
Waktu pun berlalu kini Davin dan Diana,sudah menghabiskan waktu selama empat hari di Bali,ini hari terakhir Davin dan Diana disana,Davin mengajak Diana ke pantai Nusa Dua Bali.setelah mengunjungi beberapa tempat seperti danau,taman,dan beberapa pantai yang menjadi objek wisata di Bali..mereka mendatangi Nusa dua Bali.untuk mengakhiri liburannya,,
Davin yang kini mulai memberi perhatian kepada Diana terlihat lebih posesif
setelah jam menunjukan waktu pukul enam sore mereka pun memutuskan untuk kembali ke Hotel,namun saat mereka akan melangkah kan kakinya hendak pergi tiba_tiba ada suara yang memanggil Diana..
"Ana? kamu ngapain disini? "Tanya laki-laki yang menyapanya barusan..
Diana diam sejenak merasa terkejut ,setelah sekian lama tak berjumpa kini di pertemukan kembali di waktu yang tak terduga..
" Ka-kamu? A-aku sedang berlibur disini. "Jawab Diana terbata_bata.
"Berlibur? dengan siapa kamu kesini? dan siapa dia? "Tunjuk Tama kepada Davin yang sedari tadi diam di samping Diana..
Diana pun langsung melihat ke arah Davin untuk meminta pendapat tentang hubungan mereka,,dan Davin yang mengerti langsung merangkul pinggang Diana...Diana kaget dengan perlakuan Davin langsung memandang wajah Davin,
"Dia Istri ku "Ucap Davin yang tanpa ragu mengakui Diana di depan orang lain..
Tama tampak terkejut dengan penuturan Davin, Tama langsung menoleh kepada Diana meminta penjelasan..."Apa itu benar Ana? "Tanya Tama yg belum percaya dengan kata_kata pria yg di sebelah Diana..
"I.iya itu benar, dia adalah suami ku, "Jawab Diana. kami disini see-
Davin langsung memotong ucapan Diana.."Kami di sini sedang melakukan honeymoon, "Ujar Davin yang sudah merasa jengah ada laki-laki yang menyapa istrinya tersebut.
Tama yang masih Shok terbengong melihat ke arah mereka,,tak lama dia tersadar dan langsung mengucapkan selamat lalu mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat.."Selamat ya Ana akhirnya kamu menemukan laki-laki yang bisa mencintai dan menyangi mu..maafkan dulu aku telah menyakiti mu. "Ujar Tama.
Diana tak menjawa,dan tak menyambut ulur tangan Tama, karna Diana juga sama shoknya dengan Tama.
Davin langsung menarik tangan Diana mengajaknya untuk pergi meninggalkan laki-laki yang membuat Davin kepanasan itu.
Tama yang melihat Diana pergi memandangnya sampai nampak hilang.
"Ana...maafkan aku yang dulu pengecut,yang tidak bisa mempertahankan hubungan kita, aku minta maaf, aku sungguh menyesal, dengan menundukan kepala Tama terus menyalahkan dirinya sendiri,karna dulu Tama tak berdaya akan Ibu dan Ayahnya..
.....**flasback**......
Empat tahun yang lalu.
"Tinggalkan wanita itu, mami tidak mau mempunyai menantu rendahan seperti dia "dengan menunjuk wajah Diana, Diana yang mendengar ucapan orang tua Tama hanya bisa meneteskan air matanya,,
"Mih..apa yang mamih katakan..! Ana dia wanita yang baik aku mencintainya," Ujar Tama.
__ADS_1
"Apa cinta.? .kamu akan hidup hanya dengan cinta, kamu harus berpikir dengan jernih sebelum masuk perangkap lebih dalam lagi oleh perempuan ini..kamu hanya dijadikan mesin berjalan saja oleh wanita ini.dia hanya memanfaatkan kamu saja,sadar dia bukan wanita baik,dia hanya memanfaatkan kamu saja..
"Tiga tahun sekolah kamu menjemput mengantar dia, setelah kalian lulus sekolah hal yang sama kamu lakukan,seperti sopir yang menjemput majikannya,berangkat kerja dan pulang kerja, kamu terus menjemputnya,bahkan kalau dia pulang tengah malam kamu rela tidak tidur demi menjemputnya sadar Tam, kamu hanya di manfaatkan oleh wanita ini..
Diana yang tidak tahan mendengarnya menatap orang tua Tama,, "Tante saya memang dari keluarga tak mampu tapi tidak ada niat saya memanfaatkan anak tante,saya mencintainya, saya tidak pernah punya niat apa pun terhadap Tama, saya mencintai Tama, . " ucap Diana .
"Ha _ha _ha "orang tua Tama tertawa mengejek Diana, "O ya kamu mencintainya tanpa mempunyai niatan yang lain..,hey kau pikir saya bodoh, dengarkan saya baik-baik sampai kapan pun saya tidak akan sudi memiliki menantu rendahan seperti mu..dan jangan berharap lebih mengerti kamu, "tunjuk orang tua Tama..
"Ayo tama kita pulang "Ajak ibu Tama menarik tangan putranya..
"Tapi mih, bagaimana dengan Ana? Tama yang bawa Ana kesini "Ucap Tama bingung..
