
"Wanita seperti apa, yg sekarang kau dekati? "Tanya Davin setelah mereka sampai di Caffe,
"Yg jelas, dia wanita yg cantik, senyum nya sangat Manis, "Ucap Vino sambil menerawang membayangkan wajah wanita yg saat ini memenuhi isi kepala nya..
"Radit mengangkat bibir atas nya tersenyum, dan menggeleng_gelengkan kepala heran pada sahabat nya, " Kau laki_laki yg aneh "Ucap nya.
"Kau memang tidak akan mengerti, karna kau tidak pernah merasakan nya, "Ucap Vino mengejek.
"Teserah apa kata mu, yg jelas aku tak ingin terlibat urusan wanita, "Jawab Radit santai..
"Vin, bagaimana keadaan istri mu, apa istri mu sudah kembali ke rumah? Tanya Vino..
"Sudah, tadi siang Istri ku sudah dapat ijin untuk pulang, "
"Sorry, aku belum bisa menjenguk nya,
"Hey, kenapa kita tidak ikut Davin saja kerumah nya sekarang, kita bisa menjenguk nya sekarang kan, "Ujar Radit,
"Benar_ benar, setelah ini kita ke rumah Davin, "jawab Vino..
"Teserah kalian saja, "Ucap Davin..
Drrttt_drrttt_drrttt..
"Halo..Vino mengangkat panggilan yg masuk ke hanphone nya,
"Iya baik saya akan segera kesana, lalu Vino menutup sambungan nya.
"Dit, Antar aku menemui Mr Michel yak, Mr Michel ingin membicarakan kerjasama yg sudah kami sepakati, karna besok dia akan kembali ke negara nya,
"Kapan?
"Sekarang,
"Ck.
"Apa kau tidak bisa, menemui nya sendiri, " Ucap nya berdecak, namun tetap mengikuti keinginan sahabat nya tersebut,
"Vin, sorry ya, lain kali aku janji akan mengunjungi rumah mu, untuk menjenguk istri mu, ini sangat Urgen, demi masa depan aku dan calon wanita impian ku, "
"Pergi lah, cari uang yg banyak untuk melamar kekasih bayangan mu itu, "Ujar nya bergurau.
"Sialan kau, dia bukan kekasih bayangan, dia wanita masa depan ku, "Ujar nya penuh percaya diri..
.
.
.
.
.
........Kediaman Anggara.......
"Diana, Apa yg di lakukan nya di luar rumah, Gumam Davin, Setelah dirinya sampai di depan rumah nya.
Davin pun turun dari kendaraan nya, menghampiri Diana, "Sayang apa yg kau lakukan di luar rumah?
"Davin, A,aku. aku ingin membeli batagor, tadi aku mendengar suara abang_abang penjual batagor lewati depan rumah, namun pas aku keluar abang nya sudah tidak ada, "Jawab nya murung.
"Kau bisa menyuruh, pelayan atau mang juki, atau pak Asep, kenapa kamu harus cape_cape keluar rumah, dan apa tadi batagor, kau akan makan batagor,? kau ini masih sakit, baru saja sembuh, jangan makan _makanan sembarangan,
"Tapi aku mau, "Ucap nya merengek,
"Tidak sekarang, kau masih sakit, aku tidak ingin kau sakit lagi, "Ujar nya lalu mengajak Diana masuk,
"Nak, kamu dari mana? Ibu mencari mu di kamar, tapi tak ada,
"Dian dari depan bu, tadi Dian mendengar abang_abang penjual batagor, pas Dian samperin ke depan, abang nya udah gak ada, "Ucap Diana memanyunkan Bibir nya..
Davin yg melihat Diana seperti itu menjadi gemes, "Jangan memasang wajah seperti itu, itu membuat ku gemes , "Ucap nya lalu mencubit gemes pipi Diana.
"Selamat sore, Nak.."Pak Rasyid menyapa putri dan menantu nya, saat masuk kedalam Rumah, menantu nya.
"Ayah, Lina. kalian sudah sampai, Ujar Diana antusias menyambut, Ayah, dan Adik nya,
"Kakak, bagaimana keadaan mu, kau sudah terlihat baik_baik saja, "Ujar Lina memeluk sang kakak ,
"Tentu saja, Kakak, tidak suka sakit terlalu lama, penyakit juga tidak betah berlama_lama di tubuh kakak, "
"Kau sangat sombong, jika saja aku ingat untuk mem Vidio kan mu di waktu sakit, akan ku Vidio kan pasti, agar kau tau setidak berdaya nya apa kau saat itu, "Ujar nya mengejek kakak nya..
