TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU

TERPAKSA MENIKAHI PUTRA BOSS IBU KU
Diana di Rawat


__ADS_3

"Dok bagaimana keadaan istri saya, " tanya Davin Cemas.


"Tuan bisa ikut saya sebentar, "ujar Dokter yg menangani Diana..dan mengajaknya keruangannya,


Setelah sampai ruangan dokter


"Begini Tuan penyakit Nona Diana sudah sangat parah, bahkan Nona Diana menolak semua yg masuk ke dalam tubuhnya, "jelas dokter mengagetkan Davin.


"Maksud Dokter apa? istri saya sakit apa dok? "tanya Davin cemas


"Begini Tuan, Nona Diana, memiliki penyakit GERD..yg sudah sangat parah,


"GERD? "ulang Davin. " GERD itu penyakit apa Dok? "tanya Davin yg penasaran,


"GERD, (Gastroesophagel Refluk Disease) penyakit asam lambung yg sudah parah, dapat menyebabkan sesak nafas dan pusing yg luar biasa, bahkan tak sadar kan diri, "jelas sang dokter ,


"Tapi masih bisa di sembuhkan, kan dok? "Tanya Davin yg semakin cemas,


"Kami akan berusaha sebaik mungkin, berdoa lah karna kesembuhan hanya tuhan yg memberi, kami sebagai dokter hanya perantaranya saja, Anda juga tidak perlu terlalu cemas, Asam lambung bukan penyakit mematikan, hanya saja bila kita menyepelekannya bisa berakibat fatal, kami semua akan melakukan yg terbaik untuk istri anda, "ujar dokter tersebut..


"Dok apa penyebanya istri saya mempunyai Asam lambung, dan sekarang tubuhnya menjadi sangat kurus, " tanya Davin


"Nona Diana memiliki MAG, yg sama sudah kronis, Mungkin banyaknya pikirian yg membuat makannya terlewatkan , atau nafsu makannya berkurang dan akhirnya menjadi seperti ini, untuk sekarang hindari makanan pedas dan susu dulu ya, untuk mencegah kembalinya sesak.


"Baik kalau begitu saya undur diri dulu, "ucap Davin yg ingin melihat keadaan istrinya tersebut,


Di perjalanan keruanga Diana Davin teringat akan kata_kata Bik Sum,


"Nona Diana jarang makan malam, Nona Diana juga sering melewatkan sarapan paginya, ucapan Bik sum terngiang_ngiang di telinga Davin,


Kenapa Bik sum tidak pernah cerita soal ini pada ku? Davin bicara sendiri sambil berjalan menuju ruangan kesakitan, yg Diana tempati.


Setelah sampai ruangan Diana, Davin melihat Diana sedang tertidur, di temani Bik Sum yg duduk di kursi sebelahnya,


Bik sum yg menyadari kehadiran Tuannya langsung berdiri dan menunduk,


"KAU..."ucap Davin dingin, yg masih kesal terhadap Kepala ARTnya tersebut,, dengar aku baik_baik jika terjadi apa_apa terhadap istriku, kau harus bertanggung jawab untuk semua ini " Ancam Davin.


"Maafkan saya Tuan, Saya sudah mengatakan pada Nona Muda untuk memberi tau Tuan, namun Nona muda menolak, Nona Muda tidak ingin Tuan Cemas dengan keadaannya saat ini, "jelas Bik Sum menunduk,


"Apa Diana pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya? "tanya Davin dingin, menahan amarahnya.


"Pernah Tuan, bahkan tak sadarkan diri, kami sudah-


"Apa tak sadarkan diri? Kau memang tidak becus bekerja, "ucap Davin marah, yg menyelak ucapan Asisten rumah tangganya tersebut,

__ADS_1


"Aku membayar mu mahal untuk melayani Diana kenapa kau membuatnya kesulitan hah, "Sambung Davin membentak, lupa akan adanya Diana,yg sedang tidur,


Diana terbangun mendengar bentakan Davin pada Bik Sum, "Aw.."Rintih Diana saat ingin membuka matanya, Diana memegang kepalanya yg terasa pusing,


"Diana..Maaf, aku telah mengganggu tidur mu, "ucap Davin yg merasa bersalah, telah mengganggu waktu istirahat istrinya karna berteriak di sampingnya, yg menyebabkan Diana terbangun,


"Dav.."suara lirih Diana memanggil Davin, "Dav jangan salahkan Bik Sum, ini semua salah ku, aku yg tidak ingin kamu tau, Aku hanya takut membuat mu repot, dengan kondisi ku sekarang, jangan menyalahkan siapapun aku mohon, jika kau ingin menyalahkan, salahkan aku, jangan salahkan siapa pun, "ucap nya pelan,


"Sudah_sudah. kamu istirahat ya. jangan banyak bicara, "ujar Davin


"Aku tidak apa_apa Dav, ini sering terjadi, setelah aku tidur dan istirahat tubuh ku akan kembali sehat lagi, kamu tidak usah khawatir, "ujar Diana meyakinkan Davin..


