TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Diana merajuk..


__ADS_3

"No..Kau baik_baik saja? "Tanya Radit pada Vino.yg terlihat kacau..


"Kenapa harus Diana, yg menjadi istri Davin? sampai saat ini pun aku tidak bisa melupakan Diana dari pikiran ku, "Ucap Vino sedih


"Kau jangan gila, dia istri sahabat kita, aku sudah katakan padamu sebelumnya, untuk menyelidiki dulu siapa dia, tapi kau malah menaruh hati padanya..


"Kau memang tidak akan pernah mengerti rasanya jatuh cinta. sekarang lebih baik kau Pergi dari rumah ku, aku tidak ingin di ganggu, aku ingin sendiri, "Usir Vino, yg malas mendengar nasehat dari Radit..


"Jangan lakukan hal yg bodoh, buang perasaanmu itu, di luaran sana banyak wanita yg rela melakukan apa pun untuk mu, "Ujar Radit kembali menasehati.


"Aku akan mencobanya, " Jawab Vino malas


"Bukan mencoba, tapi kau harus melakukannya, aku bingung, jika Davin sampai tau semua ini, bagaimana?


"Kenapa kau harus bingung,? memang apa yg ku lakukan pada Diana,?


"Ish kau ini..aku yakin Davin akan kembali menanyakan tentang wanita yg pernah kau ceritakan padanya dulu,


"Nanti kita pikirkan lagi, aku malas membahasnya sekarang..


"Ya Sudah, jangan mengurung diri lagi, kau bukan wanita yg sedang putus cinta, menangisi kekasihnya yg hilang, sekarang mending kau ikut dengan ku ke kantor, "Ajak Radit,


"Tidak....aku masih ingin disini, pergilah, jika aku sudah merasa tenang, aku akan menyusul mu..


"Baiklah aku akan pergi, aku masih banyak pekerjaan di kantor, ingat jangan melakukan hal yg bodoh." Radit kembali mengingatkan sahabatnya agar tak melakukan hal yg akan merugikan dirinya..


"Ya, ya. ya. pergilah, pergi, "Usir Vino..


.


.


.


.


.


.


............Anggara Group.............


"Jod, kembalilah besok ke balikpapan. keadaan disini sudah stabil, aku takut jika kau lama meninggalkan Magnificent business, akan terjadi masalah disana, kau tau bukan Om Haris selalu membuat ulah.


"Baik Tuan, saya akan segera kembali kesana..Tapi Tuan, bagaimana dengan putri Felix,? dia masih berkeliaran, saya takut dia datang dan kembali menyakiti Nona Diana..


"Kau tenang saja, masalah itu sudah ku pikirkan, aku dan Bobby akan mengurusnya, kau fokus saja di Magnificent. "Ujar Davin.


"Baik Tuan,


"Bob, apa wanita itu masih tinggal di apertemen adiknya? "Tanya Davin,


"Masih Tuan,


"Besok kita mulai rencana kita, aku tidak ingin dia berkeliaran disekitar Diana lagi, aku takut jika dia kembali menyakiti Diana.."Ujar Davin khawatir Fiona kembali berniat ingin menyelakai Diana kembali..


"Berhati_hati lah Bob, dia wanita yg tempramental, dia akan melakukan apapun yg dia inginkan, "Timpal Jody memberi saran..


"Than'k Jod, aku akan selalu berhati_hati.. kau tidak perlu khawatir, dia hanya seorang wanita, aku dapat membereskannya dengan mudah, "Jawab Bobby..


"Ok, ok. aku percaya padamu.."Ujar jody.


.


.


.


.


.


.


.........Kediaman Anggara.........


"Nona Diana, makan malam sudah siap " Ujar Bik Sum, mengingatkan Diana akan makan malam.


"Nanti saja Bik, aku akan menunggu Davin Pulang, aku akan makan malam bersamanya, Bibik istirahalah saja, biar Davin Saya yg menunggu,


"Tapi Non, ini sudah malam, Non belum makan, Tuan akan marah jika tau Non belum makan..


"Bik, bibik tidak perlu khawatir, sekarang pergilah istirahat, saya akan menunggu Davin.


"Baiklah Non, Saya permisi."Pamit Bik Sum.Bik Sum pun pergi meninggalkan Diana yg masih setia menunggu Davin hingga larut,


Tepat pukul 23:15, Davin kembali ke kediamannya, Setelah masuk kedalam rumah Davin melihat Diana tertidur di sofa.


"Kenapa dia keras kepala sekali, sudah ku katakan tidak perlu menunggu, tapi tetap saja menunggu, "Gumam Davin yg melihat Diana tertidur di sofa..Davin pun mendekatinya..


Davin mencium kening sang istri, setelah itu membelai rambutnya, setelah puas memandang Diana, Davin menggendong Diana memindahkannya ke dalam kamar..

__ADS_1


.


.


.


"Selamat pagi sayang, Sapa Davin saat Diana membuka matanya di pagi hari..


