
"Eumm "Diana terbangun merentangkan tangannya ke atas,dan mengerjap-ngerjap kan matanya, setelah matanya terbuka sempurna, betapa kagetnya ada sepasang mata yg melihat ke arahnya,,
"Gleek
Diana menelan salviannya
"Dav. Davin ka, kamu sudah bangun,,"Tanya Diana gugup
"Heemm..
Davin hanya bergumam, dan kembali mengeratkan pelukannya pada Diana..
"Eeh.. "Diana kaget mendapatkan perutnya di peluk kembali oleh Davin..
"Apa kamu tidak berangkat bekerja? "Tanya Diana gugup.
"Biarkan begini sebentar saja" Davin bicara dengan nada seraknya, khas bangun tidur sambil memeluk Diana.tanpa menjaawab pertanyaan Diana..
"Tapi Dav, ini sudah hampir siang, apa kamu tidak akan terlambat? sambil memainkan jarinya Diana berucap..
"Terlambat pun tidak akan ada yg berani memarahi ku,, disana kantor ku,datang atau tidak aku ke kantor tidak akan ada yg memecat ku, "Jawabnya sombong..
"Baiklah...saya akan mandi terlebih dulu kalau begitu, "Ucap Diana sambil menggeser badannya hendak turun dari tempat tidur,
"Kenapa? apa kamu keberatan jika aku memeluk mu? "Selidik Davin..
"Ah i -itu, itu tidak bukan seperti itu,hanya saja ini sudah hampir siang. saya hanya ingin mandi saja, "Ucap Diana terbata-bata,
"Nanti saja, aku masih ingin seperti ini, "ucap Davin,yg semakin mengeratkan pelukannya..
"Ada apa dengannya? kenapa dia jadi seperti ini? peluk-peluk aku dari semalam,aku sampai susah untuk bernafas gara-gara dia. "gumam Diana
"Drrtt_Drrtt_
Suara Hanphone milik Davin bergetar.
"Hemm" Davin menjawab panggilan Telphonenya..
"Maaf Tuan mengganggu waktu anda, hari ini anda ada meeting pukul 11 siang "Ujar Bobby di sebrang sana..
"Ck"
Davin bedecak malas.
"Baiklah Tuan, saya tunggu anda di depan, "ucap bobby .
Davin memutuskan sambungan telephonenya dan menyimpan kembali Hanphonenya di atas nakas, lalu bergerak turun dari tempat tidur , dan melangkah kan kakinya menuju kamar mandi tanpa melihat lagi kepada Diana.
"Dia itu sebenarnya kenapa sih? tadi baik dan seperti anak kecil menggemaskan, sekarang menjadi dingin lagi, "huhh Diana membuang nafasnya pelan heran melihat tingkah Davin..
Diana pun bangun dan merapihkan tempat tidurnya lalu menyiapkan kemeja dasi dan jas untuk Davin..setelah selesai, Diana bergegas keluar dari kamar,,untuk menyiapkan sarapan yg sudah terlewat ..
Diana yg melihat dapur sepi langsung mengambil peralatan yg akan Diana pakai..
"Nona, apa yg Nona lakukan di dapur, ? "Tanya lala asisten rumah tangga Davin.
"Saya ingin membuat sarapan..
"Biar saya yg membuatnya Nona..nanti Tuan muda marah jika Nona melakukan ini.."Ucap Lala takut kalau Davin melihat,istrinya mengerjakan pekerjaan.
Diana tersenyum ke arah lala..
"Kamu tenang saja,, Tuan Davin tidak akan marah,nanti saya yg bicara padanya jika Dia marah, sekarang kamu kerjakan yg lain saja biar ini aku yg melakukannya, "ucap Diana tak kalah sopannya dengan lala..
"Ta. tapi-..
__ADS_1
sudah sana, saya tidak ingin di ganggu jika sedang memasak, , "Ucap Diana memotong ucapan Lala.
"Baiklah.. jika Nona butuh sesuatu panggil saja saya , saya ada di belakang "ucap Lala,
"IYA
"Saya permisi.."Lala pun pergi meniggalkan Diana
Diana melanjutkan masak-memasaknya..
"Akhirnya selesai juga, "Ucap Diana tersenyum melihat menu yg di buatnya..
Di belakang para ART membicarakan Nona mudanya, "Nona muda Ramah banget ya, berbanding balik banget sama Tuan muda yg dingin, "ucap Riri ART di rumah Davin.
"Iya tau kalau aku lihat Tuan muda serasa gemeter tubuh ku, takut lihat wajahnya yg dingin itu, "timpal nining ikut menyahut.
"Hust kalian ini bicara apa sih? Tuan muda itu sebenarnya baik, hanya saja Tuan muda dulu pernah merasa kan putus cinta,yg membuat nya menjadi seperti itu.."Ujar Lala..
"Ya kali gara-gara putus cinta aja jadi begitu, "Ucap Riri tak percaya..
"Ekhmm, "suara Bik Sum berdehem
"Apa kalian sudah bosan bekerja disini? "ucap Bik sum datar, yg melihat para ART bergosip tentang majikannya,
"Bik Sum,, "ucap Lala cengengesan..