Tes


Air mata Davin menetes saat Diana berkata sudah biasa dengan sakitnya, " Maafkan aku telah membuat mu seperti ini, "Ucap Davin merasa bersalah,


"Jangan bicara seperti itu, Disini yg bersalah aku, aku yg tidak bisa menjaga diri ku sendiri, "jawab Diana pelan,


"Ya sudah bila istirahat membuat mu akan membaik, tidur lah, buatlah senyaman mungkin agar kamu cepat sembuh, aku akan menelpon ibu dan ayah, ingin memberi kabar pada mereka bila saat ini kamu sedang di rawat, "Ujar Davin yg akan pergi untuk menghubungi mertuanya.


Dengan cepat Diana meraih tangan Davin, "Dav Aku mohon jangan memberi tahu apa pun pada ibu dan ayah aku mohon.."Diana memelas


"Tidak untuk kali ini, kamu sudah membohongi ku dengan tidak memberi tau aku tentang sakit mu. aku kecewa akan ini, " bagaimana jika orang tua mu tau dari orang lain, Mereka akan sangat marah pada ku, karna aku tidak memberi tahu mereka, "ujar Davin yg tidak ingin menutupi apapun dari mertuanya.


"Aku tau maksud mu baik, tapi aku mohon jangan lakukan itu, Ayah memiliki penyakit jantung, aku takut membuat Ayah kembali sakit karna memikirkan penyakit ku, aku mohon jangan katakan apa pun pada mereka, Diana memelas, "Dav apa kamu mau mengabulkan ke inginan ku, "ucapnya teduh dan memelas.


"Huh..


"Terima kasih Dav, " ucap Diana tersenyum.


"Cih disaat sakit pun dia masih bisa tersenyum, bagaimana bisa dia menyembunyikan penyakitnya selama ini, "gumam Davin


Davin kembali melirik Bik Sum,


"Ikut dengan ku, ada banyak yg ingin aku pertanyakan padamu, "Ucapnya yg terlihat sangat dingin,


Bik Sum pun mengikuti Davin dari belakang,


"Katakan apa saja yg kau ketahui tentang istri ku, "tanya Davin setelah sampai di luar ruangan Diana,


"Saya mengetahui Nona sakit, ketika Tuan berangkat ke Dubai, Nona Diana ingin membuat sarapan untuk Tuan pagi itu, namun saya mengatakan jika Tuan tak berada di rumah, Tuan sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, Waktu itu Nona Diana terlihat kecewa dengan yg saya sampaikan, dan akhirnya Nona tidak melanjutkan memasak memilih meninggalkan dapur, namun saat Nona Diana akan menaiki tangga tiba_tiba Non Diana terjatuh pingsan, "jelas Bik sum. waktu pertama kali mengetahui nona mudanya sakit.


"Dan kalian tidak ada yg memberitahu kan pada ku, "ucap yg sudah tidak bisa menahan amarahnya, wajah Davin saat ini menjadi merah menahan marah,


"Saya sudah ingin menghubungi Tuan, namun Nona muda melarang saya saat itu Nona muda siuman, setelah dokter Rendy memeriksanya, bahkan waktu itu saya dan dokter Rendy ingin membawa Non Diana ke rumah sakit, namun Non Diana menolak dengan keras, bahkan dokter Rendy telah mengatakan bahwa penyakit Non Diana sangat serius, "jawab bik sum, menjelaskan kembali kejadian beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Sialan si Rendy, bisa_bisanya Dia tak mengabari ku, setelah dia tahu penyakit istri ku, "ujarnya kesal, setelah mendengar penjelasan dari bik sum,


"Kenapa Diana tak ingin memberi tahu ku tentang sakitnya, "tanya yg sudah menurunkan sedikit suaranya,


"I-itu..eum. "Bik sum ragu_ragu saat akan memberi tahu alasan Nona mudanya tak ingin memberi tahu suaminya,


"Itu, karna Nona Diana pikir Tuan tidak akan perduli padanya, "jawab Bik sum, takut_takut


"Apa kau bilang? kau pikir aku sejahat itu hah, "bentak Davin kembali menaikan satu oktaf suaranya,


"Maaf kan saya Tuan, saya hanya tahu itu saja, Nona hanya bilang seperti itu, Nona juga tidak ingin banyak merepotkan Tuan, "ujar Bik Sum, yg sudah takut melihat raut wajah majikannya saat ini..


"Huh..kau memang tidak bisa di andalkan ucapnya lalu pergi meninggalkan Bik sum,


Davin masuk kembali ke ruangan Diana, Davin memandang wajah istrinya yg selama ini di acuh kannya..Davin menggenggam tangan Diana,


"Maaf kan aku, yg telah mengacuhkan mu selama ini, cemburu membuat diriku menjadi buta akan semuanya, maafkan aku, aku sangat menyesal telah melakukan ini semua terhadap mu, aku telah kasar pada mu, aku membentak mu, aku menghina mu, itu semua keluar begitu saja dari mulutku, aku tidak pernah ada niat untuk menyakiti mu, aku menyayangi mu, sungguh aku sangat menyayangi mu, maafkan aku yg egois ini, "gumam Davin, sambil membelai rambut Diana pelan.


"Dav...panggil Diana lirih.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


***Bersambung.....


jangan lupa kasih aku semangat dengan meninggalkan jejak***..


__ADS_2