"Loh Dav, ini sudah pagi,? kenapa semalam kamu tak membangunkan ku?


"Kamu tidur sangat nyenyak, aku tak tega membangunkannya, sekarang cucilah wajah mu, terus sarapan, Bik Sum bilang kau melewatkan makan malam mu, semalam?


"Aku menunggumu, kau bilang akan pulang terlambat , aku pikir terlambatnya hanya akan sampai pukul sembilan tapi kau pulang begitu larut, "Ujar Diana murung..


"Maaf kan aku yg tidak memiliki banyak waktu untuk mu, Sebagai gantinya hari ini aku akan menemani mu seharian, kau ingin pergi kemana, aku akan turuti, "Ujar Davin ingin menebus waktu yg banyak terlewatkan dengan Diana,


"Apa kau serius?


Davin mendekatkan dirinya pada Diana, "I'm Very seriusly.."Ucapnya sungguh_sungguh.


"Baiklah kita akan pergi ke pantai, terus kita ke taman, makan_makanan junk food, Malamnya Nonton bioskop, "Ujar Diana antusias..


"Aku akan menuruti semua itu, pantai, taman, nonton, aku akan menurutinya, tapi tidak dengan makanan junk food. Kau harus makan_makanan yg bergizi dan sehat, kau baru melalui sakit yg panjang, aku tidak ingin kau makan_makanan yg tidak bergizi.."Ujar Davin serius..


"Tapi aku ingin, makanan junk food. aku sudah lama tidak memakannya, "Rengek Diana..


"Tidak... jika kau tak menurut, kita batalkan saja jalan_jalannya, "Ujar Davin lalu pergi meninggalkan Diana, yg masih memelas, Davin tak ingin kalah oleh wajah menggemaskan Diana, Davin pun memutuskan meninggalkan Diana dari kamarnya..


"Huh. menyebalkan.."Ucap Dian pelan..


Pukul sembilan pagi, Davin kembali ke atas untuk melihat Diana.."Sayang kenapa belum rapi_rapi, terus ini kenapa, sarapannya tidak di makan? "Tanya Davin heran melihat Diana yg kembali tidur menyelimuti dirinya..


"Aku tidak bernafsu , "Jawabnya tanpa melihat Davin..


"Jangan keras kepala, ayo makan, semalam kau sudah melewatkan makan, apa sekarang kau ingin melewatkanya lagi? "Ucap Davin selembut mungkin saat bicara dengan Diana..


"Aku ingin makan junk food, "Rengeknya.


"Huh..


Davin membuang kasar nafasnya, "Jangan seperti anak kecil yg susah di atur, "Ujar Davin yg mulai kesal dengan permintaan Diana,


"Aku hanya ingin makan junk food, kenapa kau begitu kesal? aku tidak makan_makanan itu setiap hari, bahkan kau tak menyediakan makanan itu di rumah, aku akan makan sayur dan yg lainnya yg kamu kasih tapi setelah aku makan junk food, "Ujar Diana masih merajuk..


"Teserah kau saja, aku cape bicara denganmu yg keras kepala, "Ujar Davin kesal..


"Kenapa dia yg kesal? aku kan yg tidak di kasih, aku hanya ingin makan junk food, kenapa dia semarah itu, "Gumam Diana..


Davin masuk kedalam ruang ganti pakaian, Davin mengganti pakaiannya, menggunakan pakaian formal, setelah berganti pakaian Davin keluar dari ruangan tersebut..


"Pergilah bersama, Mang maman dan Lala, beli dan makan apapaun yg kau inginkan, "Ujarnya lalu pergi meninggalkan Diana,


"Ish, hanya karana aku sedikit membantah dia marah_marah, membatalkan janjinya..Gumam Diana lalu pergi menjejar Davin..


"Dav..."Teriak Diana, Diana pun lari mendahului Davin, dan merentangkan kedua tangannya lebar_lebar menghadang Davin.


"Kau sudah berjanji akan mengajakku jalan_jalan kenapa kau mengingkarinya? "Ujar Diana menghadang Davin..


"Aku tidak suka berjalan dengan pembangkang, "Ujarnya lalu kembali pergi meninggalkan Diana..


"Ya..ampun hanya ingin makan junk food membuat dia marah begitu, kau terlalu berlebihan Dav, gumam Diana..


Diana kembali mengejar Davin.. "Dav.. Tapi aku ingin pergi bersamamu, "Ujar Diana bergelayut di tangan Davin..


"Aku sudah tidak Mood lagi, "Ujarnya acuh..


Diana melepas tangan Davin.."Baiklah aku minta maaf, pergilah aku tidak ingin mengganggu waktu kerjamu, "Ujarnya sedih lalu pergi meninggalkan Davin..


"Kau jangan terlalu berharap padanya Diana, dia tidak sungguh_sungguh mengajakmu, dia hanya kasihan padamu, "Diana bergumam setelah masuk kembali ke kamarnya,


"Bik, Antarkan makanan baru untuk Diana, paksa dia makan jika menolak, "Perintah Davin lalu pergi meninggalkan kediamannya.menaiki kendaraannya tanpa menggunakan sopir..


