
"Nona, sebaik nya Nona pulang, ini sudah hampir sore, Nona pasti lelah, "Ujar Pak Asep yg takut kena marah Tuan nya,
"Aku masih ingin disini, lagi pula disini Aku tidak melakukan apa_apa, aku hanya duduk dan mengobrol dengan Rita, jadi tidak akan lelah.
"Tapi Non, Tuan
"Sudah nanti aku yg akan bicara dengan Davin kalau dia marah_marah, "Potong nya, memotong ucapan Pak Asep,
"Baik Nona kalau begitu,
"Di, apa Tuan Bobby tidak memiliki keluarga? "Tanya Rita Iba melihat keadaan Bobby yg terpasang banyak alat_alat di tubuh nya..
"Aku tidak tau, Aku tidak pernah menanyakan nya pada suami ku,
"Kasihan tau, liat tubuh nya terpasang banyak alat, "Ucap Rita kasihan..pertemuan pertama dengan Bobby beberapa hari yg lalu membuat Rita ingin bertemu kembali dengan Bobby, sekarang tuhan mengabulkan keinginan nya, walau dengan keadaan Bobby terbaring di rumah sakit itu sudah membuat nya senang.
"Di, jika suami mu mengijinkan, biar aku saja yg menemani Tuan Bobby disini, Lagi pula aku cuti seminggu, aku bingung mau ngapain di kosan, lebih baik aku disini jagain pangeran tampan, Iya gak, kapan lagi coba aku bisa memandang wajah tampan nya, "
"Eum, aku gak yakin,? Suami ku seperti nya sangat menjaga Bobby dengan Baik, liat Bodyguard di luar setia berdiri di depan pintu, "Ujar Diana,
"Maka dari itu, Kamu bicara pada suami mu, suami mu pasti memboleh kan nya, jika perlu bilang pada suami mu, jodohkan aku dengan pangeran tampan ini hehe. "Ucap Rita di iringi senyuman.
Diana menggeleng_gelengkan kepala nya melihat tingkah sahabat nya tersebut, bagaimana bisa sahabat nya mencintai laki_laki yg baru saja di kenal nya, bahkan mereka hanya pernah bertemu sekali, itu pun tanpa mengobrol.
"Nanti aku akan coba bicara pada suami ku, tapi jika suami ku tak mengijinkan, kamu jangan kecewa ya,
"Ok.
"Halo Felix.."Ucap Tuan Gunawan mengagetkan Felix yg melewati ruang keluarga nya,
"Ka.Kau, apa yg kau lakukan di kediaman ku? "Tanya Felix bingung..
"Aku ingin menemui mu, ingin sedikit mengobrol, "Ucap Gunawan tenang.
"Bukan kah kau di Paris,? kenapa kau berada di rumah ku? "Tanya nya masih bingung.
"Ini negara ku, tempat lahir ku, kapan pun aku ingin kembali, itu teserah pada ku, " Lalu Tuan Gunawan melihat tajam ke arah mata Felix, mengisyarat kan kebencian pada nya.
"Apa yg kau lakukan pada putra ku? "Ucap nya mendekat,
Felix yg melihat Gunawan berubah dingin melangkah memundur .
"Kenapa kau tak tanyakan pada putra mu,? Apa yg putra mu lakukan pada perusahaan ku, dia telah menghancurkan perusahaan ku, dia membuat aku kehilangan perusahaan yg aku bangun dari nol, dan putra mu telah membuat putri bungsu ku menjauhi ku, itu semua salah putra mu, putra mu telah menghancurkan keluarga ku, "Ucap nya marah..
"Kau memang tidak tau diri, Kau menyalahkan putra ku? kau yg memulai nya, putra ku tidak akan melakukan ini jika kau tak memulai nya, kau kirim putri mu untuk menggoda putra ku, kau juga mempengaruhi investor_investor agar mencabut saham_saham nya dari Anggara, kau membuat Anggara, mengalami kerugian yg besar, itu semua kau lakukan demi obsesi mu,
"Sekarang Kau menyalahkan putra ku,? bahkan kau ingin melenyapkan, putra ku, dengar kan aku baik_baik, aku akan pastikan kau akan mati membusuk di penjara, karna kau berani menyentuh putra ku dan bermain_ main dengan keluarga ku,
"Kau mengancam ku? Felix tersenyeum mengejek saat bicara.
