
"Di mana istri ku,? teriak Davin setelah sampai di rumah sakit, pada bodygurd yg tadi menemani Diana,
"Mari ikut saya Tuan, "Ujar bodyguard Mengajak Davin agar mengikutinya,
Setelah sampai bodyguard tersebut mempersilah kan Davin masuk, "Silahkan Tuan, Nona Muda berada di ruangan ini,
Davin pun langsung masuk, melihat Diana sedang di periksa oleh dokter, di temani Ibu dan Lina,
"Sayang, kau tidak apa_apa "Tanya Davin yg baru saja sampai, langsung menghampiri Diana, dan memerikas tubuh nya.
"Dav, Aku tidak apa_apa, duduklah dulu, biar kan dokter menyelesai kan ini, "Ucap Diana tak enak pada dokter yg memeriksanya..
Davin pun beralih melihat pada dokter, "Dok tidak ada luka yg serius kan pada istri saya? "Tanya Davin.
"Tidak Tuan, hanya kaki Nona Diana saja yg terkilir, dan dokter pun beralih pada Diana, Nona Diana, untuk beberapa hari kedepan kaki nya jangan terlalu banyak di gerakan dulu ya. biar kaki anda cepat sembuh, Nona Diana juga tidak perlu di rawat, karna lukanya juga tidak terlalu parah, Nona Diana bisa pulang sekarang,
"Dan ini Tuan resep yg harus anda ambil, Tiga hari lagi Tuan bawa Nona Diana kembali untuk Chek up, untuk memeriksa kaki nya yg terkilir,
"Baik dok, terimakasih,
"Ibu, Lina kalian tidak apa_apa kan? "Tanya Davin saat dokter pergi dari ruangan Diana.
"Tidak Nak, Ibu dan Lina tidak kenapa_napa.
"Kakak ipar, sepertinya mobil itu sengaja ingin melukai kak Dian.. jika dia tidak berniat melukai Kak Dian, dia pasti akan berhenti dan meminta maaf, "Ujar Lina memberi tahu Davin.
"Nanti Kakak cari tahu, sekarang kita pulang dulu ya..
.
.
.
.
.
.
...........Kediaman Anggara............
Setelah sampai di kediamannya Davin langsung menggendong Diana,
"Dav, turun kan aku, aku duduk di kursi roda saja, "Ujar Diana malu kepada Ibu dan yg lainnya,
Namun Davin tak mendengar yg di ucapkan Diana , Davin terus menggendong Diana ,
"Dav, turunkan aku, Diana mulai berontak,
"Kau sedang sakit pun masih memiliki tenaga yg besar, "Ujar Davin lalu mendudukan Diana di atas kursi roda yg sedang di dorong oleh Mang maman,
Davin mendorong Diana hingga ke dalam kamar tamu yg berada di bawah, " Bu Davin titp Diana sebentar, Davin ada urusan sebentar..
Diana yg melihat Davin menyembunyikan kemarahan nya mengerti, " Dav, Diana meraih tangan Davin,
"Hemm..
Diana menarik tangan Davin hingga mendekat, " Mereka tidak salah, mobil itu terlalu cepat hingga mereka tak dapat memberhentikannya, jangan salah kan mereka..
Davin tersenyum kepada Diana, " Kamu tenang saja, Istirahat lah, Davin pun pergi berlalu meninggalkan Diana..
.
.
.
"Apa gunanya kalian mengikuti istri ku? jika istri ku masih bisa terluka, aku membayar kalian untuk menjaga dan melindunginya, bukan untuk menontonnya saat terluka, jika saja istriku tidak melarang ku untuk memecat kalian, sudah kupastikan kalian tidak akan dapat pekerjaan lagi, karna sudah membiarkan istriku terluka, "Ucap Davin marah, saat tiba di ruangan kerjanya.
"Maaf kan kami Tuan, kami tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini lagi, " Ujar salah satu bodyguard tersebut.
"Dapatkan segera pengendara mobil itu, aku ingin dia, membayar luka yg ada pada istri ku."Ujar Davin lalu pergi meninggalkan ruangan kerjanya.
.
.
.
.
.
............Rumah Sakit............
"Baik Tuan Bobby, hari ini anda sudah boleh pulang, luka anda sudah membaik, jangan lupa untuk kembali chek up ya..