"Kenapa dia begitu keras kepala, aku melarangnya karna aku tidak ingin dia sakit kembali, dia malah terlihat marah dan sedih. "Gumam Davin..


.


.


.


.


.


.


 


..........Anggara Group..........


 

__ADS_1


"Tuan..."Ucap Bobby bingung saat melihat Davin masuk kedalam ruangannya..


"Bukankah boss bilang tidak masuk ke kantor hari ini? kenapa boss berada disini? pasti bertengkar lagi dengan Nona muda, "Gumam Bobby..


"Tidak usah berpikir jika aku memiliki masalah dengan istriku, aku datang ke kantor hanya ingin mengecek keadaan kantor saja, "sergah Davin yg bisa membaca pikiran Bobby..


"Tidak Tuan, saya tidak seberani itu, "Jawab Bobby cepat..


Setelah menghabiskan waktu dua jam di kantor tanpa melakukan apa_apa Davin, merogoh saku celananya mengambil benda pipih, untuk menghubungi Bik Sum di kediamannya,


"Hallo Selamat siang ...


"Lala, Dimana istriku? "Tanya Davin saat Lala mengangkat Sambungan telephonenya.


"Nona Diana belum turun kebawah Tuan, sedari pagi.."Jawab Lala..


"Apa dia tidak turun untuk makan? "


"Tadi Saya sudah mengantarkan makan siang ke kamar Nona Diana, tapi sepertinya Nona Diana sedang tidak berselera makan Tuan..


"Baiklah, "Jawab Davin cemas,


"Dia merajuk sampai melewatkan sarapan, dan makan siangnya, dasar keras kepala. "gumam Davin,


"Bobby aku akan kembali pulang, urus semuanya, "Ujar Davin lalu pergi meninggalkan Bobby..


"Tuan...."panggil Bobby..


"Heemm.."Jawab Davin..


"Saya akan mengantar Tuan untuk pulang, " Bobby menawarkan diri untuk mengantar Tuannya..


"Tidak perlu, aku akan pulang sendiri. kau urus saja pekerjaan disini, dan ingat nanti malam kita akan menemui wanita itu..pastikan jika dia ada disana, "


"Baik Tuan, saya akan memeriksanya terlebih dahulu, "Jawab Bobby, yg ntah terdengar atau tidak oleh Tuannya yg sudah berlalu pergi.


"Vin..."Panggil Gisel, yg menghentikan langkah Davin,


Davin menoleh, tak lama kembali melanjutkan langkahnya..


"Vin tunggu sebentar, kejar Gisel, aku bawakan kamu bekal makan siang, "Gisel menyodorkan satu kotak makan untuk Davin.


"Tidak perlu, istri ku sudah membuatkan aku makanan yg lezat dan bergizi di rumah, jadi kau tidak perlu repot_repot, "Ujarnya dingin..


"A-a-pa, istri?..apa maksudmu istri Vin? "Tanya Gisel terkejut dengan ucapan Davin..


"Iya..Istri, istriku, kau pikir aku akan menunggu mu,? Gisel aku menerimamu kerja disini, bukan karna ingin kembali padamu, itu karna aku masih memiliki hati nurani, melihat papa mu tak berdaya..jadi jangan pernah menyalah artikan kebaikan ku, bekerjalah dengan baik, karna aku tidak suka dengan pekerja yg tidak profesional. jika masih membutuhkan pekerjaan ini, bekerjalah dengan baik.."setelah mengejutkan Gisel Davin pergi meninggalkannya yg masih setia mematung..


"Tidak, aku tidak percaya dengan kata_kata mu Vin, kau berbohong, pasti kau hanya ingin memanas_manasiku saja, tidak mungkin kau sudah menikah, "Gumam Gisel yg tak mempercayai ucapan Davin..


.


.


.


.


.


.........Kediaman Anggara........


Setelah sampai di kediamannya, Davin langsung mencari keberadaan Diana, walau pun rasa kesal masih bersarang di dirinya, namun kecemasannya mengalahkannya.


"Ceklekk..


Suara pintu membuat Diana menoleh ke arah pintu terbuka, "Dav...."Ucap Diana bingung melihat Davin berada di rumah..


"Apa kau sedang merajuk? "Tanya Davin setelah mendekat pada Diana..


"Apa maksud mu? "Jawab Diana tak bersemangat..


"Kenapa kau melewatkan makan malam, sarapan, dan makan siang mu? apa kau ingin sakit lagi,? apa kau sengaja ingin menguji kesabaran ku? Jangan menguji kesabaran ku, "Ucapnya pelan namun terdengar dingin..


"Aku ingin makan junk food, Aku tidak ingin makan_makanan ini sebelum makan junk food, "Ujarnya masih merajuk, tanpa mengihraukan wajah Davin yg sudah terlihat marah..


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan jejaknya like, komen, votenya ya..🤗🤗


__ADS_2