
Hari-hari yang di tunggu Nyonya Jasmine pun tiba, ya tepatnya hari ini ,Davin dan Diana melangsungkan pernikahan. pernikahan yang di langsungkan di gedung mewah tersebut di hadiri kerabat,sahabat,dan rekan bisnis Davin,dan Tuan Gunawan, pernikahan yang meriah dan nenampilkan acara-acara yang akan mengesankan untuk mereka"..
Orang tua Davin mengundang keluarga tak lupa mengundang orang yg berpengaruh di dunia bisnis termasuk Bagas, walau bagaimana pun orang tua Bagas adalah rekan bisnis Tuan Gunawan, ,Tak lama suara MC menggema di ruangan tersebut, pembawa acara tersebut memanggil mempelai wanita untuk naik ke tempat yang sudah di siapkan,,
Semua orang mengalihkan pandangannya pada mempelai wanita tersebut.semuanya bersorak bertepuk tangan.
Semua tamu undangan yang melihat ke arah Diana begitu takjub, Diana terlihat begitu cantik dan manis
"Wah...mempelai Wanitanya cantik sekali, ya. "ucap tamu undangan.
Benar_benar, suara tamu yg lain menimpali ucapan tamu yg lain, mempelai Wanitanya cantik banget, mempelai laki_lakinya juga sangat tampan, mereka benar_benar pasangan yg serasi ya, ..ucap tamu yg lain.
Begitu lah kira_kira ucapan para tamu undangan, yg melihat ke dua mempelai pengantin tersebut. yang tanpa tau latar belakang Diana,
Tak lama Davin dan Diana berdiri di tempat yang sudah di persiapkan tersebut, Diana dan Davin tersenyum pada tamu_tamu undangan dan menjabat tangan tamu satu persatu,,
Setelah beberapa saat .Diana terlihat gelisah namun Davin mengabaikannya, Diana pun memberanikan diri bicara pada Davin..
"Tuan apakah acaranya masih lama? "tanya Diana
Namun Davin hanya melirik tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan Diana...
"Aish kenapa dengan orang ini, dia seperti patung yang tidak bisa bicara,, "grutu Diana
Diana yg sudah tidak tahan merasakan pegal pada kakinya, kembali bicara.."maaf Tuan apakah acaranya masih lama? sebenarnya kaki saya sangat pegal dan sepertinya kaki saya juga terluka karna sepatu ini. "ujar Diana sambil melihat ke arah kakinya..
Itu bukan urusan ku.. "dengan acuh Davin menjawab
"A-a apa dia ini sebenarnya manusia atau bukan sih, benar-benar tidak punya hati sedikit pun, dasar dewa iblis,, "Diana menggerutu kesal akan sikap Davin yang keterlaluan.
"Ya tuhan aku benar-benar tidak sanggup berdiri lagi..tolong aku tuhan aku tidak bisa berdiri lagi.. "rasanya Diana ingin menangis saat itu juga..
Tak lama Nyonya Jasmine datang menyapa menantunya tersebut.. "Diana apa kaki mu pegal sayang ? "tanya Nyonya Jasmine, "kamu sudah makan? jika belum makan, makanlah dulu..
"I -iya Nyonya sebenarnya saya sangat lapar, Diana menjawab .karna ini kesempatannya untuk mengistirahatkan kakinya ..
"Hay..apa yang kamu bilang tadi, Nyonya?jangan panggil itu lagi..panggil saya Mama kamu sekarang menantu Mama,panggil saya MAMA, Ok..
"Baik Nyo..Ma- ma.."Diana tersenyum canggung, saat bicara.
"Ya sudah ayo, kamu makan dulu ajak suami kamu, sepertinya dia juga belum makan?
"Baik Mah.."jawab Diana
"Ehmm Tu-Tuan, Apa Tuan lapar? mari makan, Mama menyuruh kita untuk makan..."Ajak Diana
"Huh..."Davin membuang nafasnya kasar Davin merasa jengah, dengan keadaan sekarang, sebab sudah merasa cape harus berpura_pura bahagia didepan semua orang termasuk orang tuanya...