"Huh..biarkan wanita itu pulang sendiri toh dia punya kaki bukan. "Jawab Ibu Tama angkuh, lalu menarik putranya membawanya pergi meninggalkan Diana...
"Mih..Gak mungkin Tama ninggalin Ana disini sendiri, Tama anterin Ana dulu pulang setelah itu Tama langsung pulang ke Rumah Ok Mih..
"Apa kamu sudah tidak menganggap mamih lagi hahh? kamu lebih memilih wanita itu ketimbang mamih iya begitu. "Teriak Ibu Tama dengan nada marah,
Tama yang tidak bisa melihat mamihnya marah memilih mengikutin mamihnya dan meniggalkan Diana,, "Ana maafin aku ya kamu bisa pulang menggunakan taxi kan "Ucap Tama dengan nada merasa bersalah..
"Kamu tidak usah khawatir, aku akan pulang menggunakan Taxi. "jawab Diana tenang namun batinnya menangis mendengar penghinanan Ibu Tama..
Setelah kejadian itu Diana dan Tama tidak ada komunikasi lagi, sebab nomor Diana di blokir oleh mamih Tama..dan setelah tiga minggu kejadian itu Tama di kirim papih mamihnya ke Kanada untuk mengurus perusahaan disana..Setelah satu tahun di kanada Tama kembali ke tanah air, Tama menemui Diana karna Tama pergi tanpa berpamitan kepada Diana..namun Diana yang sudah mendapat ancaman dari orang tua Tama lebih memutuskan hubungannya dengan Tama karna tak ingin berurusan dengan Orang tua Tama..
Saat itu Tama nampak frustasi karna dia tak ingin berpisah dengan Diana,dan hingga sekarang tak bisa menerima wanita mana pun,karna masih mengharpkan Diana, selama ini Tama sudah berusaha menyakinkan orang tuanya agar bisa menerima Diana,namun keadaan sekarang seperti sedang mempermainkannya, keinginan berjumpa dengan Diana untuk kembali sekarng sirna,setelah bertemu beberapa saat yang lalu,
.......**feedback**.........
Davin terus menarik tangan Diana,sampai menuju kendaraan yang akan mereka tumpangi, Davin langsung menyuruh Diana masuk dan duduk, tak lama Davin bersuara.
"siapa laki-laki itu? Davin bertanya tanpa melihat ke arah Diana, Davin bertanya dengan nada dingin.
Diana menoleh pada Davin, lalu menjawab,
"Namanya Tama, Pratama wibowo,,dia sahabat saya di kelas sepuluh dulu,, "Jawab Diana.
"Apa dia kekasih mu? "Tanya Davin dingin
"Dia hanya masa lalu saya, ya masa lalu saya..
"Kenapa dia menatap mu seperti itu?
__ADS_1
Maksud Tuan apa? "Tanya Diana heran akan pertanyaan Davin.
"Sudah lupakan..ayo kita kembali, "Ujar Davin yg bingung dengan dirinya sendiri...
Setelah sampai Hotel Davin dan Diana membersihkan diri Davin memberi gaun kepada Diana, pakai ini..aku akan mengajak mu makan malam di luar "Ujar Davin ..
Diana hanya mengangguk sebagai jawaban..
Setelah berganti baju,Diana keluar, Davin nampak melongo melihat Diana memakai gaun yang baru di berikannya tadi.
"Cantik... kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya...Davin yang tersadar langsung menetralkan suaranya ,"Ehemm ayo jalan keburu malam, karna kita akan lanjut membeli oleh-oleh untuk yang di rumah, "Ajak Davin..
Mereka pun masuk ke Restoran italia,,Davin dan Diana langsung duduk di meja yang kosong..Davin langsung memesannya.kau mau pesan apa? "Tanya Davin pada Diana..
"Samakan saja "Jawab Diana cepat..walau pun Diana tidak pernah makan-makanan italia namun Diana tau makanan tersebut sebab tempatnya dulu kerja menyediakan makanan italia..
Setelah memesan lima belas menit kemudian pesanan pun tiba, ..Davin memilih menu fattucchine alfredo
salah satu saus terkenal di italian saus alfredo sering di gunakan untuk fattucchine atau mie, dan di italian fattucchine alfredo sangat terkenal..Davin yang terbiasa dengan makanan tersebut memakannya dengan santai dan menikmati setia suap yang dia masukan ke mulutnya, berbanding dengan Diana, Diana nampak kesusahan untuk menelannya karna menurut Diana makanan yang dia makan sangat aneh di lidah nya.karna rasanya yang kental akan cream dan keju Diana tidak menyukai makanan yang bercampur cream,menurut Diana ini sangat aneh dan tidak cocok di lidahnya..
"Ya tuhan mie instan lebih enak,lebih murah,ini sangat aneh rasanya aku merasa mual, "Batin Diana.
Davin yang memperhatikan Diana langsung melontarkan pertanyaan.."Kenapa?apa kamu tidak suka dengan fatthucchine? "Tanya Davin yg melihat menu di piring Diana tak berkurang..
Dian dengan canggung mengangguk,
"Kenapa Kau diam saja? pesan makanan yg kau mau, pilihlah...
Diana hanya diam bingung, Diana merasa sungkan untuk berganti menu..
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA***...