"Kau mengejek ku,"Ujar Diana
"Tidak, Aku hanya, mengatakan yg aku ingin katakan,
"Sudah_sudah, kenapa kalian jadi berdebat, Ayo Yah duduk, Ayah pasti lelah , "Ajak Bu Mina pada suami nya,
__ADS_1
"Hanya Ayah nih Bu, yg di suruh duduk, Lina nggak nih, "Lina menggoda Bu Mina,
"Kamu tidak perlu di suruh juga pasti, duduk duluan sebelum yg punya rumah mempersilahkan, "Ujar Bu Mina
"Ayo dek, Diana merangkul bahu adik nya untuk duduk bersama nya di sofa,
"Dian, temani suami mu dulu sana, suami mu pasti ingin mandi dan istirahat, pasti Nak Davin juga lelah karna seharian bekerja, "Ujar Bu Mina mengingatkan Putri nya,
"Ya ampun aku sampai lupa, "Ucap Diana yg melupakan keberadaan suami nya, karna asik berdebat dengan adik nya,
"Ayo Dav, Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu, "Ujar Diana lalu berdiri
"Tidak perlu, Sayang, berbincang lah dengan adik mu, aku bisa menyuruh Bik Sum, untuk melakukan itu, tapi ingat jangan terlalu lelah, Ok.
"Tidak, aku akan mengantar mu ke atas,"Ucap nya keukeh .
"Ya sudah ayo, Davin mengulur kan tangan nya, untuk mengajak Diana ke kamar.
"Ayah, Ibu, Lina, kami tinggal dulu, kalian istirahat saja dulu, nanti setelah istirahat sebentar kita lanjut berbincang lagi, "Ucap Davin, lalu pergi meninggalkan mertua serta adik nya..
"Sini biar aku bantu melepas nya, "Ujar Diana setelah sampai di dalam kamar mereka,
"Jangan menggoda ku, Ujar Davin menarik pinggang Diana,
"Tidak, Aku hanya ingin membantu mu,
"Apa yg kau lakukan seharian ini, "Tanya Davin, memandang wajah sang istri
"Setelah kau pergi, aku tidur di kamar tamu bersama Ibu, setelah bangun aku ngobrol bersama Ibu, dan Bik Sum" Jawab Diana,
"Jangan melakukan pekerjaan yg berat yg akan membuat mu menjadi lelah, "Ujar nya mengingatkan Diana.
"Aku hanya berdiam diri, tidak melakukan apa_apa,
"Bagus lah, Lalu Davin mencium kening istri nya, "Aku mandi dulu, lalu melepas rangkulan nya dari Diana, Sebelum melangkah Davin kembali mencium Diana tepat di bibir nya,
"Manis, "Ucap nya lalu pergi..
Diana hanya tersenyum mendapati suami nya seperti itu,
"Tuhan terimakasih ngkau telah melimpah kan banyak kebahagiaan pada ku, dan keluarga ku, maaf jika aku telah buruk sangka pada mu, gumam Diana.
Setetelah selesai mandi, Davin mengajak Diana mengobrol, tak terasa Davin tertidur dengan posisi memeluk sang istri..
"Kau pasti lelah, seminggu ini, kau menjaga ku tanpa lelah, kau mengurus dengan baik, Maaf kan aku pernah mengecewakan mu, Gumam nya membelai rambut Davin pelan.
Tepat pukul tujuh malam, Diana membangun kan Davin, "Dav, bangun, Diana membelai wajah Davin pelan, membangun kan suami nya.
"Tidak masalah, sekarang bangun lah dulu, nanti lanjut lagi tidur nya setelah makan malam,
"Iya, Ayo mari, Ibu dan Ayah pasti sudah menunggu, "Ujar Davin, lalu keluar dari kamar nya,
"Maaf telah membuat kalian menunggu, "Ucap Davin tak enak
"Tidak Nak, Ibu sama Ayah, baru saja duduk "Jawab Bu Mina.
"Ayo kita mulai makan, "Ajak Davin.
