tuan Davin, "Tanya Fiola penasaran,
"Nona Fiona telah menculik Nona muda kami, "Jawab Bobby
"Apa menculik? "Ujar Fiola tak percaya,
Lalu Davin dan Bobby pun meninggalkan Apertemen Fiola, setelah sampai basmen Davin naik kedalam mobil,
"Bob, apa belum ada kabar dari orang_orang kepercayaan mu? tanya Davin yg sudah sangat khawatir dengan keadaan Diana, bagaimana tidak Diana telah melewatkan makan sepanjang hari kemaren, dan sekarang ada di tangan Fiona,
"Belum Tuan, Tuan tenang saja orang_orang kepercayaan kita akan segera menemukan Nona Muda, sekarang saya akan mengantarkan Tuan kerumah, Tuan butuh istirahat..
"Bagaimana aku bisa tenang Bob.
Kau tau Istri ku belum makan Bob sedari kemaren, Kemaren dia merajuk meminta junk food padaku, tapi aku tak memberinya, dia melewatkan sarapan dan makan siangnya, saat aku akan membelikannya junk food, wanita sialan itu menculiknya, aku khawatir saat ini Diana pasti kelaparan, "Ujar Davin menatap lurus namun terlihat kosong..
Bobby hanya diam mendengar penuturan Tuannya,..
"Bob, hubungi orang kepercayaan Jody, dia pasti bisa membantu kita, "perintah Davin..
"Baik Tuan...
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Bersambung