TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Berangkat sekarang.


__ADS_3

Diana turun dari kendarannya, Diana berjalan memasuki pusat perbelanjaan, namun perasaannya tak menentu, tempat yg ramai, namun tidak dengan hatinya yg terasa sepi,


"Ada apa dengan ku,? kenapa aku masih mengingat kejadian tadi, Aissh ini sangat menyebalkan.."gumam Diana.


"Tuan, agenda hari ini ada meeting di pusat xx 1jam lagi kita akan berangkat, Bobby mengingatkan Davin kembali


"Apa pusat xx? "Davin mengulang kata_kata yg di ucap Bobby,


"Benar Tuan, Tuan ada meeting dengan FF group di pusat xx..


"Kita berangkat sekarang," Ajak Davin cepat,


"Apa maksud Tuan? Tuan kita akan mengadakan Rapat 2jam lagi jika berangkat sekarang Tuan akan menunggu terlalu lama, "Bobby merasa bingung dengan Bossnya yg tiba_tiba ingin berangkat sebelum Rapat di mulai.


"Diana berada di sana, "Ujar Davin yg mengerti kebingungan Bobby, " kita akan menemuinya disana.


"Oh.."dengan mulut terbuka, Bobby diam tak bergeming..


"Aissh.. kenapa masih diam,? ayo berangkat, Davin merasa kesal pada Asistennya yg biasanya sigap, sekarang terlihat lamban.


"Ah.. iya Tuan, dengan ragu Bobby berkata Ta_tapi Tuan, pekerjaan kita masih banyak, kita tidak mungkin meninggalkan pekerjaan ini, "Ucap Bobby sopan..


"Aku tidak peduli dengan itu, yg aku ingin sekarang kita berangkat, "jawab Davin kesal.


"Cih..Dasar Cinta membuat semuanya runyam saja, Tuan jatuh cintalah *sewajar*nya jangan seperti ini, lihatlah dirimu, seperti pria bodoh yg takut tidak bisa bertemu kekasih saja. Anda bisa bertemu Nona muda di rumah kan, saat pulang nanti, benar_benar membuat ku pusing bila melihat Tuan Davin seperti ini. "gumam Bobby


"Apa Tuan sudah siap,? "Tanya Bobby sopan.


Plakk,


Map yg ada di meja melayang tepat mengenai wajah Bobby. Namun Bobby hanya diam, Bobby pun bingung, melihat Bossnya yg uring-uringan seperti ini.


"Aku sudah siap dari tadi, tapi kamu membuat aku menunggu lama, "Ujarnya ketus.


"Maaf kan saya Tuan jika membuat anda menunggu, "jawab Bobby menunduk.


"Sudah lah berdebat hanya akan membuang waktu ku saja,, "Ucap Davin kesal.sambil berlalu,


"Baik Tuan, "jawab Bobby sigap


Setelah sampai di lantai dasar


"Vin kamu mau kemana di jam segini,? "Tanya Gisel yg berada di meja Resepsonis,


Davin mengerut kan kening nya tanpa menjawab pertanyaan Gisel.Bobby yg melihat rawut wajah Tuannya mengerti...


"Apa anda Tidak bisa bersikap lebih sopan saat berbicara dengan pemilik perusahaan, "Ujar Bobby dingin.


Davin pun berlalu, meninggalkan Gisel tanpa menjawab pertanyaannya,


"Hei.. jangan selalu ikut campur dengan urusan ku dan Davin, "tunjuk Gisel pada Bobby..


"Jika anda masih membutuhkan pekerjaan ini, maka bersikap lah dengan sopan terhadap atasan anda, disini anda hanya KARIAWAN , Tekan Bobby.


Mendengar ucapan Bobby, Gisel menggempalkan tangan,,


"Brengsek sekarang kau boleh memperlakukan aku seperti ini, tapi lihat saja nanti, Davin sendiri yg akan menendang mu dari sini. "gumam Gisel kesal


30 menit menempuh perjalanan akihrnya Davin, sampai di tempat tujuannya.."Cari tau keberadaan Diana, " perintah Davin pada Bobby.


