
"Bik..panggil Davin pada Pada Bik Sum..
Apa Diana belum keluar dari kamarnya? "tanya Davin pada Bik Sum..karna hari ini Davin tidak melihat Diana berkutat di dapur, masakan yg Davin makan pun berbeda rasanya,
"Nona Diana belum turun Tuan semenjak pulang tadi, "jelas Bik Sum sopan..
"Apa Dia tidak makan? "tanyanya datar..
"Belakangan ini Nona Muda selalu melewatkan makan malamnya Tuan, "jawab Bik Sum pelan.
Davin mendengar perkataan Bik Sum langsung mengalihkan pandangannya pada Bik Sum.. "Apa? melewat kan makan malamnya.."ulang Davin
"Betul Tuan, Bukan hanya makan malam, sarapan pun kadang Nona muda tidak,, "jawab Bik Sum menunduk..
"Hmmm..Davin menarik nafas, Huuh lalu membuang nya.." Apa seharian ini Dia keluar rumah? "tanya Davin pada Bik Sum
"Betul Tuan, Nona pergi pukul 9 pagi baru kembali jam 4:30 tadi sore, " Jawab Bik Sum.
Davin bangun dari duduknya hendak kembali ke kamar, sebelum melangkah Davin berpesan pada Bik sum, " Bangun kan dia suruh Dia makan, ucapnya datar, pada Bik Sum. lalu pergi..
"Baik Tuan..jawab Bik Sum sopan
Tok_tok_tok," Non... Non Diana? tok_tok_tok Bik Sum kembali mengetuk pintu kamar Nona mudanya tersebut..
"Astaga aku ketiduran, "ucap Diana kaget melihat jam dinding yg ada di atas, pukul 9 malam, Diana langsung bangun dan membuka pintu.
Ceklek,
"Bibik. masuk Bik.."ujar Diana..
"Maaf Bik aku ketiduran,, Apa Davin sudah makan Bik?
"Sudah Non, ini Bibik bawakan nasi, di makan ya...
"Makasih Bik..Aku selalu merepotkan Bibik, "ucap Diana sungkan,
"Ini adalah tugas Bibik melayani Nona dan Tuan, makan lah, Bibik akan kembali ke bawah masih ada yg harus di kerjakan..
"Baik Bik terima kasih..
Setelah kepergian Bik Sum, Diana mulai memakan, makanannya..
"Ada apa dengan tubuh ku, seperti menolak semua makanan, Apa MAG ku kambuh lagi ya. "ucapnya pelan saat makanan yg masuk ke perutnya mendapat penolakan,
.
.
.
.
.
.
Pagi hari nya Diana bangun lebih awal dari biasanya, Diana memasak untuk Davin, dan sekalian untuk dirinya, Diana akan membawa bekal saat kerja nanti, karna Diana belum tau akan dapat makan atau tidak, di tempat kerjanya.
Setelah selesai Diana kembali ke atas untuk rapih_rapih..setelah rapih Diana kembali turun, akan berangkat kerja, hari ini hari pertama Diana berkerja..
"Semangat Dian.."Gumam Diana menyemangati dirinya sendiri.
"Nona Sudah rapih mau kemana pagi_pagi begini ? "tanya lala pada majikannya tersebut.
Diana tersenyum mendapat pertanyaan dari Lala,, " hari ini saya mulai berkerja, Ini hari pertama saya, "ujar Diana Antusias..
"Berkerja, "Ucap Lala mengulang perkataan majikannya tersebut..
Diana mengangguk dan tersenyum..
"Saya pergi dulu ya, katakan Pada Bik Sum kalau saya sudah berangkat.."Ujar Diana lalu pergi..
"Baik Non.."jawab Lala..
Davin menuruni anak tangga..pandangannya menyapu seluruh ruangan, namum tak mendapati sosok yg di carinya..
"Kemana Dia, apa dia sakit? dari semalam, aku tidak melihatnya, dan dia tidak keluar dari kamarnya, "gumam Davin cemas..