"Apa kau tidak bisa, untuk tidak mengganggu ku? jika kau lapar kau bisa makan sendiri tidak usah mengganggu ku..."Ucapnya dingin
"Dia pikir ,aku juga mau apa mengganggunya. dasar pria dingin, pria angkuh , huh rasanya aku lelah jika harus bicara dengannya..."grutu Diana
"Baiklah Tuan, jika Tuan belum lapar saya tinggal, "Ucapnya lalu pergi meninggal kan Davin yg terlihat masih kesal terhadapnya.
Diana pun pergi mengambil makanan dan bergabung dengan keluarganya...
"Nak apa kamu lelah? "Tanya Bu Mina.
__ADS_1
"Tidak Bu, Dian senang banget Bu. Dian nggak nyangka jika Dian bisa menikah di gedung semewah ini. dan menikah dengan laki laki setampan Tuan Muda hi_ hi_ hi "Diana tertawa samabil bebisik ke pada Ibunya...
"Ibu bahagia melihat kamu tersenyum seperti ini. Ibu bahagia melihat kamu bahagia Nak...semoga tuhan memberi kebahagian kepadamu selamanya ya.."ujar Bu Mina sambil mengusap kepala Diana
"Amiin .."jawab Diana
"Apa kalian menikmati pestanya? "suara Nyonya Jasmine memberhentikan obrolan Diana dan Bu Mina.
"Tentu saja Nyonya kami sangat menikmatinya..terimakasih banyak .karna Nyonya telah memberikan begitu banyak kebahagian pada keluarga kami."Ucap Bu Mina.
"Besan ini bicara apa, Sekarang kita ini adalah keluarga jadi jangan sungkan terhadap saya..Apa pun yang kalian butuhkan bicarakan pada kami, sekarang kita keluarga bukan begitu pak Rasyid?
"I-iya Nyonya,terima kasih sudah mau menerima putri saya dengan sangat baik dan dengan banyak kasih sayang, terima kasih banyak...Oh ya, kemana Tuan Anggara saya sedari tadi tidak melihatnya? "Tanya Pak Rasyid,
"Maaf ya Pak Rasyid.suami saya jadi mengabaikan kalian..suami saya sedang menemani rekan bisnisnya, untuk mengobrol.
"Tidak apa-apa Nyonya saya mengerti, "Ujar Pak Rasyid..
"Baiklah Diana apa kamu sudah selesai makannya? "Nyonya Jasmine bertanya.
"Sudah mah, Dian sudah selesai ."Jawab Diana
"Mari kembali lagi, jika sudah selesai tamu-tamu masih berdatangan..
"Huh sebenarnya aku malas sekali kembali ke tempat itu,apalagi harus berdekat _dekatan dengan dewa iblis itu, "gumam Diana..
"Ayo Mah, mari.."jawab Diana terpaksa
Diana pun naik kembali ke tempat tersebut,,
tanpa ada percakapan.Diana dan Davin mengumbar senyum kepada tamu yang terus berdatangan.sahabat Diana, Rina, dan Rita pun datang..
"Makasih ya kamu udah mau datang...
"Diana...teriak Rina. Ya ampun kamu cantik bangettt, Aku seneng banget ngeliat kamu nikah sama orang yang sukses, Aku Doa kan yg terbaik deh buat kamu, semoga rumah tangga kalian langgeng sampai maut memisah kan, aku ikut bahagia,semoga dengan menikah hidup kamu akan berubah dan selalu bahagia ya.. "ujar Rina,
"Ya..jelas Dian akan bahagia secara dia menikah dengan orang yg mapan ,dan tampan, "Saut Rita..
"Ya sudah kalian makan yang banyak sana, makanan disini enak-enak loh.."tawar Diana..
"Asiappp ,mari kita icip-icip semua makanan disini, ajak Rina pada pada sahabatnya Rita, tanpa rasa malu kedua sahabat Diana tersebut langsung melahap semua makanan yang telah disediakan..
Pukul 21: 30 malam acara pun selesai..Diana Davin dan keluarga malam ini menginap di Hotel yang sudah di persiapkan oleh kedua orang tua Davin...Davin dan Diana pun masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan..