"Baik Tuan, "jawab Bobby. Bobby pun langsung mencari tau keberadaan Nona mudanya, melalu GPS yg sudah terpasang di dalam hanphonenya..


"Nona muda tidak jauh dari sini Tuan, "lapor Bobby setelah menemukan lokasi keberadaan Nona Mudanya..

__ADS_1


"Hemm,"


"Mari ikut saya Tuan "Ajak Bobby.


"Tuan, itu Nona muda, "Bobby memberi tau keberadaan Nona mudanya pada Davin.


"Tunggu lah disini aku akan menemuinya, "perintah Davin pada Bobby yg tidak ingin di ikuti..


"Baik Tuan.


Davin pun berjalan menghampiri Diana, yg sedang memilih peralatan memasak,, "Apa peralatan itu tidak tersedia di rumah? "Suara Davin membuat Diana terjolak kaget,


"Ya Tuhan apa aku sedang berhalusinasi,? Ah kenapa suara pria dingin itu mengikuti hingga sampai kesini,, Ini pasti karna aku memikirkan nya sedari tadi, sampai berhalusinasi seperti ini, Diana menggeleng_gelengkan kepalanya agar pikirannya tak selalu pada Davin..hilangkan_hilangkan "ujar nya pelan..


Pfftt


Davin yg melihat tingkah Diana tertawa,


"kenapa dia begitu menggemaskan, "gumam Davin, "Khem Davin berdehem, membuat Diana menyadari keberadaannya..


"Apa ? ini bukan hanya halusinasi,? Diana membulatkan matanya, saat membalikan tubuhnya, tempat berhadapan dengan Davin,


"Ka- kamu se_sedang apa berada disini? "tanya Diana terbata_bata,


"Aku ada meeting, di salah satu Restoran yg berada di pusat perbelanjaan ini, "jawab Davin dengan sedikit tersenyum,


"Kenapa kau tau Aku berada disini?


"Aku tau kemana pun kau pergi, "jawab Davin dengan senyuman menyeringai


"Kau ini seperti Tuhan saja, "jawab Diana dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.


Davin tersenyum melihat Diana memanyunkan bibirnya, "Apa yg kau beli?


"Memang Apa yg kau inginkan?


"Ntah lah aku hanya ingin berkeliling melihat_lihat yg berada disini, "jawab Diana.


Davin mengerut kan keningnya,, hanya melihat _lihat? "tanyanya lagi.


"Iya ini sangat bagus_bagus tapi di rumah mu semua ini ada, jadi aku hanya melihat_lihat saja,, "jawabnya sedikit tersenyum


"Jika kau mengingin kannya, beli saja, tidak masalah walau di rumah ada,


"Ish kau ini, Diana memukul lengan Davin pelan, kenapa kau suka sekali menghambur_hambur kan uang untuk hal yg tidak penting. "Ucap Diana.


"Hei sejak kapan kau berani pada ku, "Davin ber pura_pura kesal pada Diana..


"Ah itu_ itu..Maaf "Ucapnya takut-takut pada Davin,,


"Sudah pilih semua yg kau inginkan, setelah itu temani aku makan, "paksa Davin..


"Tadi kau bilang ada meeting? "tanya Diana


"Benar.. aku memang ada meeting, tapi itu masih 1jam lagi, masih banyak waktu untuk kita makan,


"Tapi ini belum masuk jam makan siang, "jawab Diana pelan,


"Kau ini memang lapar harus menunggu makan siang, "Ujar Davin kesal karna mendengar Diana berbelit_belit bicara, yg Davin mau hanya jawaban IYA dari Diana,


"Dasar wanita aneh hanya jawab iya saja apa susah nya sih, "gerutu Davin..


