
Diana dan Davin samapai di Hotel,setelah mencari makanan yang di inginkan Diana,karna fattucchine yg Davin pesankan untuk Diana tidak cocok untuk lidah Diana,
dan mereka melanjutkan membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka yg berada di jakarta. sesampainya di dalam kamar Davin begitu gugup saat dekat dengan Diana, namun berbeda dengan Diana yang terlihat biasa saja.
"Ehemm"
Davin berdehem menetralkan suaranya, "Berapa lama kamu berhubungan dengannyan? siapa tadi? Tam tam atau sipalah itu.? kenapa dia memanggil mu Ana? "Beruntun pertanyaan Davin lontarkan.
Diana..yg sudah merebahkan tubuhnya berbalik melihat ke arah Davin yg mempertanyakan perihal pertemuannya dengan masa lalu Diana tadi sore..
"Tama, namanya Tama, saya berteman dengannya dari saya duduk di bangku satu SMA. emapat tahun yg lalu kami berpisah karena.."Diana diam sebentar, tak lama melanjutkan lagi ceritanya. "kami tidak bisa bersama karna orang tua Tama tidak menyukai saya,,
"Dan untuk panggilan Ana, Tama memang memanggil saya dengan panggilan itu sedari dulu. "Diana diam mengingat masa lalunya yg begitu miris hanya karna latar belakang yg di milikinya,Diana tak bisa bersama, dan harus berpisah dengan sang kekasih, perih itulah yg Diana rasakan saat mengingat masa lalunya,karna saat ini di hati Diana pun masih ada nama Tama.
Davin yg mendengar itu nampak tak suka dengan cerita Diana, "Apa kamu masih mengharapkan laki-laki itu? "Tanya Davin..
Diana langsung mendongkakan wajahnya dan melihat ke arah Davin..Diana tersenyum masam, "Itu tidak mungkin, "Jawab Diana pelan tak bersemangat, terlihat jelas jika saat ini Diana bersedih..
"Kenapa? "Davin memancing Diana, agar Diana bisa sedikit terbuka padanya tentang masa lalunya..
"I..itu, Itu karna, ,ehmm,karna saya sudah melupakannya, "Jawab Diana sekenanya.
Davin sedikit kecewa dengan pengakuan Diana,,Davin pikir Diana akan mengatakan karna saat ini Diana sudah menikah denganya..
"Baiklah mari kita tidur besok kita akan kembali kejakarta, dan harus berkemas pagi harinya.Davin langsung merebahkan tubuhnya di samping Diana,
Diana masih memikirkan pertemuannya dengan Tama tadi sore sungguh membuat Diana tidak dapat memejamkan matanya, Diana dapat melihat jelas kekecewaan di mata laki-laki yg selama ini mengisi hatinya. Diana masih mengingat betul ucapan laki-laki itu,bahwa tidak akan ada wanita yg bisa menggantikan posisinya di hatinya...
"Kenpa aku harus bertemu dengannya sekarang, kenapa saat aku telah menikah harus bertemu dengannya kembali, kenapa tidak dari dulu Tama datang padaku, sebelum aku menikah, kenapa kau datang setelah aku menikah Tam?, ,maafkan aku Tama, maafkan aku karna telah melukai hatimu, "gumam Diana
Setelah perperang dengan pikirannya Diana pun tertidur,
"Apa dia sudah tidur,? "gumam Davin. memandang Diana dari balik punggungnya..
Davin memastikan Diana dengan menepuk bahu Diana pelan ,Davin menyunggingkan senyum , Davin mendekat kan diri pada Diana, dan mengelus rambutnya,, Davin mendekatkan diri hingga tanpa jarak di antara mereka,
Cup Davin mendaratkan ciuman di pucuk kepala Diana, Diana yang merasakan pergerakan pada rambutnya menggeliat,dan mengerjapkan matanya, saat membuka mata langsung bertemu dengan mata Davin
"Deg_Deg_Deg.
Jantung Davin kembali berdetak lebih cepat, setelah bertatap mata dengan Diana.. Davin yg tertangkap basah oleh Diana menjadi salah tingkah,,
"Tu, Tuan apa yg Tuan lakukan ? "Tanya Diana, gugup saat jarak mereka yg begitu dekat..
"Ah..Ti, tidak tadi aku tidak sengaja melihat emm emm itu,ah iya itu, ada semut di rambut mu.aku hanya ingin menyingkirkannya, maaf jika sudah mengganggu tidur mu, Davin langsung merebah kan tubuhnya membelakangi Diana, karna malu telah tertangkap basah telah memandang Diana,
"Terima kasih Tuan. "Ucap Diana tenang.
Davin kembali membalikan badannya melihat ke arah Diana,, "Terimakasih? untuk apa? "tanya Davin bingung, yg belum mengerti dengan terima kasih yg di ucapkan oleh Diana.
"Terima kasih untuk menyingkirkan semut yg ada pada rambut saya, "Jawab Diana yg percaya akan perkataan Davin barusan.
"Oh itu tidak masalah, "Jawab Davin santai.
__ADS_1
Davin terus memandang Diana, Davin mulai mendekatkan wajahnya dengan Diana,Davin terhipnotis oleh bibir tipis merah muda milik Diana itu terus mendekat,
"Cup..
Davin mendaratkan satu kecupan tepat di bibir ranun Diana. ,Diana yg tak siap membulatkan matanya tak percaya. Davin ******* bibir ranun Diana dengan lembut, tak ada penolakan dari Diana,
Diana hanya diam tak melakukan apa-apa tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku,saat Davin memperdalam ciumannya,
Setelah merasa pasokan nafasnya telah habis Davin mengakhiri ciumannya,,Davin mendekatkan keningnya ke kening Diana, Davin menyatukan kening mereka berdua,dan berkata dengan lirih,
"Maaf, hanya satu kalimat yg keluar dari mulut Davin,,tak lama Davin menjauhkan tubuhnya dari Diana, " tidurlah ini sudah larut. "Ucap Davin membelakangi Diana, Malu itulah yg di rasakan Davin saat ini..