"Kembali bekerja, "perintah Bik Sum
Di meja makan
Diana sedang menata menu sarapan,, mungkin lebih tepatnya makan siang karana sekarang sudah menujukan pukul 10:30 sedikit lagi waktunya makan siang,,
Davin yg sudah rapi dengan pakaian kantornya terlihat begitu tampan dan berwibawah.
Davin berdehem melihat Diana sedang sibuk menyiapkan makanan di meja..
"Sebenarnya aku sudah terlambat. lain kali saja sarapan bersamanya, kamu makanlah sendiri.. saya ada meeting pukul sebelas siang. ini sudah terlambat "sambil melihat ke arah jam tangan yg di pakai olehnya..
"Cih..tadi dengan sombongnya bilang tidak akan takut terlambat, sekarang sarapan pun tidak ada waktu, karna mengejar pekerjaan,,tau begitu tadi aku tidak membuat makanan ini, "Diana kecewa masakan yg di buatnya tak di sentuh oleh Davin
Davin melihat wajah Diana kecewa,langsung mendekatkan diri pada Diana..
"Hanya hari ini, sambil memegang bahu kanan milik Diana.,
Diana langsung mendongkakan kepalanya melihat ke arah Davin,
"Deg_Deg_Deg..
Diana yg melihat tepat ke arah Davin. membuat jantung Davin kembali pada nada tak beraturan,
"Kenapa belum berangkat, nanti kamu terlambat "ucap Diana, membangun kan Davin dari lamunannya..
"Ah iya, maaf aku tidak bisa menemani mu sarapan "Ucap Davin merasa bersalah tidak bisa menemani istrinya untuk sarapan,
"Tidak masalah, "Jawab Diana Dengan sedikit senyuman paksanya..
Setelah berpamitan kepada Diana
Davin pun melangkahkan kakinya keluar
"Seandainya kau bukan bossnya sudah ku tinggal kau,, Ck jam berapa ini"pasti Tuan Jasons sudah menunggu disana, "gumam Bobby.
Setelah melihat Davin keluar Bobby langsung menghampiri Tuannya,,
"Mari Tuan kita sudah terlambat "ucap bobby sopan..
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan Bobby..Davin masuk ke belakang pengemudi yg sudah di buka kan pintunya oleh Bobby, Davin yg melihat ke arah samping mobil melihat Diana yg nampak menunggu Davin pergi..
"Bob apa meetingnya tidak bisa di cancel? "Ucap Davin tiba-tiba.
"Apa Tuan? Cancel? "Ulang Bobby
Bobby bingung dengan tingkah bossnya yg tidak biasa, Bobby menyeritkan keningnya bingung.. "maksud Tuan apa? "Tanya bobby kembali...
"Kau tau.. tadi istri ku sudah menyiapkan sarapan untuk ku. dia sepertinya sangat bahagia hari ini, tapi aku membuatnya sedih,, dengan menolak ajakannya untuk sarapan bersama, "jelas Davin merasa bersalah pada Diana.
"Ya tuhan,, jangan bilang jika Tuan Davin ingin membatalkan meeting ini karna tidak bisa sarapan bersama istrinya.."Bobby heran terhadap Tuannya yg biasanya propesonal dalam bekerja, sekarang dengan mudahnya ingin membatalkan demi sarapan berasama istrinya. "dari pagi apa yg di lakukannya sampai sarapan saja tidak bisa "gumam bobby..
"Bob, apa dia akan marah terhadap ku? saat ku kembali nanti? "Tanya Davin yg menyadarkan Bobby dari keterkejutannya terhadap dirinya
"Sepertinya Nona muda bukanlah wanita pendendam Tuan, menurut saya Nona tidak akan mempermasalahkan masalah kecil seperti itu..
"Hayy ..apa kau bilang masalah kecil?
aku bisa melihat raut wajahnya yg begitu kecewa, "Ucap Davin marah,karna Bobby menyepelekannya..
"Aishh kenapa bertanya kalau begitu, kan jadi aku yg kena..hanya tidak bisa sarapan bersama ..samapai mood Tuan seperti ini huhh, "Bobby membuang nafasnya pelan.
"Jika Tuan merasa Nona akan marah sampai Nanti Tuan kembali, belikan saja Nona bunga atau coklat, biasanya perempuan suka dengan bunga dan coklat."Bobby memberi saran.
"Apa Diana akan menyukainya? Ok setelah pekerjaan kita selesai, kita pergi ke toko bunga,dan lanjut ke toko yg menyediakan coklat "Ucap Davin antusias..
"Ok fix Tuan muda sedang jatuh cinta saat ini, aku harus selalu menyeimbangkan mood nya, *karna yg jatuh cinta biasanya warasnya di bawah rata-rata.."gumam Bobby tersenyum*
"Hey ...kenapa kau tertawa? apa kau sedang mengumpat ku? atau kau sedang menyumpaih ku,? "Davin menendang jok pengemudi yg Bobby duduki karna merasa di tertawakan oleh Bobby.
"Ti- tidak Tuan saya tidak seberani itu Tuan.
"jawab bobby gelagapan..
"Aish dia selalu bisa menebak pikiran ku, "guman bobby.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Bersambung
__ADS_1
maaf kalau banyak typo
jangan lupa tinggalkan jejak***