Davin pun langsung menarik tangan Diana mengajaknya pergi, menuju food court yg berada dekat dengan tempat tadi Diana memilih-milih barang,,

__ADS_1


"Menurut mu apa makanan disini enak? "tanya Davin pada Diana,,


"Kenapa kau menanyakan itu pada ku,? Aku bukan Koki, atau chef disini, tanyakan saja pada pelayannya, "Jawab Diana sedikit malas


"Aku tidak pernah makan disini, ujar Davin,


"Aku juga, "Jawab Diana cepat,


"kenapa kau tidak pernah makan disini? "tanya Davin.


"Uang ku tidak cukup untuk makan disini, "jawab Diana pelan.


Davin yg melihat raut wajah Diana yg terlihat sedikit murung merasa bersalah karna sudah menanyakan hal yg sudah tau alasannya..


"Baiklah sekarang kita makan. pesan apa pun yg kau mau, ajak Davin menghilangkan kecanggungan yg ada,,


Davin dan Diana duduk di pojok dekat dinding kaca yg memperlihat kan kota sekitar,


Pramusaji pun menghampiri mereka,


"Permisi.. Tuan Nyonya mau pesan sekarang? tanya pramusaji yg akan melayani Davin dan Diana.


"Mba Saya pesan steak tenderloin , saya mau well done ya. pesan Davin.


Kamu pesan Apa ? "tanya Davin pada Diana.


"Eum Aku..Diana masih membolak-balik kan menu yg di peganya. "Aku pesan Roasted chicken, minum nya ice lemon tea , pesan Diana,


"Baik.. ada lagi Tuan, Nona, tanya pelayan sopan,


"Saya mau mineral 1, "Ucap Davin,


Setelah mencatat pesanan Davin dan Diana, Pramusaji pun pergi meninggalkan mereka.


15menit kemudian pesanan Davin dan Diana pun tiba, "Waah ini sepertinya sangat lezat, "ujar Diana antusias,


Diana langsung melahap makanan tersebut, Davin yg melihat itu hanya mengangkat bibir atasnya tersenyum melihat Diana,,Setelah selesai makan, Davin mengajak Diana berkeliling di dalam Mall tersebut, melihat apa yg Diana sentuh, Davin membelikannya membuat Diana sedikit kesal,,


"Aku bukan ingin membelinya, aku hanya melihat, kenapa kau membelikan ku barang sebanyak ini. "Ucap nya kesal, "bahkan ini, Diana menyodorkan paper bag yg di pegang nya, bahkan aku tidak tau untuk ke gunaannya, Diana sudah sangat kesal di buat Davin.


"Kenapa kau marah pada ku, aku hanya ingin membuat mu senang, dengan membelikan barang-barang ini, "jawab ikut kesal


"Harusnya kau berterima kasih, bukan malah marah_marah pada ku, "Ucapnya ketus.


"Baiklah... terima kasih, "jawab Diana tak kalah ketus,


"Dasar kau wanita aneh, "ucap Davin berlalu meninggal kan Diana yg masih bicara,


"Loh_loh kenapa dia pergi begitu saja, Diana pun lari mengejar Davin, "Dav kenapa kau pergi begitu saja, "tanya Diana yg kesal di tinggal begitu saja,


"Pulang lah sekarang.. "perintah Davin


"Kenapa? Aku masih ingin disini, "jawab Diana sedih, karna Diana masih betah berkeliling di pusat perbelanjaan ini.


"Tadi pagi kau berjanji tidak akan lama, sekarang kau sudah menghabiskan waktu mu berapa jam disini?.


"Tapi aku masih ingin disini, "ucapnya menunduk, yg masih betah di berkeliling di dalam Mall tersebut.


Davin melihat Diana murung tak tega


"Baik lah, tunggu sampai aku selesai meeting, setelah itu kita pulang bersama, 15 menit lagi aku ada meeting berkeliling lah bersama Lala,


"Benarkah? yeah, "Ucap Diana girang,

__ADS_1


BERAMBUNG.


__ADS_2