"Bagaimana Ayah,Ibu , Lina mau menginap kan, disini? untuk beberapa hari disini, "Tanya Davin,
"Nak Maaf kan Ayah, tapi ayah tidak bisa menginap disini, karna besok pagi_pagi sekali Ayah harus sudah berangkat bekerjaan,
"Terus Ibu ,Bahagaimana?
"Ibu juga harus pulang,Nak, kasihan Ayah tidak ada yg mengurus nya besok, Diana juga sudah terlihat baik_baik saja, nanti jika ibu sempat, Ibu akan kesini untuk menemani Diana, "Ujar Bu Mina,
"Lina juga gak bisa kak, sebab besok perpisahan di sekolah, pagi_pagi sekali harus sudah berada di sekolahan, untuk membantu persiapan, karna Lina ketua nya..
"Baiklah Bu, Tidak apa_apa jika kalian tidak bisa menginap, nanti Mang Maman akan mengantarkan kalian semua, "Ujar Davin..
"Setelah ke pergian Keluarga Diana, Davin memutuskan untuk naik ke lantai atas bersama Diana, untuk mengistrahatkan tubuh mereka.
"Dav, Apa pekerjaan mu, sangat banyak setelah kau tinggalkan beberapa hari ini? "Tanya Diana, setelah merebahkan tubuh nya bersama Davin di atas tempat tidur,
"Tidak, Bobby selalu menghandle semua pekerjaan ku, Ya sudah lebih baik kita tidur, ini sudah malam, "Ajak Davin lalu menarik tubuh Diana dan memeluk nya. mereka pun tertidur
Pagi hari nya, Davin sudah rapi dengan setelan kantor nya,
"Sayang, ingat jangan mengerjakan hal apapun yg akan membuat mu lelah, Ok. Aku pamit dulu, jaga kesehatan mu, Davin mendaratkan Ciuman pada kening sang istri, Bye..
"Byeee hati_hati saat bekerja, teriak Diana saat kendaraan nya mulai melaju,
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.......Anggara Group.......
"Bob, Sudah kau siapkan semuanya, "Tanya Davin pada sang asisten."Setelah diri nya sampai di Kantor,
"Sudah Tuan, semuanya sudah beres"Jawab Bobby.
"Jika begitu, Ayo kita berangkat sekarang,
.
.
.
.
.
.
.
.
..........FF Group........
"Selamat pagi. Nona, "Sapa Bobby pada sekretaris Tuan Felix. saat mereka tiba di gedung FF Group.
"Pagi Tuan, Ada yg bisa saya bantu? "Jawab Sekretaris tersebut.
"Tuan Felix nya Ada..! "saya ingin menemui nya, katakan pada nya, Tuan Davin datang ingin menemui nya.
"Maaf, apa sebelum nya anda sudah membuat janji?
"Tidak, kami belum membuat janji, Anda bisa katakan saja, pada Tuan Felix, jika Tuan Davin ingin menemui nya,
"Baik tunggu sebentar,,
"Tok_tok_tok
"Tuan di luar ada Tuan Davin ingin menemui Tuan, "Ujar Sekretaris Tuan Felix
"Davin..! Tuan Felix kembali mengulang nama nya, memperjelas pendengaran nya.
"Betul Tuan, "Apa Tuan akan menemui nya?
"Biarkan mereka masuk, "Jawab Tuan Felix, tersenyum penuh arti,
"Kau terlalu angkuh Davin, waktu itu kau berkata, kau tidak mungkin bisa menggalkan istri mu, dan menikahi putri ku, sekarang apa, kau datang untuk memohon pada ku. Cih kau terlalu Naif, gumam Tuan Felix,
"Permisi Tuan Felix, "Ujar Davin santai setelah di persilahkan masuk oleh sekretaris Tuan Felix..
"Ada apa kau datang ke kantor ku? untuk memohon pada ku, "Ujar nya sombong..
"Saya tidak terbiasa memohon Tuan, "Jawab Davin tak kalah angkuh,
Tuan Felix tersenyum mendengar ucapan Davin, " Kau masih bisa mempertahan kan ke angkuhan mu, disaat seperti ini? Kau memang sangat sombong Davin "Ujar Tuan Felix
"Saya tidak biasa untuk merendah, karna saya tidak pernah merasa berada di bawah, "Ujar nya sombong.
"Cih.
"Lantas untuk apa kau datang menemui ku, jika bukan untuk memohon..
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
.
.
__ADS_1
kasih aku semangat ya, dengan tekan like terus komen, jangan lupa Vote, terimakasih..