"Ini bukan ancaman, namun pemberitahuan, jika sebentar lagi polisi akan menjemput mu,
dan menyeret mu, "
"Tak salah jika putra mu itu begitu sombong, ternyata dia memiliki Ayah yg tak kalah sombong nya, Kau dengar aku baik_baik, aku tidak akan takut dengan dirimu, atau pun putra mu, aku akan menghancurkan keluarga mu, mulai dari putra mu, sekarang kau pergi dari rumah ku, aku tak ada waktu untuk meladeni mu, "Usir Felix pada Gunawan
"Tidak sekarang, nanti setelah aku menyaksikan polisi menyeret mu dari rumah mu sendiri, "Ucap Gunawan dingin
"Cih..
"Kau tidak akan bisa menjebloskan aku ke penjara, kau tidak mempunyai bukti apa pun,
"Kita lihat saja nanti,
"Papa, ada apa? siapa dia? "Tanya Fiona saat sampai kediaman nya,
"Oh, Kau wanita murahan itu,? kau yg menggoda putra ku? " Ucap Gunawan melirik tajam pada Fiona.
__ADS_1
"Hey..tutup mulut mu orang tua, kau berani menghina ku di dalam rumah ku sendiri , memang kau siapa? keluar dari rumah ku sekarang, "Teriak Fiona,
"Saya akan pergi, tapi nanti setelah menyaksikan pertunjukan, " Ujar Gunawan
"Permisi, Selamat sore, Tuan Felix anda kami tahan, atas tuduhan pencobaan pembunuhan terhadap Tuan DavinPutra Anggara, lalu polisi pun memborgol tangan Felix,
"Tidak pak, ini salah paham, saya tidak pernah melakukan apa_apa, Saya di fitnah Pak, , Felix berontak saat polisi hendak membawa nya,
"Pah, Papa, Fiona meraih tangan Sang Papa, yg di bawa paksa oleh pihak kepolisian,
"Kau, apa yg kau lakukan pada, Papa ku,? "Tujuk Fiona lalu pergi mengejar sang Papa,
"Permisi Tuan, ada berita bagus tentang Tuan Felix, saat ini Tuan Felix sudah di bawa oleh pihak kepolisian, Tuan besar telah mendapatkan bukti, dan telah menjeblos kan Tuan Felix, " Lapor bodyguard Davin..
"Benar kah?
"Tuan bisa melihat berita sore ini di televisi. Tuan,
"Baik, terimakasih, "
"Davin pun segera menyalahkan televisi nya, dan benar saja, berita menggemparkan para pembisnis, pembisnis sukses, dan di segani, saat ini telah di ringkus pihak kepolisian, karna dugaan pembunuhan berenencan, terhadap, Putra dari Tuan Gunawan Putra Anggara,
"Papa, memang yg terbaik, gumam Davin setelah menyaksikan berita di televisi,
Drrrttt_Drrrrttt.
"Halo, jod..."mengangkat panggilan dari jody
"Halo Tuan..., keluarga suruhan Tuan Felix sudah di aman kan oleh Tuan besar, dan suruhan Tuan Felix juga sudah berada di jakarta, Tuan besar sudah menangani ini semua,
"Baik jod kembalilah ke jakarta, kita urus dia disini,
"Baik Tuan..
Setelah sambungan nya berakhir dengan jody, Davin kembali memencet tombol hijau untuk menghubungi istri nya.
"Halo Sayang, kau dimana?
"Aku masih di rumah sakit,
"Apa,? masih di rumah sakit,? apa yg kau lakukan seharian disitu? "Aku kesitu sekarang aku akan menjemput mu, Davin pun memutuskan sambungan nya sepihak.
Ceklekk..
"Dav, kamu sudah sampai, "Diana menyambut suami nya..
"Apa yg kau lakukan seharian disini? kau pasti lelah disini, pasti kau melewatkan tidur siang mu, makan siang mu, kau membuat ku cemas, " Ucap nya khawatir serta deretan pertanyaan
"Kau, kenapa kau tak mengantar kan Diana pulang? kau malah membiarkan nya disini seharian lelah menunggu Bobby, "Ujar nya marah pada Pak Asep,
"Rita yg melihat suami dari sahabat nya itu marah_marah menelan salvian nya beberapa kali,
"Dav, kenapa kau marah_marah, yg ingin tetap tinggal disini aku, Diana mendekat dan merangkul tangan Davin, Aku yg ingin tetap disini, karna Rita sedang tidak bekerja jadi Rita ingin membantu menemani Bobby.
"Davin mengerut kan kening nya mendengar penuturan Diana yg terakhir, Siapa dia? kenal pun tidak dengan Bobby kenapa dia ingin menemani Bobby,? "batin Davin
Melihat Diana bergelayut manja memeluk tangan nya Davin pun luluh.
"Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang. kamu pasti lelah, berada disini seharian, "Ujar Davin mengajak Diana pulang,
"Tapi Dav, Eum, Apa Rita boleh menemani Bobby disini,? Begini Rita saat ini sedang cuti satu minggu, Rita di kosan tidak melakukan apa_apa, karna Rita jenuh, Rita menawarkan diri akan menjaga Bobby, karna Bobby tidak ada yg menjaga, apa boleh? "jelas Diana
"Sayang kamu tidak usah memikirkan masalah ini, disini ada bodyguard yg menunggu nya, kamu tidak usah khawatir.
__ADS_1
"Bukan begitu Dav, Hanya saja Rita ingin memiliki kegiatan saat dirinya cuti, "Alasan Diana,
"Oh seperti itu, berapa upah yg kau minta? Tanya Davin yg menyalah artikan kata_kata istri nya.
Diana dan Rita, sontak beradu pandang,
"Tidak_tidak...tidak Tuan, sa, saya hanyaa
"Tidak masalah, saya akan membayar mu, saya percaya pada mu, karna istri saya yg memilih mu untuk menjaga Bobby, "potong Davin,
"Rita diam pasarah, bingung harus menjelaskan seperti apa,
"Ya sudah Rit, kamu mau pulang dulu, atau gimana? "Tanya Diana.
"Mungkin aku akan pulang dulu untuk mengambil beberapa baju ganti, setelah itu kembali lagi,
"Ya sudah bareng aku aja yuk.. "Ajak Diana..
"Gak usah deh Di, aku pulang naik taxi aja, kamu duluan saja, "tolak Rita
"Kamu akan di antar Pak Asep, dan kembali lagi dengan Pak Asep nanti, "Ujar Davin di tengah perdebatan Istri dan sahabat nya..
"Tapi Tuan...
"Sudah nurut aja, kamu juga gak keluar uang lagi untuk bayar taxi, "paksa Diana,
"Baik lah, "Ucap Rita pasrah
"Loh.Papa mau kemana? Tanya Davin dan Diana berbarengan, saat melihat koper di sebelah sofa, dan sang papa duduk tenang meminum teh,
"Papa akan kembali ke Paris sekarang, Papa tidak bisa meninggal kan Mama terlalu lama,
"Tapi Pah, kita belum mengobrol. tapi papa sudah mau berangkat lagi , "Ucap Diana sedih,
Tuan Davin berdiri, memeluk menantu nya.." Setelah kau sehat, dan urusan Davin selesai pergi susulah kami kesana, Mama juga sangat merindukan kalian, Davin pun ikut berhambur memeluk Tuan Gunawan dan Diana,
"Maaf kan Diana pah, tidak berada di rumah seharian, "Ucap nya tak enak,
"Tidak masalah sayang, Papa juga seharian ini di luar, karna pekerjaan,
"Baiklah, Papa berangkat sekarang, jaga diri kalian baik_baik..
"Biar Davin antar Papa ke bandara, " Sayang kamu istirahat saja ya, aku antar Papa dulu ke bandara..
"Aku ikut,
"Tidak, kamu hari ini sudah lelah seharian di rumah sakit, sekarang istirahat,
"Baik lah, Papa hati_hati di jalan, salam untuk Mama, "Ucap Diana pada mertua nya..
Baik Pah, Davin akan tetap waspada, dan memberi penjagaan pada Diana, terimakasih atas semua bantuan Papa,
"Orang suruhan Felix ada di gudang, Papa tau kau ingin memberi nya pelajaran, tapi maaf papa sudah sedikit mematah kan tangan nya, " Ujar nya santai..
"Jadi papa hanya memberi ku sisa orang yg tidak berdaya,? "
"Tidak, Papa hanya sedikit memberinya pemanasan agar dia tidak kaget nanti mendapatkan kejutan darimu.
"Tpai ingat Jangan membunuh nya, beri dia pelajaran saja, Istri dan anak nya membutuh kan dia,
"Seandainya dia memiliki pemikiran yg sama dengan papa, bahwa aku juga memiliki istri, dan aku juga sedang berusaaha ingin memiliki anak, apa dia akan mengurungkan niat nya,?
"Lihat lah Bobby sekarang terbaring lemah di rumah sakit, satu minggu sudah dia tak sadarkan diri, itu semua ulah Felix dan laki_laki berengsek itu, pah.
"Seandai nya papa tidak menjebloskan Felix ke penjara, aku ingin sekali menghabisi nya, "Ujar nya menggempalkan tangan
"Itu yg Papa takut kan. Papa takut kamu melakukan itu, Papa tidak ingin putra papa berakhir di jeruji besi."Ujar Tuan Gunawan yg sudah bisa menebak isi kepal sang putra..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, kasih aku like beri komen, dukung aku dengan vote.terimakasih🤗🤗***