Ceklek
Pintu terbuka, Diana langsung tebengong melihat isi kamar yang mewah itu, Diana membuka mulutnya lebar-lebar karna takjub dengan isi kamar tersebut,,
"Ya ampun ini beneran kamar?ini sangat indah.."gumamnya
"Dasar kampungan, "Davin yang melihat reaksi Diana mencibirnya..
"Ada apa dengannya, selalu saja mencibir ku..terserah aku mau bagaimana juga..huh dasar pria aneh,,Diana langsung saja duduk di pinggir kasur yang berukuran big size tersebut, Diana duduk untuk menghilangkan rasa lelahnya..
Ceklek
Suara pintu kamar mandi terbuka.Davin pun keluar dari kamar mandi, Davin keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melingkar di perutnya. Diana langsung melihat ke arah kamar mandi yang pintunya terbuka...
__ADS_1
Gleek..Diana menelan salvinanya saat melihat pemandanga di hadapannya..
"*T*uhan kenapa dia tidak menggunakan pakaian didalam sih,,kenapa dia terlihat tampan saat seperti itu, tak sadar Diana memuji ke tampaanan laki_laki yg saat ini bersetatus suaminya tersebut.
"Apa yg ku katakan Diana, tidak _tidak dia tetap dewa iblis yang angkuh dan arogan. "gumam Diana yg tersadar telalah memuji Davin.
Diana langsung memalingkan wajahnya kesembarang tempat agar tak melihat ke arah Davin
Davin yg telah selesai dengan mandinya langsung mengambil pakaian yang sudah di siapkan di dalam koper, setelah mendapatkan pakaiannya Davin langsung memakainya..
Diana yg melihat Davin ingin memakai pakaiannya langsung pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri.tak lupa membawa baju gantinya...setelah selesai dengan rutinitas di kamar mandi Diana keluar dari kamar mandi yang telah mendapati Davin tertidur,,
"Huh kenapa dia tidur di tempat tidur itu? terus aku tidur di mana? tidak mungkin kan aku berbagi tempat tidur dengannya, yang ada aku akan di musnahkan saat itu juga. baiklah aku yang akan mengalah.. "Ucap Diana pelan
Diana mengambil bantal yang ada di atas tempat tidur, tanpa menggunakan selimut karna hanya ada satu selimut dan itu sudah di gunakan oleh Davin..Diana langsung merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah itu di atas sofa..
"Huh lelahnya, sofa ini tidaklah buruk,ini sangat nyaman, "Ucapnya pelan
Tanpa Diana sadari, Davin mendengar semua yang Diana katakannya, Davin hanya diam berpura-pura tidur,,
"Ternyata kau cukup tau diri juga ya wanita kampungan.."gumam Davin..
Waktu menunjukan pukul tiga pagi, Davin terbangun. Davin hendak ke kamar mandi tak sengaja melihat Diana menggigil karna kedingina, Davin langsung membangunkan Diana,,
"Heii..wanita kampungan bangun, Davin berteriak membangunkan Diana, namun tak ada respon dari Diana.."Tak ada cara lain Davin langsung saja menepuk pundak Diana, "Hei bangun kau kenapa? "Ujar Davin khawatir
Diana mengerjap-ngerjapkan matanya,, "De-dewa iblis, "Diana tak sadar dengan ucapannya .
"Apa kau bilang dewa iblis? siapa yang kau maksud dewa iblis, hah?Davin tak terima jika Diana mengatainya dewa iblis..
"I..itu, sa..ya.tadi mimpi Tuan, maaf saya tadi mimpi dewa iblis "Diana berkilah..
"Haduh kenapa saat mengantuk pun mulut ku tidak bisa di ajak kompromi sih.."gumam Diana takut.
"Disini hanya ada satu selimut, aku akan berbagi dengan mu,tapi ingat jangan terlalu dekat_dekat dengan ku,dan jangan cari-cari kesempatan mengerti kamu?
"Baik Tuan, "Diana tidak banyak bicara sebab malas untuk berdebat dengan Davin..Diana langsung merebah kan tubuhnya lalu kembali terlelap ..
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG..
JANGAN LUPA DUKUNG AKU DENGAN LIKE
SEMANGATIN AKU DENANGAN KOMEN
__ADS_1
KALAU ADA POIN BOLEH BERBAGI YA..
SELAMAT MEMBACA..