Davin duduk di kursi biasa yg selalu Davin tempati, Davin mulai mengambil sarapannya,
Davin tersenyum saat memasukan makanan ke mulutnya,,
"Ternyata Dia sudah bangun dan memasak untuk ku, Tapi kemana dia? aku tak melihatnya, gumam Davin,
Davin masih mencari sosok Diana, Namun masih tak menemukannya hingga ia memutuskan untuk berangkat,,
__ADS_1
"Tuan, Besok kita akan melakukan perjalana ke Dubai selama 10 hari untuk Menyelesai kan proyek kita disana,, "ujar Bobby bicara di tengah ke heningan.
"HMM, "
.
.
.
.
.
.
.
.Gedung Anggara Group.
"Permisi Tuan ini jadawal anda hari ini.."ucap Feby sopan,
"HEEM." jawab Davin..
"Saya simpan disini ya Tuan,
"Hmm..
"Ishh...apa Dia tidak bisa sedikit senyum, atau menyahut, dia selalu jawab , hem_hem, apa tidak bisa sedikit tersenyum, bagaimana aku bisa mendekatinya bila menjawab ucapan ku saja tidak mau."gerutu Feby..
Baik Tuan kalau begitu saya permisi, " pamit Feby. yg tidak mendapat respon apapun dari Davin.
.
.
.
.
.Baru Davin ingin memulai aktivitas, suara pintu terbuka, dan itu membuat Davin mengalihkan pandangannya, "Ck..Davin berdecak kesal, melihat pintu terbuka, tanpa mengetuk terlebih dahulu..
"Permisi...Tuan Davin.."sapa wanita cantik nan sexy menghampirinya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu..
"Nona Fiola..? Ada perlu apa anda bisa menyempat kan waktu datang ke kantor saya ? "tanya Davin, berusaha ramah.
Ya...Kali ini buka Fiona yg mendatanginya, melain kan adiknya Fiola..
menurut Davin, dua wanita yg sama_sama pengganggu, dan merepotkan..
"Kebetulan saya sedang mengadakan rapat di sekitar sini, saya hanya ingin menyapa anda,,
Apa anda keberatan? "tanyanya sedikit menggoda
"Tentu tidak Nona, ini adalah kehormatan untuk saya , karna Nona Fiola bisa menyempatkan waktu untuk menyapa saya..
Mari silahkan duduk, Davin mempersilah kan Fiola untuk duduk, mau minum apa? tanya Davin..
"Tidak perlu repot_repot Tuan, "jawab Fiona
"Tidak sama sekali Noan.." Davin langsung menghubungi sekertarisnya untuk membuatkan minuman, Tak lama Feby pun datang,
Permisi, Tuan,Nona ini minumannya, "ujar Feby sopan,
"Terima kasih Feb, Ucap Davin
Sama_sama Tuan, "jawab Feby tersenyum.
"Nah...kalau begitu kan manis, terimakasih, ketimbang, hem, hem, itu terlihat menjengkelkan, gumam Feby.
Setelah kepergian Feby, Davin memulai percakapan dengan rekan bisnis nya tersebut,
"Bagaimana perkembangan pembangunan di kota xx ? "tanya Davin memulai percakapannya dengan Fiola..
"Semuanya berjalan dengan yg sudah kita sepakati.."Jawabnya, yg sebenarnya jengah bila membicarakan perkerjaan, tujuannya hanya ingin menemui dan melihat wajah Davin bukan untuk perkerjaan, yg menurutnya membosan kan..