"Terimakasih Dok.
Rita yg mendengar ucapan dokter merasa senang karna Bobby sudah bisa pulang, tapi disisi lain dia sedih, karna setelah ini mungkin Rita tidak akan bisa sedekat ini lagi dengan Bobby , walau pun hanya sekedar berjumpa.
"Tuan saya akan membereskan barang_barang yg akan Tuan bawa pulang" Ujar Rita..
"Hemm"
__ADS_1
.
.
.
.
.
........Kediaman Anggara........
"Bu boleh saya titip Diana lagi? Saya harus pergi ke rumah sakit, untuk melihat Bobby, Saya ingin melihatnya sebab hari ini Bobby sudah dapat ijin dari dokter untuk pulang."Ujar Davin pada Bu Mina..
"Pergi lah Nak, biar Diana Ibu yg jaga..
"Terimakasih Bu..
"Dav, apa kau akan lama? "Tanya Diana.
Davin membelai rambut Diana, "Tidak aku hanya ingin memastikan keadaan Bobby saja, setelah itu aku akan segera kembali, aku pergi istirahat lah. "Davin pun cium pipi sebelah kiri Diana lalu pergi meninggalkan kediamannya.
.
.
.
. ......Rumah Sakit........
"Halo Bob..bagaimana keadaan mu? "Tanya Davin setelah sampai di ruangan Bobby..
"Saya sudah jauh lebih baik Tuan..
"Bagus lah..Aku kesini hanya ingin melihat keadaan mu, tapi sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi, kau terlihat sangat sehat, apa kau mendapat pelayanan yg terbaik dari wanita di sebelah mu, " Ucap nya pelan.
Bobby yg mendengar ucapan Davin mengerutkan keningnya, "Maksud Tuan? "Tanya Bobby yg bingung dengan maksud Tuannya..
"Tidak ada maksud apa_apa."Jawabnya santai.
"Eum, Nona Rita apa saya bisa bicara sebentar? "Ucap Davin pada sahabat istrinya tersebut..
"Bisa Tuan, A, ada apa ya, Tuan?
"Bisa ikut saya sebentar?
"Mari Tuan,
"Apa ini Tuan? "Tanya Rita bingung..
"Anggap saja ini ungkapan termakasih saya terhadap anda, karna sudah merawat dan menjaganya Bobby dengan baik, "Ujar Davin
Rita mendorong amplop tersebut, "Maaf Tuan anda jangan tersinggung, saya bukan tidak sopan tapi saya melakukan ini suka rela, saya suka banyak kesibukan, saya ikhlas melakukan ini, jadi maaf saya tidak bisa menerima ini..
"Bukan kah waktu itu, Diana bilang anda membutuhkan pekerjaan tambahan?
"Tidak Tuan, anda salah paham, waktu itu Diana hanya asal bicara, saya senang bisa membantu Tuan Bobby" Ujar Rita.
"Baiklah kalau begitu, sekali lagi terimakasih.mari kita kembali ke ruangan. "Ajak Davin
Setelah masuk kedalam ruangan Bobby, Davin langsung berpamitan untuk kembali pulang,
"Bob, aku tidak bisa lama_lama sebab Diana di rumah menunggu , Diana tadi kecelakaan ada orang yg sengaja ingin mencelakainya.
"Apa? ada orang yg ingin mencelakai Nona? apa ini perbuatan Tuan Felix, Tuan?
"Felix sudah berada di jeruji besi, Papa ku telah menjebloskannya ke penjara, yg kau alami ini adalah perbuatan Felix, kita akan urus dia nanti setelah kau sembuh, sekarang Aku pergi dulu..
"Silahkan Tuan..terima kasih sudah meluangkan waktu anda untuk mengunjungi saya..
"Hemm.
"Tuan Davin..
Rita memanggil Davin yg hendak melangkah, "Tuan Bagaimana keadaan Diana sekarang? "Tanya Rita
"Diana baik_baik saja, hanya kakinya saja yg terkilir, anda tidak usah khawatir,
.
.
.
.
.
.
..............Apertemen Bobby................
__ADS_1
"Waaah... ini tempat tinggal anda Tuan? tempat nya bagus banget" Ujar Rita kagum setelah sampai di Apertemen milik Bobby.