Mereka pun tidur saling membelakangi, Diana yg masih kaget dengan apa yg di lakukan Davin terus menyentuh bibirnya,
"Aku tidak percaya ini, Tuan Davin mencium ku, ya tuhan aku benar-benar tak menyangka Tuan Davin bisa melakukan ini."Gumam Diana,
"Apa yg kulakukan,bodoh-bodoh kenapa aku bisa menciumnya, bahkan itu yg ke dua kalinya ,kenapa aku tidak bisa menahan diri, Davin apa yg kau lakukan?, "Davin terus mengutuk dirinya sendiri karna telah menciun Diana.
Setelah melewati malam yg panjang, Diana terbangun terlebih dulu,Diana meliahat kesamping kanan, melihat Davin yg masih memejamkan matanya, Diana pun mengingat kembali kejadian semalam Diana merasa malu sendiri ,
Diana langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai Diana nampak kebingungan karna melupakan pakaiannya, dengan hanya menggunakan handuk Diana keluar,
"Kerekk
Suara pintu terbuka, Diana menyembulkan kepala mengintip keberadaan Davin.."Syukurlah Tuan Davin tidak ada, "Gumam Diana.. Diana melanjutkan langkahnya,untuk mengambil pakaian yg masih berada di dalam koper, saat Diana mengambil pakaiannya,..
"Gleekk..
Davin menelan salviannya,melihat pemandangan di depannya, Diana hanya menggunakan handuk di ililit di atas dada,yg memperlihatkan leher jenjangnya..dengan handuk yg hanya sampai atas lutut, yg membuat Davin diam mematung saat melihat pemandangan tersebut,,
"Setelah kejadian-kejadian itu,Diana dan Davin sama-sama merasa canggung,,
"Mari kita berangkat, "Ajak Davin mencairkan ke canggungan antara mereka..
"Mari Diana "Jawab Diana tanpa melihat Davin
Pukul dua siang, Davin dan Diana sudah sampai di kediaman Anggara..
Nyonya Jasmine yg sudah menunggu pasangan baru itu langsung menyambutnya..
"Mantu Mama sudah sampai, bagimana honeymoonnya menyenangkan? "Tanya Nyonya Jasmine semangat.
Diana hanya diam tak menjawab pertanyaan sang mertu.
Davin yg melihat Diana diam menjawab pertanyaan sang Mama. "Sangat menyenangkan dong, mah, "Sahut Davin..
Nyonya jasmine tersenyum sambil mengusap rambut menantunya tersebut. "Ya sudah istirahat sana, kalian pasti lelah, "Ucap Nyonya Jasmine..
"Baiklah mah, kami ke atas dulu "Jawab Davin..
Mereka pun berjalan menuju kamar Davin,
"Ceklek..
__ADS_1
Davin membuka pintu kamarnya,, "Masuklah, "Ajak Davin kepada Diana,
Diana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban..
"Bersihkan tubuh mu, setelah itu istirahat "Ucap Davin, Davin berjalan ke arah sofa mendaratkan tubuhnya di sana, setelah itu mengeluarkan benda pipih miliknya ,mencari-cari nomor telephone setelah dapat Davin pun langsung menghubungi..
"Halo Tuan, ada yg bisa saya bantu, "suara di sebrang sana menyapa sang majikan..
"Bobby berangkatlah besok ke indonesia, serahkan perkerjaan disana kepada Om Frans. saya membutuhkan kamu disini "Ujar Davin.
"Baik Tuan, saya akan segera memesan tiket untuk keberangkat besok, "sahut sang asisten yg bernama Bobby tersebut.
Setelah selesai bicara Davin mengakhiri sambungan telephonenya,, " kenapa Papa meminta ku untuk memegang Anggara Grup? "Ucap Davin pelan..
Davin pun pergi meninggalkan kamarnya dan menemui sang Papa..
"Pah...!!
"Iya kenapa Vin? "jawab Tuan Gunawan.
"kamu tidak istirahat?
"Tidak Pah..Pah kenapa Papa menyerah kan Anggara Group pada Davin? terus anak perusahaan Papa yg di singapore bagimana? "Tanya Davin pada sang Papa.
"Kamu tidak usah memikirkan perusahaan yg di singapore kamu tidak usah khawatir ada Om frans, Papa sama mama ingin menghabiskan masa tua kami di Paris, Papa sama mama,akan tinggal di paris, papa akan mengurus perusahaan yg di paris,,tinggallah disini urus perusahaan disini, papa percaya sama kamu,, bahagia kan istri mu,jangan pernah sia-sia kan wanita seperti Istri mu,dia wanita baik. jaga dia,dan berikan kami cucu secepatnya."Ujar Tuan Gunawan...
"Kenapa kita tidak tinggal bersama-sama Pah?kenapa Mama sama Papa harus pergi?
"ntah kenapa Davin menjadi sedih saat dia mendengar keinginan orang tuanya untuk tinggal di paris, bukankah Davin sudah terbiasa berpisah dengan ke dua orang tuanya...
"Ini memang rencana Papa sama Mama Vin, Papa sama Mama memang menginginkan hari tua disana. ini sudah Papa sama Mama rencanakan sejak dulu, dan baru ini kesempatan yg kami punya. kami akan tenang disana meninggalkan mu disini. karna kami percaya Diana akan mengurusmu, seperti Mama mengurus Papa..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.**Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya🤗🤗**