Setelah mengobrol hal_hal yg tidak penting menurut Davin, Fiola berdiri menghampiri Davin. "Terimakasih Tuan Davin sudah menyempat kan waktu untuk menemani saya mengobrol. "ucapnya mendekat dan memegang dada Davin,
Davin langsung melangkah mundur saat mendapat sentuhan dari Fiola.. "Maaf "ucap Davin yg tak nyaman di sentuh oleh wanita lain,
Fiola tersenyum, "tidak masalah, jika kita sering berjumpa Tuan akan terbiasa "ucapnya menggoda menyentuh dada bidang Davin kembali,,
"Maaf Nona, "Davin menepis pelan tangan Fiola kebetulan saya masih banyak pekerjaan, ucap Davin yg sudah mulai geram melihat perempuan yg ada di hadapannya,,
"Baiklah maafkan saya sudah mengganggu waktu anda, Saya Permisi kalau begitu "ucapnya lalu keluar dari ruangan Davin,
__ADS_1
Huh Davin membuang nafas kasar,
Lalu Davin kembali duduk,, Davin teringat pada Diana, Davin memikirkan apa selanjutnya yg akan terjadi pada rumah tangganya yg kini sedang tidak baik,
Davin memijat keningnya yg terasa pusing, "Jika mama tahu tentang rumah tangga ku apa mama akan marah,? pasti mama akan sangat kecewa pada ku, "ucap nya pelan.
Pagi_pagi Davin sudah rapi, Davin menuruni tangga dengan satu koper di tangan kiri nya..
Diana yg melihat Davin turun menyeritkan keningnya, melihat Davin membawa koper yg sedikit besar,
"Mau kemana Davin membawa koper? "gumam Diana,
melihat Davin hampir sampai di meja makan, Diana melepas apronnya, lalu pergi meninggalkan dapur.
Davin yg melihat itu sedikit bingung,
"Ada apa dengannya belakangan ini dia selalu menghindari ku,? "gumam Davin.
Setelah selesai sarapan Davin kembali menyapu ruangan untuk sekedar melihat Diana, karna sepuluh hari kedepan tidak akan melihatnya.. Namun sia_sia Diana tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.
Davin pun pergi menuju bandara di temani oleh Bobby, Mang Maman yg mengantarnya hanya diam tak berani bertanya akan pergi kemana majikannya tersebut.
"Mang...Jika Diana menanyakan saya, katakan padanya saya pergi ke Dubai, "ucap Davin memcah ke keheningan di dalam kendaraan tersebut..
"Cih pura_pura tidak peduli, tapi dia sendiri yg pusing...kenapa kau begitu keras kepala Tuan, apa kau akan sadar setelah Nona muda merasa lelah menunggu mu, "grutu Bobby..
"Baik Tuan, nanti saya akan sampaikan, "jawab mang Maman sopan..
"Jika Diana bertanya, baru kau kasih tau, jika tidak bertanya, tidak usah memberi taunya.."Ujar Davin yg tidak ingin Diana tau jika dirinya masih peduli padanya.
"Baik Tuan..."jawab mang Maman
.
.
.
.
.
.
.
.Hari pertama Diana kerja sangat melelah kan, dengan kondisi tubuhnya yg semakin hari semakin tidak baik, Diana terlihat pucat dan kurus, terlihat dari wajahnya yg dulu terlihat bulat dan berisi sekarang tidak lagi..
"Huh... ini sangat lelah, "gumam Diana, mungkin karna belakangan ini aku tidak pernah melakukan pekerjaan hingga tubuh menjadi manja seperti ini..
Setelah istirahatnya usai, Diana kembali melakukan aktivitasnya..
"Diana.... Suara managar memanggilnya,
Tinggalkan pekerjaan itu, ini sudah waktunya kau pulang,
"Oh Baik Pak, terimakasih, "ucap Diana sopan.
"Jangn lupa besok untuk datang kembali, Shift kamu masih sama, "ujar atasannya tersebut.
"Baik Pak, "jawab Diana....
Diana segera pulang, karna merasakan lelah pada tubuhnya,
"Kenapa dengan tubuh ku belakangan ini,? ini bukan seperti diriku, kenapa aku sekarang menjadi lemah seperti ini, "gumamnya, Diana merasa aneh pada dirinya yg sekarang gampang lelah..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung*..
__ADS_1