"Tuan, besok saya akan kesini lagi, sekarang saya harus pergi, karna hari ini saya harus kerja, tidak apa_apa kan Tuan? "Pamit Rita.
"Davin mengerutkan kening nya mendengar Rita akan bekerja..
"Kamu akan bekerja? ini waktu nya kembali pulang, bukan waktunya memulai, "Ucap Bobby bingung..
"Saya sengaja mengambil Shift malam, biar siang bisa menemani anda, jika malam kan anda tidur jadi saya tidak terlalu khawatir, "
"Terimakasih Nona Rita, tapi menurut saya anda tidak usah berlebihan,
"Tidak masalah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu yaa..Rita pun pergi meninggalkan kediaman Bobby..
.
.
.
.
.
..........Caffe Cemara...........
"Khemm..yg bisa deket_deket dengan pujaan hati, kayaknya semangat bener kerjanya.."Ucap Rina di tengah_tengah kesibukan mereka..
"Kau tau Rin? hari ini Tuan Bobby sudah di perboleh kan pulang, Tapi aku merasa sedih, jika dia sudah kembali pulang aku tidak akan bisa deket_deket lagi dengan nya, "Ucap nya sedih...
"Ya ampun Rit, tidak usah terlalu di pikirkan, jika kalian berjodoh nanti juga akan selalu di pertemukan dimana pun."
"Ntahlah, aku hanya belum rela aja harus berjauhan dengannya sekarang, "Ujarnya lesu..
"O ya, Rit, kemaren malam, Ayah mu datang kesini, Dia menanyakan mu..kau tau Ayah mu, datang dengan keadaan kacau, aku yakin dia habis minum, "
"Aku heran sama Ayah, Dia tidak pernah berubah, setiap hari selalu saja minuman dan judi..
"Apa Ayah mu tidak menghubungi mu?
"Aku mematikan hanphone ku, aku pusing mendengar nya minta uang terus untuk bermain judi, kau tau bukan kita saja belum gajihan..
.
.
.
.
.........Apertemen Bobby.........
Kesokannya Rita pulang kerja langsung ke apertemen Bobby, "Ting tong, ting tong.Rita memencet bel beberapa kali.setelah sampai depan pintu apertemen Bobby
"Ceklek.
Pintu terbuka, "Nona Rita, "panggil Bobby saat membuka pintunya..
"Selamat pagi Tuan.."Sapanya Riang..
"Pagi Nona, "masuk lah,
Rita pun masuk kedalam, " Apa Tuan sudah sarapan? "Tanya Rita..
"Belum, baru saya akan menyuruh asisten saya untuk membelinya." jawab Bobby.
"Saya akan masak untuk Tuan, dimana dapur anda?
"Tidak perlu Nona, maaf Nona sebelumnya, mulai besok anda tidak perlu datang lagi kesini, sebenarnya saya tidak suka jika ada orang lain berada dalam ruangan saya, saya akan mengatakan ini nanti kepada Tuan Davin, jika saya tidak perlu lagi bantuan siapa_siapa, terima kasih atas bantuan anda selama beberapa minggu ini,
Rita diam membeku mendengar kata demi kata yg di ucapkan oleh Bobby, Sakit itulah yg di rasakan nya, bagaimana bisa Bobby mengatakan hal seperti itu dengan santai.
"Apa Tuan menganggap saya orang lain? "Tanya Rita di tengah_tengah rasa shoknya..
Bobby mengangkat kedua alis nya, bingung dengan pertanyaan Rita, "Maksud anda? "Tanya Bobby yg bingung
"Tidak, lupakan, jika anda terganggu dengan kehadiran orang lain seperti saya, saya minta maaf, Saya permisi, "Ucap Rita mengambil kasar tas nya lalu pergi meninggalkan Apertemen Bobby,
Bobby yg melihat Rita pergi begitu saja terbengong, setelah sadar Bobby mengejar Rita hingga ke lobby, namun Rita sudah tak terlihat,
"*Apa ucapan ku menyinggung perasaannya? kenapa dia pergi begitu saja, dan apa tadi dia menangis? saat meninggal kan apertemen ku, Gumam Bobby..
.
.
.
.
.
__ADS_1
.**Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya🤗🤗***